cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 20 Documents clear
Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Melalui PIK-R Supiana, Nia; Rizqulloh, Lutfiyah; Syaifudin, Achmad; Wulandari, RR. Catur Leny
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23022

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja menjadi isu krusial dengan prevalensi tertinggi pada usia 17-18 tahun. Kota Semarang, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2023, terdapat sekitar 8,5% remaja usia sekolah yang mengalami gangguan mental emosional. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang hanya 6,7%. Penelitian ini bertujuan merekomendasikan intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental remaja di Kota Semarang. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 258 siswa SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Instrumen yang digunakan adalah Self Reporting Questionnaire (SRQ) dari WHO untuk skrining gangguan kejiwaan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Usia 16-18 tahun merupakan fase kritis perkembangan remaja. Remaja perempuan menunjukkan gejala gangguan mental emosional lebih tinggi (61,2%) dibandingkan laki-laki. Gejala tersering adalah kelelahan sepanjang waktu (90,5%), diikuti kesulitan pengambilan keputusan (70,7%) dan sakit kepala (68,1%). Kesimpulan: Tingginya prevalensi gangguan mental, terutama pada remaja perempuan, menunjukkan perlunya intervensi berbasis sekolah. Pendirian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang, bekerja sama dengan BKKBN, direkomendasikan sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah kesehatan mental siswa.
Pengaruh Faktor Individu, Sosial, Ekonomi dan Lingkungan terhadap Pemilihan Makanan Sehat pada Siswa SMA N 1 Polokarto, Sukoharjo Palupi, Fitria Hayu; Sulistyorini , Etik; Handayani , Sri; Ropitasari
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23234

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan makanan sehat pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, seperti faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Remaja cenderung mengikuti tren dan pengaruh teman sebaya dalam menentukan pola makan, sehingga pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan makanan sehat sangat penting, khususnya pada masa transisi menuju kedewasaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap pemilihan makanan sehat di kalangan siswa SMA N 1 Polokarto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi seluruh siswa di SMA N 1 Polokarto sejumlah 500 siswa, sampel dengan aksidental sampling 78 siswa dengan kriteria inklusi siswa aktif kelas X,XI,XII dan bersedia mengisi kuesioner, berusia 14-19 tahun, sedangkan kriteria eksklusi adalah tidak bersedia menjadi responden, mengisi kuesioner secara tidak lengkap dengan uji statistik regresi linear ganda. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner terstruktur berdasarkan variabel independen faktor individu, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor lingkungan dan variabel dependen pemilihan makanan sehat yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil: Mayoritas responden berada pada kelompok usia 16–17 tahun (59 siswa), disusul usia 14–15 tahun (18 siswa), dan hanya satu siswa berusia 18–19 tahun. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R sebesar 0,814 dan R square sebesar 0,663, artinya 66,3% variasi pemilihan makanan sehat dijelaskan oleh keempat faktor tersebut. Nilai F sebesar 35,924 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa model regresi sangat signifikan. Estimasi standard error sebesar 4,448 menunjukkan tingkat kesalahan prediksi model yang relatif rendah. Secara spesifik, faktor individu memiliki pengaruh positif yang signifikan (p = 0,023), faktor sosial memiliki pengaruh negatif yang signifikan (p = 0,017), faktor ekonomi memiliki pengaruh positif yang sangat signifikan (p = 0,001), dan faktor lingkungan juga memiliki pengaruh positif yang signifikan (p = 0,027). Analisis juga menunjukkan bahwa siswa perempuan, sebagai mayoritas responden, cenderung memiliki kesadaran gizi lebih tinggi dan lebih selektif dalam memilih makanan sehat dibandingkan siswa laki-laki. Kesimpulan: Faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan makanan sehat di kalangan siswa SMA N 1 Polokarto. Faktor individu dan ekonomi berperan positif dalam mendorong pola makan sehat, sementara faktor sosial justru menjadi hambatan. Faktor lingkungan, seperti kebijakan sekolah dan akses terhadap makanan sehat, turut berkontribusi terhadap pembentukan kebiasaan makan sehat. Hasil ini memberikan dasar penting bagi pengembangan strategi intervensi gizi berbasis sekolah dan komunitas yang mempertimbangkan keberagaman faktor yang memengaruhi perilaku makan remaja.
Penerapan Panduan Gizi Seimbang dan Kantin/Jajanan Sehat di Sekolah Dasar Kecamatan Tembalang Kota Semarang Solihin; Pambayun, Galih Pria Pambayun; Murniati; Sukendro, Sulur Joyo Sukendro
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23966

