cover
Contact Name
Zauhani Kusnul H
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta, No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Pamenang
ISSN : 2988327X     EISSN : 29649625     DOI : https://doi.org/10.53599/jap.v2i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Abdimas Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 99 Documents
UPAYA PENGUATAN KESIAPAN MENTAL SOSIAL CALON PENGANTIN DI KUA KECAMATAN PARE : STRENGTHENING SOCIAL MENTAL READINESS OF PROSPECTIVE BRIDES AT KUA, PARE DISTRICT Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.367

Abstract

Memasuki jenjang pernikahan merupakan fase perkembangan yang sangat penting, hal ini tentu saja membutuhkan persiapan yang matang agar tujuan pernikahan dapat tercapai. Lebih jauh pernikahan memiliki peran besar dengan kelangsungan kehidupan berbangsa. Karena pondasi kesehatan bangsa ada di keluarga, sehingga calon pengantin sebagai anggota masyarakat yang akan membentuk keluarga baru sangatlah penting untuk memiliki kesiapan yang optimal baik secara fisik, mental maupun sosial. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan edukasi bagi calon pengantin di wilayah Pare. Kegiatan dilaksanakan Stikes Pamenang dengan bekerja sama dengan KUA kecamatan Pare. Kegiatan ini terlaksana secara terjadwal/terprogram 3 bulan sekali. Kegiatan yang dilaksanankan terintegrasi dengan kegiatan pembinaan calon pengantin sesuai dengan agenda pembinaan calon pengantin yang dilaksanakan oleh pihak KUA Kata kunci : kesiapan, mental, sosial, calon pengantin   Abstract Entering the marriage stage is a very important phase of development, this of course requires thorough preparation for the purpose of marriage. Furthermore, marriage has a big role in the continuity of national life. Because the foundation of national health is in the family, so prospective brides and grooms as members of society who will form a new family are very important to have optimal readiness both physically, mentally and socially. The activities that will be carried out are community service activities in the form of educational activities for prospective brides and grooms in the Pare area. The activities are carried out by Stikes Pamenang in collaboration with the KUA of Pare District. This activity is carried out in a scheduled/programmed manner every 3 months. The activities carried out are integrated with the activities of coaching prospective brides and grooms in accordance with the agenda of coaching prospective brides and grooms carried out by the KUA Keywords: readiness, mental, social, prospective brides and grooms
UPAYA PENINGKATAN PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA DENGAN TINDAKAN “CERDIK”: EFFORTS TO IMPROVE STROKE PREVENTION IN THE ELDERLY WITH “CERDIK” ACTIONS Rahayu, Dwi; Yuliansari, Pratiwi; Didik Susetiyanto Atmojo; Suryono; Erni Rahmawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.369

