cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 12 (2025)" : 12 Documents clear
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dan Tingkat Stres, Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien DM Tipe 2 Di Rumah Sakit Islam Lumajang Nur Hartatik; Nur Hamim; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2016

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan penatalaksanaan komprehensif, termasuk perhatian terhadap faktor psikologis dan kebiasaan tidur. Kualitas tidur yang buruk dan stres psikologis dapat memengaruhi regulasi glukosa darah, yang pada akhirnya berdampak pada kontrol penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi terdiri dari seluruh pasien DM tipe 2 yang dirawat inap pada Maret 2025, dengan total 35 responden yang dipilih melalui total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk (51,4%), tingkat stres sedang (54,3%), dan kadar glukosa darah tinggi (57,1%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kualitas tidur dengan kadar glukosa darah (r = 0,611; p = 0,000), serta antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah (r = 0,703; p = 0,000). Koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas tidur dan semakin tinggi tingkat stres, maka kadar glukosa darah pasien cenderung semakin meningkat. Temuan ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menyatakan bahwa gangguan tidur dan stres berkontribusi pada peningkatan glukosa darah melalui mekanisme hormonal. Oleh karena itu, intervensi manajemen tidur dan stres perlu diintegrasikan dalam perawatan pasien diabetes melitus tipe 2.
Hubungan Tingkat Stres Keluarga Pasien Dengan Keputusan Do Not Resuscitate (DNR) Di ICU Rumah Sakit Islam Lumajang Lailatul Qomariyah; Suhari; Nofolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2017

Abstract

Keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) sering menghadapi kondisi kritis yang memicu tingkat stres tinggi dan menuntut pengambilan keputusan yang sulit, termasuk keputusan mengenai Do Not Resuscitate (DNR). Keputusan DNR memiliki implikasi etis dan emosional yang signifikan, yang dapat sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres keluarga dengan keputusan DNR di ICU sebuah Rumah Sakit Islam. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 31 responden yang merupakan seluruh keluarga pasien yang dirawat di ICU dari 25 Mei hingga 24 Juni 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres rendah, yaitu 16 responden (51,6%), sementara sebagian besar keputusan DNR berada pada kategori sedang, yaitu 17 responden (54,8%). Analisis Spearman’s rho menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,604 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang kuat antara tingkat stres keluarga dan keputusan DNR. Ini berarti semakin tinggi stres yang dialami keluarga, semakin besar kecenderungan untuk menyetujui keputusan DNR. Temuan ini sejalan dengan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa tekanan emosional tinggi memengaruhi proses pengambilan keputusan medis. Oleh karena itu, dukungan psikososial dan edukasi kesehatan sangat penting untuk membantu keluarga membuat keputusan yang rasional dan etis terkait intervensi medis selanjutnya.
Pengaruh Terapi Buteyko Terhadap Dyspnea Pada Pasien Asma Di Rumah Sakit Islam Lumajang Putri Aliya Antasya; Nur Hamim; Alwin widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2018

Abstract

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan sesak napas akibat penyempitan saluran napas, hiperrespons bronkial, dan hiperventilasi kronis. Salah satu metode nonfarmakologis yang digunakan untuk mengurangi sesak napas pada pasien asma adalah terapi Buteyko, yang berfokus pada pengaturan pernapasan untuk menormalkan kadar karbon dioksida (CO₂) dalam darah. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi terdiri dari 32 responden, dengan sampel sebanyak 30 pasien asma yang dirawat di Rumah Sakit Islam Lumajang, dipilih dengan teknik accidental sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien berusia 15–44 tahun, bersedia menjadi responden, memiliki riwayat asma atau keluhan sesak napas, serta telah menerima terapi bronkodilator/nebulizer. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 15 responden (50%) mengalami dispnea ringan dan 15 responden (50%) mengalami dispnea sedang. Setelah intervensi, terjadi perbaikan, dengan 13 responden (43,3%) mencapai kategori normal. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -4,899 dengan signifikansi 0,000 (p < 0.05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini memperkuat bukti bahwa terapi Buteyko dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi dispnea pada pasien asma. Para peneliti meyakini bahwa terapi ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari perawatan komprehensif asma, terutama karena teknik ini sederhana, murah, dan dapat diajarkan kepada pasien untuk praktik mandiri jangka panjang.
Hubungan Resiliensi Dengan Kualitas Hidup Pasien Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang Dan Klakah Kabupaten Lumajang Febri Eka Chandra Kirana; Dodik Hartono; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2019

