cover
Contact Name
Risjunardi Damanik
Contact Email
jpmsm.usi@gmail.com
Phone
+6281263435115
Journal Mail Official
jpmsm.usi@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM - USI) Universitas Simalungun Jl. Sisingamangaraja Pematang Siantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 28096045     DOI : https://doi.org/10.36985
Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI ini dimaksudkan untuk menyebarkan/mempublikasi hasil - hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen maupun mahasiswa maupun kajian implementasi hasil - hasil penelitian dalam rangka peningkatan dan pengembangan produk - produk inovatif untuk masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
Sosialisasi Pemahaman Tentang Sengketa Hak Milik Atas Tanah Kepada Masyarakat Di Kelurahan Sukamakmur Pematangsiantar Christian Daniel Hermes; Nainggolan, Rosita; Sitinjak, Humala; Sitinjak, Imman Yusuf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/91r67q08

Abstract

Fenomena sengketa hak milik sangat besar di masyarakat khususnya di Kelurahan Sukamakmur Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar. Peran Dosen Fakultas Hukum sangat di perlukan untuk memberikan pengetahuan hukum terkait dengan sengketa hak milik atas tanah. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah metode diskusi serta pendampingan hukum bagian keperdataan dengan masyarakat langsung. Hasil yang dicapai dalam program PKM ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat Kelurahan Sukamakmur dalam memahami sengketa hak milik atas tanah melalui peran Lembaga Bantuan Hukum Universitas Simalungun dengan cara penyuluhan hukum dengan mekanisme ceramah, diskusi. Meteri ceramah dan diskusi. Disamping itu kegiatan ini dilakukan agar masyarakat memahami dan mengetahui pentingnya kesadaran hukum. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi. Metode ini digunakan dalam melakukan pemberdayaan kelompok sasaran seperti kelompok masyarakat, pemuda, dan pemerintah Kelurahan
Pengelolaan Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Ekowisata Oleh Kelompok Tani Hutan Di Nagori Sait Buttu Kabupaten Simalungun Simarmata, Marulam MT; Tarigan, Wico J
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/546x7z58

Abstract

Pemanfaatan jasa lingkungan adalah pemanfaatan potensi hutan lindung dengan tidak merusak lingkungan seperti ekowisata, wisata olah raga tantangan, pemanfaatan air dan perdagangan karbon. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk melakukan edukasi kepada kelompok agar dapat mengelola kawasan yang telah diberikan selama 35 tahun dalam rangka peningkatan pendapatan anggota kelompok. Diharapkan KTH Gorbus Nauli memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan kawasan sesuai dengan fungsinya. Literasi pengelolaan hutan bersama rakyat melalui hutan kemasyarakat serta melakukan terobosan dengan lembaga-lembaga pemangku kepentingan untuk tujuan kelompok. Untuk mengatasi persoalan yang dihadapi Kelompok Tani Hutan Gorbus Nauli Nagori Sait Buttu Saribu Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun, maka tim menawarkan beberapa metode pemecahan masalah melalui pendampingan dan diskusi bersama serta studi dengan kelompok-kelompok KTH yang telah memiliki peringkat Mandiri. Pengembangan ekowisata akan berhasil jika seluruh pihak terkait berpedoman pada tiga hal yaitu : area alami harus sesedikit mungkin mengalami sentuhan pembangunan, sebaliknya perlu dikembangkan sesuatu yang alami dan khas daerah setempat; adanya areal wisata yang sudah berkembang tidak boleh mengesampingkan kegiatan konservasi lingkungan yang harus selalu dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan lindung; penduduk lokal atau dalam hal ini anggota kelompok tani HKm - HL harus menjadi penerima pertama manfaat dari kegiatan wisata yang dikembangkan
Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata Nagori Tigaras Munthe, Risma N; Napitu, Resna; Purba, Desmi; Simbolon, Pirma; Simatupang, Pandapotan; Sinaga, Mahaitin H
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/z6294a61

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata Nagori Tigaras. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Nagori Tigaras dalam menjalankan bisnis Desa Wisata. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Nagori Tigaras berjumlah 15 orang. Pendampingan kegiatan ini dilakukan dengan cara ceramah bervariasi dan evaluasi. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep bisnis, macam media, kelebihan dan kekurangan penggunaan media dalam bisnis wisata, keramahtamahan 3S (Senyum, Salam, Sapa), pemberdayaan masyarakat setempat untuk bisnis Homestay dan langkah-langkah pengelolaan bisnis usaha Desa Wisata. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh antusias peserta, pangulu dan dana kegiatan. Adapun kendala yang dihadapi adalah para peserta adalah berfikir bahwa bisnis yang sedang dijalankan sudah baik/ berda pada zona nyaman; Tidak mau pusing; Bingung cara memulai mengembangkan usahanya; Tidak melihat adanya potensi lain yang dapat dikelola dan dikembangkan; Tidak memiliki dukungan; Tidak ada mentor dalam bisnis. Manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan pengabdian ini antara lain dapat meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan
Sosialisasi Literasi Keuangan Dan CBP Rupiah Bagi Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Simalungun Damanik, Darwin; Nadila Erfiyana; Simanjuntak, Roma; Simanjuntak, Melda; Tarigan, Haney Er; Putri Ayu Mai Evi; Marbun, Rully
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/324tq666