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang terjadi di pembuluh darah otak dan merupakan suatu keadaan dimana tanda gejala yang ditemukan dapat berkembang dengan cepat seperti defisit neurologik global dan fokal, yang bisa memperberat  dan bisa menyebabkan kematian. Stroke di Jawa Timur tahun 2019 – 2021 menunjukkan data bahwa pada tahun 2021 angka kejadian kasus baru stroke tercatat sebanyak 31.915 kasus. Penyebab stroke salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi telah menyumbang sebesar 51% kematian akibat stroke. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan sesuai bidang fokus utama yaitu bidang kesehatan, khususnya   bidang keperawatan komunitas. Masalah kesehatan yang difokuskan pada masalah kesehatan lansia,  fokus pada pencegahan penyakit  tidak menular yaitu  upaya pencegahan stroke. Kegiatan ini bertujuan pada upaya pencegahan stroke dengan tindakan CERDIK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Posyandu Lansia “Melati” Dusun Singgahan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara pemberian penyuluhan tentang upaya pencegahan stroke dengan tindakan CERDIK (Cek Kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola Stress). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan pengukuran post test didapatkan adanya pengetahuan dengan kategori baik sebesar 55% dimana sebelum penyuluhan didapatkan pengetahuan kategori baik sebesar 27%. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengetahuan peserta pengabdian masyarakat setelah dilakukannya penyuluhan tentang pencegahan stroke dengan metode CERDIK. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan metode Cerdik dalam upaya pencegahan terjadinya stroke pada lansia. Kata Kunci: Pencegahan, Stroke, Lansia, CERDIK Abstract Stroke is a disease that occurs in the blood vessels of the brain and is a condition where the signs and symptoms found can develop rapidly such as global and focal neurological deficits, which can worsen and can cause death. Stroke in East Java in 2019 - 2021 shows data that in 2021 the number of new cases of stroke was recorded at 31,915 cases. One of the causes of stroke is hypertension. Hypertension has contributed 51% of deaths from stroke. This Community Service activity is carried out according to the main focus area, namely the health sector, especially the field of community nursing. Health problems that focus on elderly health problems, focus on preventing non-communicable diseases, namely stroke prevention efforts. This activity aims to prevent stroke with CERDIK actions. This community service activity was carried out at the "Melati" Elderly Posyandu, Singgahan Hamlet, Pelem Village, Pare District, Kediri Regency. The method of implementing the activity was carried out by providing counseling on stroke prevention efforts with CERDIK actions (Regular Health Checks, Eliminate Cigarette Smoke, Be Diligent in Physical Activity, Healthy and Balanced Diet, Adequate Rest, Manage Stress). The results of the community service activity obtained post-test measurements obtained knowledge with a good category of 55% where before the counseling obtained knowledge in a good category of 27%. These results indicate the knowledge of community service participants after counseling on stroke prevention with the CERDIK method. The implementation of community service activities is expected to optimize the implementation of the Cerdik method in efforts to prevent stroke in the elderly. Keywords: Prevention, Stroke, Elderly, CERDIK
PEMBERDAYAAN KADER DALAM SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) : EMPOWERMENT OF CADRES IN THE POSYANDU HEALTH SERVICE MANAGEMENT SYSTEM INTEGRATED PRIMARY SERVICES (ILP) Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.281

