cover
Contact Name
Zauhani Kusnul H
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta, No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Pamenang
ISSN : 2988327X     EISSN : 29649625     DOI : https://doi.org/10.53599/jap.v2i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Abdimas Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 84 Documents
EDUKASI TENTANG TRANSPORTASI ORANG SAKIT PADA MASYARAKAT DI DESA PELEM, PARE, KABUPATEN KEDIRI.: EDUCATION ABOUT PATIENT TRANSPORTATION IN THE COMMUNITY IN PELEM VILLAGE, PARE, KEDIRI REGENCY Wiseno, Bambang; Khosasih, Ikhwan
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.335

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Usaha dalam melayani dan meningkatkan kesehatan masyarakat selalu terus digalakkan lewat keterlibatan segala unsur masyarakat di berbagai bidang kesehatan termasuk edukasi tentang transportasi orang sakit yang diberikan oleh tim stikes pamenang, hal ini karena masyarakat terus berkembang dan terus berganti dari generasi ke generasi sehingga perlu konsistensi atau keajegan dalam mendidik dan melayani masyarakat untuk selalu hidup sehat dan mendapatkan pelayanan yang baik dibidang kesehatan. untuk itu diperlakukan usaha-usaha yang dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia. Metode: Metode yang digunakan dengan memberikan ceramah, diskusi, tanya jawab dan mendemonstrasikan kepada peserta mengenai cara mengangkat, memindahkan dan mengangkut orang sakit baik satu atau lebih dari satu penolong dengan menggunakan alat bantu, sekaligus dilakukan diskusi dan tanya jawab saat praktek langsung tersebut. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan antusiasme peserta terbukti dengan tidak adanya peserta yang mengundurkan diri selama kegiatan tersebut dan peserta berharap nanti ada kegiatan berikutnya tentang pendidikan kesehatan dengan topik lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Analisa: Pendidikan kesehatan pada masyarakat yang berkelanjutan diharapkan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam menangani masalah kesehatan yang ada, khususnya transportasi orang sakit. Diskusi: Pendidikan kesehatan penting diberikan kepada masyarakat awam sehingga mereka dapat berperan aktif dalam meningkatakan derajat kesehatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitanya terutama saat terdapat warga yang sakit dan memerlukan pengobatan segera. Abstract Introduction: Community health efforts are always encouraged through all fields in health to serve the community including the education of health transportation by stikes pamenang team. Health is one of the elements that influences the development of human life that always changing to the next generation, for that efforts consistency is needed, it can improve the health of the Indonesian people. Method: The method by gifing lectures, questions and discussions also directly demonstrating to participants on how to lift, move and transport sick people with one or more helper by using tools to transport. Results: This activity is developing enthusiasm the participants, proven by no one of the participants left as long health education was done. Participants hope that activity can be continued to the next with other topics according to the needs of the community. Analysis: By providing sustainable health education to the community, it is hoped the problems in dealing with existing health problems can be solved, especially transportation of sick people. Discussion: Health education to the community is important to be given so they can play an active role in improving the health of themselves and their families and the surrounding community, especially when there are residents who are sick and need immediate treatment.
PENERAPAN BRAIN GYM SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI FUNGSI KOGNITIF DAN KESEHATAN JIWA LANSIA DI KOMUNITAS: APPLICATION OF BRAIN GYM TO ENHANCE COGNITIVE AND MENTAL HEALTH AMONG OLDER ADULTS IN COMMUNITY SETTINGS Zulvana; Rahmawati, Iva Milia Hani; Wiseno, Bambang
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.337

