cover
Contact Name
Zauhani Kusnul H
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta, No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Pamenang
ISSN : 2988327X     EISSN : 29649625     DOI : https://doi.org/10.53599/jap.v2i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Abdimas Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 99 Documents
EDUKASI TENTANG KEGAWATAN MATERNAL BAGI CALON PENGANTIN : EDUCATION ABOUT MATERNAL EMERGENCIES FOR PROSPECTIVE BRIDES Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.422

Abstract

Abstrak   Kesehatan maternal merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa. Tingginya angka kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi penguatan persiapan pra nikah bagi calon pengantin terutama terkait pengetahuan tentang kegawatan maternal. Kegiatan edukasi kegawatan maternal bagi calon pengantin berlangsung dengan baik di kantor KUA kecamatan Pare, pada bulan Juni 2025 dihadiri 15 pasang calon pengantin. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama sehari berintegrasi dengan kegiatan pembinaan calon pengantin yang dilakukan oleh KUA. Materi meliputi masalah kesehatan dan kegawatan maternal yang sering terjadi seperti perdarahan, pre eclampsia, persalinan lama, abortus dan komplikasi lain. Dari kegiatan ini didapatkan data bahwa mayoritas calon pengantin belum memahami bahkan menyatakan belum pernah mendengar tentang kegawatan maternal. Setelah pemberian materi dan tanya jawab peserta sebagian besar menjadi memiliki pengetahuan dasar tentang kegawatan maternal. Dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa pengetahuan calon pengantin tentang kegawatan maternal masih membutuhkan penguatan. Untuk selanjutnya direncanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan secara reguler bekerja sama dengan KUA kecamatan Pare. Abstract Maternal health is a crucial indicator in assessing the health status of a nation. High maternal morbidity and mortality rates in many developing countries, including Indonesia, remain a serious challenge to health development. The purpose of this activity was to strengthen pre-marital preparation for prospective brides and grooms, particularly regarding knowledge of maternal emergencies. The activity took place successfully at the Pare District Office of Religious Affairs (KUA) in June 2025, attended by 15 prospective brides and grooms. The one-day activity was integrated with the KUA's guidance program for prospective brides and grooms. The material covered common maternal health issues and emergencies, such as bleeding, pre-eclampsia, prolonged labor, abortion, and other complications. The activity revealed that the majority of prospective brides and grooms did not understand or even stated they had never heard of maternal emergencies. After the presentation and Q&A session, most participants gained basic knowledge of maternal emergencies. This activity revealed that prospective brides and grooms' knowledge of maternal emergencies still needs strengthening. This community service activity is planned to be held regularly in collaboration with the Pare District KUA
REMBUG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA MINGGIRSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANIGORO KABUPATEN BLITAR : DISCUSSION ON PROVIDING ADDITIONAL FOOD TO ACCELERATE THE REDUCTION OF STUNTING IN MINGGIRSARI VILLAGE, WORKING AREA OF KANIGORO PUBLIC HEALTH CENTER, BLITAR REGENCY Nuraisya, Wahyu; Rachmawati, Dewi Nufita; Ayu Buli, Sheena
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.423