Abstract

Pasien kusta memerlukan tingkat resiliensi yang tinggi untuk beradaptasi, mempertahankan kesehatan fisik dan mental, serta mencegah penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi dan kualitas hidup pada pasien kusta di wilayah kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang, dan Klakah, Lumajang. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien kusta yang mengikuti program pengobatan kusta di wilayah kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang, dan Klakah, sebanyak 30 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik Accidental Sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Resiliensi dan Kualitas Hidup. Pengolahan data dilakukan melalui proses Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating, kemudian dianalisis menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok resiliensi tertinggi pada pasien kusta adalah kelompok dengan resiliensi tinggi, yaitu sebanyak 11 responden (36,7%). Kualitas hidup tertinggi pada pasien kusta berada pada kategori kualitas hidup baik, yaitu 12 responden (40%). Berdasarkan Uji Rank Spearman terdapat hubungan antara resiliensi dan kualitas hidup pasien kusta di wilayah kerja Puskesmas Randuagung, Tunjung, Ranuyoso, Kedungjajang, dan Klakah, Lumajang, dengan nilai p=0.000 pada tingkat signifikansi 0.05 (p=0.000 ≤ α 0.05). Pasien kusta yang memiliki resiliensi tinggi akan mampu mempertahankan stabilitas diri dengan mematuhi standar perawatan dan pengobatan yang berlaku sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Pasien kusta diharapkan dapat meningkatkan kualitas resiliensi dengan menumbuhkan kepercayaan diri dan optimisme, membangun sistem dukungan yang kuat, serta menerima perubahan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pemanfaatan Media Digital Sebagai Sarana Wirausaha Bidan Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Wida Rahma Arwiyantasari; Nisa Ardhianingtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2020

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membuka peluang baru bagi tenaga kesehatan termasuk bidan untuk mengembangkan praktik kewirausahaan yang terintegrasi dengan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Artikel ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk pemanfaatan media digital oleh bidan sebagai aktivitas kewirausahaan dalam pelayanan KIA, (2) mengevaluasi manfaat dan risiko yang dilaporkan, serta (3) merumuskan rekomendasi kebijakan dan praktik untuk memperkuat kapabilitas digital bidan. Peneliti menggunakan metode LR yaitu mengkaji literature dari berbagai sumber jurnal penelitian yang berfokus pada topik pemanfaatan media digital, wirausaha bidan dalam pelayanan KIA. Hasil penelitian terdapat 5 penelitian yang bersumbe dari Google Scholar yang bersumber dari jurnal nasional maupun internasional yang telah dianalisis dan ditelaah. Kesimpulan literatur menunjukkan bahwa integrasi strategi komunikasi digital dan inovasi teknologi merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam memperkuat pelayanan kebidanan di era modern.
Hubungan Antara Pemberian Asi Dengan Kejadian Stunting Di Ponkesdes Jatiroto, Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang Tahun 2025 Ayu Latifah; Mutmainnah Zakiyyah; Iin Aini Isnawati; Farianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2028

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu upaya pencegahan utama stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Di wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang, prevalensi stunting masih menjadi perhatian, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara praktik pemberian ASI dan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak di Ponkesdes Jatiroto, wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang tahun 2025. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 49 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mendapatkan ASI parsial (40,83%) dan mengalami stunting ringan (55,11%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI dengan derajat stunting (ρ = 0,000; p < 0,05). Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting sedang hingga berat. Kesimpulannya, pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak. Oleh karena itu, promosi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.
Hubungan Kenaikan Berat Badan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Jatiroto Umi Khusnul Khotimah; Tutik Ekasari; Iis Hanifah; Nova Hikmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2029

