cover
Contact Name
Ardiyansyah
Contact Email
ardiyansyah@uinjambi.ac.id
Phone
+6281212012102
Journal Mail Official
ardiyansyah@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren Kab. Muaro Jambi, Kodepos: 36363 | Telepon: (0741) 00000
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 26144476     EISSN : 26144468     DOI : https://doi.org/10.30631/mauizoh
Core Subject : Education, Social,
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi adalah majalah ilmiah enam bulanan yang meliputi tema dakwah, komunikasi, publisistik, dan penyiaran Islam. Jurnal ini diterbitkan sebagai rujukan bagi civitas akademik Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan lainnya yang mempunyai minat dan keilmuan selaras. Mauizoh terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun, dengan nomor ISSN Online 2614-4468 dan Cetak 2614-4476. Tulisan yang dipublikasi adalah hasil penelitian dan analisa ilmiah dalam kajian dakwah, komunikasi, syiar Islam, publisistik, manajemen lembaga Islam, pengelolaan kegiatan Islami serta jurnalistik. Penyunting menerima tulisan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain. Naskah yang dikirim dapat berbahasa Indonesia maupun Inggris.
Articles 60 Documents
Analisis Keefektifan Kerjasama dengan Influencer dalam Komunikasi Pemasaran Berdasarkan Perspektif Electronic Word of Mouth (EWOM) Widodo, Andeka; Lala Amelia, Rizki; Indah Lestari, Rani; Hidayati, Nurul; Nur Apriana, Indah; Alamsyah Idris, Fahmi; Yogia Isnaini, Vitria
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i2.105

Abstract

Influencer marketing telah menjadi salah satu metode pemasaran digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai bagian dari transformasi pemasaran tradisional ke digital, konsep ini memanfaatkan pengaruh individu yang memiliki audiens setia di berbagai platform media sosial. Dalam hal ini, Electronic Word of Mouth (EWOM) berperan sebagai katalis utama, karena pengaruh komunikasi personal yang dilakukan secara digital lebih dipercaya dibandingkan iklan konvensional. Saat ini, electronic word of mouth (EWOM) menjadi elemen penting dalam pemasaran karena komunikasi dalam bentuk EWOM dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Di era digital seperti sekarang, EWOM tidak lagi memerlukan interaksi tatap muka secara langsung. Definisi EWOM pun kini lebih luas, mencakup tidak hanya percakapan langsung tetapi juga interaksi yang terjadi di dunia maya.  Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kerjasama dengan influencer yang memiliki audiens yang relevan dan terpercaya dapat meningkatkan visibilitas merek dan interaksi dengan konsumen secara signifikan. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada pemilihan influencer yang tepat dan kesesuaian pesan yang disampaikan dengan nilai-nilai merek. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi influncer pemasaran tentang cara  penggunaan pemasaran melalui media sosial  untuk mencapai tujuan komunikasi pemasaran mereka.
Transformasi Radio Digital: Tinjauan Teknologi, Konten dan Perilaku Khalayak Aspar; Anshar, Muhammad
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i2.118

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan bagi industri radio sebagai media komunikasi tertua. Perubahan perilaku khalayak yang lebih bergantung pada internet, media sosial, dan platform streaming memaksa radio beradaptasi agar tetap relevan di era digital, Penulisan ini bertujuan mengkaji adaptasi radio sebagai media tradisional serta pola konsumsi khalayak di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur untuk menganalisis transformasi radio di era digital, dengan mengumpulkan data sekunder dari jurnal, buku, artikel, dan laporan industri. Metode analisis konten diterapkan untuk mengidentifikasi tema utama perubahan radio, serta membandingkan karakteristik radio tradisional dan digital untuk memahami dampak teknologi baru terhadap pola konsumsi khalayak. Transformasi radio dari teknologi FM dan AM ke radio digital, seperti Digital Audio Broadcasting (DAB) dan radio streaming, telah mengubah cara penyebaran informasi dan interaksi khalayak. Radio digital menawarkan fleksibilitas lebih besar dengan akses on-demand, memungkinkan pendengar memilih konten sesuai minat mereka. Selain itu, radio digital memanfaatkan media sosial dan aplikasi untuk memperluas interaksi dua arah dengan khalayak secara lebih cepat dan langsung. Kehadiran podcasting juga memungkinkan pendengar menikmati program kapan saja, meningkatkan jangkauan dan relevansi stasiun radio di era digital.
Komodifikasi Simbol Religi dalam Iklan Wardah: Studi Ekonomi Politik Media rizqi, fadhilahamelia; Rohimi, Primi
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v10i1.112

