Articles
363 Documents
Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Kelurahan Aek Parmbunan Kota Sibolga
Elisa;
Ainun Mardiyah;
Happy Sri Rezeki;
Pohan, Heni Mulyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/em064212
Permasalahan sampah terjadi hampir di seluruh tempat di dunia yang diakibatkan oleh kegiatan produksi dan konsumsi yang dilakukan oleh manusia. Penerapan konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle) dapat mengurangi volume sampah dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sampah organik dapat dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos, pakan ternak, hingga menjadi biogas. Sedangkan sampah non organik dapat didaur ulang atau dijadikan bahan untuk kerajinan. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan guna memberikan pemahaman untuk mengelola dan mengolah sampah dengan baik. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang dilaksanakan meliputi pembuatan media berupa brosur, pamflet, dan poster tentang pengelolaan sampah dan memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat, mengajak masyarakat memilah sampah ke dalam beberapa jenis sampah, dan penyediaan tempat sampah yang berbeda untuk sampah organik dan non-organik yang diserahkan kepada ketua kelompok. Dari kegiatan yang dilakukan bersama warga di Kelurahan Aek Parombunan mendapatkan hasil bahwa edukasi pemilahan sampah sangat diperlukan dan kesadaran mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pemberian sarana tempat sampah yang dapat memisahkan sampah organik dan non-organik mampu menimbulkan kebiasaan memilah sampah dan membangun kesadaran memproses pengolahan sampah organik
PKM Mahasiswa Kkn: Edukasi Bagi Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Kota Sibolga
Nur Sahara;
Ginting, Nurmaini;
Fatma Suryani;
Melvariani Syari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/eyas8020
Lingkungan yang bersih adalah gaya hidup sehat. Kesadaran akan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat sangat penting baik bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Sampah merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan. Oleh karena itu program kerja ini mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan khususnya membuang sampah di kawasan Pasar Rakyat Kecamatan Pankyuran Dewa agar terlihat bersih dan terhindar dari kotoran dan penyakit PKM merupakan salah satu bentuk pengamalan Tridharma di perguruan tinggi. Sebagai salah satu bentuk kegiatan PKM, merupakan kegiatan dimana mahasiswa melaksanakan suatu program yang disusun sesuai dengan situasi di tempat mereka melakukan kegiatan KKN. Desa Pankyuran Dewa di Kota Sibolga merupakan salah satu kawasan yang dilaksanakan proyek dari awal hingga akhir untuk menjamin kebersihan lingkungan di kawasan Pankyuran Dewa. Hal ini membuktikan respon pemerintah dan warga sangat positif, dan warga juga mengikuti arahan
Edukasi Dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik Dan Anorganik Masyarakat Kelurahan Pancuran Kerambil Sibolga
Siregar, Yulia Anita;
Fitriani;
Vitria Larseman Dela;
Lubis, Ainun Mardiyah;
Harahap, Eli Marlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/849sjh66
Keberadaan sampah menimbulkan masalah baru yang terjadi di lingkungan masyarakat karena sistem pengelolaan limbah/sampah yang tidak baik dan tidak memiliki adanya pengetahuan yang baik di dalam masyarakat itu sendiri. Hal ini juga lah yang dialami dan terjadi di kelurahan Pancuran Kerambil Kota Sibolga akibat dari minimnya pengetahuan masyarakat. Keadaan fasilitas pendukung yang tidak sesuai standar dan tidak memenuhi indikator untuk mendukung kebersihan yang seharunya tidak memadai dan juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah. Maka penting untuk menumbuhkan kepedulian warga agar tidak sembarang membuang sampah serta mengedukasi bagaimana memilah sampah. Bermula dari permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan solusi melalui edukasi pentingnya menjaga kebersihan, memilih dan membedakan sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan olahan sampah tersebut sehingga memiliki nilai ekonomis. Bentuk nyata kegiatan ini berupa bantuan penyediaan fasilitas tempat sampah yang terpilah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah edukasi melalu tahapan sosialiasi, perijinan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini warga masyarakat menjadi peduli terhadap pentingnya menjaga kebersihan, adanya peningkatan pemahaman pemilahan sampah secara mandiri serta pengetahuan akan manfaatnya. Selain itu, masyarakat Pecalongan juga dapat mengetahui manfaat pengolahan sampah dengan cara 3R yaitu : Reduce, Reuse, Recycle
Penyuluhan Tentang Penghijauan Di Halaman Rumah Kepada Kumpulan Bapak - Bapak Di Lingkungan - Santo Thomas Pasar Vi Padang Bulan Medan
