cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024)" : 50 Documents clear
Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Dengan Kejadian Diare Di Desa Gurah Kec. Gurah Kab. Kediri Dewi Taurisiawati Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian MP-ASI adalah pemberian makanan tambahan pada bayi berusia 6-24 bulan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Antara Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Terhadap Angka Kejadian Diare. Jenis penelitian merupakan penelitian analitik korelasi. Variabel penelitian yaitu Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dan Kejadian Diare. Penelitian dilaksanakan di Desa Gurah Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri pada tanggal 2-30 Juli 2023. Populasi penelitian ini adalah 74 ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang diambil berdasarkan tekhnik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist dan lembar observasi berskala Nominal. Analisis data menggunakan Coeffisien Contigency Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI tidak sesuai Usia anak (<6 bulan) yaitu 34 responden (56,7%) dan sebagian besar responden mengalami diare kronis yaitu 36 responden (60%). Berdasarkan data tabulasi silang didapatkan data bahwa sebagian besar responden yang diberikan MP-ASI tidak sesuai usia (<6 bulan) mengalami diare kronis yaitu 16 responden (53,3%). Berdasarkan uji Coeffisien Contigency didapatkan nilai p value sebesar 0,000<α (0,05) artinya H0 ditolak dan H1 Diterima yaitu ada Hubungan Pemberian MP-ASI dengan angka kejadian diare, nilai Coeffisien Contigency sebesar 0,623 yang menunjukkan bahwa Hubungan Pemberian MP-ASI dengan angka kejadian diare dalam kategori kuat dengan arah positif artinya semakin benar pemberian MP-ASI maka semakin berkurang kejadian diare
Determinant Kejadian Hipertensi Studi Literatur Review Yana Afrina; Dinda Anindita Salsabilla
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu keadaan serius yang bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, ginjal, dan penyakit lainnya. Sekitar 1,28 miliar orang berusia 30-79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi, dengan mayoritas dari negara-negara penghasilan rendah dan menengah. Penyakit hipertensi menyebabkan sekitar 8 juta kematian setiap tahunnya, dengan kasus di Asia Tenggara sekitar 1,5 juta kematian akibat hipertensi. Prevalensi hipertensi secara nasional, menunjukkan peningkatan pada 2013 sampai tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang faktor risiko atau determinan kejadian hipertensi di Indonesia, sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan yang sesuai untuk menurunkan kejadian hipertensi di Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian literatur review, yaitu penelitian yang menggunakan data dari artikel atau jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil telaah dari 10 artikel yang ditemukan, menunjukkam bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi yaitu aktifitas fisik, konsumsi garam, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, stress, jenis kelamin, usia, dan obesitas.
Gambaran Pelaksanaan Kodefikasi Diagnosa Sistem Sirkulasi Berdasarkan ICD-10 Di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu Deno Harmanto; Anggia Budiarti; Dinda Sri Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kodefikasi diagnosis sistem sirkulasi sangat penting dilakukan secara tepat dan akurat, ketidakakuratan kode yang sering ditemukan pada berkas rekam medis seperti tidak ada kode karkter ke-4 pada diagnosa sistem sirkulasi. Jika kodefikasi tidak dilaksanakan dengan akurat akan berdampak pada kesalahan indeks pencatatan penyakit dan tindakan. Data informasi informasi laporan tidak akurat serta ketidaktepat tarif INA-CBG's. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kodefikasi diagnosa sistem sirkulasi berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Jenis penelitian adalah deskriptif data yang digunakan adalah data primer dan data skunder yang diolah secara univariat, cara pengumpulan data melalui wawancara dan observasional. Alat yang digunakan kuisioner dan lembar ceklis dengan pengamatan secara langsung dengan subjek 2 petugas coder dan objek 176 berkas rekam medis diagnosa sistem sirkulasi. Dari 176 berkas rekam medis diagnosa sistem sirkulasi pada keakuratan kode diagnosis sistem sirkulasi berdasarkan ICD-10 sebagian besar 64 berkas (36%) yang akurat dan sebanyak 112 berkas (64%) tidak akurat, pada kejelasan penulisan diagnosa pada resume medis sebagian kecil 56 berkas (32%) jelas, tetapi sebagian besar 120 berkas (68%) tidak jelas, pada penulisan diagnosis sesuai terminologi medis pada resume medis hanya 4 berkas (2%) yang sesuai, pada pengetahuan coder terhadap kodefikasi diagnosis sistem sirkulasi 1 petugas dengan pengetahuan (65%) baik dan 1 petugas dengan pengetahuan (53%) kurang. Sebaiknya petugas koder mengacu pada ICD-10 dalam menetapkan kode dan mengikuti pelatihan untuk memperdalam pemahaman tentang pelaksanaan klasifikasi dan kodefikasi.
