cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
UJI KADAR BESI DAN PEMBUATAN KAPSUL EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) : THE DETERMINATION OF FE CONTENT AND FORMULATION CAPSULE OF THE EXTRACT OF KELOR LEAVES (Moringa oleifera Lam.) Happy Elda Murdiana; Ellsya Angeline Rawar; Aloysia Yossy Kurniawaty
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.306

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) mengandung zat besi yang diperlukan untuk eritropoesis. Zat besi sangat penting sebagai fungsi biologis termasuk respirasi, produksi energi, sintesis DNA, dan proliferasi sel. Tubuh manusia telah berevolusi untuk melestarikan keberadaan besi, termasuk mendaur ulang besi setelah pemecahan sel darah merah dan retensi besi tanpa adanya mekanisme ekskresi. Pengelolaan terapi anemia defisiensi besi secara umum difokuskan pada penyimpanan besi. Terapi defisiensi besi dengan atau tanpa anemia adalah profilaksis preparat besi peroral dan lini pertama untuk defisiensi besi individual tanpa inflamasi juga preparat besi (Fe) peroral. Penyediaan zat besi dari bahan alam sangat mudah didapat, murah, dan mudah pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar zat besi dalam bentuk daun maupun ekstrak daun kelor yang berasal dari Kabupaten Bantul dan Kulonprogo, kemudian ekstrak daun kelor yang memiliki kandungan zat besi tertinggi dibuat sediaan kapsul dengan metode granulasi basah. Penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak daun kelor secara maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dilakukan pengujian kadar Fe pada daun kelor basah, kering, dan ekstrak daun kelor menggunakan metode Spektorofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar Fe dalam daun kelor basah yang berasal dari Bantul dan Kulonprogo adalah 27,40 mg/kg dan 35,10 mg/kg, dalam daun kelor kering yang berasal dari Bantul dan Kulonprogo adalah 92,21 mg/kg dan 244,43 mg/kg, dan dalam ekstrak daun kelor yang berasal dari Bantul dan Kulonprogo adalah 13,17 mg/kg dan 33,38 mg/kg.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT GASTRITIS PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI INDONESIA: THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE LEVEL WITH GASTRITIS SWAMEDICATION BEHAVIOR IN HEALTH AND NON-HEALTH UNDERGRADUATE STUDENTS IN INDONESIA Dinda Rahmadani Nasution; Ragil Setia Dianingati; Eva Annisaa'
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.308

Abstract

Gastritis merupakan peningkatan produksi asam lambung sehingga terjadi iritasi lambung. Salah satu upaya pengobatan yang sering dilakukan adalah dengan mengobati diri sendiri (swamedikasi). Dalam melakukan swamedikasi terhadap gastritis membutuhkan pengetahuan yang baik agar swamedikasi dilakukan dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada mahasiswa dengan jenis bidang pendidikan kesehatan dan non kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis potong lintang (cross sectional) dengan teknik pengambilan sampel 200 responden menggunakan teknik accidental sampling dari mahasiswa di Indonesia. Uji statistik menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis pada mahasiswa kesehatan sebagian besar tergolong tinggi (61%) dan pada mahasiswa non kesehatan tergolong sedang (55%) sedangkan tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis pada mahasiswa kesehatan sebagian cukup tergolong baik (67%) dan pada mahasiswa non kesehatan tergolong sedang (49%) serta terdapat perbedaan skor yang signifikan pengetahuan p 0.001 dan perilaku 0.046. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku swamedikasi gastritis.
PENGARUH VARIASI CARBOMER DAN GLISERIN TERHADAP KUALITAS HAND SANITIZER EKSTRAK ALOE VERA: THE EFFECT OF VARIATIONS OF CARBOMER AND GLISERIN ON THE QUALITY OF HAND SANITIZER ALOE VERA EXTRACT I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra; I Putu Gede Adi Purwa Hita; I Gusti Ayu Agung Septiari; Ida Ayu Manik Partha Sutema
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.310

