cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023)" : 50 Documents clear
ANALISIS KADAR MINERAL BESI (Fe) DALAM KULIT LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) DAN LABU AIR (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM: ANALYSIS MINERAL CONTENT OF IRON (Fe) IN CHAYOTE PEEL (Sechium edule (Jacq.) Sw.) AND WATER GOURD (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY Daffa Hana Alifia; Pratiwi Apridamayanti; Fajar Nugraha
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.666

Abstract

Mikronutrien ialah zat esensial atau molekul kecil yang dibutuhkan organisme atau makhlukhidup dalam jumlah kecil yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh secaranormal. Defisiensi mikronutrien dapat mempengaruhi kurang lebih 2 miliar individu dariberbagai umur di negara industri maupun di negara berkembang. Pengkonsumsian labu siamdan labu air sangat berguna bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup karena labusiam dan labu air banyak mengandung sejumlah mineral didalamnya. Riset ini bertujuan untukmenetapkan kadar mineral besi yang terdapat di dalam kulit labu air dan labu siam. Mineralbesi dipilih karena merupakan mikromineral yang bila dikonsumsi dalam jumlah kecil dapatmembantu proses metabolisme dari reaksi kimia di dalam tubuh. Fungsi mineral besi pentingdalam metabolisme tubuh ialah sebagai zat yang berperan untuk membentuk sel darah merahdari proses sintesis hemoglobin dan sebagai sistem imunitas tubuh dengan mengaktifkanenzim penyusun antibodi. Metode riset yang dipergunakan pada riset berikut ialah penelitianeksperimental menggunakan metode analisis kuantitatif dengan instrumen SpektrofotometriSerapan Atom. Metode SSA digunakan karena dapat menganalisis unsur logam dengankonsentrasi yang kecil dan sangat kecil, memiliki kepekaan dan ketelitian yang tinggi,sederhana, cepat, dan minim interferensi. Penentuan kadar sampel diperoleh hasil kadar besirata-rata untuk labu air yaitu sebesar 46,416 ± 0,09 mg/kg dan kadar rata-rata besi pada labusiam sebesar 65,700 ± 0,02 mg/kg. Kata kunci : mikronutrien, SSA, labu air, labu siam
UJI PARAMETER MUTU, NILAI GIZI, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAGAI PRODUK TEH CELUP (TEH PUTIH, TEH KUNING, TEH HIJAU, DAN TEH OOLONG): PARAMETER TESTS OF QUALITY, NUTRITIONAL VALUE, AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF VARIOUS TEA PRODUCTS (WHITE TEA, YELLOW TEA, GREEN TEA, AND OOLONG TEA) Agustina Susilowati; Iqbal Khoiruddin Syahida; Istnaini Novi Wahyuningsih; Evi Nindyawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.670

Abstract

Hipertensi dapat disebabkan oleh tingginya kadar ROS (Reactive Oxygen Species) yang menghambat aliran oksigen ke jantung dan otak. Salah satu alternatif pencegahan risiko penyakit tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi antioksidan. Efek yang menguntungkan pada teh hijau adalah kuatnya efek antioksidan oleh komponen polifenol teh hijau. Penelitian ini bertujuan agar untuk mengetahui mutu, nilai gizi, dan aktivitas dari berbagai produk teh celup. Penelitian ini meliputi uji parameter mutu, uji nilai gizi, uji total fenolik, uji total flavonoid, dan uji antioksidan berbagai produk teh yaitu teh putih, teh kuning, teh hijau, dan teh oolong. Hasil uji pada keempat variasi teh celup memiliki mutu yang kadar air kurang dari 10%, kadar abu total kurang dari 8%, kadar abu tidak larut asam kurang dari 1%, serta tidak mengandung cemaran logam timah. Keempat variasi teh celup ini juga memiliki nilai gizi yaitu mengandung lemak, protein, dan karbohidrat. Dari keempat jenis teh, teh oolong yang memiliki total fenol yang terbanyak yaitu 807,97±1,64 ppm dan teh putih yang memiliki flavonoid total yang terbanyak yaitu 11,25±0,12 ppm. Aktivitas antioksidan teh oolong (IC50: 91,33±0,41 ppm) dan teh putih (IC50: 96,54±0,39 ppm) yang tergolong kuat, sedangkan untuk aktivitas antioksidan teh hijau (IC50: 107,84±0,11 ppm) dan teh kuning (IC50: 124,97±0,51 ppm) yang tergolong sedang. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keempat variasi teh ini memiliki mutu sudah sesuai dengan standar SNI 2014, mengandung nilai gizi dan adanya aktivitas antioksidan dari keempat variasi teh ini memiliki potensi sebagai antihipertensi melalui jalur antioksidan. Kata kunci : parameter mutu, nilai gizi, aktivitas antioksidan, teh
FORMULASI DAN OPTIMASI KADAR HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE K100M DAN POLYVINYL ACETATE DALAM SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL PROPRANOLOL HCl: FORMULATION AND OPTIMIZATION OF HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE K100M DAN POLYVINYL ACETATE CONCENTRATIONS IN TRANSDERMAL PATCH PROPRANOLOL HCl Sukma Ayu Ilkhawati; Endang Diyah Ikasari; Erwin Indriyanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.671