Abstract

Stunting menjadi permasalahan gizi bagi anak yang disebabkan karena tidak seimbangnya pemenuhan kebutuhan zat gizi yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Tujuan pengabdian ini mengadakan urun rembug dalam pemberian makanan tambahan untuk percepatan penurunan stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dimulai koordinasi dengan pihak-pihak terkait, jawal pembagian olahan inovasi PMT untuk Balita, dan mengadakan rembug percepatan penurunan stunting pada anak-anak. Media yang digunakan yaitu power point, laptop, mic, dan LCD. Kegiatan ini dilaksanakan di Papringan desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar pada tanggal 04-09 September 2025. Sasaran kegiatan adalah kepala desa, pendamping desa, bidan desa, perwakilan ibu PKK, kader desa dan bidan koordinator Puskesmas Kanigoro sebanyak 41 orang. Hasil yang didapatkan diperoleh kesepakatan bahwa kader merupaya untuk mengaktifkan ibu balita membawa anaknya ke posyandu untuk skrining stunting, pelaksanaan inovasi PMT oleh pihak yang terkait, dokumentasi terkumpul sebagai dasar penyusunan laporan. Abstract   Stunting has become a nutritional problem for children caused by an imbalance in the fulfillment of nutritional needs obtained from the food consumed. The purpose of this community service is to hold discussions in providing additional food to accelerate the reduction of stunting in children. This community service activity has been carried out starting from coordination with related parties, scheduling the distribution of processed PMT innovations for toddlers, and holding discussions to accelerate the reduction of stunting in children. The media used are power points, laptops, mics, and LCDs. This activity was carried out in Papringan, Minggirsari Village, Kanigoro District, Blitar Regency on Sept 4-9, 2025. The targets of the activity were village heads, village assistants, village midwives, representatives of PKK mothers, village cadres and midwives coordinating the Kanigoro Health Center totaling 41 people. The results obtained were an agreement that cadres strive to activate mothers of toddlers to bring their children to the integrated health post for stunting screening, the implementation of PMT innovations by related parties, documentation collected as a basis for compiling reports.
KOMUNITAS SADAR TORCH SEBAGAI STRATEGI EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN ABNORMALITAS JANIN : TORCH-AWARE COMMUNITY AS AN EDUCATIONAL AND EMPOWERMENT STRATEGY FOR PREVENTING FETAL ABNORMALITIES Desyanti, Harwin Holilah; Ummah, Delatul; Sayyidah, Sayyidah; Dewi, Dewi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.434

Abstract

Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berisiko tinggi menyebabkan abnormalitas janin, seperti kelainan kongenital, keguguran, dan keterlambatan tumbuh kembang. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dengan akses pelayanan terbatas, menjadi tantangan utama dalam pencegahan. Program TORCH-Aware Community dikembangkan sebagai upaya penguatan kapasitas komunitas melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengenali risiko, melakukan pencegahan, dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri atas perempuan usia subur, ibu rumah tangga, dan keluarga muda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan community organizing yang melibatkan perangkat desa, kader kesehatan, dan dosen pendamping dalam perencanaan dan pelaksanaan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video animasi, serta distribusi leaflet dan infografis. Evaluasi hasil dilakukan melalui pre-test dan post-testserta observasi keterlibatan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta lebih dari 50% dan munculnya perilaku positif seperti pemeriksaan kehamilan rutin dan dukungan keluarga terhadap kesehatan ibu hamil. Program ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai infeksi TORCH dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Rekomendasi ke depan adalah perlunya keberlanjutan program melalui integrasi materi TORCH ke dalam kegiatan posyandu dan pelatihan kader desa. Abstract TORCH infections (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, and Herpes Simplex Virus) remain a major reproductive health problem that can cause serious fetal abnormalities, including congenital defects, miscarriage, and developmental delays. Low levels of health literacy, particularly in coastal communities with limited access to health services, increase these risks. The TORCH-Aware Community program was developed to strengthen community capacity through education and empowerment, enabling people to recognize risk factors, implement preventive measures, and play an active role in protecting maternal and fetal health. This program was implemented in Karanganyar Village Hall, Paiton Subdistrict, Probolinggo Regency, in May 2025, involving 45 participants consisting of women of reproductive age, housewives, and young families. Using a community organizing approach, local authorities, health cadres, and academic facilitators collaborated from the planning to the implementation stages. Educational activities included interactive lectures, group discussions, animated videos, and the distribution of leaflets and infographics. Program evaluation was carried out through pre- and post-tests as well as participant observation. The results showed a knowledge improvement of more than 50% across all aspects and behavioral changes such as routine antenatal care visits and increased family support for pregnant women. The TORCH-Aware Community effectively enhanced reproductive health literacy and promoted preventive behaviors. It is recommended that this program be sustained through the integration of TORCH education into village health activities and cadre training to ensure long-term impact.
PERAWATAN PAYUDARA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PRODUKSI DAN PENGELUARAN ASI PADA MASA NIFAS : BREAST CARE AS AN EFFORT TO OPTIMIZE MILK PRODUCTION AND SECRETION DURING THE POSTPARTUM PERIOD PERWIRANINGTYAS, PERTIWI; Yenearis Inya, Theresia; Mesa, Vemi Roslince; Yelnita, Yelnita; Bili, Yustin
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.436