Pengetahuan Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Pada Kasus Intoksikasi Makanan Di Wilayah Kasembon Desa Pondok Agung Wahyu Tanoto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama keracunan makanan adalah hal yang sangat penting dalam proses pelaksanaan tindakan pertolongan pertama keracunan makanan, karena dengan seseorang memiliki pengetahuan yang baik tentang penatalaksanaan keracunan makanan, sehingga masyarakat bisa melakukan dengan baik dan benar tindakan pertolongan pada intoksikasi makanan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang penanganan keracunan makanan pada masyarakat di Wilayah Kasembon Desa Pondokagung. Desain penelitian menggunakan deskriptif, dengan populasi penelitian sebanyak 240 responden dan sampel 17 reponden dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrument penelitian lembar kuesoiner, penelitiaan dilaksanakan tanggal 23 Maret 2023 - 30 Maret 2023 dengan menggunakan variabel tunggal yaitu pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus intoksikasi makanan di wilayah kasembon desa pondokagung. Analisa menggunakan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan dari 17 responden menunjukkan bahwa sebagian kecil dari responden yaitu 2 (11,77%) responden mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, sedangkan sebagian besar dari responden yaitu 15 (88,23%) responden memiliki pengetahuan yang cukup. Pengetahuan tentang pertolongan petama pada intoksikasi makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, sumber informasi. Diharapakan masyarakat sekarang lebih meningkatkan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kasus intoksikasi makanan, seperti menambah wawasan dan informasi dengan mencari informasi melalui tenaga medis maupun media informasi tentang penatalaksanaan pertolongan pertama keracunan makanan.
Pengaruh Health Education Dengan Metode Peer Group Terhadap Upaya Pencegahan Scabies Di Pondok Putri Darussalam Bayeman Tongas Probolinggo Maimunah; Ainul Yaqin Salam; Ro’isah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau sarcoptes scabieivar, sehingga memberikan dampak gangguan pada citra tubuh dan mudah ditularkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh Health Education degan metode peer group terhadap upaya pencegahan scabies di Pondok Putri Darussalam Bayeman Tongas Probolinggo. Desain penelitian Pra Eksperimen, dengan desain studi one group pre-post design. Pertemuan dilakukan selama 4 minggu 6 kali, minggu pertama dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dengan peer. minggu selanjutnya dilakukan oleh peer kepada group yang didampingi oleh peneliti, sampel sebanyak sebanyak 35 responden yang belum terkena scabies diambil dengan cara non-probabiliti total sampling menggunakan instrumen lembar kuesioner. Pengukuran dengan editing, coding, scoring, tabulating, kemudian dianalisis dengan SPSS menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan upaya pencegahan sebelum dilakukan Health Education peer group mayoritas sedang 32 responden (91,4%), setelah dilakukan Health Education peer group mayoritas baik 35 responden (100%). Hasil analisa wilcoxon didapatkan p=0.000 sehingga (p=0,000<α=0,05) artinya ada pengaruh Health Education dengan metode peer group terhadap upaya pencegahan scabies Di Pondok Putri Darussalam Bayeman Tongas Probolinggo. Diharapkan Health Education peer group dapat digunakan untuk mencegah scabies dan meningkatkan pengetahuan santri tentang kebersihan lingkungan. disarankan kepada santri yang telah mengetahui tentang kebersihan diri dan lingkungan untuk menjelaskan kepada teman sebaya yang berada di pesantren.
Hubungan Kecukupan Cairan Pengganti Puasa Dengan Mual Dan Muntah Pada Pasien Sectio Caesarea Selama Operasi Durante Menggunakan Anestesi Spinal Di RS Jatiroto Lumajang Ahmad Dhofirul Huda; Rizka Yunita; Grido Handoko; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puasa Penggantian Cairan Kecukupan adalah terpenuhinya kebutuhan cairan sebelum operasi untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Mual dan muntah merupakan komplikasi anestesi spinal yang sering terjadi, dengan angka kejadian 20-40%. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 127 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 56 orang. Berdasarkan temuan penelitian ini, sebanyak 37 responden (66,1%) memiliki karakteristik berdasarkan kecukupan cairan sebagian besar cukup. Dan sebagian kecil responden mempunyai skor sebesar 19 responden (33,9%). Karakteristik responden berdasarkan tingkat mual/muntah, sebagian besar responden mempunyai tingkat mual/muntah mual sebanyak 37 responden (66,1%). Berdasarkan analisis hubungan kecukupan cairan pengganti puasa dengan mual dan muntah pada pasien Sectio Caesarea pada saat operasi menggunakan anestesi tulang belakang di RS Jatiroto Lumajang dengan uji Spearmank Rank menggunakan SPSS Windows 20, p value = 0,000, jadi p = 0,000 < = 0,05 . Dapat disimpulkan H1 diterima, artinya ada hubungan antara kecukupan cairan pengganti puasa dengan mual muntah pada pasien Sectio Caesarea pada saat operasi menggunakan anestesi spinal di RS Jatiroto Lumajang.