Abstract

Abstrak  Perubahan struktur demografis global menunjukkan peningkatan signifikan pada populasi lansia, termasuk di Indonesia. Lansia kerap menghadapi berbagai tantangan psikososial seperti penurunan fungsi kognitif, kecemasan, stres, dan kehilangan peran sosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang holistik, murah, dan mudah diimplementasikan di komunitas. Brain Gym atau senam otak merupakan pendekatan non-farmakologis berbasis gerakan sederhana yang terbukti dapat mengoptimalkan fungsi otak dan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mempraktikkan gerakan Brain Gym. Kegiatan dilakukan pada 25 lansia di Posyandu Dusun Ngemplak, Kediri, melalui metode edukasi dan pelatihan partisipatif. Lansia dikenalkan dengan lima gerakan utama Brain Gym: Cross Crawl, Hook-Ups, Brain Buttons, Lazy 8s, dan Positive Points. Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan awal berada pada angka rata-rata 25%, dan meningkat menjadi 86% pada post-test. Pada aspek praktik, hanya 12% lansia yang mampu melakukan seluruh gerakan dengan benar sebelum pelatihan, sedangkan setelah pelatihan, 84% peserta mampu melakukannya secara mandiri dan percaya diri. Intervensi ini terbukti meningkatkan pemahaman dan kemampuan lansia dalam menjaga kesehatan otak dan jiwa melalui aktivitas fisik ringan. Brain Gym sangat potensial untuk diterapkan secara berkelanjutan di komunitas lansia sebagai strategi promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.  Kata kunci: lansia, kesehatan jiwa, fungsi kognitif, Brain Gym, pengabdian masyarakat Abstract  The global demographic shift indicates a significant increase in the elderly population, including in Indonesia. Older adults often face various psychosocial challenges such as cognitive decline, anxiety, stress, and loss of social roles. Therefore, a holistic, low-cost, and community-friendly intervention is urgently needed. Brain Gym, or educational kinesiology, is a non-pharmacological approach involving simple body movements proven to optimize brain function and mental well-being. This community service activity aimed to improve the knowledge and practical skills of older adults in performing Brain Gym exercises. The program was conducted for 25 elderly participants at Posyandu Dusun Ngemplak, Kediri, using participatory education and training methods. The participants were introduced to five basic Brain Gym movements: Cross Crawl, Hook-Ups, Brain Buttons, Lazy 8s, and Positive Points. Pre-test results showed an initial average knowledge level of 25%, which increased to 86% after the session. In terms of practice, only 12% of participants could perform all movements correctly before the training, while 84% succeeded in doing them independently and confidently after the intervention. This program proved effective in enhancing both understanding and ability of the elderly in maintaining cognitive and emotional health through simple physical activities. Brain Gym has strong potential to be implemented sustainably in community settings as a promotive and preventive strategy within public health services.  Keywords: elderly, mental health, cognitive function, Brain Gym, community engagement
PELAKSANAAN DETEKSI DINI STROKE DENGAN METODE BE-FAST UNTUK MENINGKATKAN POTENSI PEMULIHAN DAN MENCEGAH DISABILITAS DI POSYANDU ILP DESA PELEM: IMPLEMENTING EARLY STROKE DETECTION WITH THE BE-FAST METHOD TO ENHANCE RECOVERY POTENTIAL AND PREVENT DISABILITY AT THE ILP COMMUNITY HEALTH POST IN PELEM VILLAGE Didik Susetiyanto Atmojo; Yuliansari, Pratiwi; Rahayu, Dwi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.341

