cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS ADSORPSI CO2 DARI ADSORBEN METIL DIETANOL AMINA (MDEA) BERPENYANGGA ZEOLIT ALAM Roza Adriany
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai peningkatan kapasitas adsorpsi CO2 dari adsorben Metil Dietanol Amina(MDEA) yang diimpregnasikan pada zeolit alam dengan menggunakan larutan MDEA yang mengandung Piperazin6% yang berfungsi sebagai aktifator reaksi. Metodologi pembuatan adsorben dimulai dari pembersihan pori zeolitalam sebagai penyangga menggunakan Asam Klorida 5N dan pemanasan pada suhu 200°C dan dilanjutkan denganimpregnasi MDEA ke dalam pori zeolit pada beberapa variasi konsentrasi MDEA yaitu 15%, 20% dan 25%.Terhadap sampel adsorben dilakukan pengujian penentuan luas permukaan, total volume pori dan diameter porirata-rata serta uji kapasitas adsorpsi CO2 pada suhu ruang menggunakan alat uji adsorpsi CO2 sistem kontinyu.Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adsorpsi CO2 optimum diperoleh pada konsentrasi MDEA 15% yaitu33,6 mg CO2/g adsorben atau 0,764 mmol CO2/g adsorben. Impregnasi MDEA (mengandung Piperazin) ke dalampori zeolit dapat meningkatkan perbandingan mol CO2 dan MDEA dari 1:1 menjadi 30:1, yang diperoleh padakonsentrasi MDEA 20 %.
STUDI MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY SKALA LABORATORIUM DAN PENERAPANNYA DI LAPANGAN MINYAK Yanni Kussuryani
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR), merupakan teknologi yang dapat meningkatkan perolehanminyak dengan memanfaatkan aktivitas mikroba. Kegiatan penelitian MEOR dimulai dari isolasi danidentifi kasi mikroba; uji tabung guna menentukan mikroba dan nutrisi yang cocok untuk reservoir tertentu; ujiMicrobial Core Flooding/MCF dan uji coba MEOR di lapangan. Melalui uji tabung dan MCF, telah diperolehmikroba dan nutrisi potensial yaitu kultur campuran dari sumur LDK 230 dengan starter KKL 11 dan mediumM4 plus. Namun untuk uji coba lapangan berbagai faktor seperti kesesuaian antara karakteristik reservoir,kinerja mikroba dalam menghasilkan bioproduk, dan kondisi operasi masih perlu dipertimbangkan untukkeberhasilan teknologi MEOR, sehingga dapat diimplementasikan untuk peningkatkan perolehan minyak.
REMBESAN MIGAS DI DAERAH TIMOR BARAT Jonathan S. Hadimuljono; Desi Yensusnimar; Ario B. Wicaksono; Suliantara
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di daerah Timor Barat banyak dijumpai rembesan migas (hidrokarbon) yang pada umumnya berasosiasi dengan semburan lumpur atau mud volcano. Rembesan gas hidrokarbon dijumpai di setiap lokasi mud volcano, sedangkan rembesan minyak hanya pada lokasi mud volcano di bagian selatan Pulau Timor. Di beberapa tempat, kadang kadang rembesan minyak dan gas juga dijumpai pada sumur yang digali oleh penduduk untuk mencari air. Kandungan gas hidrokarbon dominan terdiri dari metana (CH4 ) dengan sedikit etana (C2 H6 ) dan kandungan nitrogen (N2 ) yang cukup tinggi yang menunjukkan karakter rembesan. Analisis Gas Chromatography (GC) pada rembesan minyak dalam lumpur menunjukkan kemungkinan minyak berasal dari batuan sedimen yang diendapkan pada lingkungan lacustrine atau transisi-laut.