Sembiring, Jesayas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/0eyspz61
Saat ini dapat kita rasakan suhu bumi semakain meningkat. Meningkatnya suhu bumi disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfir. Meningkanya gas karbon dioksida CO2 di atmosfir disebabkan oleh produksi gas rumah kaca meningkat dan pembakaran bahan bakar fosil juga bertambah. Salah satu usaha untuk mengurangi meningkatnya suhu bumi adalah mengurangi konsumsi pembakaran bahan bakar fosil, minyak, gas alam dan batu bara yang menyebabkan polusi udara atau hadirnya emisi karbon dioksida ke udara. Salah satu usaha untuk mengurangi emisi gas CO2 di udara dan untuk memperoleh keamanan dan kenyamanan hidup mahluk hidup dimasa yang akan datang, maka dianjurkan kepada kita seluruh umat manusia dan secara khusus kepada Anggota Kumpulan Bapak-Bapak Lingkungan Santo Thomas Pasar VI Padang Bulan Medan, agar menanam tanaman hijau di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing. Dengan menanam pokok kayu di depan rumah tanaman hijau dapat memproduksi oksigen dan menjadikan ruangan rumah lebih segar dan sejuk
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Jemaat Gmi Banuh Raya Melalui Budidaya Lada Perdu
Sitinjak, Wahyunita;
Sihaloho, Arvita Netti;
Sitinjak, Imman Yusuf;
Sitinjak, Humala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/rhmjnf16
Tujuan pengabdian memberikan pembelajaran untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat sekitar Desa Banuh Raya, Kecamatan Simalungun dengan mengajak prospek budidaya lada perdu. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan dari bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2024 di GMI Banuh Raya, Kabupaten Simalungun Cara pembudidayaan lada perdu ini memang cukup mudah. Cocok ditanam pada pekarangan yang sempit ataupun lahan terbatas. Budidaya lada perdu dapat juga ditanam pada pot ataupun polyback. Prospek dari budidaya lada perdu memang dapat dikatakan bagus dan cerah. Sehingga bisnis budidaya lada perdu ini bisa dijadikan pilihan bisnis yang menjanjikan. Hanya saja belum populer bagi masyarakat umum atau belum sepenuhnya di kenal masyarakat karena kurangnya informasi yang di dapatkan oleh masyarakat itu sendiri. Lada perdu bisa menjadi solusi mengatasi keterbatasan lahan di daerah perkotaan. Sebab lada perdu dapat ditanam di pot atau polybag diteras rumah atau pekarangan. Dengan jarak tanam 1 m x 2 m populasi lada perdu bisa mencapai 5.000 pokok per hektar lahan. Mengingat cara budidaya lada perdu tidak terlalu sulit dan dapat ditanam dipekarangan rumah, di pot dan polyback maka sangat layak dikembangkan di daerah perkotaan sebagai salah satu alternatif usaha penambahan sumber pendapatan keluarga bagi masyarakat. Metode yang dilakukan dengan: Survei, Perencanaan Program, Formulasi Rencana Aksi, Implementasi Program, Evaluasi. Hasil kegiatan ini disambut baik dan sangat direspon oleh kelompok sasaran yaitu masyarakat di sekitar. Sampai saat ini semua bibit lada yang dibagikan kepada kelompok sasaran tumbuh dengan baik dan dirawat oleh masyarakat yang bersangkutan. Demikian juga tidak ada kendala dan masalah yang ditemui sepanjang proses pelaksanaan kegiatan
Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Peserta Didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun Pematangsiantar
Napitu, Ulung;
Corry;
Sihaloho, Bongguk;
Harianja, Tuangkus;
Ease Aren;
Nasution, Tuty Ariani;
Saragih, Rosmery;
Napitu, Hasian;
Sinaga, Rosdiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/r25bjn07
Kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba pada SMIP Yayasan USI Pematang siantar bertujuan agar peserta didik dapat memahami dampak yang timbul dari penggunaan narkoba ( fisik, psikis maupun sosial ekonomi). Sosialisasi ini menggunakan metode partisipatif, ceramah dan diskusi. kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 14 april 2023 dengan jumlah peserta sosialisasi terdiri dari 25 orang peserta didik dan 10 orang guru yang berlokasi di aula SMIP Yayasan. Melalui kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik tentang jenis - jenis narkotika, dampak penyalahgunaan narkoba dari aspek fisik, psikis, pendidikan, sosial dan ekonomi serta cara pencegahan dan penanggulangannya. Kegiatan sosialisasi ini bermanfaat membentengi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa khususnya peserta didik SMIP Yayasan USI dari bahaya penyalahgunaan narkoba
Penyuluhan Hukum Dan Penanaman Pohon Untuk Konservasi Di Desa Sei Nagalawan, Perbaungan
Meylida Nurrachmania;
Rozalina;
Triastuti;
Damanik, Sarintan E;
Simarmata, Marulam MT
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/0tba5n98