Abstract

Kondisi pandemi COVID-19 membuat penggunaan hand sanitizer dimasyarakat menjadi meningkat. Kepraktisan merupakan salah satu alasan masyarakat lebih mengunakan sediaan antiseptik hand sanitizer dibanding membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir. Tingginya penggunaan hand sanitizer membuat perlu adanya inovasi produk sehingga dapat memberikan kepuasan masyarakat yang lebih maksimal. Inovasi yang sering dilakukan oleh formulator adalah inovasi formula yang terkait pembaharuan bahan bahan dalam sediaan untuk meningkatkan kualitas dari suatu produk. Dalam melakukan inovasi, perlu melewati berbagai  tahapan tahapan pengujian untuk mengetahui sifat fisika dan kimia dari sediaan sehingga didapatkan sediaan  hand sanitizer yang berkualitas. Penelitian ini merupakan tahapan pendahuluan dalam inovasi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang dominan dari formula gelling agent carbomer dan humektan gliserin terhadap sifat fisika dan kimia dari hand sanitizer gel ekstrak lidah buaya. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dimana dibuat 8 formula dengan variasi gelling agent carbomer dan humektan gliserin. Kemudian dilakukan pengukuran sifat fisika dan kimia seperti viskositas, daya sebar dan pH.  Data dari hasil sifat viskositas sediaan gel menghasilkan persamaan polinomial Y = 85148.37(A) + 109.16 (B) – 32936.27 (A)(B).  Dari sifat daya sebar sediaan gel menghasilkan persamaan polinomial Y = -17.63 (A) + 6.69 (B) + 4.60 (A)(B). Dari hasil uji pH ke 8 formula, rata rata nilai pH yang didapat yaitu 6.8. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan yaitu komponen carbomer memberikan pengaruh yang dominan dibanding komponen gliserin terhadap kenaikan viskositas gel dengan nilai koefisien pengaruh sebesar 85.148.37 dan memberikan pengaruh negatif terhadap nilai daya sebar gel dengan nilai koefisien pengaruh sebesar -17.63.
PENGARUH BASIS MINYAK TERHADAP KARAKTERISTIK DAN DAYA BERSIH SABUN TRANSPARAN EKSTRAK KULIT SALAK (Salacca zalacca): THE EFFECT OF OIL CLENING POWER OF TRANSPARENT SOAP SNAKEFRUIT RIND EXTRACT (Salacca zalacca) Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Albari; Siti Choirun Nisak
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.311