Abstract

Propranolol hidroklorida merupakan penghambat reseptor beta-1 yang digunakan untukterapi angina, aritmia jantung, dan hipertensi. Penggunaannya secara oral memiliki beberapamasalah seperti mengalami first pass effect, indeks terapi sempit, dan rasa yang pahit.Kekurangan tersebut bisa diatasi dengan memformulasikannya sebagai sediaan transdermalberupa patch. Komponen yang digunakan dalam patch transdermal adalah kombinasipolimer hidrofilik yaitu HPMC K100M dan PVA. Optimasi dilakukan dengan SimplexLattice Design agar diperoleh formula optimal yang menghasilkan patch transdermalpropranolol HCl dengan karakteristik fisik dan daya penetrasi terbaik. Penelitian inibertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi HPMC K100M dan PVA pada karakteristiksediaan patch dan daya penetrasi sediaan patch propranolol HCl serta mencari konsentrasioptimal. Optimasi perbandingan konsentrasi HPMC K100M dan PVA ditentukanmenggunakan Design Expert 11.0.1 dengan metode Simplex Lattice Design untuk 8 formulauji. Masing-masing formula diuji karakteristik fisik meliputi pH, keseragaman bobot,ketahanan lipat, ketebalan serta uji daya penetrasi sehingga diperoleh formula optimalkemudian dilakukan validasi dengan SPSS melalui one sample t-test. Hasil penelitianmenunjukkan ada pengaruh kombinasi HPMC K100M dan PVA pada karakteristik fisik dandaya penetrasi sediaan patch propranolol HCl. Formula optimum sediaan berdasarkanDesign Expert 11.0.1 yang menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik dan dayapenetrasi paling baik yakni konsentrasi HPMC K100M 6,13% dan PVA 2,37%. Kata kunci : patch, propranolol hidroklorida, HPMC K100M, Simplex Lattice Design, PVA
KARAKTERISASI PROSES PEMBUATAN SIMPLISIA TERIPANG NANAS (Thelenota ananas) SEBAGAI BAHAN BAKU SEDIAAN OBAT PENYEMBUHAN LUKA: CHARACTERIZATION OF MANUFACTURING PROCESS SIMPLICIA PINEAPPLE SEA CUCUMBER (Thelenota ananas) AS RAW FOR WOUND HEALING DRUG PREPARATIONS Milentry Christina Sidabutar; Wintari Taurina; Mohamad Andrie
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.699