Kegiatan penyuluhan hukum dan penanaman pohon untuk konservasi Pantai Mangrove Desa Sei Nagalawan Perbangungan Kabupaten Serdang Bedagai ini diharapkan dapat menjadi agen pembangunan guna “menularkan” pengetahuan tentang peranan masyarakat dalam rangka pelestarian lingkungan serta arti penting lingkungan hidup bagi kehidupan manusia. Pencegahan terhadap pengrusakan lingkungan tidak hanya cukup dengan dilakukan menerapkan undang - undang termasuk penerapan sanksi pidana oleh karena masyarakat tersebut secara kultural telah terikat dengan pola-pola pemanfaatan hutan yang sejak lama mereka lakukan dan berlangsung secara turun temurun. Peserta sosialisasi memiliki peranan dalam rangka pelestarian lingkungan serta arti penting lingkungan hidup bagi kehidupan manusia
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Sebbagai Pupuk Organik Bagi Tanaman Pada Kelompok Ibu Dharma Wanita Dinas PU Kabupaten Simalungun
Silaban, Winarto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/t1m06643
Minyak goreng memiliki batas pemakaian untuk dapat dikategorikan sehat. Minyak goreng biasanya dapat digunakan 3 - 4 kali penggorengan. Semakin banyak pengulangan penggunaan minyak goreng, maka potensi asam lemak jenuhnya akan semakin tinggi dan warnanyaakan berubah menjadi lebih pekat. Adanya pemanasan pada suhu tinggi yang lama dan berulang dapat menghasilkan senyawa peroksida yang berbahaya bagi kesehatan. Minyak yang sudah digunakan berulang kali tersebut dapat dikatakan sudah rusak dan kurang baik dikonsumsi karena dapat mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyakit. Pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi pupuk organik menjadi awal yang baik bagi Kelompok Ibu Dharma Wanita Dinas PU Kabupaten Simalungun. Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim membuka wawasan ibu - ibu dalam meminimalisir produksi sampah, khususnya minyak goreng bekas, dan member gambaran tentang potensi daur ulang sampah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari
Pemanfaatan Nasi Basi Dan Kulit Buah Nanas Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)
Paranita Asnur;
Ratih Kurniasih;
Inti Mulyo Arti;
Evan Purnma Ramdan;
Fitri Yulianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/rg792q68
Limbah nasi basi dan kulit buah nanas melimpah setiap hari dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dan dibuang dengan percuma menjadi limbah rumah tangga dan limbah pasar, berkontribusi sebagai penyumbang polusi pada lingkungan. Nasi basi dan kulit buah nanas termasuk bahan organik yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Tim pengabdian kepada masyarakat memberikan penyuluhan, berbagi ilmu dan pengetahuan teknologi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari nasi basi dan kulit buah nanas di lingkungan RT 03 RW 14 Taman Pagelaran desa Padasuka, Kabupaten Bogor. Hasil kegiatan berupa produk pupuk organik cair nasi basi dan kulit buah nanas, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dari mulai persiapan bahan hingga penggunaan pupuk organik cair pada tanaman di pekarangan di sekitar rumah warga. Pembuatan pupuk organik cair yang konsisten dan sesuai standar, mendukung upaya pemeritah dalam mengurangi limbah rumah tangga dan pasar. Selain itu, penggunaan pupuk rumahan juga menghasilkan nilai ekonomi hingga menambah pendapatan masyarakat dan menstabilkan kesuburan tanah pada pertanian urban
Penyuluhan Tentang Manfaat Mengkonsumsi Yoghurt Dan Cara Pembuatannya Guna Mendorong Ekonomi Serta Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Sukamakmur Pemataangsiantar
Sinaga, Dian Perayanti;
Damanik, Risjunardi;
Siboro, Thiur Dianti;
Purba, Sumarny Tridelpina;
Saragih, Marlindoaman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36985/p09k8653
Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kelurahan Sukamakmur Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematang Siantar ini berupa penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi yoghurt, kandungan dan metode Pembuatan yoghurt dengan menggunakan metode sederhana dan biaya yang relatif terjangkau. Kegiatan penyuluhan pembuatan yoghurt ini dilakukan untuk meningkatkan konsumsi makanan bergiji bagi masyarakat, khusunya berbahan susu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi yoghurt dan memberikan keterampilan baru untuk membuat yoghurt sendiri yang lebih terjangkau dan disukai. Respon Masyarakat Kelurahan Sukamakmur khususnya para ibu PKK terhadap penyuluhan ini cukup tinggi, ditunjukkan dengan angka kehadiran 80 % dari jumlah undangan. Pemahaman masyarakat terhadap pentingnya dan kandungan yoghurt serta cara pembuatan yoghurt yang benar menggunakan metode sederhana dan murah ini ditanggapi dengan sangat antusias oleh para ibu PKK. Hal ini ditunjukkan dengan dijadikannya pelatihan pembuatan yoghurt sebagai salah satu agenda kegiatan PKK di lingkungan kelurahan Sukamakmur