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi komodifikasi simbol-simbol religius dalam iklan produk kosmetik Wardah dengan pendekatan ekonomi politik media. Sebagai salah satu merek kosmetik halal terkemuka di Indonesia, Wardah menggunakan identitas religius sebagai bagian dari strategi pemasarannya untuk menarik pasar Muslim. Studi ini mengkaji bagaimana simbol-simbol seperti hijab, doa, dan nilai-nilai Islam dihadirkan sebagai elemen estetika dan retoris dalam iklan mereka. Melalui metode analisis isi dan wawancara mendalam, penelitian ini mengungkap bahwa simbol-simbol religius dalam iklan Wardah tidak hanya berfungsi sebagai representasi identitas, tetapi juga berperan sebagai alat komersialisasi yang memperkuat posisi merek di pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik tersebut mencerminkan dinamika ekonomi politik media, di mana nilai-nilai budaya dan agama berpadu dengan kepentingan kapitalisme. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti aspek etis dari komodifikasi simbol-simbol religius, terutama terkait dampaknya terhadap persepsi konsumen terhadap nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penelitian ini akan menghasilkan data berupa data deskriptif tentang Komodifikasi Simbol Religi Dalam Iklan Wardah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sekaligus menggali sumber-sumber informasi dan data dari informan, serta memberikan penjelasan, deskripsi secara keseluruhan tentang "Komodifikasi Simbol Religi Dalam Iklan Wardah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan sumbangan penting bagi kajian komunikasi, pemasaran, dan ekonomi politik media, khususnya dalam konteks industri kosmetik halal di Indonesia.  
Komunikasi Politik dalam Sejarah Islam: Komunikasi Politik Rasulullah Saw srikiki, srikiki; Siagian, Haidir Fitrah
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v10i1.121

Abstract

Komunikasi politik dalam sejarah Islam menarik untuk diselidiki karena memberikan wawasan tentang pondasi politik Islam dan dampaknya pada pandangan politik saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi yang digunakan oleh Rasulullah dan pemimpin awal Islam, serta menafsirkan relevansinya dalam konteks sosial dan politik kontemporer umat Muslim. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dipahami nilai-nilai etika yang terkandung dalam komunikasi politik Islam. yang dapat membimbing pemimpin dan aktivis politik saat ini. Metode yang digunakan yaitu Library Reasearch (penelitian pustaka) penelitian kualitatif Sumber data yang dipilih yaitu jurnal, artikel, buku, yang berkaitan erat dengan judul yang telah diangkat. Data dianalisis dengan pendekatan content analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam komunikasi politik islam Rasulullah menjadi tauladan yang sangat luar biasa dalam berkomunikasi politik, amanah, siddiq, fathanah, dan tabliq menjadi ciri komunikasi politik rasulullah. Implikasi dari penelitian ini penting dalam menghadapi tantangan politik, sosial, dan ekonomi umat Muslim saat ini, serta dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai politik Islam dalam membangun masyarakat yang harmonis dan Sejahtera.
Eksistensialisme Sartre dalam Perbedaan Pengalaman Bekerja di Rumah dengan Cafe Bagi Kopi Muthmainah, Syifa Salmah; Fadhilla, Deva Naufal; Marta, Rustono Farady; Lumampauw, Andreas; Chinmi, Maichel
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v10i1.123