Abstract

AbstrakStroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang di Indonesia. Namun, kondisi ini sebenarnya dapat dicegah dan dikurangi dampaknya apabila dikenali serta ditangani secara dini dan tepat. Salah satu cara yang efektif untuk mendeteksi gejala awal stroke adalah melalui metode BE-FAST, yang menekankan pada pengamatan terhadap keseimbangan, penglihatan, wajah, lengan, ucapan, dan waktu kejadian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini stroke dengan metode BE-FAST, serta mengajak masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat sebagai bentuk pencegahan. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu ILP Desa Pelem dengan melibatkan partisipasi aktif warga, terutama kelompok usia lanjut yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit stroke. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan tentang gejala awal stroke dan penerapan metode BE-FAST, pelaksanaan senam hipertensi sebagai upaya promotif dan preventif, serta evaluasi efektivitas kegiatan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap tanda-tanda awal stroke serta pentingnya penanganan segera. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis saat muncul gejala stroke, sehingga potensi pemulihan dapat ditingkatkan dan risiko kecacatan jangka panjang dapat ditekan secara maksimal. Kata kunci: stroke, BE-FAST, deteksi dini, penyuluhan, senam hipertensi, AbstractStroke is one of the leading causes of death and long-term disability in Indonesia. However, this condition can actually be prevented and its impact reduced if recognized and treated early and appropriately. One effective method for detecting early signs of stroke is the BE-FAST method, which emphasizes observation of Balance, Eyes (vision), Face, Arms, Speech, and Time of onset. This community service activity aims to enhance public knowledge and awareness of the importance of early stroke detection using the BE-FAST method, as well as to encourage the adoption of a healthy lifestyle as a preventive measure. The activity was carried out at the ILP Community Health Post in Pelem Village and involved the active participation of local residents, particularly the elderly population who are at higher risk of stroke. The series of activities included health education on early symptoms of stroke and the application of the BE-FAST method, the implementation of hypertension exercise as a promotive and preventive effort, and evaluation of the program’s effectiveness through pre- and post-education questionnaires. The evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of the early signs of stroke and the importance of immediate response. This initiative is expected to raise community awareness to seek prompt medical attention at the onset of stroke symptoms, thereby increasing the chances of recovery and minimizing the risk of long-term disability. Keywords: stroke, BE-FAST, early detection, health education, hypertension exercise
UPAYA PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE, CUCI TANGAN DI SD NEGERI PACAR TIMBULHARJO : EFFORTS TO PROMOTE REPRODUCTIVE HEALTH WITH EDUCATION ABOUT PERSONAL HYGIENE, WASHING HANDS AT PACAR TIMBULHARJO STATE ELEMENTARY SCHOOL Ekawati, Desi; Retno Heru Setyorini
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.344

Abstract

Abstrak Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang perlu diperkenalkan sejak dini, khususnya pada usia sekolah dasar, sebagai upaya preventif terhadap berbagai permasalahan kesehatan di masa remaja dan dewasa. Personal hygiene merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Personal hygiene atau kebersihan diri adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dan kesehatan dalam dirinya untuk memperoleh kesehatan fisik dan bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit. Salah satu aspek penting dalam fase ini adalah kesehatan reproduksi, yang tidak hanya menyangkut fungsi biologis, tetapi juga menyentuh aspek kebersihan diri (personal hygiene) dan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi sebaiknya dimulai sejak dini, termasuk pada anak-anak usia sekolah dasar, sebagai bentuk upaya promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan di masa mendatang. Kegiatan ini Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pentingnya menjaga kebersihan diri (personal hygiene) dan mencuci tangan sebagai bagian dari promosi kesehatan reproduksi. dan mengaplikasikan secara langsung tentang personal hygine dan cuci tangan secara benar dalam kehidupan sehari-hari. Sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu siswa SD sejumlah 40 siswa di Negri Pacar kelas 5 dan 6. Metode Kegiatan ini akan dilakukan dalam upaya promosi kesehatan reproduksi pada remaja dengan edukasi pemberian informasi tentang personal hygiene, cuci tangan dengan menggunakan media video dan praktik langsung cara cuci tangan yang benar yang di lakukan oleh pemateri dosen dengan bantuan mahasiswa. Setelah menyampaikan materi di lanjutkan diskusi dan Tanya jawab tentang materi.  Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap upaya preventif terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja terutama tentang personal hygine dan cuci tangan. Dengan hasil terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama dalam konteks kesehatan reproduksi. Kata kunci : Personal Hygine, cuci tangan, remaja, kesehatan reproduksi   Abstract Reproductive health is an important aspect that needs to be introduced from an early age, especially at elementary school age, as a preventive effort against various health problems in adolescence and adulthood. Personal hygiene is one of the basic human needs. Personal hygiene or personal hygiene is a person's effort to maintain cleanliness and health in him to obtain physical health and aims to prevent the onset of diseases. One of the important aspects in this phase is reproductive health, which not only concerns biological functions, but also touches on aspects of personal hygiene and clean and healthy living behaviors. Education about reproductive health should be started early, including in elementary school children, as a form of promotive and preventive efforts against future health problems. This community service activity aims to increase the understanding of elementary school students about the importance of maintaining personal hygiene and washing hands as part of reproductive health promotion. and apply personal hygiene and hand washing correctly in daily life. The target of this service activity is elementary school students in the 5th and 6th grades of Negri Pacar. This method of activity will be carried out in an effort to promote reproductive health in adolescents by providing education on providing information about personal hygiene, hand washing using video media and direct practice of how to wash hands correctly carried out by lecturers with the help of students. After delivering the material, continue the discussion and Frequently Asked Questions about the material. The implementation of community service activities is part of efforts to increase public awareness of preventive efforts against various reproductive health problems in adolescents, especially about personal hygiene and hand washing. With the results, there was a significant increase in students' understanding of the importance of maintaining personal hygiene, especially in the context of reproductive health.  Keywords: Personal Hygiene, hand washing, adolescents, reproductive health
EFEKTIFITAS EDUKASI PENCEGAHAN PERILAKU SELF HARM TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PERILAKU SELF HARM PADA MASYARAKAT DI DESA PELEM : EFFECTIVENESS OF SELF-HARM BEHAVIOR PREVENTION EDUCATION ON INCREASING KNOWLEDGE OF SELF-HARM BEHAVIOR PREVENTION IN THE COMMUNITY IN PELEM VILLAGE Rahmawati, Iva Milia Hani; Zulvana; Wiseno, Bambang
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.345

