cover
Contact Name
Fikroh Jurnal Studi Islam
Contact Email
muhammadzakaria00@gmail.com
Phone
+6287855729700
Journal Mail Official
attaujihbki@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.iaihnwpancor.ac.id/index.php/fikroh/Editorialboard
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 19799608     EISSN : 29617936     DOI : https://doi.org/10.37216/fikroh
Fikroh (P-ISSN: 1979-9608 e-ISSN: 2961-7936), adalah Jurnal Studi Islam yang dikelola oleh LPPM IAI Hamzanwadi Pancor dengan versi cetak sejak tahun 2013 dan versi Online mulai terbit Pada Bulan Juni 2022. Jurnal ini fokus mengkaji dan mempublikasikan hasil baik artikel ilmiah maupun hasil penelitian seputar keislaman atau Studi-Studi Keislaman. Baik itu dari sisi teoritis, maupun praktis. Sebagai jurnal yang mencakup berbagai artikel dari kajian-kajian keislaman, seperti artikel keagamaan, artikel hasil kajian teks, artikel sosio-kultural, artikel ekonomi islam dan politik Islam.
Articles 56 Documents
Revitalsasi Moral Dalam Pendidikan : Telaah Konsep Pendidikan Moral Ibnu Maskuya Handriawan, Dony
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

فيها عدم ادخال نتاءج الأخلاق الإسلامية في كل عماليتها. عدة المشكلات التربوية Berbagai problem yang mendera dunia pendidikan saat ini tidak dapat dielakkan lagi adalah salah satu imbas dari terabaikannya aspek moral dalam praktek pendidikan yang berlangsung saat ini. Various problems plaguing the education sector today, suspected to be one consequence of eroding, even the loss of a spirit of true morality in education. No doubt, when it is no longer a moral foundation and a principal goal of education, then it is certainly going long tails on the emergence of bigger problems, not only will befall in education its self, but will spread to other dimensions, such as social and politics. Moral revitalization in education is the key word and long-term solutions. Moral education is not only to be one of the functions of education, but more than that morality should be the ultimate goal convening of an education. Because the intellect is not based on morality, has been ascertained only will produce successive generations of "disability", which is only going to ruin the social life of the nation. Corruptor is a concrete manifestation of the erosion of the morality of intellectual, our educational products. Than this paper attempts to unravel the true concept of moral education has been touted 11 centuries ago by a leader, named Ibn Maskuya.
Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Aparatur Desa Di Kantor Desa Lebah Sempaga Kecamatan Narmada Watoni, Saipul Arip
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam peraturan perundang-undangan Desa UU No. 6 Tahun 2014 pasal 2, 3, dan 26 sudah di atur mengenai berbagai hal yang berkenaan dengan tupoksi kepala Desa yang memiliki hak penuh untuk mengelola dan menjalankan roda pemerintahan Desa yang di pimpinya jadi seharusnya semua pemerintahan desa mestinya harus senantiasa menjaga dan meningkatkan kedisiplinan agar pelayanan pemerintahan Desa itu bisa maksimal. [1] Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepala Desa terhadap peningkatan kedisiplinan aparatur desa di Kantor Desa Lebah Sempaga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data di kumpulkan dengan tekhnik wawancara dan dokumentasi kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepala Desa dalam meningkatkan kedisiplinan Aparatur Desa di Kantor Desa Lebah Sempaga sudah terlaksana dengan baik dalam meningkatkan kedisiplinan aparatur desa yang terlihat pada kinerja aparatur desa.
Paradigma Harmoni: (Teori dan Praktik Hukum Bisnis Syariah) saepuddin
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The contemporary business landscape has witnessed a growing interest in Sharia business law, as it provides an ethical and faith-based framework for conducting economic activities. This literature review explores the concept of a "Harmony Paradigm" in the context of Sharia business law, aiming to bridge the gap between theory and practice in this field. The study begins by delving into the fundamental principles of Sharia law, emphasizing its ethical underpinnings and the significance of achieving harmony in business transactions. It then reviews the existing body of literature, encompassing both theoretical frameworks and practical applications of Sharia business law. Key aspects examined include contract formation, financial instruments, corporate governance, and dispute resolution within a Sharia-compliant framework. Furthermore, the research highlights the evolving nature of Sharia business law in response to contemporary challenges and the dynamic global business environment. It also considers the impact of technological advancements and globalization on the practice of Sharia business law. In conclusion, the Harmony Paradigm represents an innovative approach to Sharia business law, promoting ethical conduct, fairness, and social responsibility. This review contributes to a deeper understanding of the theoretical foundations and practical implications of Sharia business law, offering valuable insights for scholars, practitioners, and policymakers in the field of Islamic finance and business ethics.
