Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"vol. 5 no. 10 (2026)"
:
20 Documents
clear
Efektivitas Slow Deep Breathing Exercise(SDBE) Dan Isometric Handgrip Exerciseterhadap Penurunan Tekanan Darah Padapenderita Hipertensi Di Desa Tambelang Kabupaten Probolinggo
Ana Faridatus Sholeha;
Nur Hamim;
Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2468
Hipertensi merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas batasnormal, yaitu tekanan darah melebihi 140/90 mmHg pengobatan hipertensi dapat dilakukan melalui farmakologis dan non-farmakologis.Terapi non farmakologi yang bisa dilakukan Slow Deep Breathing Exercise (Sdbe) Dan Isometric Handgrip Exercise .Penelitian ini bertujuanuntukmengetahuiefektivitasSlowDeepBreathingExercise(Sdbe)Dan Isometric Handgrip Exercise terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi. Jenis penelitian Quasi experimental Design dengan rancangan two-group pre-post test design. Populasi seluruh Penderita Hipertensi di Desa Tambelang, sebanyak 42 penderita hipertensi, penentuan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling yang memenuhi kriteria sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan adalah modul latihan Slow Deep Breathing Exercise (Sdbe) Dan Isometric Handgrip Exercise, Tensi meter, Alat Handgrib,dan lembar observasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji t berpasangan (Paired t-test), dan Uji Independent t-test Hasilpenelitianmenunjukkannilaireratatekanandarahsebelumdilakukan terapi Slow Deep Breating Exercise didapatkan nilai rata-rata 168/99 mmHg dan nilai rata-rata tekanan darah sebelum diberikan terapi Isometric Hangrib Exercise 164/100 mmHg. Setelah diberikan terapi Slow Deep Breathing Exercisedi dapatkan nilai rata-rata 164/95 mmHg dan setelah diberikan terapi Isometric HangribExercisedidapatkannilairata-rata160/98mmHg.Diketahuinilairata-rata selisihpre-postsistoleterapislowdeepexercise 4,7895,dannilairata-rataselisih pre-post sistole terapi isometric handgrib exercise 4,4211 dengan pV 0001 yang artinya <0,05. Sedangkan nilai rata-rata selisih pre-post diastole pada terapi slow deep breathing exercise adalah -4,8947dan terapi isometric handgrib exercise terdapat nilai -3,3684denganpv 0,298 >0,05. Dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata selisih pre-post sistole terapi slow deep exercise lebih efektif dari pada terapiisometrichandgribexercisedalampenurunantekanandarahpadapenderita hipertensi. Terapislowdeepbreathingexercisedanterapiisometrichandgribexercise dapat menjadi pengobatan alternative tradisional yang dapat dilakukan secara rutin untuki proses penyembuhan hipertensi.
Pengaruh Discharge Planning Berbasis Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Postpartum 1-2 Hari Dalam Melakukan Perawatan Pencegahan Ikterus Neonatorum Di RSUD Cililin Tahun 2026
Sutihat S;
Hernawati E;
Barbara M
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2471
Ikterus neonatorum merupakan masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, discharge planning melalui edukasi mengenai perawatan bayi baru lahir dan pencegahan ikterus penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mendukung deteksi dini. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh discharge planning berbasis leaflet terhadap pengetahuan ibu postpartum 1-2 hari dalam melakukan perawatan pencegahan ikterus neonatorum di RSUD Cililin tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain quasi experimental one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum 2 hari dengan jumlah sampel sebanyak sebanyak 49 orang dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis menggunakan wilcoxon test. Hasil Penelitian: sebelum diberikan discharge planning, skor pengetahuan ibu postpartum tentang perawatan dan pencegahan ikterus neonatorum sebesar 62,5 dan sesudah diberikan discharge planning, meningkat menjadi 91,7, serta terdapat terdapat perbedaan skor pengetahuan ibu sebelum dan sesudah discharge planning dengan selisih sebesar 29,2 dengan p < 0,001. Simpulan: terdapat pengaruh discharge planning berbasis leaflet terhadap pengetahuan ibu postpartum 1-2 hari dalam melakukan perawatan pencegahan ikterus neonatorum di RSUD Cililin tahun 2026.