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan Posyandu fokus utama dalam pelaksanaan transformasi layanan primer salah satunya melalui edukasi penduduk melalui penguatan peran kader. Kader posyandu ILP  merupakan ujung tombak pemberdayaan masyarakat  dalam implementasi sistem manajemen pelayanan kesehatan di Posyandu ILP. Pengetahuan kader sangat penting karena sebagai pemberi informasi kesehatan masyarakat juga penggerak masyarakat datang ke posyandu. Saat ini kegiatan posyandu ILP merupakan program kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang masih baru. Desa Karangrejo merupakan salah satu Desa yang melaksanakan kegiatan Posyandu ILP. Posyandu ILP diselenggarakan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga ketingkat desa/kelurahan, dengan sasaran seluruh siklus hidup. Pelaksana utama kegiatan Posyandu ILP  adalah kader. Kader mempunyai peran sangat penting dalam posyandu ILP sebagai garda terdepan memberikan dasar kesehatan masyarakat di Desa/Kelurahan. Berdasarkan identifikasi masalah dari hasil observasi pelayanan kesehatan pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan Posyandu ILP di Desa Karangrejo belum semua kader mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang posyandu ILP dan partisipasi masyarakat Desa Karangrejo baik balita, remaja maupun lansia masih belum semua sasaran terpenuhi, masih tercapai  sebesar 80 %. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak agar pelayanan kesehatan  masyarakat desa  lebih optimal. Tujuan Pengabdian masyarakat ini memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kader tentang Posyandu ILP agar kader posyandu dapat membantu bidan meningkatkan derajat kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui sistem manajemen terpadu terintegrasi layanan primer. Metode yang digunakan adalah pemberian sosialisasi berupa edukasi bagi kader posyandu. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah kader posyandu. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik karena peran aktif dari 15 kader. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri dilaksnakan pada bulan Juli 2024. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian masyarakat, pengetahuan kader posyandu tentang sistem manajemen pelayanan kesehatan ILP sebelum pelaksanaan edukasi sebagian besar memiliki kategori baik 7 orang (46,7%) dan setelah pelaksanaan eduksi sebagian besar memiliki kriteria sangat baik sebanyak 13 orang (86,7 %). Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Rekomendasi hasil pengabdian masyarakat, perlu diupayakan pendekatan  Perspectif Co-production dalam upaya memaksimalkan pendayagunaan poyandu ILP. Pengetahuan kader perlu ditingkatkan secara terus menerus secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan ketrampilan kader posyandu  terutama ketrampilan dalam pelayanan kesehatan sehinga diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat lebih optimal. Kata Kunci:  pemberdayaan, Posyandu Integrasi Layanan Primer,  Sistem Manajemen Pelayanan Kesehaan, Kader   Abstract In  the implementation of Posyandu, the main focus in implementing the transformation of primary services is through educating the population by strengthening the role of cadres.The The Integrated Primary Service (ILP) Posyandu cadres are the spearhead of community empowerment in the implementation of the health service management system at the ILP Posyandu. Cadre knowledge is very important in the ILP Posyandu because they are providers of public health information and also motivators for people to come to the Posyandu. Currently, the ILP Posyandu activity is a new policy program of the Indonesian Ministry of Health. Karangrejo Village is one of the villages that implements the ILP Posyandu activity. The ILP Posyandu is organized by bringing health services closer through networks to the village/sub-district level, targeting the entire life cycle. The main implementers of the ILP Posyandu activity are cadres. Cadres have a very important role in the ILP Posyandu as the front guard in providing a basis for public health in the Village/Sub-district. Based on the identification of problems from the results of observations of community empowerment health services in the implementation of the ILP Posyandu in Karangrejo Village, not all cadres have received education and training on the ILP Posyandu and the participation of the Karangrejo Village community, both toddlers, adolescents and the elderly, has not all targets been met, still reaching 80%. Therefore, cooperation from various parties is needed so that village community health services are more optimal. The purpose of this community service is to provide socialization and education to cadres about Posyandu ILP so that Posyandu cadres can help midwives improve health standards in providing health services through an integrated primary service management system. The method used is providing socialization in the form of education for Posyandu cadres. The stages of the activity include preparation, implementation and evaluation. The target of the activity is Posyandu cadres. The activity can be carried out well because of the active role of 15 cadres. Community service was carried out in Karangrejo Village, Ngasem District, Kediri Regency, implemented in July 2024. The results of this community service were obtained at the end of the community service, the knowledge of the posyandu cadres about the ILP health service management system before the implementation of education was mostly in the good category of 7 people (46.7%) and after the implementation of education most of them had very good criteria of 13 people (86.7%). The results of the activity evaluation showed a significant increase before and after the implementation of the activity. Recommendations from the results of community service, it is necessary to strive for a Perspective Co-production approach in an effort to maximize the utilization of the ILP posyandu. The knowledge of cadres needs to be continuously improved in an effort to improve the skills of posyandu cadres, especially skills in health services so that it is hoped that community health services will be more optimal. Keywords: Empowerment, Integrated Primary Service Posyandu, Health Service Management System, Cadres  
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU BALITA TENTANG PENTINGNYA STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK : HEALTH EDUCATION FOR MOTHERS OF TODDLERS ABOUT THE IMPORTANCE OF STIMULATION OF CHILD GROWTH AND DEVELOPMENT Tria Jaya, Susanti; Nurin Fauziyah; Dwi Rahayu; Pratiwi Yuliansari; Fannindya Hamdani Zeho
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.371