Pola Campur Kode dan Perubahan Fonologis Tuturan Masyarakat Keturunan Arab Di Kampung Arab Ampenan Moh. Nasikin; Arfan, Muhamad; Irza Hidayatullah
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Pola Campur Kode dan Perubahan Fonologis Tuturan Masyarakat Keturunan Arab di Kampung Arab Ampenan”. Penelitian merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, rekaman suara, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pola-pola campur kode tuturan masyarakat keturunan Arab di kampung Arab Ampenan secara garis besar terbagi menjadi 3 pola yaitu: (1) pola campur kode bahasa Arab dengan bahasa Melayu jika penuturnya sesama keturunan Arab, (2) pola campur kode antara bahasa Arab dan bahasa Sasak jika penuturnya antara keturunan Arab dan Suku Sasak, dan (3) pola campur kode antara bahasa Arab, bahasa Sasak, dan bahasa Indonesia jika penuturnya antara keturunan Arab dan suku Sasak. Untu pola (1) dan (2) dikenal dengan istilah pola campur kode ke luar (outer code mixing) sedang pola (3) dikenal dengan pola campur kode campuran (hybrid code mixing). Penggunaan pola ini diterapkan jikalau sudah ada interaksi atau hubungan sosial yang terbangun cukup lama antara penutur yang satu dengan penutur lainnya. 2) Perubahan fonologis tuturan bahasa Arab di kampung Arab Ampenan pada sejumlah konsonan dan vokal dalam bahasa Arab klasik/standar modern sesuai dengan teori Crowley yaitu: dissimilasi, assimilasi, sinkope, netralisasi, apokop, dan epentesis.
Tradisi Kalondo Wei Dalam Kacamata Budaya Dan Agama Pada Masyarakat Ntonggu Bima Junaidin; Samrin; Turaya
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang saya angkat yaitu Eksitensi Tradisi Kalondo Wei Pada Masyarakat Bima Di Era Digital 5.0 Tahun 2022. saya mengangkat judul ini karna adanya beberapa hal yang kami anggap perlu untuk dibahas dan diteliti terkhusus tradisi Kalondo Wei yang masih melekat pada masyarakat desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten bima sampai dengan sekarang ini. Namun dari lekatnya tradisi ini bagaimana tanggapan masyarakat akan eksitensi tradisi Kalondo Wei ini, apakah berkembangnya zaman adakah perubahan yang terjadi dari cara-cara pada tradisi yang menjadi warisan nenek moyang sejak zaman kesultanan Bima. Peneliti dalam melakukan pengumpulan data selain melakukan wawancara pada narasumber seperti pada tokoh masyarakat, tokoh Agama, Kepala Desa juga para pemuda di desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, peneliti juga menelusuri beberapa tulisan dari para jurnalis Bima. Penelitian yang dikakukan menggunakan metode penilitian kualitatif, dalam pembahasan ini menunjukan akan kelestarian yang dilakukan masyarakat ntonggu guna menjaga dan melestarikan budaya yang sudah diwariskan oleh para leluruh Kesultanan Bima, apalagi dalam kehidupan sosial untuk saling membantu satu sama lain lebih-lebih pada acara Kalondo Wei yang bermaksud untuk mengabarkan akan kebahagian yang dirasakan oleh pihak calon pengantin agar masyarakat sekitarpun ikut merasakan kebahagian tersebut.
UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan; Telaah Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Terkait Eksistensi Madrasah Swasta dan Yayasan Erlan Muliadi; Ulyan Nasri
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates the impact of Law No. 16 of 2001 on foundations in the context of primary and secondary education, particularly its influence on private madrasahs in Indonesia. The law establishes the legal framework for foundations, which play a pivotal role in shaping the country's education system. Employing a library research approach, this study gathers, analyzes, and synthesizes data from diverse literature sources, legal regulations, and prior research. The study underscores several critical aspects. First, it delves into the legal framework provided by Law No. 16 of 2001 for foundation establishment and operation, which is vital as many private madrasahs and educational institutions operate under the aegis of foundations. This framework encompasses prerequisites for founding, organizational structure, financial management, and governance. Second, it examines the impact of the law on private madrasahs' existence, funding, and oversight, addressing whether it has catalyzed their growth or posed unique challenges to them. Third, the research explores the contributions of foundations not only to private madrasahs but also to various primary and secondary educational institutions, focusing on their role in enhancing educational access and quality. Lastly, it identifies the obstacles and challenges faced by foundations and private madrasahs in implementing Law No. 16 of 2001, including financial issues, educator qualifications, and oversight. This research promises to provide a comprehensive understanding of Law No. 16 of 2001's role in the context of primary and secondary education in Indonesia, serving as a foundation for policy enhancements.
Pendidikan Multikultural Pesantren di Indonesia Padli, Erwin
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak berdirinya Indonesia sebagai negara dan bangsa yang berdaulat, sejak itu pula konsep tentang multikultural sudah mulai dibahas. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari “perbedaan-perbedaan”. Perbedaan tersebut tidak akan bertahan lama jika tidak ada wadah yang memberikan pemahaman terkait pentingnya perbedaan dalam kebersamaan. Salah satu wadah yang cukup penting dalam memberikan pemahaman adalah sebuah institusi Pendidikan. Pesantren sebagai institusi Pendidikan terlama di Indonesia hadir dalam rangka memberikan pemahaman keagamaan dan pentingnya kebersamaan dalam perbedaan atau multikulturalisme. Pesantren telah memberikan urgensi Pendidikan multikulturalisme melalui banyak hal, mulai dari proses Pendidikan sampai kepada proses interaksi. Oleh karena itu, tidak mengherankan mengapa kemudian pesantren dianggap sebagai wadah signifikan dalam pendidikan multicultural dan perdamaian Indonesia. Paling tidak terdapat beberapa hal yang menyebabkan itu terjadi, seperti; pesantren melakukan akulturasi budaya bukan asimilasi, mengakui perbedaan, moderat, dan multi disiplin ilmu dan terpadu.