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting bagi pemulihan kondisi ibu setelah melahirkan serta keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran produksi dan pengeluaran ASI adalah praktik perawatan payudara yang benar. Perawatan payudara yang tepat dapat membantu melancarkan aliran ASI, mencegah sumbatan pada saluran susu, mengurangi risiko mastitis, serta merangsang refleks oksitosin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Namun, sebagian ibu nifas masih memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kurang dalam melakukan perawatan payudara dengan benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam melakukan perawatan payudara sebagai upaya mendukung optimalisasi produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17-30 Januari 2025 di Ruang Nifas Rumah Sakit X Kota Blitar dengan melibatkan empat orang ibu nifas (primipara maupun multipara). Pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahap, yaitu identifikasi masalah, penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik perawatan payudara, dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan meliputi leaflet dan alat perawatan payudara seperti handuk, waslap, baby oil, serta baskom berisi air hangat dan dingin. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan, dimana sebelum penyuluhan 75% peserta berada pada kategori cukup, dan setelah penyuluhan 100% peserta berada pada kategori baik. Penyuluhan kesehatan disertai praktik langsung dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan ibu nifas melakukan perawatan payudara serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dalam keberhasilan menyusui. Abstract   The postpartum period is a crucial phase for maternal recovery and the success of exclusive breastfeeding. One key factor influencing the smooth production and release of breast milk is proper postnatal breast care. Correct breast care practices help facilitate milk flow, prevent blocked ducts, reduce the risk of mastitis, and stimulate the oxytocin reflex that aids milk ejection. However, many postpartum mothers lack adequate knowledge and skills in performing breast care correctly. This community service program aimed to improve postpartum mothers’ knowledge and abilities in conducting appropriate breast care to support optimal breast milk production. The activity was implemented on January 17-30, 2025, in the Postpartum Room of Hospital X, Blitar City, involving four postpartum mothers (both primiparous and multiparous). The intervention was conducted in four stages: problem identification, health education, demonstration of breast care techniques, and evaluation. Educational media included leaflets and breast care tools such as towels, washcloths, baby oil, and basins with warm and cold water. Evaluation was carried out through observation and interviews to measure improvements in knowledge and practical skills. The results showed an increase in knowledge and skills: prior to the session, 75% of participants were in the adequate category, and afterward, 100% reached the good category. Health education combined with demonstrations and mentoring proved effective in enhancing mothers’ abilities and promoting behavioral change. This activity also raised collective awareness about the importance of family and healthcare worker support in ensuring successful breastfeeding during the postpartum period.
PELATIHAN TANGGAP BENCANA GEMPA BUMI MELALUI PEMBENTUKAN TIM SIAGA DAN JALUR EVAKUASI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID : DISASTER RESPONSE TRAINING FOR EARTHQUAKE THROUGH THE ESTABLISHMENT OF ALERT TEAMS AND EVACUATION ROUTES AT NURUL JADID ISLAMIC BOARDING SCHOOL Sholehah, Baitus; Hidayati, Husni; Askiah, Iffatul; Usdah, Hana Thufailah
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.438