Abstract

Abstrak   Pendahuluan : Perilaku self-harm menjadi isu kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan di berbagai kalangan masyarakat, termasuk di tingkat desa. Kurangnya pemahaman dan informasi yang memadai mengenai self-harm dapat menghambat upaya pencegahan dan penanganan dini. Oleh karena itu, intervensi edukasi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi pencegahan perilaku self-harm terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Pelem. Metode : Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif, dengan melibatkan warga desa Pelam yang tergabung dalam posyandu Dahlia dalam pelaksanaan program edukasi mengenai definisi, faktor risiko, dampak, dan cara pencegahan perilaku self-harm di masyarakat. Hasil : Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelum diberikan edukasi pengetahuan dan pencegahan tentang self harm pada masyarakat desa pelem adalah 20%. Sedangkan setelah diberikan edukasi tentang pencegahan perilaku self harm meningkat sejumlah 80%. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Pelem tentang pencegahan perilaku self-harm. Kesimpulan : Edukasi pencegahan perilaku self-harm terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Pelem. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan yang lebih baik terhadap isu self-harm di tingkat komunitas. Saran : Disarankan untuk mengembangkan program edukasi serupa dengan cakupan yang lebih luas dan metode yang lebih variatif. Kata kunci : Self Harm, Pengetahuan, Masyarakat Abstract Introduction: Self-harm behavior is an increasingly worrying mental health issue in various communities, including at the village level. Lack of understanding and adequate information about self-harm can hinder prevention and early treatment efforts. Therefore, effective educational interventions are needed to improve community knowledge. Objective: This community service aims to analyze the effectiveness of education on preventing self-harm behavior on improving community knowledge in Pelem Village. Method: The method used in this service is a participatory approach, involving Pelam villagers who are members of the Dahlia integrated health post in implementing an education program on the definition, risk factors, impacts, and how to prevent self-harm behavior in the community. Results: The results showed a significant increase. Before being given education, knowledge and prevention about self-harm in the Pelem village community was 20%. While after being given education about preventing self-harm behavior, it increased by 80%. This indicates that the education provided is effective in increasing the knowledge of the Pelem Village community about preventing self-harm behavior. Conclusion: Education on preventing self-harm behavior has proven effective in increasing community knowledge in Pelem Village. This increase in knowledge is expected to contribute to early detection, prevention, and better handling of self-harm issues at the community level. Suggestion: It is recommended to develop similar educational programs with wider coverage and more varied methods Keywords: Self Harm, Knowledge, Society
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS BAKI KABUPATEN SUKOHARJO: IMPROVING PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE ABOUT CONSUMPTION OF BLOOD ENHANCEMENT TABLETS AS AN EFFORTS TO PREVENT STUNTING AT BAKI PUBLIC HEALTH CENTER, SUKOHARJO DISTRICT Sunardi; Mirasa, Yudied Agung; Alimansur, Moh.; Winarti, Eko
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.351