Abstract

Penelitian ini membahas perbedaan pengalaman pekerja yang memilih antara Work From Home (WFH) dan Work From Cafe (WFC) dalam perspektif eksistensialisme Jean-Paul Sartre. Studi ini menemukan bahwa pilihan lokasi kerja tidak hanya memiliki implikasi praktis tetapi juga mempengaruhi aspek eksistensial pekerja, termasuk kebebasan, tanggung jawab, dan makna kerja. WFH memberikan fleksibilitas tetapi dapat menyebabkan isolasi sosial, sementara WFC menawarkan interaksi sosial yang lebih aktif tetapi memiliki tantangan tersendiri terkait gangguan lingkungan. Model kerja hybrid menjadi solusi yang semakin populer karena menggabungkan manfaat dari kedua pendekatan ini. Temuan ini dapat membantu organisasi dalam merancang kebijakan kerja yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan pekerja.
Peran Artificial Intellegence bagi Jurnalis Kediripedia.com dan Implementasi Relevansi Nilai-Nilai Islam Ellyda Retpitasari; Fairizal Rahman
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of technology in the world has led to a new transformation in the form of artificial intelligence technology, commonly known as artificial intelligence (AI). The presence of AI is certainly a challenge for media actors or journalists, it can be able to facilitate but also pose a threat. The purpose of this research is to examine the role of AI for Kediripedia Journalists. Research on the use of artificial intelligence for Kediripedia.com journalists uses descriptive qualitative research methods. In this case, qualitative data is realized through descriptive sentences, and in-depth explanations through the process of data collection techniques from observation, interviews, and documentation. The results of the study state that AI plays an important role in the news production process, but in reporting news to Kediripedia journalists still prioritize good values, as required by Islam such as providing good and correct news information, as a unifier of society or not reporting that tends to divide society, and upholding Islamic values according to the Islamic syiar that was recommended by the Prophet Muhammad SAW.
Mrs Lc.: Strategi Crowdfunding, Iklan, dan Donasi dalam Mendukung Dakwah Digital Hermawati, Yuli; Hadiati Salisa, Nikmah
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital terjadi hampir di semua sektor kehidupan , termasuk dalam bidang informasi penyebaran dakwah Islam. Akses yang mudah dijangkau, efisien dan cepat, menjadi faktor berkembangnya konten digital islami yang mendukung kegiatan dakwah dan sosial. Tetapi. Kreator konten Islami di YouTube, Instagram, Tiktok dan platform lainya,kini menghadapi berbagai tantangan untuk mempertahankan keberlanjutan dakwah . Salah satu solusi yang diterapkan utuk mempertahankan dan mengembangkan konten islami , adalah monetisasi konten digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai metode monetisasi yang digunakan oleh kreator konten Islami, khususnya melalui crowdfunding, iklan syariah, dan donasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup observasi, wawancara, dan analisis konten dari platform- platform yang digunakan oleh kreator konten Islami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa crowdfunding,ads dan donasi terbukti mendukung dan membantu kreator konten Islami. Penelitian ini juga menganalisis keberhasilan dan tantangan monetisasi konten digital islami,seperti kurangnya regulasi iklan halal dan kesadaran digital di kalangan kreator konten Islami. Berdasarkan penelitian tersebut,konten kreator diharapkan mampu mengembangkan model monetisasi yang sesuai dengan prinsip prinsip syariah.
Analisis Ketidaksetaraan Gender pada Perempuan dalam Iklan Sunlight di Televisi Nopiani, Mela Arza; Novealdi, Herri; Amin, Rajabbul
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v10i1.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ketidaksetaraan gender terhadap perempuan dalam iklan produk pembersih Sunlight yang tayang di televisi pada periode 2022 hingga 2025. Menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis konten, penelitian ini menelaah secara mendalam bentuk-bentuk ketimpangan gender melalui perspektif teori Mansour Fakih, yang meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan simbolik, dan beban ganda. Temuan menunjukkan bahwa iklan Sunlight secara konsisten menampilkan perempuan dalam peran domestik, khususnya sebagai penjaga kebersihan rumah tangga. Laki-laki tidak ditampilkan dalam konteks kerja domestik, memperkuat pembagian peran tradisional yang timpang. Narasi seperti "ibu yang tangguh" atau "melindungi keluarga" digunakan untuk membungkus ketimpangan gender dalam kemasan emosional dan estetis. Representasi ini turut melanggengkan konstruksi sosial patriarkal dan menjadikan perempuan sebagai objek komodifikasi dalam sistem kapitalistik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kesadaran kritis dari industri periklanan untuk menciptakan narasi yang lebih adil dan setara, serta melibatkan perempuan dalam berbagai peran publik. Dengan demikian, media diharapkan dapat berperan aktif dalam membentuk wacana kesetaraan gender di masyarakat.
