cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
IDENTIFIKASI KUMARIN DAN PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP TOTAL KUMARIN PADA EKSTRAK BUAH API-API PUTIH (A. marina): COUMARIN IDENTIFICATION AND EFFECT OF SOLVENTS ON TOTAL COUMARIN CONTENT OF API-API PUTIH FRUIT (A. marina) EXTRACT Alik Kandhita Febriani; Khairul Anam
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.452

Abstract

Api-api putih (Avicennia marina) adalah salah satu jenis mangrove yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, steroid, saponin, terpen, glikosida, dan kumarin. Pada tanaman api-api putih, kadar kumarin total tertinggi ada pada buahnya dibandingkan dengan daun dan kulit batangnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar kumarin total ekstrak buah api-api putih yang diekstraksi dengan pelarut yang berbeda serta profil senyawa kumarin pada tiap pelarut menggunakan metode KLT. Ekstraksi dilakukan dengan metode sokletasi secara sekuensial dengan pelarut berturut-turut n-heksana, kloroform, metanol, dan air. Penentuan kadar kumarin total diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 274 nm. Total kumarin dinyatakan dalam mg CE (Coumarin Equivalent)/100 g ekstrak. Kumarin (1,2 benzopyrone) digunakan sebagai senyawa standar. Skrining fitokimia menunjukkan simplisia buah api-api putih mengandung alkaloid, tannin, saponin, flavonoid, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak metanol merupakan ekstrak dengan rendemen terbanyak yaitu 22,22% diikuti dengan ekstrak air (12,77%), kloroform (0,48%), dan n-heksana (0,36%). Kadar kumarin total tertinggi yaitu 80,9 ± 1,4 mg CE/100 g ekstrak metanol diikuti dengan ekstrak air sejumlah 17,5 ± 1,4 mg CE/100 g ekstrak, ekstrak kloroform 10,9 ± 0,4 mg CE/100 g ekstrak, dan ekstrak n-heksan sejumlah 6,08 ± 0,4 mg CE/100 g ekstrak. Hasil penentuan kumarin total dapat dilihat bahwa kadar kumarin total tertinggi ada pada ekstrak metanol didukung dengan hasil identifikasi menggunakan metode KLT yang memperlihatkan noda kumarin yang terlihat jelas dibandingkan dengan ekstrak lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa metanol adalah pelarut terbaik untuk mengekstrak kumarin pada buah api-api putih.
UJI AKTIVITAS ANTIDEPRESAN EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus L.): ANTIDEPRESSANT ACTIVITY TEST OF PAPAYA LEAF ETHANOL EXTRACT (Carica papaya L.) AT MALE WHITE MICE (Mus musculus L.) Astatin Ardhiasari; Vivin Nopiyanti; Jena Hayu Widyasti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.453

Abstract

Depresi merupakan suatu gangguan emosional dalam waktu jangka yang panjang yang disebabkan turunnya kadar neurotransmiter didalam otak. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang digunakan sebagai antidepresan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidepresan dan dosis yang efektif pada ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.). Pada penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun pepaya dengan uji antidepresan dan metode forced swimming test dengan mengamati immobility time pada mencit. Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi kedalam 5 kelompok uji. Kelompok pertama diberi CMC Na 0,5% sebagai kontrol negatif. Kelompok kedua diberi amitriptilin dengan dosis 0,065 mg/20 g BB mencit sebagai kontrol positif. Kelompok ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dibuat dengan menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 96% dengan 3 variasi dosis (150 mg/kgBB; 250 mg/kgBB; dan 350 mg/kgBB). Masing masing kelompok uji sebelumnya telah diinduksi depresi selama 7 hari dengan cara direnangkan. Setelah itu mencit diberi perlakuan sampai hari ke-14. Pengamatan Immobility time pada mencit diamati pada hari ke 1, 7, dan 14. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya mempunyai aktivitas sebagai antidepresan yang dilihat dari immobility time dengan metode forced swimming test. Dosis yang paling efektif untuk menurunkan waktu imobilitas secara signifikan pada mencit adalah dosis 350 mg/kgBB. Kata kunci : Antidepresan; ekstrak daun pepaya; immobility time; forced swimming test
PROFIL PEMBERIAN INFORMASI OBAT SWAMEDIKASI DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN LAMONGAN (STUDI DENGAN METODE SIMULASI PASIEN): PROFILE OF PROVIDING SELF-MEDICATION INFORMATION AT PHARMACIES IN LAMONGAN DISTRICT (STUDY WITH PATIENT SIMULATION METHOD) Firda Inayatillah; Devi Octavia; Arief Alfiyan Rahman
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.454