Abstract

Abstrak   Permasalahan pertumbuhan dan perkembangan balita pada masa 5 tahun kehidupan merupakan masalah serius bagi Negara maju ataupun Negara berkembang. Perkembangan motorik kasar dipengaruhi dan dikendalikan oleh otot – otot besar (tangan dan kaki) yang terkoordinasi oleh pusat syaraf manusia. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat dengan anak. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan  ada peningkatan pengetahuan pada balita usia 3-5 tahun terkait stimulasi tumbuh kembang anak sehingga menyadari pentingnya stimulasi untuk perkembangan motorik saat ini. Kegiatan dilaksanakan pada bulan 19-25 Mei 2025 di Tapos Desa Pelem. Dari 30 ibu balita yang hadir, semuanya memperhatikan dan aktif dalam kegiatan. Pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan menyampaikan materi dengan menggunakan metode emo demo. Di akhir kegiatan, peserta diberi pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak. Kata kunci : stimulasi, tumbuh kembang, anak   Abstract   The problem of toddler growth and development during the 5th year of life is a serious problem for both developed and developing countries. Gross motor development is influenced and controlled by large muscles (hands and feet) which are coordinated by the human nervous system. Every child needs to receive routine stimulation as early as possible and continuously at every opportunity. Stimulation of a child's growth and development is carried out by the mother and father, who are the closest people to the child. Lack of stimulation can cause deviations in child growth and development and even permanent disorders. The purpose of this activity is to increase knowledge in toddlers aged 3-5 years regarding stimulation of child growth and development so that they realize the importance of stimulation for motor development today. The activity was carried out in 19-25 Mei 2025 in Tapos Pelem Vilage. Of the 30 mothers of toddlers who attended, all of them paid attention and were active in the activity. Implementation of health education by delivering material using the emo demo method. At the end of the activity, participants were asked questions to find out knowledge about the importance of stimulation of child growth and development. Keywords : Stimulation, Growth and Development, Child
PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST EPISIOTOMI DENGAN MENGGUNAKAN KOMPRES DINGIN DI KLINIK SAHARA KOTA PASURUAN: PAIN REDUCTION IN POST EPISIOTOMY PATIENTS USING COLD COMPRESS AT SAHARA CLINIC, PASURUAN CITY Nafi'a, Abidatun; Puspitasari, R.A Helda; Kurnianto, Syaifuddin; Kusuma, Erik
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.355

Abstract

Latar Belakang: Persalinan merupakan proses alami yang dihadapi oleh ibu hamil, di mana pengeluaran bayi dan plasenta dari rahim dapat menyebabkan tekanan pada jaringan perineum. Tindakan episiotomi dilakukan untuk mencegah robekan perineum yang lebih parah, namun dapat menimbulkan nyeri yang mempengaruhi kenyamanan ibu. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu post episiotomi dengan masalah nyeri serta menilai efektivitas kompres dingin dalam menurunkan nyeri setelah tindakan episiotomi. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada 20 orang ibu post episiotomi dengan menggunakan media leaflet yang berisikan informasi mengenai episiotomi dan penggunaan kompres dingin. Selain edukasi, dilakukan praktik langsung penggunaan kompres dingin sebagai intervensi. Hasil: Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebanyak 80% peserta mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan setelah intervensi. Selain itu, 85% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik terkait manajemen nyeri post episiotomi. Kesimpulan: Kompres dingin terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post episiotomi. Intervensi ini merupakan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk mendukung kenyamanan ibu selama masa pemulihan. Dengan penerapan kompres dingin dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup ibu pascapersalinan. Abstract Background: Childbirth is a natural process faced by pregnant women, where the release of the baby and placenta from the uterus can cause pressure on the perineal tissue. Episiotomy is performed to prevent more severe perineal tears, but can cause pain that affects the mother's comfort. Objective: This community service aims to increase the knowledge of post-episiotomy mothers with pain problems and assess the effectiveness of cold compress in reducing pain after episiotomy. Method: This community service was carried out through a health education or counseling method to 20 post-episiotomy mothers using leaflets containing information about episiotomy and the use of cold compress. In addition to education, direct practice of using cold compresses as an intervention was carried out. Results: This community service showed that 80% of participants experienced a decrease in pain to the mild category after the intervention. In addition, 85% of participants showed a good increase in knowledge regarding post-episiotomy pain management. Conclusion: Cold compress have been proven effective in reducing pain intensity in post-episiotomy patients. This intervention is a safe and easy-to-implement non-pharmacological therapy alternative to support maternal comfort during recovery. The application of cold compress can help speed up the healing process and improve the quality of life of postpartum mothers.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DAN TERAPI PIJAT LAKTASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MENGURANGI PERMASALAHAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN MASTITIS DI KLINIK SAHARA KOTA PASURUAN : THE EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION AND LACTATION MASSAGE THERAPY IN INCREASING KNOWLEDGE AND REDUCING BREASTFEEDING PROBLEMS IS NOT EFFECTIVE IN MASTITIS PATIENTS AT THE SAHARA CLINIC IN PASURUAN CITY Zahroh, Anisatuz; Puspitasari, R. A Helda; Kurnianto, Syaifuddin; Kusuma, Erik
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.363

