cover
Contact Name
Fikroh Jurnal Studi Islam
Contact Email
muhammadzakaria00@gmail.com
Phone
+6287855729700
Journal Mail Official
attaujihbki@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/Editorialboard
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 19799608     EISSN : 29617936     DOI : https://doi.org/10.37216/fikroh
Fikroh (P-ISSN: 1979-9608 e-ISSN: 2961-7936), adalah Jurnal Studi Islam yang dikelola oleh LPPM IAI Hamzanwadi Pancor dengan versi cetak sejak tahun 2013 dan versi Online mulai terbit Pada Bulan Juni 2022. Jurnal ini fokus mengkaji dan mempublikasikan hasil baik artikel ilmiah maupun hasil penelitian seputar keislaman atau Studi-Studi Keislaman. Baik itu dari sisi teoritis, maupun praktis. Sebagai jurnal yang mencakup berbagai artikel dari kajian-kajian keislaman, seperti artikel keagamaan, artikel hasil kajian teks, artikel sosio-kultural, artikel ekonomi islam dan politik Islam.
Articles 56 Documents
Pola Asuh Single Parent Dalam Mengaplikasikan Nilai-Nilai Ibadah Pada Anak Muhammad Hasanil Asy’ari; Zohratul Aini, Baiq
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.971

Abstract

Pola asuh mempunyai definisi yaitu perawatan, pendidikan dan pembelajaran yang diberikan orang tua terhadap anak mulai dari lahir hingga dewasa. Pola asuh dalam Islam lebih dikenal dengan kata mendidik. Anak memiliki hak yang harus dipenuhi oleh kedua orang tuanya, mengasuh anak bukanlah hal mudah karena memperkenalkan anak kepada pendidikan yang baik terkadang sedikit sulit, apalagi dengan menanamkan pola asuh anak yang sesuai dengan Islam. Tidak semua keluarga mempunyai pengasuh yang lengkap yaitu ibu dan ayah. Namun yang di dapat banyak keluarga yang mengasuh anaknya sendiri yang disebut dengan single parent. Single parent dalam mengasuh anak harus mempunyai pola asuh tersendiri, di dusun Al-liqo’ desa Korleko terdapat 51 KK yang mempunyai status single parent. Berdasarkan data tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang pola asuh single parent dalam mengaplikasikan nilai-nilai ibadah pada anak didusun Al-liqo’ desa Korleko. Bentuk penelitian ini adalah Field Research (penelitian lapangan) dengan metode deskripsi yaitu penulis mendeskripsikan tentang pola asuh single parent dalam mengaplikasikan nilai-nilai ibadah pada anak di dusun Al-liqo’ desa Korleko. Teknik pengumpulan data penulis melakukannya dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian penulis mempunyai kesimpulan bahwa keluarga single parent yang ada di dusun Al-liqo’ Desa Korleko sangat menekankan kepada agama, seperti memasukkan anak ketempat pengajian, atau mengajarkannya sendiri dirumah. single parent tersebut juga berperan ganda ketika mendidik anak seperti menjadi ibu yang baik bagi anak jika anak sedang ada masalah dan menjadi ayah dengan bersikap tegas dan mencari nafkah agar bisa memberikan pendidikan yang tinggi untuk anaknya.
Prilaku Pacaran Remaja Yang Berorientasi Seksual Dengan Latar Belakang Budaya Siri’ Suburiah Aan Hikmah; Ihsan, Muh.
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.972

Abstract

Dalam kehidupan modern, pacaran ini biasanya mulai muncul pada masa awal pubertas. Perubahan hormon dan fisik membuat kita mulai tertarik pada lawan jenis. Proses saling menyayangi antara dua manusia dengan jenis kelamin yang berbeda merupakan proses mengenal, memahami dan sekaligus belajar membina hubungan dengan lawan jenis sebagai persiapan sebelum menikah untuk menghindari terjadinya ketidakcocokan dan permasalahan pada saat sudah menikah. Masing-masing berusaha mengenal kebiasaan, karakter atau sifat, serta reaksi-reaksi terhadap berbagai masalah maupun peristiwa. Pacaran berarti upaya untuk mencari seorang teman dekat dan di dalamnya terdapat hubungan belajar mengkomunikasikan kepada pasangan, membangun kedekatan emosi, dan proses pendewasaan kepribadian. Pacaran biasanya dimulai dengan membuat janji, dating lalu bikin komitment tertentu dan apabila di antara remaja ada kecocokan maka akan dilanjutkan dengan berpacaran. Pada banyak kasus hubungan antar remaja di Indonesia, pacaran acapkali menimbulkan hubungan seksual di luar pernikahan. Oleh masyarakat Makassar, permasalahan pelanggaran dalam pacaran diatasi dengan menerapkan Budaya Siri’.
Era Moderenisasi Pertumbuhan Ekonomi Mikro Dan Sumbangsih Perbankan Syariah Jairin Abdullah, Jairin
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.973

Abstract

Peranan Bank Syariah pada Era Modern ini sangat besar atensio nya, bank merupakan salah satu pemodal utma dalam memberikan suntukan dana utam adalam mneingkatkan pertumbuhan Ekonomi di Era Modern ini, Bank juga berperan menyalurkan dana kepada masyarakat. Bank dapat memberikan pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Masyarakat dapat secara langsung mendapat pinjaman dari bank, sepanjang peminjam dapat memenuhi persyaratan yang diberikan oleh bank Bank mempunyai peran dalam dua sisi, yaitu menghimpun dana secara langsung yang berasal dari masyarakat yang sedang kelebihan dana,dan menyalurkan dana secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini betitik fokus pada peran perbankan syariah dalam memberikan sumbangsih untuk meningkan pertumbuhan Ekonomi Mikro pada era Modern sekarang ini. Setelah dilakukan pemelitian, sumbangsih Bank syariah dalam meningkatkan pertumbuhan Ekonomi mikro di era Moderen ini masih sangat kecil, menyangkut masih banyak bank syariah menggunakan bermacam – macam prosedur dalam melakukan pencairan dana diperbankan.
Respon Intelektual Muslim Kontemporer Terhadap Problematika Ilmu Pengetahuan Muh, Sya'rani
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.988

Abstract

Dalam setiap pengembangan ilmu pengetahuan corak atau karakteristiknya sangat bergantung pada suatu paradigma yang mendasarinya, suatu paradigma memiliki posisi yang sangat urgen terhadap hasil-hasil ihtiar pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, oleh sebab itu apa yang dihasilkan para pemikir muslim baik para filosof sejak al-Kindi yang hidup di abad pertengahan memiliki ciri khas tersendiri. Pada abad pertengahan dianggap sebagai masa keemasan Islam, para intlektual muslim saat itu sangat produktif dalam mengembangkan ilmu dan peradaban Islam. Namun setelah abad pertengahan berakhir yang ditandai dengan mandegnya keilmuan dalam Islam dan dibarengi dengan munculnya zaman renaisans di dunia Barat, berdampak pada superioritas pengetahuan Barat atas peradaban dunia. Akibat mandegnya ilmu dalam Islam dan berkembangnya ilmu pengetahuan Barat yang bercorak sekular, melahirkan persoalan-persoalan yang serius di kalangan umat. Oleh sebab itu para intlektual muslim kontemporer mencoba untuk keluar dari berbagai permasalah umat dengan cara merumuskan kemabali konsep ilmu dalam Islam seperti yang dilakukan oleh gerakan islamisasi ilmu. Gerakan ini berupaya mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan di dalam kerangka berpikir yang Islami.
Kematangan Emosi Anak Kelas 6 Sekolah Dasar Ditinjau Dari Persepsi Anak Terhadap Kedemokratisan Pola Asuh Ayah Dan Ibu Suhaili
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah da n ibu dengan kematangan emosi anak kelas enam sekolah dasar. Subjek penelitian adalah siswa kelas enam SD di SDN 3 Bagek Papan, SDN 4 Apitaik,1 dan SDN 5 Apitaik Pringgabaya, Lombok Timur. Keseluruhan subjek yang terlibat berjumlah 132 anak (70 anak laki-laki dan 62 anak perempuan). Metode pengumpulan data yang dipakai adalah skala kematangan emosi anak, skala persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah, dan skala persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ibu. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kematangan emosi anak dengan persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah, ditunjukkan dengan Rx1y =0,219, p = 0,012 dan sumbangan efek tif 4,1%, 2) terdapat hubungan positif dan sangat signifikan antara kematangan emosi anak dengan persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ibu, ditunjukkan dengan Rx2y=0,292, p= 0,001 dan sumbangan efektif 7,8%, 3) terdapat hubungan yang sangat sign ifikan antara kematangan emosi anak dengan persepsi anak terhadap kedemokratisan pola asuh ayah dan ibu, ditunjukkan dengan Rx1.2y= 0,295, p= 0,003 dan sumbangan efektif 11,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Pemikiran Islam Rasional-Progresif Harun Nasution Bilmakruf, Rusni
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat Islam berhadapan dengan abad modern, maka yang terlihat adalah kemunduran dan ketertinggalan ummat Islam dengan masyarakat Barat. Meliaht kondisi tersebut, maka dimulailah gerakan pembaharuan yang mencoba merespons arus perkembangan zaman dengan harapan ummat Islam maju dengan tetap berada pada nilai-nilai yang sudah dimutlakkan dalam Islam. di Indonesia muncul gerakan pembaharuan dengan berbagai coraknya, salah satunya adalah pemikiran rasional-progresif Harun Nasution yang hadir di lingkungan perguruan Tinggi Islam.
Pemikiran Pendidikan Islam: Konseptualisasi Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Intelektual Islam Klasik Wiyono, Dwi Fitri
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 8 No. 1 (2024): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menempati posisi strategis dalam pendidikan Islam di Indonesia.dirasakan urgensitasnya untuk dirumuskan secara konseptual dalam perspektif Islam.Kajian pendidikan karakter dalam pemikiran tokoh-tokoh Islam klasik hingga modern selalu menjadi tema yang penting untuk dikaji dan dikembangkan didalam khazanah pendidikan Islam. Latar belakang yang mendasarinya antara lain, yakni: Pertama; pendidikan karakter merupakan tema penting yang menjadi perhatian pemangku kebijakan dalam merumuskan tujuan pendidikan. kedua; Pendidikan karakter menjadi dasar utama gagasan pemikiran pendidikan Islam. Ketiga; konsep dan pemikiran pendidikan karakter yang digagas oleh intelektual Islam klasikmemiliki persamaan dan perbedaan dengan konsep pendidikan yang berasal dari barat dan konsep pendidikan karakter yang diwariskan dari yunani kuno dan arab.
Pesantren Dan Kematangan Jiwa Keagamaan : (Analisis Peran Pesantren Dalam Menangkal Radikalisasi Agama) Sonsaka, Mastur
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membicarakan eksistensi dan esensi pondok pesantren sebagai bagian dari proses kesejarahan bangsa Indonesia merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Sebagai institusi pendidikan keagamaan ia menjadi alat transformasi social bahkan pada titik tertentu pondok pesantren menjadi agen kebudayaan yang cukup kreatif dalam menformulasi dan mewarnai kebudayaan lokal dalam rangka memainkan perannya sebagai – meminjam istilah yang digunakan oleh Gus Dur – sub-kultur. Di Pondok Pesantren, tradisi keagamaan pada dasarnya merupakan pranata keagamaan yang sudah baku, dimana penghambaan dan penyerahan diri kepada Allah SWT, kesederhanaan, kejujuran, ketaatan pada Guru (Kyai) dan pengabdian seolah menjadi sikap yang tidak bisa dipisahkan dari Pondok Pesantren. Aktivitas keluarga besar pondok pesantren yang berorientasi pada pengharapan akan ridlo Allah SWT menjadikan mereka ikhlas dan ulet dalam menjalankannya. Tradisi keagamaan ini kemudian menjadi kerangka acuan dalam kehidupan dan perilaku masyarakat pesantren. Pembentukan tradisi keagamaan di pondok pesantren tentunya mengikuti proses dan isi kebudayaan seperti yang diungkapkan oleh Koentjaraningrat, yaitu bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, religi dan kesenian. Dalam perspektif psikologi sosial, terbentuk dan terjaganya tradisi keagamaan di pondok pesantren karena adanya proses sosial yang terjadi dalam masyarakat pesantren, yakni proyeksi imitasi, internalisasi, sublimasi, interoyeksi, rasionalisasi dan adaptasi yang menjadi kecenderungan dalam diri manusia secara individual.
Tafsir Gender Egaliterian Nurun Najwah Lestari
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam melihat manusia secara keseluruhan sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk Tuhan yang lain. Islam membedakan manusia menajdi baik dan buruk terletak pada aspek perilaku dan ketakwaan. sehingga perbedaannya bukan pada aspek bentuk dan rupa. Pada saat Islam berbicara tentang laki-laki dan perempuan, Islam memakai istilah al-musuwah (persamaan). Tulisan ini mengkaji tentang pandangan tafsir gender Nurun Najwa yang mencoba menyuguhkan pandangan yang lebih egalitarian dalam menempatkan wanita dan laki-laki.
The Rise Of Hizbut Tahrir In Indonesia: (A Global and Local Nexus) Rijal, Syamsul
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article deals with the emergence and development of Hizbut Tahrir in Indonesia. It argues that its emergence and rapid development cannot be isolated from global and local socio-political context. The global element was related to Islamic resurgence in the late 1970s which inspired the flowering of Islamic movements in the Muslim world. The local element was related to the repressive state toward the articulation of political Islam that made Muslim students find Islam as the outlet in the midst of their frustration toward the state. During the Soeharto era, HTI went underground and focused its energy on dakwah and cadre building. After the demise of Soeharto, however, HTI found its momentum to emerge in Indonesian public and has utilized the new democratic political sphere to advance its cause.