Abstract

Pengolahan buah salak wedi menghasilkan limbah kulit salak yang mengandung antioksidan dan memungkinkan kulit buah salak untuk dikembangkan menjadi sediaan kosmetik, salah satunya sabun transparan. Proses pembuatan sabun transparan menggunakan minyak sebagai basis sabun. Perbedaan jenis minyak dapat mempengaruhi karakteristik dari sabun yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaketristik dan daya bersih sabun yang dikembangkan menggunakan ekstrak kulit salak dengan perbedaan jenis minyak yang digunakan dalam basis sabun. Kulit salak diekstraksi menggunakan metode maserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 96%, pemeriksaan antioksidan kulit salak dilakukan dengan uji kualitatif DPPH, pembuatan sabun transparan menggunakan metode panas dengan 3 formulasi yang berbeda dalam pemilihan minyak, yaitu minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan kombinasi minyak kelapa dan minyak zaitun. Evaluasi sabun dilakukan dengan uji organoleptik, uji transparansi sabun, uji pH, pengukuran tinggi busa, uji kekerasan, uji daya bersih sabun dengan metode pengukuran kemampuan membersihkan dan kekesatan sabun oleh responden dan uji iritasi sabun dengan metode pemeriksaan tanda iritasi pada responden. Hasil uji kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah.  Ekstrak kulit salak yang dihasilkan berwarna coklat gelap, pekat dan memiliki aroma khas salak dan mengandung antioksidan. Sabun transparan memiliki bentuk padat, warna kuning kecoklatan dan putih dengan bau fragnance oil yang ditambahkan, transparan, nilai pH 10, tinggi busa 1,22 ± 0,41 sampai 5,18 ± 0,13 cm, kekerasan sabun 0,007-0,009 mm/g/s, nilai  daya bersih sabun berkisar 3,1-3,6. Uji iritasi sabun menunjukkan tidak adanya sukarelawan yang mengalami iritasi seperti merah, gatal dan bengkak. Ekstrak kulit salak dengan dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun transparan dengan menggunakan jenis minyak yang berbeda sebagai basis. Formulasi sabun memiliki sifat fisik yaitu pH 10 dan tinggi busa 1,22 ± 0,41 sampai 5,18 ± 0,13 cm yang sesuai dengan SNI, memiliki daya bersih yang baik dan tidak mengiritasi kulit sukarelawan. Ada pengaruh penggunaan minyak  kelapa sawit, minyak kelapa dan kombinasi minyak kelapa dan minyak zaitun terhadap tinggi busa sabun transparan yang dihasilkan.
FORMULASI SABUN CAIR CUCI PIRING MENGGUNAKAN EKSTRAK AIR TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.): FORMULATION OF DISHWASHING LIQUID SOAP USING THE AQUEOUS PLANT EXTRACT OF (Aloe vera L.) Kiki Yuli Handayani; Suryaneta; Amelia Sri Rezki; Achmad Gus Fahmi; Iwan Syahjoko Saputra
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.314

Abstract

Sabun cair cuci piring dapat digunakan untuk membersihkan berbagai peralatan di rumah mulai dari piring dan noda minyak yang membandel. Bahan utama dalam pembuatan sabun cair cuci piring adalah surfaktan. Selain itu, senyawa gliserin juga digunakan sebagai pelembut dalam sediaan sabun cair cuci piring. Gliserin memiliki harga yang cukup mahal. Pada penelitian ini menggunakan ekstrak air tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) sebagai pengganti gliserin dalam pembuatan sabun cair cuci piring. Tujuan penelitian ini yaitu pembuatan sabun cair cuci piring menggunakan ekstrak air tanaman lidah buaya. Ekstrak air tanaman lidah buaya berfungsi sebagai humektan (pelembut) alami dalam sediaan sabun cair cuci piring. Prekursor yang digunakan adalah sodium lauryl sulfate (SLS), sodium sulfate (Na2SO4), dan ekstrak tanaman Aloe vera L. Metode yang digunakan melalui pendekatan in-situ yaitu dengan mencampurkan prekursor dengan ekstrak air tanaman lidah buaya secara langsung. Hasil uji fitokimia fraksi air ekstrak Aloe vera L. menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Dalam formulasi ini, saponin berperan sebagai penstabil ketinggian busa dan sebagai humektan. Sabun cair cuci piring berwarna hijau transparan dengan nilai pH 8,7, stabilitas tinggi busa 37% selama 25 hari, nilai viskositas 1940 mPa.s, dan densitas 1,082 g/mL. Selain itu, kadar alkali bebas dan kadar air masing-masing 0,02% dan 41,2%, dengan homogenitas partikel yang baik. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak Aloe vera L. berpotensi sebagai sumber humektan alami dalam formulasi sabun cair cuci piring.
FORMULASI, UJI ANTIBAKTERI, DAN UJI STABILITAS SEDIAAN PAPER SOAP KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUNGA KACAPIRING (Gardenia augusta Merr) DAN KULIT LEMON (Citrus limon L.): FORMULATION, ANTIBACTERIAL TEST, AND STABILITY TEST OF PAPER SOAP PREPARATIONS COMBINATION OF GARDENIA FLOWER EXTRACT (Gardenia augusta Merr) AND LEMON PEEL (Citrus limon L.) Nurhikma Awaluddin; Hamka; Sri Wahyuni Awaluddin; Akbar Awaluddin; Ummu Kalsum; Ni Luh Gebi Parwati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.315