Abstract

Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah yang sering dialami oleh ibu postpartum dan dapat menyebabkan komplikasi seperti mastitis, yaitu peradangan pada jaringan payudara yang menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu postpartum tentang terapi pijat laktasi dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada pasien mastitis. Metode: Pengabdian dilaksanakan di Klinik Sahara Kota Pasuruan dengan sasaran 20 ibu postpartum yang mengalami menyusui tidak efektif, termasuk 5 orang dengan mastitis. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung terapi pijat laktasi. Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai terapi pijat laktasi, dengan tingkat pemahaman mencapai 80% setelah edukasi. Peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pemberian edukasi yang tepat dan informasi yang akurat mengenai manfaat pijat laktasi terbukti meningkatkan pemahaman ibu dalam mengatasi kesulitan menyusui akibat mastitis. Kesimpulan: Terapi pijat laktasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu postpartum mengenai upaya mengatasi menyusui tidak efektif akibat mastitis. Pijat laktasi dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan bermanfaat dalam mendukung keberhasilan menyusui serta kesehatan ibu dan bayi. Abstract   Background: Ineffective breastfeeding is a common problem experienced by postpartum mothers and may lead to complications such as mastitis, which is an inflammation of breast tissue that causes pain and discomfort. Objective: This community service activity aimed to improve postpartum mothers’ knowledge about lactation massage therapy in overcoming ineffective breastfeeding among patients with mastitis. Methods: The activity was conducted at Sahara Clinic, Pasuruan City, involving 20 postpartum mothers who experienced ineffective breastfeeding, including 5 mothers diagnosed with mastitis. The implementation methods included lectures, discussions, and direct demonstrations of lactation massage techniques. Results: The results showed a significant improvement in mothers’ knowledge about lactation massage therapy, with the level of understanding reaching 80% after the educational session. Participants demonstrated enthusiasm and active participation throughout the activity. Providing accurate information and proper education about the benefits of lactation massage proved effective in increasing mothers’ understanding of how to overcome breastfeeding difficulties caused by mastitis. Conclusion: Lactation massage therapy is effective in improving postpartum mothers’ knowledge about efforts to overcome ineffective breastfeeding due to mastitis. It can serve as a safe and beneficial non-pharmacological alternative therapy to support successful breastfeeding and promote maternal and infant health.
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI: EDUCATION ON THE DANGERS OF SMOKING IN PELEM 2 ELEMENTARY SCHOOL, PELEM VILLAGE, PARE SUB-DISTRICT, KEDIRI DISTRICT Erni Rahmawati; Nirmala KS; Fresty Africia; M. Ikhwan Khosasih; Bambang Wiseno
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.381