Abstract

Teripang nanas (Thelenota ananas) telah diketahui memiliki khasiat yaitu aktivitas dalampenyembuhan luka, dimana peyebaran populasinya yang juga melimpah sehingga seringkalidimanfaatkan sebagai bahan baku sediaan obat. Penelitian ini bertujuan untukmengkarakterisasi simplisia teripang nanas guna menjamin keseragaman mutu dan khasiat daribahan baku obat dan produk obat yang di hasilkan. Karakterisasi teripang nanas (Thelenotaananas) juga dapat mempermudah bagi produsen sebagai awalan dalam melakukan tahapanstandardisasi sediaan obat bahan alam. Karakterisasi simplisia dilakukan secara biologimeliputi morfologi dan habitat, secara fisika meliputi organoleptis, kadar air, kadar abu, dankadar abu tidak larut asam, serta secara kimia meliputi skrining fitokimia dan kadar proteinserta karakter pembuatan simplisia teripang nanas terdiri dari pengumpulan sampel, sortasibasah, pencucian, perebusan, pengasapan, pengeringan pertama, perajangan, pengeringankedua, sortasi kering, pengemasan. Hasil karakterisasi menunjukan rendemen yang diperolehyaitu sebesar 10,01%, dengan morfologi teripang nanas segar yaitu memiliki tubuh berwarnamerah kecoklatan, panjang 33 cm,berat 1,6 kg, dan ketebalan tubuh 5 cm yang ditemukan disekitar terumbu karang dengan kedalaman laut sekitar 5 meter. Hasil karakterisasi simplisiateripang nanas yaitu memiliki warna coklat, bau khas teripang, rasa asin, bentuk berupa irisantipis, kadar air 9,46%, kadar abu 23,8%, kadar abu tidak larut asam 0,002%, protein 59,8%,serta secara kualitatif mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan triterpenoid.Kata kunci : Karakterisasi, Simplisia, Teripang Nanas (Thelenota ananas), SkriningFitokimia
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI DAUN MATOA (Pometia pinnata) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN BERBAGAI PELARUT: ANTIOXIDANT ACTIVITY OF MATOA LEAVES (Pometia pinnata) AND SOURSOP LEAVES (Annona muricata L.) USING DPPH METHOD WITH VARIOUS SOLVENTS Carolin Aprilia Baslani; Himmi Marsiati; Sri Wuryanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.717

Abstract

Penggunaan obat herbal dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat modern. Daun matoa dan daun sirsak memiliki senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan daun matoa, daun sirsak, dan kombinasi keduanya dengan berbagai pelarut yaitu etanol 96%, etil asetat, dan air. Ekstrak daun matoa dan daun sirsak dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam, menggunakan pelarut etanol 96%. Setelah diperoleh ekstrak kental, difraksinasi dengan aquades dan etil asetat diulangi sebanyak 3x, pembuatan ekstrak kombinasi digunakan perbandingan 1:1. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Visibel. Lalu dilakukan skrining fitokimia menggunakan senyawa fenolik, flavonoid, triterpenoid, saponin, dan tanin. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun matoa dan daun sirsak positif mengandung fenolik, flavonoid, dan tanin. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai IC50 dari ekstrak etanol daun matoa sebesar 5,46 ppm yang dikategorikan sangat kuat sedangkan ekstrak etil asetat daun sirsak 5,40 ppm yang juga di kategorikan sangat kuat. Kombinasi kedua ekstrak memiliki nilai  IC50 4,39 ppm lebih kuat daripada ekstrak tunggal. Menunjukan kombinasi daun matoa dan daun sirsak berpotensi menjadi agen antioksidan alami. Kata kunci : antioksidan, matoa (Pometia pinnata), sirsak (Annona muricata L.),  kombinasi, DPPH, IC50, fitokimia.
DRUG REPURPOSING UNTUK RHEUMATOID ARTHRITIS MELALUI PEMANFAATAN DATA VARIASI GENETIK: DRUG REPURPOSING FOR RHEUMATOID ARTHRITIS THROUGH THE UTILIZATION OF GENETIC VARIATION DATA Nining Medi Sushanti; Wirawan Adikusuma; Anisa Nova Puspitaningrum; Arief Rahman Afief; Lalu Muhammad Irham
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.720