PENGGUNAAN KATALIS Ni-Mo/ Al2O3 PADA PROSES HIDROTREATING MINYAK KEMIRI SUNAN UNTUK PEMBUATAN BAHAN BAKAR DIESEL TERBARUKAN Herizal; Ali Rimbasa Siregar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis Ni-Mo/ Al2O3 telah dikembangkan untuk pembuatan bahan bakar diesel terbarukan dari hidrotreatingminyak kemiri sunan. Preparasi katalis Ni-Mo/g Al2O3 dilakukan dengan metoda ko-impregnasi basah dandikarakterisasi dengan teknik N2-BET, XRD dan SEM. Hidrotreating minyak kemiri sunan dilakukan denganmenggunakan reaktor autoclave berpengaduk semi batch pada kondisi operasi suhu reaksi 350 – 400°C,tekanan hidrogen 30 – 60 bar dan konsentrasi katalis terhadap minyak 1 – 3% berat. Diantara hasil pengujianproses hidrotreating minyak kemiri sunan pada kondisi operasi suhu reaksi 400oC, tekanan hidrogen 60 Bardan konsentrasi katalis terhadap minyak 2% berat memberikan hasil maksimum untuk hidrokarbon rentangminyak diesel sebesar 31,16% berat. Spektrum IR dari produk bahan bakar diesel terbarukan memilikikemiripan dengan minyak solar.Kata Kunci : hidrotreating, katalis, reaktor autoclave, minyak kemiri sunan, bahan bakar
KONSTRUKSI DAN EKSPRESI REKOMBINAN TUNGGAL PEPTIDA SURFAKTAN (SINGLE SUPEL CONSTRUCTION) UNTUK APLIKASI EOR Cut Nanda Sari; Usman P; Riesa K. W. Rohmat; Leni Herlina; Ken Sawitri Suliandari; Onie Kristiawan; Dwiyantari; Tati Kristianti; Sony Suhandono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surfaktan yang digunakan pada aplikasi peningkatan perolehan minyak tahap lanjut pada umumnya merupakan hasil sintesis kimia. Hasil sintesis ini bersifat cepat dan efektif namun secara kuantitas sangat kecil, sehingga bila dibutuhkan dalam jumlah banyak akan membutuhkan banyak biaya untuk memproduksinya. Alternatif lain yang bisa digunakan untuk menghasilkan surfaktan adalah dengan rekayasa genetika melalui produksi rekombinan dalam mikroorganisme seperti bakteri untuk menghasilkan surfaktan berbasis peptida. Teknologi ini relatif murah dan simpel untuk dilakukan yaitu dengan manipulasi ekspresi sel inang agar menghasilkan peptida surfaktan yang dikonstruk kedalam vektor ekspresi berbasis bakteri. Pada penelitian ini dilakukan konstruksi peptida surfaktan dengan menggunakan metode overlaped reaksi berantai polimerase untuk menghasilkan surfaktan peptida sebagai peptida tunggal. Hasil analisis SDS PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis) menunjukkan konstruksi peptida surfaktan tunggal dapat diekspresikan dengan cara diinduksi IPTG 1 mM dan dilakukan pemecahan sel untuk mendapatkan protein yang diproduksi diperiplasma. Penelitian ini membuktikan bahwa kedua konstruk berhasil diekspresikan dengan menghasilkan peptida pada ukuran yang sesuai.
PENANGKAPAN CO2 DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM KARBONAT BERPROMOTOR ASAM BORAT Dewi Istiyanie; Ali Altway
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangkapan CO2 dengan menggunakan pelarut kalium karbonat sampai saat ini masih terdapat kelemahan, yaitu laju reaksi yang lambat. Pada penelitian ini untuk mengatasinya maka digunakan promotor asam borat karena lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Uji coba skala laboratorium dilakukan dengan sistem kontinu, yaitu dengan cara mengalirkan gas CO2 (20%) ke dalam pelarut K2 CO3 (30%) berpromotor H3 BO3 (3%) di dalam absorber pada suhu 50-70o C. Pelarut yang sudah mengandung CO2 akan dialirkan ke dalam desorber. Desorber dipanaskan hingga 70-90o C agar CO2 yang terabsorp di dalam pelarut dapat dilepaskan kembali. Pelarut K2 CO3 akan masuk kembali ke dalam Tangki Pelarut untuk digunakan kembali dalam proses absorpsi CO2 , dan seterusnya. Pada percobaan diukur konsentrasi gas CO2 yang masuk ke dalam absorber, yang keluar dari absorber, dan yang tidak terserap oleh absorber dengan menggunakan CO2 Analyzer. Sedangkan laju alir gas CO2 yang masuk ke dalam absorber dan yang keluar dari absorber diukur dengan menggunakan Flowmeter Digital. Konsentrasi pelarut juga diukur pada titik-titik yang sama dengan menggunakan metode titrasi. Laju alir pelarut yang masuk ke dalam absorber pada percobaan ini adalah konstan, sedangkan laju alir gas CO2 yang masuk ke dalam absorber divariasikan pada laju alir gas CO2 sebesar 1,25 liter/menit, 1,5 liter/menit, dan 2 liter/menit. Hasil terbaik dicapai pada laju alir gas CO2 sebesar 1,5 liter/menit dan diperoleh efisiensi penangkapan gas CO2 sebesar 87,63%.