Abstract

Pendidikan literasi keuangan pada anak sangat diperlukan untuk mendidik anak agar sadar dan mengerti bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan literasi keuangan dan CBP Rupiah kepada siswa sekolah dasar di Kabupaten Simalungun khususnya di SDN 096135 Rambung Merah Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Metode pelaksanaannya dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan siswa di kelas melalui ceramah, tanya jawab, dan tatap muka. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta dari SDN 096135 Rambung Merah dapat memahami dengan baik tentang literasi keuangan dan CBP Rupiah dan kegiatan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh perguruan tinggi dan pemerintah di Kabupaten Simalungun agar tingkat literasi keuangan dan CBP Rupiah siswa dapat meningkat, karena pendidikan literasi keuangan harus diberikan sedini mungkin kepada anak, terutama anak usia pra sekolah dan sekolah dasar
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Untuk Pengembangan UKM Di Daerah Wisata Tigaras Saragih, Yoan Hendrawan Junpridan; Sipayung, Tuahman; Parinduri, Taufik; Purba, Fariaman; Girsang, Rosita M; Damanik, Yesni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/64v7y513

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata Tigaras. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Tigaras dalam menjalankan usaha Desa Wisata melalui media sosial Instagram. Target audiens kegiatan ini adalah masyarakat Tigaras yang berjumlah 20 orang. Pendampingan kegiatan ini dilakukan melalui berbagai perkuliahan, aplikasi dan evaluasi. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep bisnis, penggunaan media, keuntungan dan kerugian penggunaan media dalam bisnis pariwisata, 3S hospitality (Smile, Greeting, Greet), pemberdayaan masyarakat sekitar untuk bisnis kuliner, Homestay dan langkah-langkah pengelolaan Pariwisata. Bisnis desa melalui media sosial Instagram. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh antusiasme peserta, Pangulu dan dana kegiatan. Kendala yang dihadapi adalah peserta menganggap bahwa usaha yang dijalankan baik/berada di zona nyaman; Bingung bagaimana mengembangkan usahanya; Tidak melihat adanya potensi lain yang dapat dikelola dan dikembangkan; tidak memahami penggunaan media sosial Instagram; Tidak ada mentor dalam bisnis. Manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain meningkatkan jumlah pengunjung wisata
Sosialisasi Perlindungan Hukum Tentang Jual Beli Online Di Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar Silalahi, Johan Alfred Sarades; Kristianto; Purba, Desmi Triyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/1s95e896

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berjudul Sosialisasi Perlindungan Hukum Tentang Jual Beli Online di Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis terkait menganalisis dan mengkaji terkait perlindungan hukum konsumen dalam jual beli online; dan menganalisis bentuk tanggung jawab pelaku usaha apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan yang diperjanjikan. Perlindungan hukum bagi konsumen jual beli diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (selanjutnya disebut UUPK) yang bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dalam perlindungan konsumen. Pasal 1 Ayat (1) UUPK menyebutkan bahwa perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen. Ketidaksesuaian spesifikasi barang yang diterima konsumen atau pembeli dengan barang yang tertera di iklan atau foto barang yang ditawarkan merupakan bentuk pelanggaran/larangan bagi pelaku usaha dalam memperdagangkan barang. Pasal 4 huruf h UUPK menegaskan bahwa apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya, konsumen berhak menerima kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian. Sedangkan berdasarkan Pasal 7 huruf g UUPK, pelaku usaha sendiri wajib memberikan kompensasi, kompensasi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau digunakan tidak sesuai dengan perjanjian
Pengenalan Varietas Inbrida Padi Gogo (Inpago) Melalui Plot Percontohan di Nagori Sigodang Barat Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Purba, Jonner; Irawaty; Marbun, Johnson A; Naibaho, Dameria; Siagian, Jhon Howad; Gultom, Pebriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/f2f26x72