Hubungan Self-Efficacy Dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Djatiroto Lumajang Riswan Ardy Isnanta; Nur Hamim; Rizka Yunita; Yulia Rahmawati Hasanah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus tipe II merupakan penyakit hiperglikemik akibat ketidakpekaan sel terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam kisaran normal. Karena insulin masih diproduksi oleh sel beta pankreas, maka diabetes tipe II dianggap sebagai diabetes melitus yang tidak bergantung pada insulin (Sami et al., 2017). Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 199 pasien dengan menggunakan non-probability sampling Accidental Sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 133 responden. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mempunyai nilai efikasi yang baik yaitu sebanyak 94 responden (70.7%) dan sebagian besar responden mempunyai perilaku pencegahan komplikasi yang baik yaitu sebanyak 94 responden (70.7%). Hasil analisis dengan Spearmank Rank diperoleh nilai p = 0,000 sehingga p = 0,000 < = 0,05. Dapat disimpulkan H1 diterima yang berarti terdapat hubungan antara efikasi diri dengan pencegahan komplikasi diabetes melitus tipe 2 di RSUD Djatiroto Lumajang.
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Tekanan Darah Dan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Desa Jangur Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Dini Wahyuni; Grido Handoko; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah keadaan dimana naiknya tekanan darah secara terus menerus terhadap pada batasan normal dan penderita kebanyakn mengetahui penyakitnya setelah terjadi komplikasi.Gejala-gejala akibat hipertensi seperti pusing,gangguan penglihatan ,sakit kepala sulit bernafas ,sulit tidur ,serta mudah menglami kelelahan. Seorang dengan hipertensi akan mengalami maslah terhadap kualitas tidurnya.Padahal diketahui seseorang yang mengalami hipertensi yang mengalami gangguan tidur akan memperburuk kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Senam Yoga Terhadap Tekanan Darah Dan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Desa Jangur KabupatenProbolinggo. Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan one group pre posttest design. Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat di Desa Jangur Kabupaten Probolinggo yang menderita Hipertensi sejumlah 31 responden sesuai kriteria inklusi. Teknik sampling yaitu Purposive Sampling. Intervensi pada penelitian ini menggunakan Senam Yoga dengan cara memfokuskan dan memangkan pikiran . Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar kusioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan hipotesis Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata tekan darah sistolik dan diastolik pada pretes yakni 154 mmhg dan 100 mmhg. Pada data posttest tekanan darah sistolik dan diastolik didapatkan rerata 143 mmhg dan 94 mmhg. Sedangka pada nilai kualitas tidur di dapatkan rerata skor pretest 9.Sedangkan rerata skor kualitas tidur post tes yakni 6. Nilai ρ value = 0,000 dengan tingkat signifikan ρvalue < α = 0,05, sehingga dapat dinyatakan H1 diterima yang artinya Ada Pengaruh Senam Yoga Terhadap Tekanan Darah Dan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Desa Jangur KabupatenProbolinggo. Senam yoga dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk menurunkan atau mengoptimalkan tekanan darah dan memperbaiki kualitas tidur yang mudah dan dapat dilakukan dirumah tampa harus menghabiskan biaya yang besar.
Hubungan Dukungan Suami Dan Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Rumah Sakit Umum Daerah Kaur Yusran Fauzi; Fikitri Marya Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif bisa menyebabkan mudah terkena penyakit diare atau penyakit menular lainnya. Adapun dampak memiliki risiko kematian karena diare 3,94 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapat ASI Eksklusif. Bayi yang diberi ASI akan lebih sehat dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Rumah Sakit Umum Daerah Kaur. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, data dikumpukan dengan menyebarkan kuesioner pada 53 orang ibu yang baru mempunyai anak pertama yang berumur >6-12 bulan yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kaur dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari sebagian responden bekerja, tidak mendapatkan dukungan suami dan tidak memberikan ASI eksklusif, serta ada hubungan dukungan suami dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Rumah Sakit Umum Daerah Kaur. Disarankan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Kaur agar dapat memberikan informasi kepada ibu hamil anak pertama untuk mengajak suaminya mendampingi ketika ibu melakukan kunjungan ke Rumah Sakit sehingga lebih banyak mengetahui tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, dan bagi ibu yang bekerja disaat baru mempunyai anak pertama agar lebih berhati-hati dalam bekerja dan bila perlu berhenti bekerja disaat baru mempunyai anak pertama.
Hubungan Jarak Kelahiran Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Nifas Normal Di Puskesmas Benteng Indonesia Suci Qardhawijayanti; Ristiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum dapat terjadi dalam berbagai tingkatan keparahan, mulai dari laserasi yang ringan hingga robekan yang lebih luas yang melibatkan otot-otot sekitarnya. Pentingnya mempelajari kejadian ruptur perineum secara mendalam adalah karena dampak yang signifikan yang dapat terjadi pada ibu, baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang berada di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar sebanyak 63 orang. Penarikan sampel dengan cara Total Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan secara signifikan antara jarak kelahiran dengan kejadian ruptur perineum (P<0,05).