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan prevalensi stunting di Indonesia adalah kondisi anemia pada ibu hamil. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada Maret 2025 terhadap  orang ibu hamil yang periksa kehamilannya di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo ditemukan bahwa dari 60% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang baik tentang konsumsi zat besi dan manfaatnya. Pengendalian kasus anemia pada ibu hamil terutama mengenai pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan stunting perlu ditingkatkan. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Kegiatan ini dilakukan pada pada semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Pukesmas Baki Kabupaten  Sukoharjo 6 bulan terakhir sebanyak 42 orang ibu hamil, dilakukan di Aula Puskesmas Baki. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi penyuluhan, penggalian pengetahuan peserta dan tanya jawab. Pemaparan materi didasarkan pada pentingnya pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan stunting dilanjutkan dengan sharing pengetahuan yang dibarengi dengan pembagian tablet tambah darah, diakhiri dengan sesi tanya jawab.  Penyampaian menggunakan media audio visual dan alat peraga. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan di awal dan akhir kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi zat besi sebelum dilakukan edukasi terbanyak dalam kategori rendah 52,4%. Pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi zat besi sesudah dilakukan edukasi terbanyak kategori tinggi 73,8%. Ada pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi zat besi (p = 0,000). Disarankan kepada ibu hamil agar patuh megkonsumsi tablet Fe selama kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia Kata kunci : Pengetahuan, Ibu hamil, Tablet Tambah Darah, Pencegahan Stunting   Abstract   One of the factors that causes the prevalence of stunting in Indonesia is anemia in pregnant women. The results of a preliminary study conducted by researchers in March 2025 on pregnant women who checked their pregnancies at the Baki Health Center, Sukoharjo Regency, found that 60% of pregnant women had poor knowledge about iron consumption and its benefits. Control of anemia cases in pregnant women, especially regarding the knowledge of pregnant women about consuming iron tablets as an effort to prevent stunting, needs to be improved. Education is carried out using lecture, discussion and demonstration methods. This activity was carried out on all pregnant women who had pregnancy checks at the Baki Health Center, Sukoharjo Regency in the last 6 months, as many as 42 pregnant women, carried out in the Baki Health Center. The implementation of this activity began with the presentation of counseling materials, exploration of participants' knowledge and Q&A. The presentation of the material was based on the importance of pregnant women's knowledge about consuming iron tablets as an effort to prevent stunting, followed by sharing knowledge accompanied by the distribution of iron tablets, ending with a Q&A session. The presentation used audio-visual media and teaching aids. Evaluation of this activity was carried out using a questionnaire given at the beginning and end of the activity. Based on the results of the evaluation that had been carried out, it can be seen that the knowledge of pregnant women about iron consumption before education was mostly in the low category 52.4%. The knowledge of pregnant women about iron consumption after education was mostly in the high category 73.8%. There was an effect of nutritional education on the knowledge of pregnant women about iron consumption (p = 0.000). It is recommended that pregnant women comply with consuming Fe tablets during pregnancy to prevent anemia.  Keywords : Knowledge, Pregnant women, Iron tablets, Stunting prevention
PEMBERIAN TEKNIK WOOLWICH MASSAGE UNTUK MENGURANGI PERMASALAHAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK SAHARA KOTA PASURUAN: GIVING WOOLWICH MASSAGE TECHNIQUE TO REDUCE INEFFECTIVE BREASTFEEDING PROBLEMS IN POSTPARTUM MOTHERS AT THE SAHARA CLINIC IN PASURUAN CITY Tri Clarinda, Mutiara; R.A Helda Puspitasari; Eko Prasetya Widianto; Erik Kusuma
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.353