Abstract

West Sigodang Nagori, Panei District, Simalungun Regency, is a nagori whose main livelihood is agriculture. Planting is done on mering land. The existing dry land is planted with food crops such as upland rice and corn, various vegetable crops, plantation crops including coffee, oranges, cocoa etc. Upland rice is a plant that is widely cultivated, the results are for their own needs. Upland rice planted are local varieties such as red sigambiri, white sigambiri, sipala, sironip and the others. Generally varieties have weaknesses such as deep age, low production, easy to fall and other weaknesses. The presence of a new upland rice variety called Inpago is a breakthrough that gives hope for increasing upland rice production. There are many varieties of Inpago that have been released to farmers for planting. From the results of several studies show that Inpago production is quite high. In addition, several Inpago varieties have adapted to land in the low to medium lands so that the distribution of their plantings has become more widespread. The pilot project (Demplot) held in West Sigodang Nagori is a way to introduce several Inpago varieties that have an agro-ecosystem that fits the nagori. In order to provide information about the growth and production of Inpago that is tested, several farmers are included in their cultivation and at harvest time, apart from farmers, local agricultural extension workers are also invited. Based on the yields, the farmers are interested in planting the Inpago Agritan variety and the seeds to be planted from the harvests of this pilot plot
Pelatihan Membanyakan Herbisida Sendiri Untuk Pengurangan Biaya Produksi Petani Girsang, Warlinson; Girsang, Rosmaria; Nainggolan, Olivia J; Manihuruk, Deana; Turnip, Amsal Randy; Girsang, Jondarta; Saragih, Basriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/0z8td526

Abstract

Herbicides are needed by farmers to control weeds in their farming land. Although the price of herbicides is expensive, farmers always try to buy them. The need for working capital to buy herbicides is one of the factors that drives the increase in farm production costs. The initial survey of potential partner farmers illustrates that farmers are familiar with and have used various types of herbicides. However, all farmers in Dusun Bah Bulawan do not know how to make or reproduce herbicides. All farmers depend on buying commercial herbicides from agricultural kiosks, which are relatively expensive and tend to increase from year to year. Based on the situation analysis of partner farmers, a concept was formulated, namely how to make farmers' knowledge change from not knowing to knowing in terms of multiplying herbicides. The strategy of the activities carried out is to organize training. Farmers are equipped with technological knowledge to reproduce their own herbicides. With the skills of being able to reproduce their own herbicides, it is hoped that farmers can save production costs. Because the cost of buying herbicides can be reduced by a significant amount. The general objective of training activities is to help farmers overcome their problems and reduce farm production costs. Meanwhile, the specific objective is to increase the welfare of farmers through savings in farm production costs. Benefits of the activity: the knowledge and skills of farmers will increase, especially the technology for increasing herbicides. While the impact of activities: (a). Farmers gain additional knowledge of technology transfer from universities and create synergistic cooperation between universities and the community. (b). Farmers know more about the use of herbicides as weed control. (c). Farmers' knowledge changed from not knowing to knowledgeable in terms of multiplying herbicides. (d). Farmers are able to multiply their own herbicides to reduce farm production costs. (e). The level of income and welfare of farmers is expected to increase, because production costs for controlling weeds can be saved
Pemanfaatan Digital Content Tiktok dan Buku Kas Berbasis Android Bagi UMKM Anggota CU Hatirongga Saragih, Liharman; Tarigan, Wico Jontarudi; Saragih, Muhammad Kevin Jhody
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/1grw4169

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) face obstacles in financial reporting according to standards, do not know how much pure profit is obtained, lack of understanding of basic knowledge of financial records, lack of understanding of Android-based financial applications, and difficulty in obtaining financing from institutions. The purpose of this community service is to increase understanding of Tiktok Digital Content knowledge in business development and the ability to compile an Android - based cash book. Community service involves MSME actors who are members of the CU Hatirongga Pematangsiantar cooperative as objects of assistance and training. The method used in the training is an online method, indirect face – to - face and mentoring, namely by analyzing and problem solving. Materials for making tiktok accounts and android-based cash books are presented with lectures, training, questions and answers, demonstrations, and online case resolution. The material is made in a simple and attractive way so that the content of tiktok and android-based cashbooks can be understood by MSMEs, members of the CU Hatirongga Pematangsiantar cooperative. Furthermore, the recording process begins with examples of simple transactions that are usually carried out through the SI APIK application, an android application issued by Bank Indonesia. The results of the training and assistance in the creation of tiktok content and cashbooks through this android-based application are expected to run well
Sosialisasi Literasi Keuangan Bagi Anggota Paguyuban Pemandian Alam Sejuk (PAS) di Kabupaten Simalungun Panjaitan, Pawer Darasa; Damanik, Darwin; Tumanggor, Bagudek
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/z8am5q92

Abstract

The development of tourism in Simalungun Regency after the Covid 19 pandemic has started to get excited again, one of the attractions is the Pemandian Alam Sejuk (PAS) in Nagori Mariah Jambi. Paguyuban PAS is the manager of this tourist attraction. The development of this tourism object is still a lot of obstacles, one of which is fundamentally the problem of understanding financial literacy from Paguyuban PAS Members. This community service activity aims to provide understanding and education about the importance of financial literacy and good tourism management for Paguyuban PAS members. Based on the results of activities in the socialization of financial literacy and tourism management for Paguyuban PAS members, it can be concluded that the PAS Paguyuban members have low understanding of financial literacy, PAS Paguyuban members have low understanding in managing tourism objects properly, and the local government is not paying attention to providing infrastructure. and facilities around the PAS tourist area