Abstract

Tenaga kefarmasian berperan penting dalam kegiatan swamedikasi, bukan sekedar menjual obat, namun dapat memberikan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care), yaitu dengan menjelaskan mengenai informasi obat yang dikonsumsi pasien. Pemberian informasi obat mempunyai peranan penting untuk memperbaiki kualitas hidup pasien serta menyediakan pelayanan bermutu, dan juga dapat menurunkan adanya ketidakpatuhan terhadap program pengobatan. Salah satu penyebab ketidakpatuhan tersebut karena disebabkan kurangnya informasi tentang obat, serta pasien juga dapat mengalami efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemberian informasi obat swamedikasi di apotek wilayah Kecamatan Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan Lembar checklist dengan jumlah populasi 126. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 apotek yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden tenaga teknis kefarmasian berjenis kelamin perempuan. Kesesuaian pemberian informasi obat untuk indikator indikasi obat sebanyak 95.23%, waktu penggunaan obat 88.88%, dosis dan cara pemakaian obat 71.42%, perhatian tentang obat 21.42%, penyimpanan obat 42.86%. Kesesuaian pemberian informasi obat dalam pelayanan swamedikasi perlu dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian untuk memberikan wawasan kepada pasien terkait penggunaan obat yang benar sebelum pasien mengkonsumsi obat tersebut.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU MENGENAI PRODUK FARMASI HALAL PADA APOTEKER DI APOTEK KOTA YOGYAKARTA : RELATIONSHIP LEVELS OF KNOWLEDGE ON ATTITUDES AND BEHAVIOR ABOUT HALAL PHARMACEUTICAL PRODUCTS AT PHARMACOLOGISTS IN YOGYAKARTA CITY Mega Octavia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.463

Abstract

State of the Global Islamic Economy melaporkan bahwa pada tahun 2018 belanja penduduk muslim untuk makanan halal, obat-obatan dan gaya hidup berdasarkan etika Islam mencapai USD 2,2 triliun. Berkenaan dengan hal tersebut, kehalalan suatu produk menjadi  kebutuhan bukan hanya berdampak pada keadaan spiritual, tetapi juga pada kesehatan. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mengenai produk farmasi yang halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan perilaku mengenai produk farmasi halal pada apoteker di apotek Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan desain Cross Sectional dengan metode survei  menggunakan kuisioner. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan sedangkan variabel terikat adalah sikap dan perilaku. Sampel yang digunakan sebanyak 48 responden apoteker yang melakukan pelayanan kefarmasian di apotek Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Total Sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap diperoleh nilai P 0,359 (> 0,05) sedangkan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku diperoleh nilai-P 0,079 (>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap sikap dan perilaku mengenai produk farmasi halal pada apoteker di apotek Kota Yogyakarta.
OPTIMASI FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT PUTIH BUAH SEMANGKA (Citrulluslanatus) MENGGUNAKAN ASAM TARTRAT ASAM SITRAT : OPTIMIZATION FORMULATION OF EFFERVESCENT TABLETS EXTRACT WHITE SKIN OF WATERMELE (Citrulluslanatus) USING CITRIC ACID TARTRATIC ACID Aris Purwanto; Raudatul Patimah; Nor Latifah; Sofia Nabila Safitri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.464

Abstract

Kulit putih buah semangka memiliki kandungan senyawa sitrulin yang berkhasiat sebagai antioksidan, untuk menghantarkan senyawa berkhasiat tersebut diperlukan formulasi sediaan tablet effervescent sebagai antioksidan dengan kombinasi asam tartrat dan asam sitrat guna mempercepat kelarutan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi formulasi asam sitrat dan asam tartrat sebagai zat pengasam pada tablet effervescent dengan menggunakan metode simplex lattice design. Pembuatan tablet menggunakan metode kempa langsung dengan evaluasi tablet meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot tablet, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet. Analisis data dengan menggunakan metode simplex lattice design software design expert versi 10.0. Hasil evaluasi fisik 5 formula tablet effervescent pada uji keseragaman bobot dan keseragaman ukuran semua formula sudah memenuhi persayaratan, sedangkan yang memenuhi syarat  pada evaluasi kerapuhan tablet dari 5 formula, hanya pada F2 dan  F4 yang memenuhi persyaratan. Adapun hasil evaluasi fisik kekerasan dan waktu larut tablet effervescent pada 5 formula tersebut sudah memenuhi persyaratan. Kombinasi asam tartrat dan asam sitrat berpengaruh terhadap evaluasi kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet effervescent ekstrak kulit putih buah semangka dengan adanya nilai positif pada masing-masing respon.  Konsentrasi optimal berdasarkan analisis simplex lattice design didapatkan pada F4 dengan konsentrasi asam tartrat 70 mg dan asam sitrat 1,5 mg.
UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA: ACTIVITY TEST TO REDUCE BLOOD GLUCOSE LEVELS SAMBILOTO LEAF ETHANOL EXTRACT (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees.) ON MALE WHITE MICE (Mus musculus) GLUCOSE INDUCED Didin Ahidin; Deni Firmansyah; Auderina Aliza Zahra Fathin; Diana Amelia Putri; Dinda Aprilia Gumilang
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.468