Abstract

Abstrak Merokok merupakan salah satu perilaku yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap pertumbuhan. Masalah merokok sejak usia dini menjadi tantangan serius dalam upaya menciptakan generasi sehat, terutama karena paparan informasi dan pengaruh lingkungan yang mendorong normalisasi perilaku merokok di kalangan anak-anak. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi perokok aktif di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang. Dari jumlah tersebut, 7,4% merupakan anak-anak dan remaja berusia 10–18 tahun . Secara spesifik, kelompok usia 10–14 tahun mencatatkan 18,4% dari total perokok aktif, menunjukkan bahwa sebagian besar anak mulai merokok pada usia sekolah dasar hingga awal remaja. Kegiatan dilaksanakan di SDN PELEM 2 Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dengan melibatkan siswa dan siswi mulai kelas 4-6, fenomena ini teridentifikasi melalui observasi dan wawancara dengan guru, di mana beberapa siswa menunjukkan pengetahuan yang minim tentang bahaya merokok dan bahkan telah mencoba merokok karena pengaruh teman sebaya dan lingkungan keluarga. Untuk menjawab masalah tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi tentang bahaya merokok melalui media interaktif dan pendekatan partisipatif, seperti permainan edukatif, pemutaran video, dan diskusi kelompok. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan dan masa depan anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya merokok serta perubahan sikap yang lebih kritis terhadap perilaku merokok. Program ini diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan dalam pencegahan merokok sejak dini.  Kata kunci: edukasi kesehatan, merokok, pencegahan, perilaku anak, sekolah dasar   AbstractSmoking is one of the behaviours that has a negative impact on health, especially in children and adolescents who are still in the growth stage. The problem of smoking from an early age is a serious challenge in efforts to create a healthy generation, especially due to exposure to information and environmental influences that encourage the normalisation of smoking behaviour among children. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS) conducted by the Ministry of Health, the prevalence of active smokers in Indonesia reached around 70 million people. Of these, 7.4% are children and adolescents aged 10-18 years. Specifically, the age group of 10-14 years recorded 18.4% of the total active smokers, indicating that most children start smoking at primary school age until early adolescence. The activity was carried out at SDN PELEM 2, Pare District, Kediri Regency by involving students and students from grades 4-6, this phenomenon was identified through observations and interviews with teachers, where some students showed minimal knowledge about the dangers of smoking and had even tried smoking due to the influence of peers and the family environment. To answer this problem, community service activities were carried out in the form of education about the dangers of smoking through interactive media and participatory approaches, such as educational games, video screenings, and group discussions. This activity aims to instil an early understanding of the negative impact of smoking on children's health and future. The evaluation results showed an increase in students' knowledge about the dangers of smoking as well as a more critical attitude towards smoking behaviour. This programme is expected to become a sustainable intervention model in early smoking prevention.  Keywords: health education, smoking, prevention, child behaviour, primary school  
UPAYA PENATALAKSANAAN DEPRESI DENGAN SCREENING DAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA: DEPRESSION MANAGEMENT EFFORTS WITH SCREENING AND COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TO ELDERLY IN TRESNA WERDHA SOCIAL ASSOCIATES Yektiningsih, Erwin; Khosasih , M.Ikhwan; Africia, Fresty; Hani Rahmawati, Iva Milia; Satriya, Moch.Gandung
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.411

Abstract

Abstrak   Kelompok usia lanjut yang tinggal terpisah dari keluarga yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha kecenderunagan rentan mengalami gangguan mental depresi dengan perasaan sedih, ketidakberdayaan, dan pesimis, sehingga mengurangi kualitas hidup lansia. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani dapat terjadi masalah kegawatdarutan mental resiko bunuh diri yang rentan mengalami kematian. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mencegah serta penatalaksanaan depresi pada lansia, supaya tercapainya kesejahteraan mental selama tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha. Kegiatan PKM ini digunakan tiga tahapan metode yaitu pertama perencanaan meliputi survey lokasi, proposal, perijinan, menyusun media screening Beck Deppression Inventory (BDI). Kedua  implementasi dilakukan screening BDI kepada semua lansia, kemudian tindakan cognitive behavior therapy (CBT) kepada lansia yang mengalami depresi. Ketiga tahap evaluasi pada keseluruhan proses kegiatan sekaligus pemberian intervensi  CBT pada lansia depresi dengan  menganalisa perubahan score BDI pada pre dan post intervensi CBT. Hasil kegiatan ini menunjukkan hasil screening BDI pada lansia depresi  menjadi menurun menjadi normal sebanyak 62.5%. Maka tindakan screening BDI dan CBT pada lansia direkomendasikan sebagai upaya screening depresi sekaligus CBT kuratif untuk membantu mengurangi masalah depresi pada lansia yang tinggal di lingkungan khusus di panti sosial dengan kolaborasi sinergis antara pihak Panti Sosial Tresna Werdha, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan aman yang mendukung peningkatan  kesehatan mental lansia supaya tetap aktif serta  produktif secara fisik dan sosial. Abstract   Elderly living separately from their families in the social care facility are prone to experiencing mental disorders such as depression, feelings of sadness, helplessness, and pessimism, which can reduce their quality of life. If condition is not addressed immediately, it can lead to mental emergencies suicide risk, which can lead to death. The purpose this community service was  prevented  and manage depression to elderly, in order to achieve mental well-being while living in the Tresna Werdha social care facility. This PKM activity used three methods stages: first, planning, including location surveys, proposals, permits, and compiling Beck Depression Inventory (BDI) screening media. Second, implementation involves BDI screening for all elderly, followed by specific cognitive behavioral therapy (CBT) measures for elderly with depression. Third, evaluation was carried out on  entire activity process, as well as providing CBT interventions for depressed elderly by analyzing changes in BDI scores pre- and post-CBT intervention. The results this activity indicate that the BDI screening results for depressed elderly people have decreased to normal by 62.5%. Therefore, BDI screening and CBT for the elderly  will recommend as a preventive BDI and curative CBT approach to help reduce depression to elderly residents living in special social care settings. This synergistic collaboration between the Tresna Werdha Social Care Center, families, and healthcare professionals creates a safe environment that supports mental health to elderly, allowing them to remain physically and socially active and productive.
PELATIHAN PIJAT BAYI PADA IBU BALITA UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH ANAK DI TAMAN POSYANDU DESA PELEM : BABY MASSAGE TRAINING TO IMPROVE BODY IMMUNITY IN MOTHERS OF TODDLERS AT THE POSYANDU PARK IN PELEM VILLAGE Nurin Fauziyah; Tria Jaya, Susanti; Yuliansari, Pratiwi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.415

Abstract

Abstrak Bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika kebutuhan dasarnya dipenuhi, yaitu asah, asih, dan asuh. Kebutuhan asah berhubungan dengan kebutuhan stimulasi. Stimulasi sebaiknya diberikan sedini mungkin untuk merangsang kemampuan sensorik, emosional, dan juga kognitif bayi atau anak, yang salah satunya dapat dilakukan melalui pijat bayi. Pemberian stimulasi perlu diberikan sejak dini guna merangsang dan membentuk kemampuan sensorik, emosional bahkan kognitif anak. Dampak baik yang dihasilkan dari pijat bayi adalah bayi akan merasa lebih rileks dan nyaman, dengan demikian sistem kekebalan tubuh atau imunitas tubuh pada anak akan meningkat. Pun sebaliknya, kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan peserta dalam melakukan pijat bayi dan dapat diaplikasikan pada buah hatinya dengan benar dan intens, sehingga sistem imun anaknya akan meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatiham dengan teknik emo demo dengan sasran ibu balita, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19-25 Mei 2025 di Tapos Desa Pelem Kecamatan Pare. Dari 30 ibu balita yang hadir, semuanya memperhatikan dan aktif dalam mengikuti dan mempraktikkan materi yang diberikan. Dari hasil pengabdian masyarakat terjadi peningkatan kemampuan yang pada ibu balita dalam melakukan pijat bayi sehingga sistem imunitas anak menjadi lebih baik. Kata kunci: Pelatihan, Pijat Bayi, Imunitas.   Abstract Babies can grow and develop well if their basic needs are met, namely nurturing, love, and care. The need for nurturing is related to the need for stimulation. Stimulation should be given as early as possible to stimulate the sensory, emotional, and cognitive abilities of babies or children, one of which can be done through baby massage. Stimulation needs to be given early to stimulate and shape the child's sensory, emotional, and even cognitive abilities. The positive impact of baby massage is that the baby will feel more relaxed and comfortable, thus the immune system or immunity in children will increase. Conversely, a lack of stimulation can cause deviations in child development and even permanent disorders. The purpose of this community service activity is to improve the skills of participants in performing baby massage and can be applied to their children correctly and intensively, so that their child's immune system will improve. This community service activity was carried out by providing training with emo demo techniques with the target of mothers of toddlers, this community service was carried out on May 19-25, 2025 at Tapos, Pelem Village, Pare District. Of the 30 mothers of toddlers who attended, all paid attention and were active in following and practicing the material provided. From the results of community service, there was an increase in the ability of mothers of toddlers to massage babies to increase the child's immunity.  Keywords: Training, Baby Massage, Immunity.    
TEKANSIA: PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN PENYULUHAN UNTUK KESEHATAN LANSIA YANG OPTIMAL DI DESA ALASSUMUR KECAMATAN BESUK KABUPATEN PROBOLINGGO: TEKANSIA: A COMMUNITY PROGRAM FOR BLOOD PRESSURE SCREENING AND HEALTH EDUCATION TO PROMOTE OPTIMAL ELDERLY HEALTH IN ALASSUMUR VILLAGE, BESUK DISTRICT, PROBOLINGGO REGENCY nur hafifah, vivin; Kamila , Fi'isyatil; Humaida, Humaida; Agustin, Ilmi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.416

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap hipertensi, yang seringkali tidak terdeteksi karena gejalanya minimal, namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Survei pendahuluan di Desa Alassumur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami tekanan darah tinggi tanpa disadari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan hipertensi, dengan target peningkatan pemahaman minimal 20% setelah edukasi. Metode yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design yang melibatkan 40 lansia. Kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan berbasis media audio visual, diskusi kelompok, dan asesmen pemahaman menggunakan kuesioner berisi 15 item sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi berlangsung selama 60 menit, dengan pendampingan dari dosen, mahasiswa, bidan desa, dan kader kesehatan.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 50% lansia memiliki tekanan darah normal, sedangkan 50% lainnya tergolong prehipertensi atau hipertensi stadium 2. Rata-rata skor pemahaman meningkat dari 58,7 (pra-tes) menjadi 84,1 (pasca-tes), dengan 80% peserta mampu menjawab ≥75% pertanyaan dengan benar. Analisis menunjukkan bahwa deteksi dini yang buruk dan kurangnya pengetahuan merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya insiden hipertensi. Sebagai tindak lanjut, dibentuk kelompok pendukung lansia berbasis kader kesehatan untuk pemantauan tekanan darah bulanan dan edukasi keluarga rutin. Program "TEKANSIA" telah terbukti efektif dan berpotensi berkelanjutan, menghasilkan dampak promotif dan preventif jangka panjang. Abstract The elderly are a vulnerable age group to hypertension, which often goes undetected due to minimal symptoms, but carries a risk of serious complications such as stroke and heart disease. A preliminary survey in Alassumur Village, Besuk District, Probolinggo Regency, showed that a large proportion of elderly people experience high blood pressure without realizing it. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge regarding risk factors, prevention, and treatment of hypertension, with a target of a minimum 20% increase in understanding after the education. The method used was a one-group pretest-posttest design involving 40 elderly people. Activities included blood pressure checks, audio-visual media-based health education, group discussions, and an understanding assessment using a 15-item questionnaire before and after the intervention. The education lasted 60 minutes, with assistance from lecturers, students, village midwives, and health cadres. The examination results showed that 50% of the elderly had normal blood pressure, while the other 50% were classified as prehypertension or stage 2 hypertension. The average comprehension score increased from 58.7 (pre-test) to 84.1 (post-test), with 80% of participants able to answer ≥75% of the questions correctly. Analysis indicated that poor early detection and lack of knowledge were the main factors contributing to the high incidence of hypertension. As a follow-up, a health cadre-based elderly support group was established for monthly blood pressure monitoring and routine family education. The "TEKANSIA" program has proven effective and has the potential to be sustainable, resulting in long-term promotive and preventative impacts.

Page 9 of 10 | Total Record : 99