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun progresif dengan inflamasi kronik yang menyerang sistem muskuloskeletal yang menyebabkan pembengkakan, nyeri sendi dan destruksi jaringan sinovial disertai gangguan pada sistem motorik.  Pada saat ini pengobatan RA masih sangat terbatas sehingga perlunya upaya untuk menemukan obat baru. Memanfaatkan obat lama untuk indikasi baru atau drug repurposing dapat menjadi salah satu solusi terbaik pengobatan RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik yang berisiko terhadap RA dan memperoleh kandidat obat baru yang berpotensi terhadap RA dengan memanfaatkan database genomik dan analisis bioinformatika. SNPs terkait  RA diperoleh dari database GWAS catalog dengan p-value < 10-8 kemudian dikembangkan menggunakan HaploReg v4.1. dengan signifikansi  r2 ? 0.8 untuk populasi Asia. Gen yang paling berpengaruh terhadap RA diprioritaskan berdasarkan anotasi fungsional. Semua obat yang berpotensi untuk RA dipetakan ke DrugBank. Dari hasil pencarian di DrugBank dengan memasukkan 24 gen dan 60 target obat, FDA menyetujui tiga obat untuk RA : tocilizumab, sarilumab dan abatacept. Studi ini juga menemukan dua kandidat obat dengan indikasi lain yang berpotensi sebagai kandidat obat baru untuk RA: alpha-linolenic acid yang menargetkan jalur gen FADS1, dan belatacept yang menargetkan gen CD80 dan CD86. Kedua kandidat obat ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan pada RA. Strategi pengembangan obat untuk menemukan indikasi baru dari obat yang sudah ada atau kandidat obat yang potensial termasuk pengembangan klinis menawarkan keuntungan berharga dalam proses pengembangan obat seperti efisiensi waktu, biaya dan peningkatan keberhasilan pengobatan. Kata kunci : Autoimun; bioinformatika; drug repositioning; rheumatoid arthritis ; variasi genetik    
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT KABUPATEN DEMAK DI MASA PANDEMIK COVID-19 : RELATIONSHIP BETWEEN ATTITUDES AND KNOWLEDGE LEVELS RELATED TO SELF-MEDICATION BEHAVIOR IN THE PEOPLE OF DEMAK REGENCY DURING THE COVID-19 PANDEMIK Abdur Rosyid; Riska Sendi Aprillia; Farroh Bintang Sabiti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.725

Abstract

Swamedikasi merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan tingkat pengetahuan terkait perilaku swamedikasi pada masyarakat kabupaten demak di masa pandemik Covid-19. metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 422 responden. Analisis statistik yang digunakan yakni uji. Uji Chi-Square. Uji statistik chi-square dalam penelitian ini diperoleh hasil nilai p 0.000 (p<0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat kabupaten demak terkait swamedikasi di masa pandemik Covid-19. Dilihat dari hasil penelitian dan pertimbangan selama melaksanakan penelitian, peneliti berharap agar dilakukannya penelitian dengan cakupan yang lebih luas mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi kepada masyarakat pasca masa pandemik Covid-19. Serta perlu dilakukannya kebijakan kesehatan terkait tindakan swamedikasi dengan melihat kategori pengetahuan dan perilaku yang cukup perlu adanya edukasi ke masyarakat dari dinas kesehatan atau tenaga kesehatan dengan melakukan pengabdian masyarakat terkait swamedikasi dan penggunaan obat yang rasional dengan tepat kepada masyarakat kabupaten demak. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Covid-19. 
FORMULASI SEDIAAN SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN EKSTRAK DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans: FORMULATION OF FEMININE CLEANSING SOAP (Mangifera indica L.) LEAF EXTRACT ON THE GROWTH OF Candida albicans Chikita Inaku; A. Nur Ayu Lestari; Sri Wahyuningsih; Widya Ariati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.728