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah merupakan generasi bangsa yang akan mengambil peran penting di masa depan. Oleh karena itu, pertumbuhan dan perkembangannya masih membutuhkan pangan yang cukup dengan kandungan gizi seimbang. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dibutuhkan bagi anak yang tidak atau kurang sarapan dan tidak membawa bekal. Kontribusi zat gizi PJAS terhadap pemenuhan kecukupan gizi harian sebaiknya berkisar antara 15-20%. Tujuan penelitian untuk menganalisis Penerapan Panduan Gizi Seimbang Dan Kantin/Jajanan Sehat Di Sekolah Dasar Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode : Desain penelitian kuantitatif dengan Pos-ttest Design berupa observasi/pengamatan pada subyek penelitian. Sampel dalam penelitian ini  adalah 38 sekolah dasar di Kecamatan Tembalang Kota Semarang dengan teknik total populasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen tertulis sekolah terhadap penyediaan makanan sehat yang belum menerapkannya yaitu 91.4%, pembentukan tim pengawas pangan jajanan di sekolah 85.7%, sarana dan prasarana di kantin belum memadai dan dipelihara dengan baik 90% penjamah dalam keadaan bersih dan keamanan Pangan dengan standar terendah 30% keamanan pangan. Kesimpulan : Belum sepenuhnya menerapkan standar kantin sehat, seperti kebersihan dapur, penyajian makanan yang tertutup, dan komitmen tertulis untuk menyediakan makanan sehat.
Indeks Masa Tubuh dengan Tekanan Darah Pasien Dewasa di Klinik Trikarya Bandungan Periode Januari-Februari 2025 Khasanah, Amelia Fitra; Firdhausy, Hima Sakina; Nisak, Zahrotun; Rahayu, Sri Ratna
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.30271

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dan obesitas yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan tekanan darah pada pasien dewasa di Klinik Trikarya Bandungan periode Januari–Februari 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan analisis data rekam medis. Sebanyak 2176 pasien usia ≥18 tahun dengan data lengkap mengenai IMT dan tekanan darah diikutsertakan. Pasien dengan data tidak lengkap, kehamilan, serta kondisi medis yang dapat memengaruhi tekanan darah seperti penyakit ginjal kronis, gangguan endokrin, dan penyakit kardiovaskular tertentu dikecualikan. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (65,4%) dan berada pada kelompok usia dewasa akhir (48,6%). Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif signifikan antara IMT dan tekanan darah sistolik (r = 0,196; p = 0,000) serta tekanan darah diastolik (r = 0,222; p = 0,000). Meskipun kekuatan hubungan lemah, arah korelasi menunjukkan bahwa peningkatan IMT cenderung diikuti peningkatan tekanan darah. Kesimpulan: IMT berhubungan positif dan signifikan dengan tekanan darah pada pasien dewasa, meskipun dengan kekuatan korelasi yang lemah. Pengendalian IMT tetap penting dalam upaya pencegahan hipertensi.
Determinants of Stunting among Children Aged 0-59 Months in Gunungpati District, Semarang City Ardhana, Syarifah Kamalia Putri; Fauzi , Lukman
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.31914