Komunikasi Dan Penyiaran Islam Dalam Pendekatan Budaya: (Analisis Pesan Dakwah dalam Tradisi Maulid Adat Desa Sesait Kayangan Lombok Utara) Muhibin
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat anggapan bahwa globalisasi mengancam dan dapat merusak tatanan kehidupan heterogenitas budaya lokal dengan mengabaikan keragaman dan kearifan lokal untuk menuju pada universalitas. Dalam faktanya memang globalisasi membawa pengaruh pada perubahan dalam diri masyarakat dan lingkungan hidupnya serentak dengan laju perkembangan dunia, sehingga terjadi pula dinamika masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dan faktor-faktor yang terlibat komunikasi dan penyiaran Islam dalam pendekatan budaya dalam tradisi Maulid Adat di Masyarakat Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa alasan, yaitu karena bersifat lebih adaptif ketika berhadapan dengan realitas ganda, metode ini secara langsung mewakili sifat hubungan peneliti-responden. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan digunakan untuk menentukan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Maulid Adat Desa Sesait melalui empat tahapan (hari pertama, melakukan berbagai persiapan, hari kedua, Ritual Merembun dan Memajang ke Kampu Sesait, hari ketiga, Memindahkan Gong Dua ke Berugak, dan hari Ke-empat Bisok Menik (cuci beras). Selanjutnya dirangkai dalam bentuk kegiatan inti yaitu Ritual Maulid Adat dimulai dari Kampu, Memajang Simbol Persamaan Dan Kesetaraan Ummat Manusia, Semetian Meriahkan Maulid Adat, Ritual Bisok Menik, Bisok Menik Sebagai Napak Tilas Sejarah, Ritual Penyembelihan Hewan Kurban, dan Puncak Ritual Maulid Adat. Adapun Faktor-faktor yang terlibat dalam Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam Pendekatan Budaya (Analisis Pesan Dakwah dalam Tradisi Maulid Adat di Masyarakat Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara) yaitu para sesepuh Adat, Pemusungan (Pemerintahan Desa), dan Pemerintah Kabupaten.
Strategi Perempuan dalam Jejaring Politik melalui Area Ekonomi Safitri, Purnami; Adabiyah, Radiyatun
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 8 No. 1 (2024): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v8i1.1217

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul: “Strategi Perempuan dalam Jejaring Politik melalui Area Ekonomi”. Penelitian merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kesadaran perempuan anggota IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Region NTB mengenai partisipasi aktif dalam politik telah terbangun dengan baik. Kesadaran ini tidak saja dikondisikan atau ditransfer oleh IWAPI terhadap anggotanya, namun anggota IWAPI yang secara individu telah memiliki pandangan terhadap pentingnya peran atau partisipasi aktif perempuan dalam politik. 2) Pemetaan politik pada dasarnya sangat bergantung dari kapasitas personal atau individu, baik dari konteks kepemilikan sumber daya dan tingkat pengalaman. Secara formal, IWAPI menegaskan organisasi ini sebagai wadah sosial, non-profit yang memiliki misi pengembangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Oleh karena itu jika pemetaan politik dimaknakan secara organisasional formal melalui IWAPI, maka hal tersebut tidak terjadi. 3) Secara sederhana, IWAPI dapat dikategorikan sebagai organisasi yang dibentuk oleh kelompok strategis untuk menjamin akses terhadap sumber daya tertentu, yang dapat dikatakan sebagai kelompok strategis disini adalah perempuan. Sebagai kelompok strategis, perempuan melalui IWAPI berupaya membangun aliansi dan jejaring sumber daya. Ada dua mode apropriasi yang dijalankan, yakni mode apropriasi personal dan korporat. 4) Strategi yang dijalankan vis a vis dengan kelompok strategis lainnya, misalnya HIPMI dan berupa kerjasama (cooperation). Ini terlihat dari relasi institusional yang sifatnya informal IWAPI dan HIPMI.
The Qur’an In Text, Koteks, Context And Historical Contextual Muaidi; Jumain Azizi
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul artikel ini terinsfirasi dari judul buku The Qur’an In Context (Historical And Literary Investigation Into The Qur’an Milieu eds. oleh Angelika Neuwirth, Nicola Siani dan Michael Marx, sebuah buku yang mengkaji tentang studi al- Qur’an dari sisi sejarah dan sastra dalam al-Qur’an diterbitkan oleh Brill Leiden Boston tahun 2010 terdiri dari 2 part. Setiap part ada yang terdiri dari 12 dan 15 sub part dengan 837 halaman.