Abstract

Abstrak  Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah yang sering kali mengalami bencana terutama bencana gempa bumi, dikarenakan berada di zona subduksi lempeng tektonik. Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid Wilayah Az-Zainiyah, meruakan Pondok yang dibangun bertingkat denan jumlah santri yang cukup padat, belum memiliki kesiapsiagaan bencana yang memadai, seperti pembenukan tim siaga bencana, adanya jalur evakuasi, dan belum pernah pelatihan mitigasi. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan santri tentang mitigasi dan pertolongan pertama gempa bumi, membentuk tim siaga bencana dan merancang dan mempetakan jalur evakuasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dalam lima tahap: (1) Sosialisasi dan edukasi dengan media komik, (2) Observasi lapangan, (3) Perencanaan jalur evakuasi dan titik kumpul, (4) Pemasangan rambu evakuasi, dan (5) Evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri yang signifikan pasca pelatihan (dari rata-rata 22,9% menjadi 86,3%), sedangkan kerampilan dalam mempraktikan prosedur Drop, Cover, Hold On dengan benar (90%) dan keterampilan pertolongan pertama dalam melakukan balut bidai (85%), terbentuknya Tim Siaga Bencana Gempa Bumi yang terdiri dari 20 anggota, serta terinstalasinya peta dan rambu jalur evakuasi di 25 titik strategis. Program ini efektif dalam membangun kapasitas kesiapsiagaan komunitas pesantren dan membutuhkan simulasi berkala untuk keberlanjutannya. Abstract   Probolinggo Regency is an area that often experiences disasters, especially earthquakes, due to its location in a tectonic plate subduction zone. The Nurul Jadid Islamic Boarding School (PP) in the Az-Zainiyah area is a multi-story boarding school with a large number of students. It does not yet have adequate disaster preparedness measures in place, such as a disaster response team, evacuation routes, or mitigation training. The objectives of this community service program are to increase students' knowledge about earthquake mitigation and first aid, form a disaster response team, and design and map evacuation routes. The implementation method used a participatory approach in five stages: (1) Socialization and education using comic books, (2) Field observation, (3) Planning evacuation routes and assembly points, (4) Installation of evacuation signs, and (5) Evaluation. The results of the community service showed a significant increase in the students' knowledge after the training (from an average of 22.9% to 86.3%), while their skills in correctly practicing the Drop, Cover, Hold On procedure (90%) and first aid skills in applying bandages (85%) also improved. An Earthquake Disaster Preparedness Team consisting of 20 members was formed, and evacuation route maps and signs were installed at 25 strategic points. This program is effective in building the preparedness capacity of the pesantren community and requires periodic simulations for its sustainability.
UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN PENYULUHAN KESEHATAN DAN DEMONTRASI PEMANFAATAN JUS BUAH BIT DAN JUS BUAH ALPUKAT PADA IBU HAMIL: ANEMIA PREVENTION EFFORTS WITH HEALTH EDUCATION AND DEMONSTRATION OF THE USE OF BEETROOTH JUICE AND AVOCADO JUICE IN PREGNANT WOMEN Rahayu, Septiana
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.443

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil, adalah anemia. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan.. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah dengan mengonsumsi bahan pangan yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin C. Buah bit dan buah alpukat merupakan sumber alami nutrisi yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui manfaat konsumsi jus buah bit dan jus buah alpukat dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat jus buah bit dan juas buah alpukat. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan kesehatan dan demontrasi, pembagian jus buah bit dan jus buah alpukat bagi peserta penyuluhan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adanya peningkatan penegtahuan sebesar 64% tentang pemanfaatan jus buah bit dan jus buah alpukat. Diharapkan pengembangan program pengabdian masyarakat lebih optimal dengan integrasi program kesehatan ibu hamil, dinas dan pemerintah terkait yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: anemia, ibu hamil,  jus buah,   Abstract A common health problem in pregnant women is anemia. Iron deficiency anemia is one of the most common disorders, especially during pregnancy. One way to prevent anemia is by consuming foods rich in iron, folic acid, and vitamin C. Beetroot and avocado are natural sources of nutrients that play an important role in the formation of red blood cells. This counseling aims to determine the benefits of consuming beetroot juice and avocado juice in preventing anemia in pregnant women. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of beetroot juice and avocado juice. The methods used are health counseling and demonstrations, distribution of beetroot juice and avocado juice to counseling participants. The results obtained in this activity were an increase in knowledge of the benefits of beetroot juice and avocado juice by 64%. It is hoped that the development of community service programs will be more optimal with the integration of maternal health programs, related agencies and governments that are carried out periodically and continuously.  Keywords: anemia, juice,  pregnant women
PEMBERIAN EDUKASI METODE BIRTH BALL UNTUK PENURUNAN RASA NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI TPMB ANDINA PRIMITASARI PALEMBANG: THE PROVISION OF BIRTH BALL EDUCATION TO REDUCE LABOR PAIN DURING THE ACTIVE PHASE OF THE FIRST STAGE OF LABOR AT TPMB ANDINA PRIMITASARI PALEMBANG Rika Oktapianti; Triyanti, Dempi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.448

