cover
Contact Name
Muhammad Syahwal
Contact Email
muhammadsyahwal@karyakesehatan.ac.id
Phone
+6282188954899
Journal Mail Official
ojs.k2jce@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution No. 89 G Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement
ISSN : -     EISSN : 29648998     DOI : https://doi.org/10.46233/k2jce.v1i01
Core Subject : Health,
Wadah publikasi karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat khususnya dibidang kesehatan. Artikel yang diterbitkan di Karya Kesehatan Journal of Community Engagement melalui proses peer-review double-blind . Dengan demikian, keputusan diterima atau tidaknya artikel yang disajikan menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi peer reviewer. Harap penulis membaca dan memahami pedoman penulisan, naskah yang tidak sesuai dengan pedoman jurnal akan ditolak oleh tim redaksi sebelum ditinjau. Tim redaksi hanya akan menerima naskah yang memenuhi persyaratan format yang telah ditentukan.
Articles 69 Documents
Edukasi Pencegahan Infertilitas Untuk Meningkatkan Kesiapan Kehamilan Calon Pengantin Lukmi Wulandari; Pipit Sri Estuning; Rizki Sakinah Dewi
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1701

Abstract

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesiapan pasangan dalam memiliki keturunan. Rendahnya pengetahuan calon pengantin terkait kesehatan prakonsepsi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan kehamilan calon pengantin melalui edukasi pencegahan infertilitas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di KUA Kecamatan Sidoarjo dengan melibatkan 40 calon pengantin menggunakan metode edukasi prakonsepsi. Tahapan kegiatan meliputi pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal, pemberian materi menggunakan booklet disertai diskusi interaktif, serta post-test untuk menilai perubahan setelah intervensi. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, dimana sebelum edukasi sebagian besar peserta berada pada kategori cukup (70%) dan kurang (30%), kemudian setelah edukasi meningkat menjadi kategori baik (90%). Selain itu, kesiapan kehamilan juga mengalami peningkatan dari mayoritas belum siap (70%) menjadi siap (65%). Dengan demikian, edukasi prakonsepsi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan calon pengantin dalam menghadapi kehamilan.
Pendidikan Kesehatan Pencegahan Kanker Serviks Melalui Media Sosial Bagi Perempuan di Depok, Indonesia Agustini Liviana Dwi Rahmawati; Dana Prayoga Irawan; Iba Supra Saba; Gusrina Komara Putri; Haslindar Hatta
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1702

Abstract

Cervical cancer remains a preventable women’s reproductive health issue through increased knowledge, early detection, HPV vaccination, and access to credible health information. Social media has the potential to serve as a health promotion tool because it is easily accessible and widely used by the public. This community service activity aims to improve women’s knowledge about cervical cancer and introduce the use of social media as a reliable source of reproductive health information. The activity was conducted in Kemirimuka Urban Village, Beji Subdistrict, Depok City, West Java, involving 30 women as participants. The method used was community-based health education with a single-group pre-test and post-test design. The intervention was conducted over five hours through health education sessions, screening of educational videos, interactive discussions, and an introduction to using social media to obtain valid health information. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding cervical cancer following the intervention (Z = -4.115; p < 0.001). However, there were no significant changes in social media usage (Z = -0.769; p = 0.442) or knowledge of cervical cancer prevention (Z = -1.254; p = 0.210). These findings indicate that brief community-based education effectively improves general knowledge about cervical cancer, but is not yet sufficient to change social media usage and specific knowledge regarding prevention. Future programs should be supplemented with ongoing digital reinforcement and more practical prevention materials.
Edukasi K3 untuk Meningkatkan Kesadaran Risiko pada Nelayan Penyelam Tradisional Arfiyan Sukmadi; Ida Mardhiah Afrini
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1703

Abstract

Nelayan penyelam tradisional merupakan kelompok pekerja dengan risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan akibat aktivitas penyelaman yang tidak aman. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran risiko menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku keselamatan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran risiko nelayan penyelam melalui edukasi keselamatan dan kesehatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dengan desain pre-test dan post-test yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 57 nelayan penyelam tradisional di wilayah pesisir Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, serta media visual berupa leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan, serta observasi partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator, meliputi pemahaman risiko penyelaman, gejala penyakit dekompresi, penggunaan alat keselamatan, dan upaya pencegahan. Edukasi yang diberikan juga meningkatkan kesadaran risiko dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan. Dengan demikian, edukasi keselamatan dan kesehatan kerja dapat menjadi strategi awal yang efektif dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan keselamatan kerja nelayan penyelam.
Pemberdayaan Klub Lansia Melalui Senam Prolanis di Desa Sebotok Harmili Harmili
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1704