Abstract

Background: Stunting, a consequence of chronic malnutrition, is a growth disorder causing children to be too short for their age. This study aimed to identify family and environmental variables that determine stunting in children aged 0–59 months in Gunungpati District, Semarang City, in 2022. Methods: This observational analytic study using a case-control design with 45 cases and 45 controls, selected by simple random sampling. Independent variables assessed were maternal age, birth spacing, number of children in the family, drinking water source, and latrine condition, all derived from secondary data. Data were analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) methods. Results: Bivariate analysis yielded significant associations for maternal age (p= 0.002) and number of children in the family (p= 0.003). Birth spacing (p= 0.168), drinking water source (p= 1.000), and latrine conditions (p= 0.806) were not statistically significant. Multivariate analysis indicated that the two most significant determinants of stunting incidence were maternal age OR= 4.429 (95% CI: 1.829–10.726) and number of children in the family OR= 4.000 (95% CI: 1.665–9.610). Conclusion: Maternal age and number of children in the family are proven determinants associated with stunting incidence, with maternal age being the most influential determinant.
Hubungan Kualitas Tidur terhadap Parameter Adipositas pada Lansia di Panti Jompo Ramadiani, Fania Rizky; Dimarti , Safira Chairani; Hanifa , Kartika Chandra; Kurniawan , Putri Novitasari Denna; Azzahra , Nuur Maryam
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.31993

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur berperan penting dalam menjaga metabolism dan keseimbangan fisiologis tubuh, terutama pada lansia. Kualitas tidur yang buruk merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi terhadap peningkatan adipositas dan gangguan metabolik. Lansia yang bertempat tinggal di panti jompo lebih rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan fisiologis pada lansia dan faktor lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur terhadap indikator adipositas, meliputi indeks massa tubuh (IMT), indeks lemak viseral, dan persentase lemak tubuh pada lansia penghuni panti jompo di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 81 lansia dari tiga panti jompo. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan parameter adipositas diukur melalui bioelectrical impedance analysis (BIA). Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini adalah lansia berusia di atas 60 tahun, sehat secara fisik dan mental, serta bersedia mengikuti seluruh prosedur penelitian. Kriteria eksklusi adalah lansia yang memiliki disabilitas fisik atau sensori. Uji t tidak berpasangan digunakan untuk menganalisis persentase lemak tubuh dan indeks lemak viseral berdasarkan kualitas tidur, sedangkan uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara kualitas tidur dan kategori indeks massa tubuh. Hasil: Kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi (p = 0,036) dan peningkatan indeks lemak viseral (p = 0,016), tetapi tidak berhubungan dengan persentase lemak tubuh total maupun distribusi lemak regional. Kesimpulan: Kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan peningkatan adipositas viseral dan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi pada lansia penghuni panti jompo. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kesehatan tidur ke dalam strategi perawatan geriatri untuk mengurangi risiko penyakit metabolik dan mendukung penuaan yang lebih sehat.  
Kondisi Pencahayaan Lingkungan Rumah Sebagai Penyebab Kejadian Pneumonia pada Anak di Kabupaten Banjarnegara Wijayanti, Yuni; Siwiendrayanti , Arum; Istiklaili, Fifti; Muzaqi, Lutfi; Kurniawan, Tri Prapto; Waluya, Agus Sapta Eka; Pramesti, Adinda Mayhana; Kusumaningtyas, Diyan Argani
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.32425

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita, dengan beban besar di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi pneumonia balita meningkat dari 3,55% (2019–2021) menjadi 4,06% pada 2023, dengan tren serupa di Jawa Tengah dan Kabupaten Banjarnegara. Kondisi fisik rumah, terutama pencahayaan alami, diduga menjadi faktor risiko penting. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pencahayaan rumah dengan kejadian pneumonia pada anak usia 1–5 tahun di Kabupaten Banjarnegara. Metode: Penelitian case control ini melibatkan 68 responden (34 kasus, 34 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Punggelan I dan Susukan II. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran menggunakan lux meter. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Pencahayaan buruk (<60 lux) memiliki hubungan signifikan dengan pneumonia (OR = 2,091; 95% CI: 1,220–3,584; p = 0,008). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pencahayaan rumah dan pneumonia balita. Anak yang tinggal di rumah dengan pencahayaan kurang baik berisiko lebih dari dua kali lipat terkena pneumonia dibandingkan dengan yang tinggal di rumah dengan pencahayaan memadai.
Faktor yang Berhubungan dengan Cakupan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdoro Febriara, Erika; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.32671