Abstract

Bunga kacapiring (Gardenia augusta Merr) dan lemon (Citrus limon L.) merupakan tanaman yang mengandung beberapa senyawa aktif diantaranya yaitu flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berkhasiat sebagai antibakteri, pada penelitian ini kedua bahan tersebut dibuat menjadi sediaan paper soap. Pembuatan sediaan paper soap ini adalah karena paper soap merupakan sebuah inovasi produk sediaan sabun yang unik yang lebih praktis, ringan dibawa kemana-mana dan dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ekstrak bunga kacapiring (Gardenia augusta Merr) dan kulit lemon (Citrus limon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan paper soap dan untuk membuktikan bahwa formulasi sediaan paper soap ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan evaluasi sediaan secara fisika dan kimia serta pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi teknik paper disc. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sediaan paper soap kombinasi ekstrak etanol bunga kacapiring (Gardenia augusta Merr) dan kulit lemon (Citrus limon L.) memiliki efek sebagai antibakteri terhadap Streptococcus aureus.
PENETAPAN KADAR TANIN DALAM EKSTRAK ETANOL DAUN ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd) HASIL MASERASI DAN SOKLETASI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS: DETERMINATION OF TANIN LEVELS IN ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd) LEAVES ETHANOL EXTRACT RESULTS OF MACERATION AND SOKLETATION USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETER Hurip Budi Riyanti; Yeni; Risa Apriani Wilianita
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.316

Abstract

Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) merupakan jenis pohon yang berasal dari suku Fabaceae yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ekstrak daun angsana mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaan metode ekstraksi terhadap kadar senyawa tanin pada ekstrak   etanol daun angsana yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Penarikan senyawa tanin dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi dengan pelarut etanol 96%. Asam galat digunakan sebagai pembanding. Analisa kuantitatif tanin dilakukan dengan pereaksi Folin-Ciocalteu      dan natrium karbonat yang akan menghasilkan warna biru bila bereaksi dengan  tanin. Diperoleh kadar tanin ekstrak etanol daun angsana dengan perbandingan metode ekstraksi maserasi dan ekstraksi sokletasi yaitu 92,39 mg GAE/g dan 197,88 mg GAE/g. Selain itu, ekstraksi metode sokletasi nilai rendemen 24,04% lebih besar dibandingkan rendemen ekstraksi metode maserasi yaitu 10,64%. Berdasarkan hasil  uji independent sample t-test diperoleh nilai Signifikan 0,000386 < 0,05, sehingga  dapat disimpulkan bahwa perbedaan metode ekstraksi berpengaruh signifikan terhadap kadar tanin ekstrak etanol daun angsana. Kata kunci: Daun Angsana, Folin-Ciocalteu, Tanin, Spektrofotometer UV-Vis
REVIEW: MODIFIKASI STRUKTUR AMOKSISILIN DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI SECARA IN VITRO: REVIEW: MODIFICATION OF AMOKSISILIN STRUCTURE AND IT’S IN-VITRO ANTIBACTERIAL ACTIVITY Ine Suharyani; Rinto Susilo; Dhia Salsabila; Nurcholisah Nurcholisah; Tri Septiyati; Yuni Rahmasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.320

Abstract

Antibiotik adalah senyawa kimia khas yang dihasilkan oleh organisme hidup, termasuk turunan senyawa dan struktur analognya yang dibuat secara sintetik, dan dalam kadar rendah mampu menghambat proses penting dalam kehidupan satu spesies atau lebih mikroorganisme. Pada awalnya antibiotika diisolasi dari mikroorganisme, tetapi sekarang beberapa antibiotika telah didapatkan dari tanaman tinggi atau hewan. Amoksisilin adalah salah satu antibiotik yang paling sering digunakan sebagai pilihan terapi untuk perawatan. Tujuan review jurnal ini adalah untuk mengetahui aktivitas amoksisilin sebagai antibakteri. Pengujian aktivitas senyawa basa Schiff hasil sintesis dari amoksisilin terhadap Streptococcus faecalis menunjukkan aktivitas biologis lebih tinggi dibandingkan dengan amoksisilin sebelum dimodifikasi. Pengujian menunjukkan hasil bahwa penambahan dendrimer meningkatkan efek antimikroba amoksisilin untuk mikroorganisme yang diuji. Kombinasi Amoksisilin dengan obat dari golongan PPI dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil review jurnal tentang Amoksisilin diketahui bahwa Amoksisilin murni maupun sintetis dan kombinasi terbukti efektif sebagai antibakteri.
KARAKTERISASI FARMAKOGNOSI DAUN FALOAK (Sterculia quadrifida R.Br): CHARACTERIZATION OF PHARMACOGNOSY OF FALOAC LEAVES (Sterculia quadrifida R.Br) Fahrauk Faramayuda; Julia Ratnawati; Akhirul Kahfi Syam
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.322

Abstract

Faloak secara empiris digunakan sebagai antimikroba, megobati penyakit tifus, mengatasi gangguan pada hati, laksatif, dan antimalaria. Faloak merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional di Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk studi dan pengembangan aktivitas biologi ekstrak daun faloak menjadi produk farmasi. Ekstraksi menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol dan menghasilkan rendemen 8,84% b/b. Parameter standarisasi ekstrak menunjukkan bobot jenis ekstrak 0,7543 ± 0,0060 g/mL, kadar sari larut air 54 ± 1,15% b/b, sari larut etanol 88,48 ± 1,05% b/b, kadar abu total 10,47 ± 0,16% b / b, abu larut air 8,01 ± 0,99% b / b, abu tidak larut asam 0,39 ± 0,03% b/b. Ekstrak etanol daun faloak mengandung flavonoid, kuinon, polifenol, steroid-triterpenoid, dan monoterpen-sesquiterpen. Ekstrak dianalisis kandungan kimianya menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silica F254 dan menggunakan fasa gerak n-heksana: etil asetat (1:1), hasilnya terdapat bercak dengan Rf 0,21 memberi warna biru pada UV 365 nm dan bercak hitam berlatar hijau pada UV 254 nm. Total kandungan flavonoid pada ekstrak etanol daun faloak 5,31 ± 0,29% b / b dan total kandungan polifenol 1,79 ± 0,03% b / b. Dari hasil karakterisasi ini bisa menjadi dasar pemgembangan tanaman faloak menjadi bahan baku obat tradisional terstandar dan acuan untuk melakukan uji aktivitas farmakologi.
EVALUASI SISTEM PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI GUDANG FARMASI RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO YOGYAKARTA: EVALUATION OF PHARMACEUTICAL STORAGE SYSTEM IN PHARMACEUTICAL WAREHOUSE RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO YOGYAKARTA Yoga Dwi Saputra; Dede Tri Cahyono
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.323

Abstract

Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang sekaligus revenue center utama bagi Rumah Sakit. Instalasi Farmasi khususnya gudang farmasi bertanggung jawab untuk menjaga persediaan obat-obatan agar terhindar dari kerusakan serta menjaga mutu obat-obatan yang disimpan di gudang farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi di gudang farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta berdasarkan Petujuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara prospektif dengan observasi langsung dan wawancara kepada kepala gudang farmasi yang meliputi tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi. Hasilnya dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan analisa persentase. Hasil penelitian yang didapat berdasarkan lembar ceklist untuk tata ruang mendapat hasil 94,75% dan untuk sistem penyimpanan mendapatkan hasil 100%. Hasil ceklist yang didapat dibandingkan dengan Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian Tahun 2019. Hasil ceklist diperkuat dengan hasil wawancara yang menunjukan bahwa sistem penyimpanan obat di Gudang Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito telah sesuai dengan standar.