Abstract

Latar Belakang: Menyusui adalah proses alami yang penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan membentuk ikatan emosional antara ibu dan bayi. Namun, tidak semua ibu dapat menyusui secara efektif. Ibu postpartum yang mengalami kelelahan dan penurunan hormon prolaktin serta oksitosin, dapat menyebabkan produksi dan pengeluaran ASI menurun. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemberian teknik woolwich massage dalam  mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu postpartum. Metode: Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan atau pendidikan kesehatan dan demonstrasi praktik yang dilakukan kepada ibu postpartum di Klinik Sahara sebanyak 20 orang dengan menggunakan media leaflet yang berisikan tentang terapi woolwich massage. Penilaian dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil: Pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu postpartum dalam pemberian teknik woolwich massage sebanyak 50% selama proses penyuluhan, penyuluhan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta yang menyimak dengan saksama sejak awal hingga akhir kegiatan. Sebagai petugas kesehatan, penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta menyampaikan informasi yang akurat mengenai manfaat pemberian teknik woolwich massage, dengan sasaran yang tepat, agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan selama masa nifas.  Kesimpulan: Teknik Woolwich massage terbukti efektif sebagai edukasi promotif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu postpartum dalam menghadapi masalah menyusui tidak efektif. Edukasi ini dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis untuk mendukung keberhasilan menyusui. Kata Kunci : Postpartum, Menyusui tidak efektif, Woolwich massage   Abstract   Background: Breastfeeding is an important natural process to fulfill nutritional needs and form an emotional bond between mother and baby. However, not all mothers can breastfeed effectively. Postpartum mothers who experience fatigue and a decrease in prolactin and oxytocin hormones, can cause decreased milk production and output. Objective: This community service aims to increase knowledge about the provision of woolwich massage techniques in overcoming the problem of ineffective breastfeeding in postpartum mothers. Methods: This service uses the method of counseling or health education and practical demonstrations conducted to postpartum mothers at the Sahara Clinic as many as 20 people using leaflet media containing woolwich massage therapy. The assessment was carried out with pre-test and post-test to measure the increase in knowledge. Results: This community service shows an increase in knowledge of postpartum women in providing woolwich massage techniques by 50% during the counseling process, the counseling took place with full enthusiasm from the participants who listened carefully from the beginning to the end of the activity. As health workers, it is important to provide education to the community and convey accurate information about the benefits of providing woolwich massage techniques, with the right target, in order to increase the knowledge and skills of the community in dealing with various problems during the postpartum period. Conclusion: Woolwich massage technique is proven to be effective as a promotive education in improving the knowledge and readiness of postpartum mothers in facing ineffective breastfeeding problems. This education can be used as an alternative nonpharmacological intervention to support successful breastfeeding.  Keywords : Postpartum, Ineffective breastfeeding, Woolwich massage  
PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK USIA DINI DALAM MENDORONG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT: COUNSELING HAND WASHING WITH SOAP IN EARLY CHILDHOOD IN ENCOURAGING CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR Asna Lailatul Fadhila; Fina Fitrotul Azlina; Regina Yulianto; Vaneka Shukma Dewanti; Andyanita Hanif Hermawati; Intan Munawaroh
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.354

Abstract

Penyuluhan kesehatan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Salah satu aspek utama dari PHBS adalah praktik mencuci tangan yang baik dan benar. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Kedungwaru Kabupaten Tulungagung pada Bulan November Tahun 2024. Media yang digunakan dengan pemaparan materi tentang cuci tangan, menampilkan video edukasi, serta demonstrasi mengunakan games dan diberikan konseling kepada anak-anak dan diberikan poster. Pemaparan 7 Langkah Mencuci Tangan kegiatan diawali dengan perkenalan anggota, anggota kelompok memperkenalkan dirinya masing-masing kepada murid Paud Anak Bangsa, Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak usia 3–4 tahun dalam melakukan cuci tangan sesuai dengan langkah-langkah yang tepat. Melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan usia dini, anak-anak diajarkan tujuh langkah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa anak-anak dapat memahami dan mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar, sehingga diharapkan dapat menurunkan risiko infeksi penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan mereka. Penyuluhan ini menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan.  Kata Kunci: PHBS, Cuci tangan, Anak Usia Dini, Pendidikan Kesehatan   Abstract Health counseling on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an important effort in forming healthy living habits from an early age. One of the main aspects of PHBS is the practice of washing hands properly and correctly. This community service program was carried out in Kedungwaru Village, Tulungagung Regency in November 2024. The media used were the presentation of material on washing hands, showing educational videos, and demonstrations using games and counseling was given to children and posters were given. The presentation of the Seven Steps to Washing Hands activity began with the introduction of members, group members introduced themselves to the students of Paud Anak Bangsa, This activity aims to improve the knowledge and skills of children aged 3-4 years in washing their hands according to the correct steps. Through an interactive educational approach and learning methods that are adapted to early age development, children are taught the seven steps of washing hands using soap and running water. The results of the counseling show that children can understand and practice the habit of washing their hands properly, so that it is expected to reduce the risk of disease infection and improve their health. This counseling emphasizes the importance of early health education in building sustainable clean and healthy living behavior.  Keywords: PHBS, Hand washing, Early Childhood, Health Education
PENYULUHAN TENTANG TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA REMAJA DI SMK SWAKARYA PALEMBANG: COUNSELING ON PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TECHNIQUES TOWARDS REDUCING MENSTRUAL PAIN IN ADOLESCENTS AT SMK SWAKARYA PALEMBANG Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.362

Abstract

Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh kejadian nyeri menstruasi pada remaja di SMK Swakarya Palembang, dimana terdapat 58 (80%) remaja yang menyatakan mengalami nyeri menstruasi dan remaja tersebut mengatakan hanya tiduran dan minum obat saat nyeri menyerang.Tujuan Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMK Swakarya Palembang. Relaksasi otot progresif merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan mengurangi atau menghilangkan ketegangan dan mengalami rasa nyaman, sedangkan dismenorea merupakan nyeri yang dirasakan ketika menstruasi, terutama terjadi pada perut bagian bawah menyebar sampai pinggang serta paha yang terasa seperti kram. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan berupa penyuluhan secara menyeluruh pada remaja putri di SMK Swakarya Palembang, kemudian remaja putri diberikan leaflet tentang metode pemberian Teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Setelah selesai melakukan penyuluhan kesehatan, remaja putri mengerti bahwa dalam meningkatkan kesehatan dan melakukan relaksasi otot progresif untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri. Dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan maka kami menyimpulkan bahwa dipahaminya apa itu Teknik relaksasi otot progresif Kami menyarankan agar remaja putri, untuk melakukan Teknik relaksasi otot progresif guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan seperti nyeri haid pada remaja putri. Kata Kunci : Nyeri haid (dismenorea), Teknik relaksasi otot progresif   Abstract This counseling was motivated by the occurrence of menstrual pain in adolescents at SMK Swakarya Palembang, where there were 58 (80%) adolescents who stated that they experienced menstrual pain and the adolescents said that they only lay down and took medicine when the pain attacked. The purpose of this counseling was to determine the effect of providing progressive muscle relaxation techniques on reducing menstrual pain in female adolescents at SMK Swakarya Palembang. Progressive muscle relaxation is a skill that can be learned and used to reduce or eliminate tension and experience comfort, while dysmenorrhea is pain that is felt during menstruation, especially in the lower abdomen spreading to the waist and thighs which feels like cramps.The method of implementing the activity was carried out in the form of comprehensive counseling for female adolescents at SMK Swakarya Palembang, then the female adolescents were given leaflets about the method of providing progressive muscle relaxation techniques to reduce menstrual pain in female adolescents. After completing the health counseling, female adolescents understood that in improving health and doing progressive muscle relaxation to reduce menstrual pain in female adolescents. From the health counseling that was carried out, we concluded that they understood what progressive muscle relaxation techniques are. We suggest that young women carry out progressive muscle relaxation techniques to prevent unwanted things such as menstrual pain in young women  Keywords : Menstrual Pain (Dismenorhea), Progressive Muscle Relaxation Technique
PENYULUHAN DAN SCREENING DETEKSI DINI KESEHATAN JIWA PADA IBU-IBU DI RW 03 KELURAHAN REJOMULYO KOTA KEDIRI : COUNSELING AND SCREENING EARLY DETECTION OF MENTAL HEALTH IN MOTHERS IN REJOMULYO VILLAGE, KEDIRI CITY Rahmawati, Elfi Quyumi; Fajar Rinawati; Fresty Africia; Nirmala Kusumaningrum Sunaryo
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.365