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kualitas kesehatan anak. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum optimal di beberapa wilayah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi analitik observasional dan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 55 responden ibu yang memiliki bayi berusia 0-24 bulan di Kelurahan Kemijen, Kota Semarang, yang dibagi menjadi kelompok kasus dan kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia ibu (p=0,055), perilaku ibu (p=0,001), pengetahuan ibu (p=0,001), dan dukungan suami serta keluarga (p=0,001) dengan pemberian ASI eksklusif. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu (p=0,339), pekerjaan ibu (p=0,354) dan jumlah anak (p=0,343) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Faktor usia, perilaku, pengetahuan, serta dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Intervensi edukatif dan dukungan tenaga kesehatan perlu ditingkatkan untuk mendorong praktik ASI eksklusif di masyarakat. 
Determinan Psikososial dan Individu terhadap Perilaku Berkendara pada Mahasiswa di Jayapura: Studi Potong Lintang Menggunakan Teori Perilaku Terencana Damanik, Brema JK; Walianggen, Nimbrot; Hidayanti, Maria Ulfa Nur
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.33725

Abstract

Latar Belakang Perilaku berkendara berisiko di kalangan mahasiswa merupakan tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Jayapura, Indonesia, di mana penggunaan sepeda motor sangat luas sementara penegakan hukum lalu lintas masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor individu dan psikosial terhadap perilaku berkendara menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Metode: Studi menerapkan desain potong lintang dengan responden adalah 76 mahasiswa di Jayapura. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup aspek sikap, norma yang dirasakan, efikasi diri, motivasi pengendalian diri, dan pengetahuan berkendara. Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk mengidentifikasi prediktor yang signifikan. Hasil: Pengendara berjenis kelamin laki-laki (AOR = 7,235; 95% CI: 1,914–27,350; p = 0,004), pengalaman berkendara sejak usia <17 tahun (AOR = 7,100; 95% CI: 1,808–27,891; p = 0,005), efikasi diri rendah (AOR = 6,280; 95% CI: 1,083–36,401; p = 0,040), dan pengetahuan lalu lintas kurang baik (AOR = 0,240; 95% CI: 0,061–0,943; p = 0,041) berasosiasi signifikan dengan perilaku berkendara berisiko. Sikap dan norma yang dirasakan tidak berasosiasi secara signifikan dengan perilaku tersebut. Kesimpulan: Perilaku berkendara berisiko di kalangan mahasiswa lebih banyak berasosiasi dengan karakteristik individu dan kompetensi psikologis dibandingkan dengan sikap atau norma sosial. Intervensi sebaiknya difokuskan pada peningkatan efikasi diri dan pendidikan lalu lintas yang terarah, terutama bagi pengendara laki-laki muda yang telah terbiasa menggunakan sepeda motor sejak dini.
Eksplorasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Terhadap Terapi Antiretroviral pada Orang dengan HIV di Papua Barat Rumbiak, Since Ivana; Windiyaningsih, Cicilia; Sunita, Anna
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.33956

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan global, dengan tingkat kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ART) yang masih rendah, termasuk di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikososial dan lingkungan yang memengaruhi kepatuhan terhadap ART pada orang dengan HIV (ODHIV) di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat dengan menggunakan Integrated Behavioral Model (IBM). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Sebanyak 38 partisipan terlibat, terdiri atas 31 informan utama (ODHIV) dan 7 informan pendukung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik menggunakan manual coding. Hasil: Analisis menghasilkan beberapa tema utama yang mendukung kepatuhan terhadap ART, antara lain sikap positif terhadap pengobatan, niat kuat untuk sembuh, kemampuan mengendalikan perilaku secara efektif, rutinitas minum obat yang konsisten, pengetahuan yang memadai, kondisi fisik yang mendukung, dukungan keluarga, keterlibatan tenaga kesehatan, dan penerimaan sosial. Sebaliknya, stigma dan diskriminasi muncul sebagai hambatan utama terhadap kepatuhan. Kesimpulan: Kepatuhan terhadap ART pada ODHIV di Papua Barat dipengaruhi oleh motivasi pribadi, keterlibatan keluarga, dan penerimaan masyarakat. Penguatan intervensi berbasis keluarga dan komunitas, peningkatan strategi edukasi untuk memperkuat niat pengobatan, serta promosi layanan kesehatan yang inklusif dan empatik sangat penting untuk mempertahankan kepatuhan terhadap ART.

Page 1 of 2 | Total Record : 20