Abstract

Peningkatan berat badan merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak dan asin sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah akibat konsumsi lemak yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kenaikan berat badan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil trimester III, dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang mengalami preeklamsia. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dari buku KIA, kemudian data diolah menggunakan SPSS dengan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa 8 ibu hamil dengan kelebihan berat badan memiliki risiko preeklamsia sebesar 26,7%, sedangkan ibu hamil dengan berat badan kurang atau normal memiliki risiko preeklamsia yang lebih rendah. Hasil analisis nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,001, lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kenaikan berat badan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Diharapkan Puskesmas Jatiroto dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai faktor risiko preeklamsia pada ibu hamil.
Dukungan Emosional Suami Dalam Upaya Pencegahan Baby Blues Enur Nurhayati Muchsin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor terbesar dalam memicu terjadinya baby blues ada atau tidaknya dukungan dari orang terdekat ibu nifas salah satunya adalah dukungan suami. Ibu nifas yang mendapatkan dukungan suami berupa dukungan emosional sangatlah berarti disaat ibu nifas masih dalam keadaan lemah tak berdaya sampai ibu siap untuk merawat bayinya. Dukungan emosional yang diberikan oleh suami memberikan ketenangan, kesiapan mental penerimaan diri untuk ibu siap merawat dengan penuh cinta dan kasih sayangnya, sehingga ibu terhindar dari keadaan baby blues.Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi. Dukungan emosional suami dalam Upaya pencegahan baby blues. Desain penelitian yang digunakan deskriptif, populasi dan sampel pada penelitian adalah suami yang mempunyai ibu nifas dengan jumlah 30 responden, menggunakan teknik Total Sampling. Variabel tunggal yaitu dukungan emosional suami dalam pencegahan baby blues, penelitian dilaksanakan 20 Maret sampai dengan 30 April 2025. instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan di interpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa seluruh responden memiliki dukungan emosional suami yang baik sejumlah (100%). Dukungan emosional suami yang baik dipengaruhi beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak yang hidup, penghasilan dan hubungan dengan keluarga Diharapkan suami dapat mempertahankan dan meningkatkan dukungan emosionalnya terhadap istri selama kehamilan sampai nifas sebagi bentuk pencegahan baby blues.
Efektivitas Penyuluhan Personal Hygiene terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Diare Siswa SMA YPI Delitua Mohammad Keanu Al-Kahfi; Dwi Mawandri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2032

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan pada kelompok remaja, yang salah satunya dipengaruhi oleh praktik personal hygiene yang belum optimal di lingkungan sekolah. Kesenjangan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan diare meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan, termasuk yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penyuluhan personal hygiene berbasis quasi-experimental dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan diare pada siswa/i SMA YPI Delitua. Penelitian menggunakan desain One-Group Pre-test Post-test terhadap 30 siswa dengan intervensi penyuluhan interaktif yang dilengkapi media visual, video, diskusi, dan demonstrasi praktik personal hygiene. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap hingga seluruh responden berada pada kategori baik setelah intervensi. Perilaku pencegahan diare juga mengalami peningkatan signifikan, dari 46,7% menjadi 93,3% kategori baik, dengan hasil uji bivariat menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh variabel (p<0,05). Penyuluhan personal hygiene terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan diare pada siswa SMA. Disarankan agar penyuluhan personal hygiene diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan dukungan sarana dan pemantauan rutin
Hubungan Tekanan Cuff Endotracheal Tube Dengan Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca General Anastesi Masnun; Dyah Wulan Ramadhani; Kholifa Yanti; Syafrisar Meri Agritubella; Fathul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2035

Abstract

Post Operative Sore Throat (POST) merupakan salah satu komplikasi paling sering terjadi setelah anestesi umum dengan intubasi endotrakeal. Meskipun bersifat minor, POST dapat menurunkan kenyamanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan anestesi. Salah satu faktor mekanis yang berperan dalam terjadinya POST adalah tekanan cuff Endotracheal Tube (ETT), yang apabila tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan iskemia dan inflamasi mukosa trakea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan cuff Endotracheal Tube dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi menggunakan ETT di recovery room. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 68 pasien pasca general anestesi menggunakan ETT yang dirawat di Recovery Room Rumah Sakit Prima Pekanbaru, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencakup karakteristik responden, tekanan cuff ETT, dan skala nyeri tenggorokan (POST). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (51,5%), berusia 36–45 tahun (47,1%), dan mengalami lama terintubasi lebih dari 60 menit (55,1%). Sebagian besar responden menggunakan tekanan cuff 25 mmH₂O (47,1%) dan mengalami nyeri tenggorokan kategori sedang (36,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara tekanan cuff ETT dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi (p = 0,001; r = 0,715). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan searah antara tekanan cuff Endotracheal Tube dan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi. Semakin tinggi tekanan cuff ETT, semakin tinggi derajat nyeri tenggorokan yang dialami pasien

Page 1 of 2 | Total Record : 12