PEMANFAATAN BAHAN BAKAR DME DENGAN DUAL FUEL SYSTEM PADA MESIN DIESEL KENDARAAN Dimitri Rulianto Rulianto; Maymuchar; Cahyo Setyo Wibowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimethylether (DME) merupakan sumber energy alternative yang memiliki karakteristik fisikakimia setara dengan LPG, dengan rumus kimia yang sederhana (CH3 -O-CH3 ). DME dapat dihasilkan dari beragam jenis bahan baku, seperti gas alam, batubara, heavy oil, dan biomassa. Aplikasi DME dapat digunakan di beberapa sektor, antara lain: sektor transportasi, domestik/rumahtangga, power generation, namun apabila digunakan sebagai bahan bakar yang akan mensubstitusikan bahan bakar solar, maka diperlukan modifikasi pada sistim saluran bahan bakarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kinerja optimal dalam rangka pemanfaatan DME sebagai bahan bakar substitusi minyak solar dengan mengaplikasikan dual fuel system pada mesin diesel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan bahan bakar DME pada jenis mesin diesel kendaraan dengan dual fuel system dapat digunakan secara langsung jika dilakukan modifikasi pada sistem saluran bahan bakarnya. Perbandingan optimum minyak solar dan bahan bakar DME rata-rata 80%-20% mampu menghasilkan torsi dan daya setara dengan mesin diesel yang menggunakan minyak solar 100%. Pemanfaatan DME sebagai bahan bakar mesin diesel dapat mengurangi emisi opasitas rata-rata sebesar 10%-20%, sehingga meningkatkan kebersihan lingkungan.
OPTIMASI KINERJA SISTEM PERALATAN KONVERSI LGV MIX DME PADA KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT Reza Sukaraharja; Cahyo Setyo Wibowo; Riesta Anggarani; Lies Aisyah
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penelitian pemanfaatan DME (Dimethyl Ether) sebagai bahan bakar kendaraan merupakan kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya yang dicampurkan (mix) dengan bahan bakar LGV. Penggunaan peralatan konversi LGV yang digunakan sebagai alat konversi dan umum dipergunakan sebagai alat konversi bahan bakar gas untuk kendaraan masih menghasilkan unjuk kerja yang belum optimal khususnya apabila digunakan sebagai alat konversi untuk bahan bakar DME. Perancangan peralatan konversi DME mix LGV yang sesuai dengan kebutuhan jenis dan tipe mesin tentu akan menghasilkan unjuk kerja yang optimum seperti yang telah dilakukan pada kegiatan 2014. Demikian juga dengan penempatan peralatan konversi DME yang compact akan memberikan kinerja yang sebaik menggunakan bahan bakar bensin serta kenyaman bagi pengemudi. Pengujian melalui serangkaian setting peralatan konversi diharapkan mendapatkan hasil kinerja yang optimum hingga setara dengan menggunakan bahan bakar bensin serta menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih.
PERANCANGAN PROGRAM PERAWATAN YANG EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN DOWNTIME MESIN PADA LUBE OIL BLENDING PLANT (LOBP) Rona Malam K
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance seringkali dihubungkan sebagai akar dari suatu kehandalan (reliability), oleh karena itu, perlu adanya strategi maintenance yang baik untuk meningkatkan reliability dari suatu sistem produksi. Lube Oil Blending Plant (LOBP) Lemigas merupakan instalasi pabrikasi minyak lumas terdiri dari storage tank, premix tank, blending tank, filling machine dengan desain proses manufacturing batch line flow yang belum memiliki jadwal perawatan yang baik. Perancangan penjadwalan maintenance diperlukan untuk mengurangi downtime pada mesin produksi, sehingga tidak mengganggu jadwal produksi. Penjadwalan yang diusulkan adalah preventive maintenance dengan metode age replacement untuk mengidentifikasi pola kerusakan sebagai langkah perbaikan untuk mendapatkan interval preventive maintenance. Penentuan interval waktu penggantian pencegahan dengan menggunakan metode age replacement dapat menghasilkan nilai penurunan downtime sebesar 4.4%, sehingga terjadi penghematan biaya perawatan mesin sebesar 35%.
PENGARUH KONDISI PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS OKSIDASI BAHAN BAKAR JENIS BIODIESEL (B-100), BIOSOLAR (B-20) DAN MINYAK SOLAR MURNI (B-0) Cahyo Setyo Wibowo; Riesta Anggarani; Nanang Hermawan; Lies Aisyah
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan campuran biodiesel dalam minyak solar sebesar minimal 20% (B-20) di sektor transportasitelah ditetapkan menjadi kebijakan mandatori atau wajib oleh Pemerintah. Untuk menjamin kepuasan masyarakatterhadap kualitas B-20, maka kualitas biodiesel (B-100) yang digunakan harus memenuhi standar yang ditetapkan.Pada pelaksanaan di lapangan, distribusi biodiesel dari produsen biodiesel sampai titik pencampuran denganminyak solar menjadi salah satu titik penting dalam menjamin kualitas biodiesel.

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue