Jurnal Studi Islam
Fikroh (P-ISSN: 1979-9608 e-ISSN: 2961-7936), adalah Jurnal Studi Islam yang dikelola oleh LPPM IAI Hamzanwadi Pancor dengan versi cetak sejak tahun 2013 dan versi Online mulai terbit Pada Bulan Juni 2022. Jurnal ini fokus mengkaji dan mempublikasikan hasil baik artikel ilmiah maupun hasil penelitian seputar keislaman atau Studi-Studi Keislaman. Baik itu dari sisi teoritis, maupun praktis. Sebagai jurnal yang mencakup berbagai artikel dari kajian-kajian keislaman, seperti artikel keagamaan, artikel hasil kajian teks, artikel sosio-kultural, artikel ekonomi islam dan politik Islam.
Articles
56 Documents
Perkembangan Budaya Rimpu Dalam Menghadapi Modernisasi Dan Globalisasi (Studi Dengan Menggunakan Pendekatan Fenomenologi)
Irfan, Muhammad
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 6 No. 2 (2022): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v6i2.800
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan budaya rimpu dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi di tengah kehidupan masyarakat Bima, mengidentifikasi dampak dari menurunnya budaya rimpu di tengah gelombang modernisasi dan globalisasi, menguraikan upaya masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan kembali budaya rimpu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian ini akan mendeskripsikan bagaimana pandangan para tokoh tentang perkembangan rimpu menghadapi modernisasi dan globalisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif fenomenologis. Sumber data penelitian terdiri dari tokoh budaya, para akademisi yang terdiri dari kepala dinas Dikpora dan Kepala dinas pariwisata, juga tokoh agama pengumpulan data dengan penelitian kualitatif, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan budaya rimpu di Bima dimulai sejak Islam menjadi agama masyarakat Bima. Dampak dari menurunnya budaya rimpu adalah terjadinya pergeseran nilan-nilai makna dari motto maja labo dahu. Beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan budaya rimpu adalah melakukan kegiatan festival rimpu, pawai budaya, karnafal, dan menggunakan rimpu dalam lingkungan sekolah.
Studi Tentang Impelementasi Pendidikan Dalam Konsep Pendidikan Islam
Gunawan, M. Indra;
Imanuddin, H. Muhammad
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 6 No. 2 (2022): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v6i2.807
Dalam jurna ini membahas studi tentang impelementasi Pendidikan dalam konsep pendidikan Islam, dalam pendidikan dalam perspektif Islam pada dasarnya berupaya mengembangkan potensi peserta didik seoptimal mungkin, baik yang menyangkut aspek jasmaniah ataupun rohaniah, akal dan akhlak. Pendidikan Islam mengantarkan peserta didik ke arah kedewasaan pribadi secara paripurna, yaitu yang beriman dan berilmu pengetahuan. Fokus kajian permaslahan yang dibahas adalah Fungsi dan tujuan pendidikan dalam konsep pendidikan Islam adalah sebagai transformasi nilai budaya, ilmu pengetahan dan teknologi dalam rangka membangun kreatifitas dan kepribadian insani, bertanggung jawab dan berjiwa mandiri melalui konsep ilahiah kemudian tujuannya adalah upaya untuk mempersiapkan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah Allah di muka bumi dalam arti yang luas agar tercapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Adapun faktor-faktor yang mendukung implementasi pendidikan Islam adalah 1). faktor Keahlian Pelaksana. 2). Faktor Sumber-sumber potensial yang dapat mendukung plaksanaan implementasi pendidikan, 3). faktor dukungan dari masyarakat, 4). Faktor aktifitas dan efisiensi pemerintah.