Abstract

Penyakit degeneratif atau lebih sering disebut penyakit kronis merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian nasional maupun global pada saat ini. Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kronia agar tidak terus menerus meningkat, pemerintah Indonesia membuat program pengelolaan penyakit kronis atau yang disebut dengan PROLANIS. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pengelolaan penyakit kronik adalah melalui senam prolanis. Tujuan: Mengetahui proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dengan melaksanakan senam prolanis bagi lansia guna pencegahan penyakit kronis. Tahapan metode: 1) Tim melakukan koordinasi pada elemen masyarakat terkait waktu dan tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian, 2) Melakukan pemeriksaan tekanan darah, 3) Penyuluhan/sosialisasi dilakukan pada lansia terkait masalah penyakit kronik hipertensi dan diabetes, 4) Penyuluhan/sosialisasi dilakukan dengan penyampaian materi dan diselingi tanya jawab dari peserta, 5) Melakukan senam prolanis pada lansia. Sasaran adalah lansia sebanyak 15 orang. Kegiatan dilakukan pada 5Mei 2026 di Desa Sebotok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipatif aktif lansia 100% dimana sesi edukatif terbukti meningkatkan keterlibatan peserta secara signifikan dalam sesi diskusi. Pada sesi aktivitas fisik 100% peserta mampu mendemonstrasikan gerakan senam Prolanis dengan tepat. Selain itu, peserta menyampaikan adanya kenyaman pada kondisi badan. Pemeriksaan tanda-tanda vital dalam kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin.
Pengendalian Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Senam Hipertensi di Puskesmas Suwawa Erwin Purwanto; Nur Fitriah Jumatrin; Yulianti Tuki; Nurmila S Djakaria
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1706

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan utama bagi kelompok lanjut usia (lansia) karena risiko komplikasi kardiovaskular yang tinggi. Di Provinsi Gorontalo, prevalensi hipertensi pada lansia usia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 65% hingga 70%. Angka yang signifikan ini menunjukkan perlunya intervensi non-farmakologis yang berkelanjutan dan mudah diakses di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengendalikan tekanan darah, meningkatkan kebugaran fisik, serta memperbaiki kualitas hidup lansia melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa senam hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Suwawa dengan melibatkan 15 orang lansia sebagai partisipan. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi kesehatan dan praktik senam hipertensi yang terdiri dari gerakan aerobik ringan. Gerakan dirancang khusus agar tidak memberatkan sistem kardiovaskular namun tetap memberikan stimulus fisiologis yang optimal. Tekanan darah partisipan diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi untuk melihat efektivitas kegiatan. Pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya respons positif dari partisipan. Hasil evaluasi mencatat adanya penurunan rata-rata tekanan darah pada seluruh partisipan setelah melakukan senam hipertensi dibandingkan dengan kondisi sebelum intervensi. Selain dampak fisiologis, kegiatan kelompok ini juga meningkatkan interaksi sosial antar lansia. Terapi Aktivitas Kelompok melalui senam hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah lansia. Program ini disarankan untuk diterapkan secara rutin sebagai bagian dari manajemen kesehatan mandiri di komunitas
Kelas Persiapan Menyusui sebagai Intervensi Edukasi berbasis Paternal Support untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Keterlibatan Ayah dalam Periode Laktasi Fredlina Rossa Balindra; Lukmi Wulandari; Titik Suhartini
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1707

Abstract

Pemberian air susu ibu merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, namun keberhasilannya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya keterlibatan suami dalam mendukung proses menyusui. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap keterlibatan suami dalam persiapan menyusui melalui program kelas persiapan menyusui. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan desain one group pre-test dan post-test yang bertujuan untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap suami setelah diberikan edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dengan melibatkan 20 suami dari ibu hamil sebagai peserta. Intervensi dilakukan melalui edukasi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi praktik menyusui. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap keterlibatan suami sebelum dan setelah edukasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan perubahan skor. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari kategori kurang sebesar 50% dan cukup sebesar 40% menjadi 100% kategori baik, serta perubahan sikap dari dominan negatif sebesar 85% menjadi 100% positif setelah intervensi. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi persiapan menyusui efektif dalam meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif suami dalam mendukung ibu menyusui. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan suami sebagai bagian dari upaya keberhasilan pemberian ASI dan peningkatan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Edukasi Teknik Penyelaman yang Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Pembuluh Darah dan Jantung pada Penyelam Tradisional di Desa Bajo Indah Kec. Soropia Nurfantri Nurfantri; Muhaimin Saranani; Dali Dali; Rundu Rundu
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1714