Pengaruh Aromaterapi Lemon Terhadap Penurunan Mual Pada Pasien Tuberkulosis Yang Menjalani Pengobatan Fase Intensif
Khoirin Nisa’;
Iin Aini Isnawati;
Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2472
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang dapat menyebabkan mual. Aromaterapi lemon diketahui memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi sensasi mual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan mual pada pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan fase intensif di Puskesmas Tunjung. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di Puskesmas Tunjung Lumajang sebanyak 35 responden, dengan sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat mual dilakukan menggunakan kuesioner Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (RINVR). Analisis data menggunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual sebelum diberikan aromaterapi lemon sebesar 10,97 ± 2,86 dengan nilai median 11,00, sedangkan setelah diberikan aromaterapi lemon rata-rata skor mual menurun menjadi 3,09 ± 2,79 dengan nilai median 2,50. Hasil analisis uji Paired Samples t-Test menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lemon berpotensi menurunkan mual pada pasien tuberkulosis. Sehingga aromaterpi lemon dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah diterapkan, aman, efektif membantu mengurangi keluhan mual dan bermafaat dalam mendukung keberhasilan pengobatan.
Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung Btp (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun
Mulis Fitriani;
Achmad Kusyairi;
Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2473
ISPA masih menjadi masalah kesehatan pada anak dan meningkatkan angka kesakitan, Pengawasan orang tua sangat penting kurangnya pengawasan dapat meningkatkan konsumsi BTP dan berdampak pada kesehatan, sedangkan pengawasan yang baik dapat mengurangi risiko. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain observasional menggunakan pendekatan cross sectional, pada penelitian ini populasinya adalah orang tua di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun sebanyak 100 Orang. Dengan teknik Random Sampling didapatkan sampel sebanyak 80 sampel. Instrumen yang dipakai adalah kuisioner dan untuk mengetahui pengaruh antara kedua variabel dilakukan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar peran orang tua berada pada kategori cukup, yaitu sebanyak 39 orang (48,8%), sedangkan sebagian besar anak mengalami ISPA, yaitu sebanyak 42 anak (52,5%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai Pearson Chi-Square sebesar 13,144 dengan derajat kebebasan (df) = 2 dan nilai p = 0,001 (p < 0,05). maka dapat disimpulkan bahwa H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun. Peran orang tua yang baik tidak hanya sebatas menyediakan makanan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam memilih makanan yang aman seperti membatasi konsumsi jajanan yang mengandung BTP berlebihan, serta memberikan edukasi kepada anak mengenai pentingnya makanan sehat.
Efektivitas Terapi Slow Deep Breathing Dan Paced Breathing Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Pada Lansia
Nadifatim Munawaroh;
Achmad Kusyairi;
Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2474
Nyeri sendi merupakan kondisi peradangan pada persendian yang sangat umum dialami oleh lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani secara komprehensif. Terapi non-farmakologi seperti Slow Deep Breathing (SDB) dan Paced Breathing (PB) menjadi alternatif aman untuk manajemen nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kedua terapi tersebut terhadap penurunan skala nyeri sendi pada lansia. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain two group crossover. Responden penelitian terdiri dari 36 lansia dari total populasi 40 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan perhitungan rumus slovin. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi penilaian nyeri Numeric Rating Scale (NRS) dan Standar Operasional Prosedur untuk kedua terapi. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri yang signifikan pada kedua intervensi (p = 0,000). Nilai rata-rata nyeri pada terapi slow deep breathing menurun dari 5,94 menjadi 3,67 (Z = -5,243), sementara pada terapi paced breathing menurun dari 5,86 menjadi 4,44 (Z = -5,249). Meskipun keduanya efektif, terapi slow deep breathing menunjukkan penurunan rata-rata yang lebih besar dibandingkan paced breathing dengan selisih penurunan sebesar 0,85 poin. Kedua terapi terbukti efektif, namun Slow Deep Breathing lebih unggul dalam mereduksi intensitas nyeri sendi pada lansia. Keunggulan slow deep breathing terletak pada mekanisme kedalaman napas yang merangsang nervus vagus dan pelepasan endorfin secara lebih optimal dibandingkan paced breathing yang lebih mengandalkan pengaturan irama. Terapi ini direkomendasikan sebagai intervensi mandiri untuk meningkatkan kenyamanan fisik lansia.