Menalar Gaya Hidup Masyarakat Millenial Terhadap Penggunaan Obat Halal HNI-HPAI Di Masa Pandemi Covid-19: (Studi Kasus Di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat)
Muzakkir
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 6 No. 2 (2022): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v6i2.808
Eksistensi dari prodak halal secara langsung sangat berpengaruh kepada gaya hidup sesorang, terutama bagi orang yang memiliki sensitifitas keagamaan yang sangat tinggi. Dalam prinsip Islam, standarisasi konsumsi bermuara pada dua aspek, yaitu aspek halal dan aspek baik (thayyib). Gaya hidup adalah sebuah kebiasaan pada setiap orang dalam menjalani kehidupan. Gaya hidup mempengaruhi seseorang dalam memilih produk dari berbagai pilihan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenemenologi, yang mengkaji dan menganalisa fenomena yang sedang berkembang di era millenial sekarang ini. Sedangkan sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menyajikan fakta lalu menganalisisnya secara sistematis sehingga lebih mudah dipahami dan disimpulkanBerdasarkan temuan di lapangan melalui wawancara. Peningkatan tersebut disebabkan karena beberapa faktor, mulai dari faktor kebutuhan kesehatan, faktor gaya hidup, faktor sosial dan faktor ekonomi1. Penelitian menemukan, pertama, kehalalan suatu produk akan menentukan sikap konsumen terhadap produk. Gaya hidup masyarakat di era pandemi dan kecenderungan masyarakat millenial dalam menggunakan obat halal pada produk HNI-HPAI meningkat drastis sampai mencapai 65%. Gaya hidup halal menjadi potensi besar terhadap pertumbuhan kehidupan masyarakat. Kedua, Peningkatan masyarakat dalam menggunakan HNI-HPI disebabkan karena beberapa faktor, mulai dari faktor kebutuhan kesehatan, faktor gaya hidup, faktor sosial dan faktor ekonomi
Korelasi Pemikiran Nashr Hamid Abu Zaid dalam Mafhum al-Nashsh dengan Ideologi Mu’tazilah
Saleh Sofyan, Muhamad;
Ahmad, Ma'shum
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 6 No. 2 (2022): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v6i2.809
Nashr Hamid Abu Zaid merupakah tokoh pembaharu yang kontroversial. Pemikirannya telah menginspirasi banyak ilmuan muslim dalam kajian-kajian keislaman. Di sisi lain, lantaran pemikirannya yang dianggap radikal, pada tahun 1995 Pengadilan Mesir menghukumi Nashr Hamid sebagai kafir. Oleh karena sifatnya yang kontroversial inilah penulis tertarik untuk mengkaji pemikiran Nashr Hamid dari berbagai perspektif. Dalam kajian ini penulis akan mengulas korelasi pemikiran Nashr Hamid dalam karyanya Mafhum al-Nashsh dengan ideologi Mu’tazilah. Penulis mengambil beberapa tema dalam karya Mafhum al-Nashsh guna mendapatkan gambaran kerangka pemikiran Nashr Hamid. Selanjutnya hasil bacaan tersebut penulis korelasikan dengan framework pemikiran Mu’tazilah
Perbankan Syariah Dalam Implementasi Wakaf Uang: (Telaah Atas Pemberdayaah Ekonomi Umat)
Gunawan, M Indra
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.962
Wakaf telah lama dikenal masyarakat muslim sebagai salah satu bentuk amal jariyah yang berperan penting bagi pengembangan sosial, ekonomi dan budaya dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk wakaf yang akhir-akhir ini mulai banyak diperkenalkan adalah wakaf uang. Wakaf uang sebagai salah satu alternatif atas pengentasan kemiskinan telah diterapkan di beberapa Negara Islam. Adanya pergeseran bentuk harta/benda wakaf menjadi lebih likuid seperti uang telah berdampak luas. Pergeseran itu telah dapat mengubah pandangan dan kebiasaan lama, di mana seolah-olah kesempatan melakukan wakaf hanya dapat melalui asset tetap berupa tanah atau bangunan. Perubahan lain adalah pandangan lama bahwa berwakaf harus bernilai besar menjadi sirna. Dengan bentuk uang, wakaf dapat dilakukan dengan nilai kecil tertentu, yang tentunya menjadi lebih dapat dilakukan oleh semua golongan. Adanya dukungan pemerintah berupa penerbitan UU No 41 tahun 2004 tentang Wakaf yang salah satu isinya mengakomodasikan untuk dilakukannya wakaf uang, telah semakin membuka kesempatan masyarakat di semua golongan untuk dapat ikut serta berwakaf. Baik dari golongan ekonomi menengah, maupun dari golongan ekonomi dengan pendapatan tinggi.
Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Kultur Sekolah Islam
Muzakir
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.963
Pendidikan karakter merupakan tugas sekaligus tantangan berat bagi sekolah saat ini. Perubahan teknologi ternyata telah membawa perubahan terhadap nilai-nilai kehidupan. Pesatnya perkembangan teknologi banyak memunculkan nilai-nilai baru yang kemudian dianggap sebagai suatu yang sah dan benar untuk dilaksanakan sementara nilai lama cenderung ditinggalkan oleh peserta didik. Oleh sebab itu, pendidikan karakter sangat penting untuk diintegrasikan dalam kultur sekolah dalam upaya membangun generasi bangsa yang berakhlak mulia,bertanggung jawab cerdas dan mandiri. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kultur sekolah. Metode kajian yang digunakan adalah telaah literatur atau pustaka yang diperoleh dari berbagai sumber sehingga ditemuan suatu keterpaduan yang utuh dalam mengkaji kultur sekolah dan pendidikan karakter. Berdasarkan hasil kajian dalam tulisan ini dapat diperoleh beberapa kesimpulan: 1) pendidikan karakter merupakan upaya dalam mengembangkan karakter ke dalam diri peserta didik sehingga memiliki sikap dan prilaku yang mulia. Tujuan pendidikan karakter yaitu membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang seutuhnya dimana antara pengetahuan, sikap, perbuatan menjadi satu kesatuan yang utuh, tidak menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang terpecah (split personality), 2) kultur sekolah sangat menentukan dalam pengembangan nilai-nilai karakter. Kultur sekolah yang didukung oleh pelaksanaan nilai-nilai karakter dalam setiap tingkahlaku dan pola pikir semua warganya dapat memberikan dampak yang kuat dalam membangun nilai-nilai karakter dalam diri peserta didik; 3) implementasi pendidikan dalam kultur sekolah bisa dilaksanakan melalui ketauladanan dari semua warga sekolah mulai dari kepala sekolah sampai pegawai yang paling rendah.
Pendidikan Islam Dalam Spektrum Politik Pendidikan Nasional
Mastur
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.965
Discourse on Islamic education will never be separated from the political and cultural dynamics of a society. In the Indonesian context, the dynamics of Islamic education cannot be separated even shackled by the country's political policies and community pluralism which is a reality in Indonesia, both before independence until post-independence Indonesia. Since the first half of the 19th century, the history of Islamic education in Indonesia has begun a new phase marked by shifts and changes in almost all aspects including institutions, methods, curriculum and Islamic education orientation. At that time Islamic education was dominated by traditional educational institutions, namely boarding schools. Indonesia, although it is expressly stated that it is not a religious State and not a secular State, but the Pancasila State. The State of Pancasila, it can be said that Indonesia took the middle path between the religious State and the secular State. The first formulation of the precepts of Pancasila and Article 29 of the 1945 Constitution Paragraph (1) gives a characteristic that is unique to the State of Indonesia, not a secular State that separates religion and State, and not a religious State based on a particular religion. The Pancasila State guarantees the freedom of every citizen to be religious and must maintain noble character based on the values of Pancasila. This is what causes the Indonesian Government to continue to see that religion occupies an important position in this country as a source of prevailing values.
Pemikiran Tentang Pengembangan Pendidikan Tinggi Islam
Zainudin
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.966
Pendidikan menjadi hal yang sangat utama bagi setiam manusia untuk bisa mengembangkan dirinya, baik sebagai hamba Allah dalam melaksanakan segala rutinitas ibadah maupun sebagai khalifah di muka bumi ini. Dengan tugas yang begiitu berat yang diemban oleh manusia maka diperluak sebuah lembaga pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan pendidikan yang berkualitas yang dapat menghasilkan para lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dan sikap religius yang tinggi. Dalam hal inilah keberadaan lembaga pendidikan tinggi Islam menjadi sangat penting untuk dikembangkan dan dikelola dengan secara profesional agar menjadi lembaga pendidikan tinggi yang mampu merespon tuntutan masyarakat secara luas di era medern, baik dari segi sumber daya manusia maupun dari pengelolaan kelembagaan pendidikan tinggi secara keseluruhan berdasarkan strandar pendidikan tinggi.
Hedging Sebagai Upaya Memitigasi Resiko dalam Industri Keuangan Islam
Mauizotun Hasanah, Shofia
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.969
Sebagai salah satu instrumen baru yang telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan keuangan modern baik individu dan bisnis, Hedging merupakan sebuah pendekatan untuk manajemen resiko dengan penggunaan instrumen keuangan yang bertujuan untuk menetralisir resiko sistematis terhadap perubahan harga atau arus kas. Fatwa hedging dipandang akan menjadi panduan bagi masyarakat, pelaku usaha serta lembaga keuangan dalam melakukan lindung nilai yang sesuai syariah. Fatwa tersebut menjelaskan detail forward agreement yang terdapat dalam fatwa yang telah ada yakni Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.96/DSN-MUI/IV/2015 tentang Pedoman Implementasi Transaksi Lindung Nilai Syariah. Islamic Foreign Exchange Forward, Profit Rate Swap- Murabaha Based, Profit Rate Swap- Wa’ad Based, Currency Rate Swap- Murabaha or Qard Based and Insurance in Islamic Finance (Takaful) merupakan beberapa instrumen derivatif yang dapat diperdagangkan. Lindung nilai secara umum diperbolehkan oleh Syariah karena memenuhi Maqashid Syariah yaitu perlindungan terhadap kekayaan.Oleh karena itu, Islam mengizinkan hedging karena akan membawa maslahah dan memenuhi prinsip maqasid al-syariah.
Gerakan Radikalisme Islam Kontemporer : (Sebuah Analisa Sosiologis dan Politis)
Zaky Ismail
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.970
Studi ini ingin mendeskripsikan alasan-alasan munculnya gerakan radikalisme Islam kontemporer dimana postulat atau alasan mendasarnya adalah bahwa sesungguhnya banyak faktor yang mempengaruhi gerakan dan ekspresi politik ummat Islam ketika berhadapan dengan realitas sosial dan realitas politik yang berkembang. Hasil dari kajian ini mendapatkan bahwa selain alasan-alasan teologis, gesekan sosial dan kepentingan politis juga sangat berperan dalam meningkatkan eskalasi kekerasan dan tindakan radikal di kalangan umat beragama dan setidaknya ada tiga jenis gerakan keagamaan yang bisa mengarah kepada aksi terorisme yaitu, nasionalisme etnik keagamaan (ethnic religious nationalism), nasionalisme ideologis keagamaan (ideological religious nationalism) dan nasionalisme etnik–ideologi keagamaan (ethno-ideological religious nationalism).