Abstract

Ibu mempunyai peran penting dalam memberikan pengasuhan dan pengaruh positif pada tumbuh kembang anak, sehingga kesehatan jiwa pada ibu mutlak diperlukan. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan dan skrining deteksi dini kesehatan jiwa. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan suatu wujud kepedulian terhadap kesehatan jiwa khususnya ibu-ibu di Kelurahan Rejomulyo, Kota, Kota Kediri dengan jumlah 27 orang. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Juli 2024, melalui skrining dan pemaparan materi terkait kesehatan mental, seperti pengenalan tanda-tanda awal gangguan jiwa, cara mengatasi masalah mental, dan pentingnya memperhatikan kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari hasil sebaran kuesioner SRQ-29, menggambarkan bahwa status kesehatan jiwa ibu di Kelurahan Rejomulyo, Kota, Kota Kediri. Jumlah responden ibu sebanyak 27 orang dengan usia responden tertua adalah 65 tahun dan termuda adalah 34 tahun. Dengan latar Pendidikan paling tinggi adalah D1 dan terendah SD. Hasil sebaran kuesioner SRQ-29 terdapat 2 orang mengalami gangguan cemas dan PTSD, 1 orang mengalami gangguan cemas, dan 1 orang mengalami PTSD. Dan 22 orang tidak mengalami gangguan kejiwaan. Hasilnya menunjukkan adanya beberapa warga yang memerlukan tindak lanjut penanganan lebih lanjut terkait kondisi kesehatannya. Skrining dan penyuluhan ini penting untuk memastikan bahwa masalah kesehatan jiwa dapat ditangani dengan tepat waktu dan efektif, membantu individu untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Kata kunci : screening, deteksi dini, kesehatan jiwa   Abstract   Mothers have an important role in providing care and positive influence on the growth and development of children, so mental health in mothers is absolutely necessary. The purpose of this activity is to conduct screening and counseling related to early detection of mental health. Community service activities are a form of concern for mental health, especially mothers in Rejomulyo Village, Kota, Kediri City with a total of 27 people. The activity was carried out in July 2024, through screening and presentation of materials related to mental health, such as recognizing early signs of mental disorders, how to overcome mental problems, and the importance of paying attention to mental health. Based on the results of the evaluation carried out from the results of the distribution of the SRQ-29 questionnaire, it illustrates the mental health status of mothers in Rejomulyo Village, Kota, Kediri City. The number of mother respondents was 27 people with the oldest respondent age being 65 years and the youngest being 34 years. With the highest educational background being D1 and the lowest elementary school. The results of the distribution of the SRQ-29 questionnaire showed that 2 people experienced anxiety disorders and PTSD, 1 person experienced anxiety disorders, and 1 person experienced PTSD. And 22 people did not experience mental disorders. The results showed that there were several residents who needed further follow-up treatment related to their health conditions. This screening and counseling is important to ensure that mental health problems can be handled in a timely and effective manner, helping individuals to have a better quality of life. Keywords: screening, early detection, mental health