cover
Contact Name
Zauhani Kusnul H
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta, No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Pamenang
ISSN : 2988327X     EISSN : 29649625     DOI : https://doi.org/10.53599/jap.v2i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Abdimas Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 114 Documents
PENDIDIKAN KESEHATAN PENGENALAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI VIDEO ANIMASI PADA ANAK USIA DINI: HEALTH EDUCATION ON INTRODUCING CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIORS THROUGH ANIMATED VIDEOS FOR EARLY CHILDHOOD Lina Ratnawati; Nunik Ike Yunia Sari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.509

Abstract

Abstrak   Anak usia dini sangat rentan mengalami diare dan ISPA akibat kebiasaan yang kurang menjaga kebersihan seperti cara cuci tangan 6 langkah dan gosok gigi yang benar. Pendidikan kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak usia dini sangat penting untuk menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Penggunaan video animasi memiliki kelebihan dibandingkan dengan metode yang lain yaitu menampilkan unsur audio, visual dan gerak secara efektif sehingga mampu meningkatkan daya ingat dan ketertarikan anak usia dini. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenalkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan video animasi pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan edukasi mengenai cara cuci tangan dan gosok gigi yang benar dengan video animasi kepada siswa-siswi TK ABA X Bendo sejumlah 40 siswa. Media yang digunakan dalam kegiatan ini berupa laptop, proyektor, pengeras suara, alat peraga untuk cuci tangan 6 langkah (sabun cair dan tisu) dan alat peraga gosok gigi (phantom gigi dan sikat gigi).  Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 April 2026. Kegiatan ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dengan melakukan pretest dan postest secara lisan dengan pertanyaan singkat. Sebelum diberikan edukasi dengan video animasi sebagian besar pengetahuan siswa tentang cara mencuci tangan 6 langkah dan gosok gigi yang benar masih kurang yaitu 20 siswa (50%). Hasil setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan siswa tentang cara cuci tangan 6 langkah dan gosok gigi dalam kategori baik yaitu 25 siswa (62,5%). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari penyakit. Penggunaan video animasi sebagai media edukasi sangat membantu siswa dalam memahami pesan yang disampaikan karena lebih menarik dan bisa melihat gambaran secara visual dan audio secara bersamaan. Kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Kata kunci : Video Animasi, Cuci Tangan, Gosok Gigi   Abstract   Young children are very susceptible to diarrhea and respiratory infections due to habits that do not maintain proper hygiene, such as the six-step handwashing method and correct tooth brushing. Health education about clean and healthy living behaviors for young children is very important to instill these habits from an early age. Using animated videos has advantages over other methods, as it effectively combines audio, visual, and motion elements, which can help improve memory and interest in young children. The goal of this program is to provide education introducing clean and healthy living behaviors through animated videos to young children. The method used in this activity is to provide education about proper handwashing and tooth brushing through animated videos to 40 students at TK ABA X Bendo. The media used in this activity include a laptop, projector, speaker, and teaching aids for handwashing (liquid soap and tissues) and tooth-brushing teaching tools (tooth phantom and toothbrush). This activity was carried out on April 17, 2026. The activity included planning, implementation, and evaluation stages. The evaluation was done by conducting oral pretest and posttest with short questions. Before being educated using an animation video, most students' knowledge about the 6-step handwashing method and proper tooth brushing was still lacking, with 20 students (50%). After the education, most students' knowledge about the 6-step handwashing method and tooth brushing was in the good category, with 25 students (62.5%). This community service activity is very important to carry out as an effort to improve clean and healthy living behavior to avoid disease. The use of animation videos as an educational medium greatly helps students understand the messages delivered because it is more engaging and allows them to see both visual and audio representations at the same time. This activity needs to be done regularly to get used to clean and healthy living habits from an early age. Keywords : Animated Video, Hand Washing, Brushing Teeth
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU BALITA TENTANG PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI DARI SAWI DAN IKAN LELE UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DALAM MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG BALITA : HEALTH EDUCATION FOR MOTHERS OF CHILDREN UNDER FIVE REGARDING NUTRITIOUS MEALS MADE FROM MUSTARD GREENS AND CATFISH TO IMPROVE MATERNAL KNOWLEDGE IN SUPPORTING CHILD GROWTH AND DEVELOPMENT Susanti Tria Jaya; Fresty Africia
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.512

Abstract

Abstrak   Pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal merupakan parameter penting pembangunan modal manusia. Kegagalan tumbuh kembang pada masa balita dapat berdampak jangka panjang, seperti stunting, gangguan perkembangan kognitif, penurunan daya tahan tubuh, serta rendahnya produktivitas di masa dewasa, sehingga menjadi ancaman serius bagi kualitas generasi mendatang. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi sebelum, selama kehamilan, dan setelah melahirkan. Pendidikan kesehatan tentang pemberian makanan bergizi berbasis pangan lokal seperti sawi dan ikan lele merupakan salah satu strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita sebagai langkah awal dalam mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makanan bergizi dari sawi dan ikan lele sebagai upaya mendukung tumbuh kembang balita. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dengan tahapan penyampaian materi menggunakan leaflet dan power point, dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan serta pemberian olahan makanan berbahan sawi dan ikan lele kepada 35 ibu balita di Posyandu Melati Desa Tertek. Evaluasi dilakukan melalui sesi diskusi tanya jawab, dan hasil menunjukkan seluruh peserta aktif berpartisipasi serta terjadi peningkatan pemahaman ibu balita mengenai pemberian makanan bergizi setelah pendidikan kesehatan diberikan. Peningkatan pengetahuan ini menjadi indikator awal keberhasilan kegiatan, sementara dampaknya terhadap tumbuh kembang balita secara optimal memerlukan pemantauan dan pendampingan lanjutan. Pendidikan kesehatan berbasis pangan lokal ini merupakan strategi yang layak dikembangkan dan direplikasi secara berkelanjutan guna mendukung penurunan angka stunting. Abstract Optimal growth and development in toddlers is a key indicator of human capital development. Failure to thrive during the toddler period can have long-term consequences, such as stunting, impaired cognitive development, reduced immune function, and lower productivity in adulthood, posing a serious threat to the quality of future generations. One of the contributing factors is mothers' limited knowledge of nutrition before, during, and after pregnancy. Health education on providing nutritious food from local ingredients such as mustard greens and catfish is a promotive and preventive strategy to improve mothers' knowledge as an initial step toward supporting optimal toddler growth and development. This community service activity aimed to improve mothers' knowledge of providing nutritious food from mustard greens and catfish as an effort to support toddler growth and development. The activity was conducted in May 2026, delivering material through leaflets and PowerPoint presentations, followed by a food-preparation demonstration and the distribution of processed dishes made from mustard greens and catfish to 35 mothers at Posyandu Melati, Tertek Village. Evaluation was carried out through a question-and-answer discussion; results showed that all participants were actively engaged and that mothers' understanding of providing nutritious food improved after the health education session. This improvement in knowledge serves as an early indicator of the activity's success, while its impact on optimal toddler growth and development requires further monitoring and continued support. Health education based on affordable, locally available food is a viable strategy that should continue to be developed and replicated to support the reduction of stunting rates.
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA KELOMPOK USIA REMAJA : PROMOTIVE AND PREVENTIVE EFFORTS THROUGH EDUCATION ON NON-COMMUNICABLE DISEASE PREVENTION AMONG ADOLESCENTS Dwi Rahayu; Erni Rahmawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.514

Abstract

Kesehatan pemuda bangsa menjadi  aspek penting dalam upaya meningkatkan peran mereka mempertahankan kedaulatan Negara Indonesia. Salah satu hal yang menjadi ancaman bagi kesehatan pemuda Indonesia pada saat ini adalah adanya penyakit tidak menular (PTM). PTM bersifat tidak menular dari orang ke orang namun menjadi penyakit kronis yang akan terus meningkat di seluruh dunia, khususnya pada negara berkembang dan negara miskin.  Penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi isu penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dan menjadi prioritas dalam pembangunan di berbagai negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya PTM meliputi faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, seperti umur dan jenis kelamin, serta faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti pola hidup tidak sehat. Dari hasil analisa awal ditemukan permasalahan mitra yaitu banyaknya para remaja yang memiliki kebiasaan minum minuman manis, diet rendah  serat dan aktivitas fisik yang kurang. Berdasarkan hal tersebut maka, tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi terkait upaya  promotif preventif dalampencegahan PTM pada remaja. Metode pengabdian masyarakat yang diberikan adalah dengan pemberian Edukasi dengan metode ceramah dan media PPT tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Remaja . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Posyandu Remaja Gemilang dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang. Hasil dari pengabdian masyarakat  ini didapatkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari  kategori baik pre edukasi sebesar 19 % meningkat menjadi 59,5% kategori baik post edukasi tentang Pencegahan penyakit Tidak Menular pada remaja. Edukasi tentang pencegahan penyakit tidak menular ini sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular pada masa yang akan datang, beberapa indakan  yang  harus dilakukan  oleh remaja adalah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mengurangi asupan gula, makan buah dan sayur, olahraga, istirahat dan menjaga kebersihan  diri. Abstract The health of the nation's youth is a crucial aspect of enhancing their role in upholding Indonesia's sovereignty. Currently, non-communicable diseases (NCDs) pose a significant threat to the health of Indonesian youth. Although NCDs do not spread from person to person, they are chronic conditions with a rising global prevalence, particularly in developing and low-income nations. NCDs have become a key issue within the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) agenda and a priority for development across many countries. Factors contributing to NCDs include uncontrollable risks—such as age and gender—and controllable risks, such as unhealthy lifestyles. Preliminary analysis identified specific issues among the target group, including a high prevalence of sugary drink consumption, low-fiber diets, and insufficient physical activity. Consequently, this initiative aimed to provide education on health promotion and preventive measures regarding NCDs among adolescents. The community service activity utilized a lecture-based educational approach supported by PowerPoint presentations focused on NCD prevention. The event took place on Saturday, February 7, 2026, at the *Posyandu Remaja Gemilang* (Adolescent Integrated Health Post) with 42 participants. Results showed an improvement in participants' knowledge scores: the percentage of participants in the "good" category rose from 19% pre-education to 59.5% post-education. Education on NCD prevention is vital for averting these diseases in the future; key actions adolescents should take include consuming a nutritionally balanced diet, reducing sugar intake, eating fruits and vegetables, exercising, getting adequate rest, and maintaining personal hygiene.
PENGUATAN LINGKUNGAN, RUMAH SEHAT DAN KADER SIAGA TBC BERBASIS LINGKUNGAN PASCA PEMBANGUNAN DRAINASE LIMBAH RUMAH TANGGA: STRENGTHENING THE ENVIRONMENT, HEALTHY HOMES, AND ENVIRONMENT-BASED TB-ALERT CADRES FOLLOWING THE CONSTRUCTION OF HOUSEHOLD WASTEWATER DRAINAGE Dyah Ika Krisnawati; Muhamad Khafid; M Shodiq
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.516

Abstract

Abstrak   Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi tidak hanya oleh faktor klinis, tetapi juga oleh kondisi lingkungan dan kualitas hunian. Lingkungan RT 22 RW 02 Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresikmerupakan Kawasan padat penduduk dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani tambak dan pedagang. Pada pengabdian Masyarakat tahun lalu, pembangunan drainase limbah rumah tangga telah dilakukan, namun pemanfaatan dan pemeliharaannya belum optimal. Selain itu, kondisi permukiman yang padat dengan ventilasi dan pencahayaan rumah yang terbatas meningkatkan risiko penularan TBC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat lingkungan sehat, rumah sehat, dan kader siaga TBC berbasis lingkungan pasca pembangunan drainase limbah rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui rembug warga, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan kader, serta pendampingan masyarakat. Program dilaksanakan dengan tiga komponen utama, yaitu penyusunan modul rumah sehat bebas TBC, optimalisasi pemeliharaan drainase limbah rumah tangga, dan pembentukan kader siaga TBC berbasis lingkungan yang dilengkapi dengan buku monitoring, checklist rumah sehat, dan formulir deteksi dini. Pada saat kegiatan dihadiri oleh 10 calon kader dan 5 tokon Masyarakat, serta 10 perwakilan warga. Hasil kegiatan dan evaluasi menunjukkan adanya kesepahaman warga dan kader mengenai pentingnya pemeliharaan drainase, rumah sehat, serta pencegahan TBC berbasis lingkungan. Program ini juga menghasilkan perangkat edukasi dan monitoring yang dapat mendukung keberlanjutan upaya promotif dan preventif di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa penguatan lingkungan, rumah sehat, dan kader siaga TBC merupakan strategi yang relevan untuk mendorong perubahan perilaku kolektif dan memperkuat pencegahan TBC di tingkat komunitas. Kata kunci: tuberkulosis, rumah sehat, drainase limbah, kader siaga TBC, pengabdian masyarakat   Abstract   Tuberculosis (TB) remains a public health issue influenced not only by clinical factors but also by environmental conditions and housing quality. The RT 22 RW 02 area in Sembayat Village, Manyar District, Gresik Regency, is a densely populated zone where most residents work as fishpond farmers and traders. While a household wastewater drainage system was constructed during a previous community service project, its utilization and maintenance have not yet been optimized. Furthermore, the dense settlement conditions—characterized by limited home ventilation and natural lighting—increase the risk of TB transmission. This community service initiative aims to foster a healthy environment and healthy homes, as well as establish community-based TB-alert cadres, following the drainage system's construction. The implementation employed a participatory approach involving community discussions, awareness-raising sessions, health education, cadre training, and community mentoring. The program comprised three main components: developing a module on TB-free healthy homes, optimizing household wastewater drainage maintenance, and establishing community-based TB-alert cadres equipped with monitoring logs, healthy home checklists, and early detection forms. The activity was attended by 10 prospective cadres, 5 community leaders, and 10 resident representatives. Results and evaluations indicate a shared understanding among residents and cadres regarding the importance of drainage maintenance, healthy housing, and community-based TB prevention. The program also produced educational and monitoring tools to support the sustainability of health promotion and prevention efforts within the community. In conclusion, strengthening the environment, promoting healthy homes, and establishing TB-alert cadres constitute a relevant strategy for driving collective behavioral change and bolstering TB prevention at the community level. Keywords: tuberculosis, healthy home, wastewater drainage, TB-alert cadre, community service

Page 12 of 12 | Total Record : 114