AKTIVITAS KOMUNIKASI NONVERBAL TRADISI KUMPUL SANAK: STUDI KASUS KELURAHAN SENGETI KABUPATEN MUARO JAMBI Ulfasari, Ira Dwi; Salim, Agus; Fadhilah, Sinta Rahmatil; Yunus, Abdullah
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji aktivitas komunikasi nonverbal dalam tradisi kumpul sanak di Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, yang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal dalam menjaga dan mempererat hubungan kekerabatan. Tradisi ini berlangsung secara turun-temurun dan menjadi ruang penting bagi anggota keluarga besar, sanak, kerabat sekampung untuk berkumpul memberi sumbangan kepada orang yang menikahkan anaknya guna bias melangsungkan resepsi pernikahan, saling berinteraksi, serta menegaskan identitas dan peran sosial masing-masing individu dalam komunikasi nonverbal yang muncul selama berlangsungnya tradisi, serta memahami makna simbolik dari setiap ekspresi nonverbal yang ditampilkan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat sekitar, dan peserta tradisi, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menemukan bahwa komunikasi nonverbal dalam tradisi kumpul sanak terwujud melalui berbagai elemen, seperti ekspresi wajah penuh kehangatan, sentuhan fisik seperti salaman dan pelukan, gestur sopan saat menyapa, serta intonasi suara adat dan pengaturan tempat duduk berdasarkan senioritas. Selain itu, elemen nonverbal ini berperan penting dalam menyampaikan rasa hormat, kedekatan emosional, serta pengakuan terhadap norma dan nilai budaya setempat. Komunikasi nonverbal tidak hanya menjadi pelengkap interaksi verbal, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pelestarian identitas budaya dan penguat struktur sosial kekerabatan. Temuan ini mempertegas pentingnya pemahaman terhadap bentuk komunikasi nonverbal dalam konteks budaya lokal, terutama dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan keharmonisan sosial di tengah arus modernisasi.
ANALISIS INTERAKSIONISME SIMBOLIK TOKOH- TOKOH DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUGUK Aini, Nurul; Taufani, Eka M; Al Hafizh, Muhammad
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksionisme simbolik merupakan pendekatan sosiologis yang dikembangkan oleh George Herbert Mead yang menekankan pentingnya makna simbolik dalam proses interaksi sosial. Pendekatan ini memandang bahwa makna dibentuk dan dimaknai melalui interaksi antarmanusia, bukan sesuatu yang melekat secara tetap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tokoh-tokoh dalam film Ngeri-Ngeri Sedap membentuk dan merespons makna melalui simbol-simbol budaya Batak yang muncul dalam interaksi mereka. Film ini dipilih karena sarat akan nilai-nilai budaya serta dinamika hubungan keluarga yang kompleks. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik simak dan catat, yaitu mengamati serta mencatat adegan, dialog, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh para tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol yang ditampilkan dalam film mencerminkan relasi kuasa, harapan, kasih sayang, serta konflik dalam keluarga Batak. Tokoh Pak Domu merepresentasikan simbol otoritas dan ekspektasi terhadap anak-anaknya. Mak Domu melambangkan cinta, kesabaran, dan pengorbanan seorang ibu. Sementara itu, tokoh-tokoh anak—Domu, Gabe, Sarma, dan Sahat—menampilkan respon terhadap simbol tersebut melalui konflik batin, penolakan terhadap tradisi, hingga pencarian jati diri. Simbol- simbol ini tidak hanya menjadi alat komunikasi antar tokoh, tetapi juga menjadi medium penyampaian nilai-nilai budaya Batak kepada penonton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa simbol-simbol dalam film Ngeri-Ngeri Sedap berhasil merefleksikan konflik budaya dan keluarga yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam kajian komunikasi budaya dan analisis film melalui perspektif interaksionisme simbolik.