Abstract

Aktivitas penyelaman tradisional merupakan mata pencaharian utama bagi masyarakat pesisir, namun praktik yang tidak sesuai standar keselamatan berisiko tinggi menyebabkan gangguan pembuluh darah dan jantung, seperti penyakit dekompresi dan barotrauma. Minimnya pengetahuan tentang teknik penyelaman yang aman serta terbatasnya akses pelayanan kesehatan di daerah pesisir memperburuk kondisi ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penyelam tradisional tentang teknik penyelaman yang sehat sebagai upaya pencegahan gangguan pembuluh darah dan jantung di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan penutup (post-test dan evaluasi). Peserta berjumlah 30 orang nelayan tradisional yang melakukan penyelaman aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang (63%), namun setelah penyuluhan terjadi peningkatan jumlah peserta yang memiliki pengetahuan cukup (40% ) dan baik (50%). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab dan aktif berbagi pengalaman terkait keluhan dekompresi yang sering dialami serta metode tradisional yang mereka lakukan. Simpulan terjadinya peningkatan pengetahuan tentang teknik penyelaman yang sehat setelah diberikan penyuluhan. Disarankan perlunya tindak lanjut berupa kerja sama lintas program dengan puskesmas serta lintas sektor untuk fasilitasi metode penangkapan yang lebih aman.
Skrining, Edukasi Dan Manajemen Gangguan Menstruasi Pada Remaja Putri di Desa Pangan Jaya Dwi Purnama; Reni devianti; Nurfantri Nurfantri; Lilin Rosyanti
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1718

Abstract

Gangguan menstruasi, khususnya dismenore (nyeri haid), merupakan keluhan kesehatani yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas harian serta konsentrasi belajar. Kurangnya informasi ilmiah membuat banyak remaja belum mampu melakukan penanganan mandiri secara tepat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) ini bertujuan untuk mendeteksi keluhan reproduksi dini, meningkatkan pengetahuan, serta melatih keterampilan remaja putri dalam mengelola gangguan menstruasi secara mandiri non-farmakologis. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Desa Pangan Jaya dengan sasaran remaja putri. Pendekatan intervensi melalui skrining menstruasi dan edukasi mestruasi, gangguan mentruasi serta manajemen nyeri mentruasi melalui penyuluhan interaktif. Evaluasi peningkatan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Hasil skrining menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami dismenore primer derajat ringan yaitu 40% hingga sedang yaitu 35%. Pasca-intervensi, terjadi peningkatan berarti pada skor pengetahuan remaja putri dari pengetahuan kurang yaitu 75% menjadi pengetahuan baik yaitu 60% Kesimpulan: Kegiatan skrining, edukasi, dan manajemen ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan dan kapasitas remaja putri di Desa Pangan Jaya dalam menghadapi gangguan menstruasi secara mandiri. Pemerintah desa dan kader disarankan untuk mengintegrasikan kegiatan ini ke dalam program Posyandu Remaja secara berkelanjutan.
Mewujudkan Desa Pesisir Sehat: Edukasi Praktik Pengolahan Herbal Fungsional Berbasis Pekarangan di Kecamatan Abeli Waode Syahrani Hajri Rasjid; Jamaluddin Jamaluddin; La Rangki, Rangki; Sukurni Sukurni; Arfiyan Sukmadi; Ida Mardhiah Afrini Kasman Arifin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1720

Abstract

. Pemanfaatan tanaman herbal berbasis pekarangan rumah merupakan salah satu strategi yang berpotensi mendukung promosi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat. Namun, pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat pesisir masih terbatas pada penggunaan sebagai bumbu dapur dan belum banyak dikembangkan menjadi produk herbal fungsional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan herbal fungsional berbasis pekarangan rumah melalui edukasi dan praktik pengolahan herbal. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Abeli dengan melibatkan 24 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pengolahan minuman herbal berbahan jahe dan serai, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 61,8 menjadi 86,5 dalam membudidayakan, mengolah, dan memanfaatkan herbal fungsional. Peserta juga mampu mengolah minuman herbal jahe-serai secara mandiri dan menunjukkan minat yang lebih tinggi untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman herbal keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memanfaatkan tanaman herbal sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga dan mewujudkan desa pesisir yang lebih sehat