Abstract

Ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) memiliki senyawa flavonoid, fenol,alkaloid, dan mangiferin yang bermanfaat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untukmemformulasikan ekstrak daun mangga arum manis sebagai sabun pembersih kewanitaanyang stabil dan untuk mengetahui aktivitas antijamur sediaan serta konsentrasi optimumekstrak yang terkandung dalam sediaan yang efektif sebagai antijamur terhadappertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimentallaboratorium. Ekstrak daun mangga arum manis dimaserasi menggunakan pelarut etanol96%. Ekstrak yang dihasilkan diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersih kewanitaandengan variasi konsentrasi yaitu F1(1%), F2(3%), F3(5%), dan dilakukan uji stabilitassediaan sebelum dan sesudah cycling test serta uji aktivitas antijamur terhadap Candidaalbicans dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mangga arummanis (Mangifera indica L.) dapat diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersihkewanitaan yang stabil berdasarkan uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan ujiiritasi. Diameter daya hambat aktivitas antijamur formula F0, F1, F2, F3 berturut-turutsebesar 10,5 mm; 12,6 mm; 13,9mm. F3 (5%) terpilih sebagai konsentrasi optimum. Kata Kunci : Formulasi, Daun Mangga Arum Manis, Sabun pembersih kewanitaan,Antijamur
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SEMANGGI (Marsilea crenata C. Presl.) : FORMULATION AND CHARACTERIZATION OF 70% ETHANOL EXTRACT NANOEMULSION OF SEMANGGI (Marsilea crenata C. Presl.) LEAVES Burhan Ma'arif; Rani Azzahara; Fahrul Rizki; Arief Suryadinata; Abdul Wafi; Novia Maulina; Hajar Sugihantoro
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.731

Abstract

Marsilea crenata C. Presl. mengandung fitoestrogen yang memiliki struktur atau fungsi seperti estrogen, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai neuroprotektor pada kondisi defisiensi estrogen. Namun, ada masalah yang mungkin timbul dari obat-obatan yang berasal dari bahan alam, salah satunya adalah kelarutan dan permeabilitas yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan M. crenata dalam formulasi nanoemulsi sehingga dapat menjaga stabilitasnya. M. crenata diformulasikan menjadi dua formula kemudian dilakukan karakterisasi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kedua formula nanoemulsi memenuhi parameter yang meliputi nilai ukuran partikel, indeks polidispersitas, persen transmitan, sifat organoleptik, tipe nanoemulsi, dan pH. Hasil uji stabilitas menunjukkan adanya perubahan organoleptik pada formula B4 (75 ppm) dan B5 (100 ppm) serta terjadi penurunan pH pada semua formula. Formula nanoemulsi terbaik diperoleh dari formula A4 (75 ppm) yang ditandai dengan hasil karakterisasi yang memenuhi parameter sediaan nanoemulsi yang baik. Kata kunci : M.crenata, nanoemulsi, formulasi, karakterisasi.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAWISTA (Limonia acidissima L.): ISOLATION AND IDENTIFICATION OF ETHANOL EXTRACT OF KAWISTA STEM BARK (Limonia acidissima L.) Listyana Dewi Prastiwi; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.733

Abstract

Kawista (Limonia acidissima L.) merupakan tumbuhan berhabitus pohon, dapat tumbuh setinggi 9 meter. Batangnya relatif kecil dengan cabang dan ranting yang ramping, serta memiliki kebiasaan meluruhkan daunnya. Cabang pohon kawista berkulit batang  kasar dan berduri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan senyawa pada isolat kulit batang kawista. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi, fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair, isolasi menggunakan kromatotron, identifikasi senyawa menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Berdasarkan hasil maserasi diperoleh rendemen sebesar 16,53%, fraksinasi diperoleh rendemen etil asetat 28% dan n-heksan 22%. Hasil isolasi diperoleh 2 spot yang berbeda yaitu isolat 1 dan isolat 2. Hasil identifikasi spektrofotometer UV-Vis kedua isolat menandakan bahwa isolat yang dibaca positif mengandung flavonoid golongan flavonol. Hasil FTIR senyawa isolat 1 dan 2 memiliki spektrum senyawa flavonol yaitu dengan adanya gugus karboksil pada bilangan gelombang 1651,83 cm-1 dan 1706,08 cm-1.  Kata kunci : Limonia acidissima L., Isolasi, Spektrofotometer UV-Vis, FTIR