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk menurunkan kadar gula darah adalah daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan kadar glukosa darah ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees) dosis 100 mg/kg BB, 200mg/kg BB, dan 400mg/kg BB pada mencit putih (Mus musculus) jantan yang diinduksi glukosa. Sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na CMC) 0,5%, kelompok kontrol positif (glibenklamid) dosis 0,013mg/kg BB, kelompok kontrol normal, dan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f] Nees) dosis 100mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400mg/kg BB. Parameter yang diamati berupa penurunan kadar glukosa darah mencit pada menit ke 15, 30, 60, 90, dan 120. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA lalu dilanjutkan dengan uji LSD (Least Signifficance Different). Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih (Mus musculus) jantan adalah ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f] Nees) dosis 400mg/kg BB.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis: ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF BELUNTAS LEAF (Pluchea indica L.) ETHANOL EXTRACT AGAINST Staphylococcus epidermidis BACTERIA Islan Nor; Siti Rahmita; Siti Nashihah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.469

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis pada kelenjar pilosebasea yang sebagian besar terjadi pada masa remaja hingga dewasa muda. Secara global akne vulgaris diderita semua usia dengan prevalensi sebesar 9,38%. Di Indonesia prevalensi selalu meningkat tiap tahunnya. Staphylococcus epidermidis terlibat dalam patogenesis akne vulgaris dibuktikan dengan meningkatnya produksi sebum pada lesi jerawat. Salah satu penanganan akne vulgaris akibat bakteri adalah dengan menggunakan terapi antibiotik. Namun terapi antibiotik memiliki banyak efek yang tidak diinginkan. Beluntas (Pluchea indica L.) digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam, disentri, ulkus, reumatik, meredakan luka dan wasir serta digunakan sebagai suplemen untuk diabetes melitus. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat aktivitas Pluchea indica sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan seri konsentrasi 45%, 60%, 75% dan 90%. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa semua uji karakterisasi simplisia memenuhi persyaratan. Ekstrak dari daun beluntas positif alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Uji aktivitas ekstrak daun Pluchea indica menunjukkan zona hambat 16,10 mm, 17,30 mm, 18,13 mm dan 18,63 mm untuk konsentrasi 45%, 60%, 75% dan 90%, secara berurutan. Dari hasil yang didapatkan daun beluntas berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus: ANTIBACTERIAL ACTIVITIES OF PEPAYA JUICE (Carica papaya L.) ON THE GROWTH OF Staphylococcus aureus BACTERIA Davit Nugraha; Anna L. Yusuf; Veri Nugraha; Panji Wahlanto; Marlina Indriastuti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.470

Abstract

Bakteri Staphylococus aureus merupakan bakteri patogen dan dapat menyebabkan infeksi mulai dari infeksi kulit ringan sampai dengan infeksi sistemik. Sebagian besar pada awal mulanya Staphylococus aureus peka terhadap penisilin, namun setelah meluasnya penggunaan penisilin ditemukan 65% sampai 85% Staphylococus aureus menghasilkan beta laktamase sehingga menjadi resisten terhadap penisilin G.  Hal tersebut diatas mendorong pengobatan alternatif yang aman dan tidak menimbulkan resistensi untuk menanggulangi infeksi bakteri Staphylococus aureus.  Perasan buah pepaya sering terdengar penggunaan dimasyarakat untuk pengobatan jerawat secara turun temurun, ini dimungkinkan perasan buah pepaya mempunyai efek anti bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat air perasan buah papaya (Carica Papaya L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode pengujian daya hambat pada air perasan buah papaya menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%. Air perasan buah pepaya pada penelitian ini mempunyai kemampuan daya hambat yang sedang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, serta konsentrasi yang paling efektif sebesar 60%.
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER DI RSPAU DR. SUHARDI HARDJOLUKITO, YOGYAKARTA, INDONESIA: QUALITY OF LIFE OF CANCER PATIENTS IN DR. SUHARDI HARDJOLUKITO HOSPITAL, YOGYAKARTA, INDONESIA Lamhot B Simanjuntak; Mukti A Berlian; Siswandi Siswandi; Berry H Putra; Gugun Suhendra; Muhammad AR Saputra; Dania Haafizah; Lalu M Irham; Imaniar Faridah; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.472

Abstract

Penyakit kanker masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia dan masih merupakan penyebab kematian. Terapi pada pasien kanker dapat menimbulkan efek samping, yang akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran kualitas hidup pasien kanker di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan selama bulan Mei-Agustus 2022 di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito. Kriteria inklusi adalah pasien dewasa dengan diagnosa kanker yang menjalani rawat jalan di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito selama bulan Mei-Agustus 2022. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner EORTC-QLQ-C30. Sejumlah 101 pasien kanker bersedia menjadi subyek dalam penelitian ini. Fungsi kesehatan umum pasien mempunyai nilai yang rendah, sedangkan fungsi fisik, peran, emosi, kognisi dan sosial mempunyai nilai diatas 80%. Gejala terparah yang dialami pasien kanker adalah kelemahan (fatigue) dan diikuti oleh nyeri dan insomnia. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, mengalami efek negatif dari penyakit kanker dan terapinya sehingga mengalami penurunan fungsi kualitas hidup. Pihak RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito diharapkan dapat memberikan pelayanan tambahan yang sesuai dengan kondisi pasien kanker untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
ULASAN ARTIKEL: KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) DARI BERBAGAI JENIS VAKSIN COVID-19 YANG BEREDAR DI INDONESIA : ARTICLE REVIEW: ADVERSE EVENT FOLLOWING IMMUNIZATION (AEFI) FROM VARIOUS TYPES OF COVID-19 VACCINES IN INDONESIA Syahrul Hidayat; Asti Yunia Rindarwati; Dika Pramita Destiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.475

Abstract

Coronavirus Disease-19 (COVID-19) merupakan masalah kesehatan masyarakat serius yang telah menjadi pusat perhatian global sejak akhir 2019. COVID-19 merupakan pandemi yang menyebabkan komplikasi medis yang parah bahkan kematian di seluruh dunia pada beberapa kasus. Strategi penanggulangan yang paling efektif untuk mengatasi COVID-19 saat ini adalah pemberian vaksin COVID-19 yang efektivitasnya telah terbukti secara global. Beberapa vaksin COVID-19 di Indonesia yang telah beredar seperti Pfizer BioNTech®, Moderna, AstraZeneca, dan Coronavac telah memberikan perlindungan di masyarakat dengan merangsang respons kekebalan tubuh. Akan tetapi, pada beberapa kasus, vaksin-vaksin tersebut juga dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan setelah pemberiannya yang dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Artikel ini mengulas KIPI yang didapat dari artikel pada database PMC dan ScienceDirect dengan kriteria inklusi berupa artikel uji klinis pada 1 tahun terakhir dan berbahasa inggris. Ulasan ini mengeksklusi artikel review. Didapat 404 artikel tentang KIPI vaksin COVID-19 dan hanya 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. KIPI akibat vaksin COVID-19 dapat terjadi secara lokal maupun sistemik. KIPI lokal yang umum terjadi di antaranya nyeri, kemerahan, dan bengkak di situs injeksi sedangkan KIPI sistemik yang umum terjadi adalah demam, nyeri otot dan sakit kepala. KIPI lain yang mungkin terjadi di antaranya diare, mual, dan muntah. selain itu, beberapa vaksin berpotensi mengakibatkan limfadenopati unilateral, bells palsy, serta trombosis vena serebral. Namun, perlu data yang lebih kuat untuk membuktikan bahwa reaksi sistemik tersebut terjadi akibat vaksin COVID-19. KIPI terjadi pada resipien dengan usia lebih muda. Frekuensi KIPI bertahan rata-rata pada 1-2 hari dengan tingkat keparahan ringan sampai sedang.