Hubungan Self Compossion Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Desa Dawuan Wilayah Kerja Puskesmas Suboh Kabupaten Situbondo
Alan Hidayatullah;
Ainul Yaqin Salam;
Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2475
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak hanya meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Rendahnya self-compassion menyebabkan pasien sulit menerima kondisi penyakit, lebih mudah mengalami stres dan kecemasan, serta kurang mampu mempertahankan perilaku kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self compassion dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 69 pasien hipertensi, dengan sampel sebanyak 59 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner self compassion scale dan kuesioner world health organization quality of life bref. Analisis data menggunakan uji spearman’s rho. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik nomor 472/KEPK-UNHASA/VI/2026. Hasil penelitian menunjukkan self compassion kategori rendah sebanyak 30 responden (50,8%) dan kualitas hidup kategori kurang sebanyak 27 responden (45,8%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self compassion dengan kualitas hidup (p=0,001; r=0,741). Self-compassion yang baik membantu pasien menerima kondisi penyakit, mengelola emosi, dan meningkatkan kualitas hidup. Sebaliknya, rendahnya self-compassion berkontribusi terhadap meningkatnya stres, kesulitan beradaptasi, dan penurunan kualitas hidup pada pasien hipertensi.
Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan Dan Respon Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Balai Pengobatan Puskesmas Puspo Kabupaten Pasuruan
Anjas Dwi Laksono;
Alwin Widhiyanto;
Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2476
Mutu pelayanan keperawatan dan respon time masih menjadi permasalahan pada pelayanan rawat jalan, sehingga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dan respon time perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua pasien rawat jalan pada bulan Juli 2026, sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner mutu pelayanan, respon time perawat dan tingkat kepuasan. Analisis data menggunakan uji spearman’s rho. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik nomor 535/KEPK-UNHASA/VII/2026. Hasil penelitian menunjukkan mutu pelayanan kategori baik sebanyak 37 responden (92,5%), respon time perawat kategori cepat sebanyak 30 responden (75%) dn tingkat kepuasan kategori sangat puas sebanyak 26 responden (65%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan (p=0,000; r=0,592), serta respon time dengan tingkat kepuasan (p=0,000; r=0,678). Semakin baik mutu pelayanan keperawatan dan semakin cepat respon time perawat, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dan kecepatan respons perawat merupakan faktor penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan pasien.
Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Tingkat Keparahan Sesak Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Klinik Husada Mulia Klakah
Sofiyatun Sofiyatun;
Roisah Roisah;
Suhari Suhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2477
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronis yang ditandai hambatan aliran udara progresif dan sering menimbulkan sesak napas sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah Pursed Lips Breathing (PLB), yang bertujuan memperpanjang fase ekspirasi, mengurangi air trapping, serta meningkatkan ventilasi paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PLB terhadap tingkat keparahan sesak pada pasien PPOK di Klinik Husada Mulia Klakah. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 115 pasien PPOK dengan sampel 54 responden menggunakan accidental sampling. Pengukuran tingkat sesak menggunakan Modified Medical Research Council (mMRC) dan lembar observasi. Intervensi PLB dilakukan satu kali sehari selama tiga hari. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami sesak kategori sedang dan setelah intervensi seluruh responden berada pada kategori ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,05 sehingga terdapat pengaruh pemberian PLB terhadap penurunan tingkat keparahan sesak pada pasien PPOK.
Hubungan Rutinitas Kunjungan Ke Posyandu Lansia Dengan Psychological Well-Being Lansia Di Desa Mlawang Kecamatan Klakah Lumajang
Tihematul Mukaddasah;
Alwin Widhiyanto;
Suhari Suhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2478
Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Posyandu lansia tidak hanya menyediakan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial yang dapat mendukung psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rutinitas kunjungan ke posyandu lansia dengan psychological well-being lansia di Desa Mlawang Kecamatan Klakah Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 70 lansia, dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling dari Posyandu Mangga dan Posyandu Apel. Data rutinitas kunjungan diperoleh dari catatan resmi posyandu, sedangkan psychological well-being diukur menggunakan Skala Psychological Well-Being Carol D. Ryff. Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 responden (63,3%) tergolong rutin mengunjungi posyandu, sedangkan psychological well-being mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 22 responden (36,7%). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,889. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara rutinitas kunjungan ke posyandu lansia dengan psychological well-being lansia. Semakin rutin lansia mengikuti kegiatan posyandu, semakin tinggi tingkat psychological well-being yang dimiliki.
Pengaruh Edukasi Sleep Hygiene Terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien Gastritis Di Tempat Praktik Keperawatan Mandiri Desa Rowotengah
Naza Hilda Safitri;
Zainal Abidin;
Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2479
Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang dapat menimbulkan nyeri ulu hati, mual, perut kembung, dan rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien gastritis. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kualitas tidur dan intervensi edukasi sleep hygiene sebanyak tiga kali dengan durasi ±30 menit. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum edukasi sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 17 orang (56,7%), sedangkan setelah edukasi sebagian besar memiliki kualitas tidur baik sebanyak 20 orang (66,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh edukasi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien gastritis.