Abstract

Abstrak Persalinan merupakan proses fisiologis yang hampir selalu disertai rasa nyeri akibat kontraksi uterus, dilatasi serviks, serta penurunan dan rotasi janin di jalan lahir. Pada kala I fase aktif, intensitas dan frekuensi kontraksi semakin meningkat, sehingga rasa nyeri biasanya muncul lebih kuat dan teratur. Berbagai metode manajemen nyeri non farmakologis telah dikembangkan untuk membantu ibu mengatasi ketidaknyamanan selama proses persalinan yaitu dengan metode birth ball. Metode birth ball sangat efektif dalam penatalaksanaan nyeri persalinan karena membantu ibu mempertahankan posisi yang lebih ergonomis, meningkatkan relaksasi otot panggul, serta memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Penggunaan birth ball dapat merangsang pelepasan endorfin alami yang berfungsi sebagai analgesik tubuh, sehingga persepsi nyeri dapat berkurang secara signifikan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu bersalin dalam mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif melalui penerapan metode birth ball sebagai salah satu manajemen nyeri non farmakologis. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pelatihan metode birth ball kepada peserta penyuluhan. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada di TPMB Andina Primitasari sebanyak 12 orang. Media yang  digunakan adalah  power point, gym ball dan leaflet yang  berisikan  tentang  cara mengatasi rasa nyeri persalinan dengan metode birth ball. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah  para ibu hamil mengetahui tentang pengertian, penyebab rasa nyeri, faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap nyeri persalinan dan cara penatalaksanaan nyeri persalinan sebanyak 83,4%. Tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat memberikan demonstrasi langsung penggunaan birth ball serta pendampingan saat persalinan guna membantu ibu mengelola nyeri secara efektif.  Kata kunci : Nyeri Persalinan, Birth ball, Kala I Fase aktif , Menejemen nyeri non farmakologis, ibu bersalin   Abstract Labor is a physiological process that is almost always accompanied by pain caused by uterine contractions, cervical dilatation, as well as fetal descent and rotation through the birth canal. During the active phase of the first stage of labor, the intensity and frequency of contractions increase, resulting in stronger and more regular pain. Various non-pharmacological pain management methods have been developed to help mothers cope with discomfort during labor, one of which is the birth ball method. The birth ball method is highly effective in managing labor pain because it helps mothers maintain a more ergonomic position, enhances pelvic muscle relaxation, and utilizes gravity to facilitate fetal head descent. The use of a birth ball can stimulate the release of natural endorphins that function as the body’s analgesics, thereby significantly reducing pain perception. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of laboring mothers in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor through the application of the birth ball method as a non-pharmacological pain management strategy. The methods used included health education and training on the birth ball technique for participants. The target of this community service activity was 12 pregnant women at TPMB Andina Primitasari. The media used were PowerPoint presentations, gym balls, and leaflets containing information on managing labor pain using the birth ball method. The results showed that 83.4% of pregnant women gained knowledge about the definition, causes of pain, factors influencing responses to labor pain, and methods of labor pain management. Health care providers, especially midwives, are expected to provide direct demonstrations of birth ball use and assistance during labor to help mothers manage pain effectively.  Keywords : Labor pain, Birth ball, Active phase of the first stage of labor, Non-pharmacological pain management, Laboring mothers
MEMBANGUN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DI SDN 2 TANJUNGSARI: BUILDING A CLEAN AND HEALTHY LIFESTYLE THROUGH REPRODUCTIVE HEALTH EDUCATION AT SDN 2 TANJUNGSARI Nirmala K.S; Tobroni , Hakim; Rifkiana, Naila Arum; Jatmiko, Widy; Larasanti, Ayudina; Faradhila, Alifani Faiz; Atmajani, Wanudya
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.451

Abstract

Abstrak   Rentang usia 6 hingga 12 tahun, anak-anak memasuki fase sekolah dasar dimana pertumbuhan dan perkembangan mereka berlangsung dengan sangat pesat. Kesehatan merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada usia sekolah dasar. Pada fase ini, anak berada dalam masa transisi dari ketergantungan penuh pada orang tua menuju kemandirian, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu upaya preventif yang dapat ditanamkan sejak dini agar anak terbiasa menjaga kesehatan tubuh dan lingkungannya. Kegiatan pengabdian ini adalah pemberian edukasi dengan media power point tentang cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Kegiatan pengabdian ini berlangsung di SDN 2 Tanjungsari Tulungagung pada hari Sabtu 13 September 2025, yang dilaksanakan pada kelas 5 dan 6 yang diikuti oleh 69 murid. Secara  keseluruhan,  kegiatan  ini berhasil     meningkatkan     pemahaman     dan kesadaran   murid  sekolah   dasar   mengenai pentingnya  menjaga kebersihan reproduksi sejak dini. Abstract   Between the ages of 6 and 12 years, children enter the elementary school phase where their growth and development takes place very rapidly. Health is an important aspect in supporting the growth and development of children, especially at elementary school age. In this phase, children are in a transition period from complete dependence on parents to independence, including maintaining personal hygiene and health. A Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) is one of the preventive measures that can be instilled from an early age so that children get used to maintaining a healthy body and environment. This service activity provided education through power point media about how to maintain the cleanliness of reproductive organs. This service activity took place at SDN 2 Tanjungsari Tulungagung on Saturday 13 September 2025, which was carried out in grades 5 and 6, attended by 69 students. Overall, this activity succeeded in increasing elementary school students' understanding and awareness of the importance of maintaining reproductive hygiene from an early age.
SIAGA DARURAT : PELATIHAN TEKNIK DASAR MENGHENTIKAN PENDARAHAN PADA SISWA: EMERGENCY PREPARATION: BASIC TECHNIQUE TRAINING FOR STUDENTS TO STOP BLEEDING Rahmawati, Elfi Quyumi; Erni Rahmawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.453

Abstract

Abstrak Situasi gawat darurat yang terjadi di lingkungan sekolah sering kali membutuhkan respons cepat dari individu terdekat, salah satunya adalah anggota Palang Merah Remaja (PMR). Salah satu kondisi yang paling sering dijumpai adalah kasus perdarahan, yang apabila tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan risiko lebih besar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar anggota PMR dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus perdarahan. Kebaharuan dalam pengabdian ini adalah menggunakan metode pelatihan/pembelajaran langsung “service learning”. Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran dengan memberikan pelatihan langsung kepada siswa PMR yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nyata dengan mencakup materi mengenai definisi perdarahan, penyebab, tanda-tanda klinis, teknik dasar menghentikan perdarahan, serta prinsip dasar pembebatan. Peserta pelatihan dibagi menjadi enam kelompok dan mengikuti sesi teori, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sudah familiar dengan prinsip pembebatan pada ekstremitas, namun masih ada yang belum memahami pembebatan pada area kepala dan dada. Selain itu, ditemukan juga perbedaan pemahaman dasar antara prinsip 3T (tekan, tutup, tinggikan) yang umum digunakan dalam PMR dan prinsip RICE (rest, ice, compression, elevation). Metode yang digunakan dalam evaluasi adalah dengan cara wawancara dan observasi. Dari hasil observasi dengan membandingkan ketrampilan sebalum dilakukan dan setelah dilakukan pelatihan didapatkan kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan peserta dan memperluas wawasan mereka mengenai variasi teknik penanganan perdarahan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kesiapsiagaan siswa PMR sebagai tim pertolongan pertama di lingkungan sekolah, sehingga perlu dilakukan diagendakan program yang berkelanjutan. Kata kunci : perdarahan, pertolongan pertama, PMR, pembebatan, situasi gawat darurat   Abstract   Emergency situations that occur in school environments often require a rapid response from the closest individuals, one of which is members of the Youth Red Cross (PMR). One of the most common conditions encountered is bleeding, which if not handled properly can pose a greater risk. This community service activity aims to improve the understanding and basic skills of PMR members in providing first aid in cases of bleeding. The innovation in this service is the use of a direct training/learning method "service learning". The activity is carried out through learning by providing direct training to PMR students who need it to meet real needs by covering material on the definition of bleeding, causes, clinical signs, basic techniques for stopping bleeding, and the basic principles of bandaging. Training participants were divided into six groups and participated in theory sessions, discussions, demonstrations, and direct practice. Observations showed that most participants were familiar with the principles of bandaging the extremities, but some still did not understand bandaging the head and chest area. Furthermore, there was also a difference in basic understanding between the 3T principle (press, cover, elevate) commonly used in PMR and the RICE principle (rest, ice, compression, elevation). The evaluation methods used were interviews and observations. Observations comparing pre- and post-training skills revealed that this activity successfully improved participants' skills and broadened their understanding of various bleeding management techniques. This activity positively contributed to strengthening the preparedness of PMR students as first aid teams in the school environment, thus warranting a continued program. Keywords : bleeding, first aid, Youth Red Cross, bandaging, emergency situations

Page 10 of 10 | Total Record : 99