cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 6 (2026)" : 11 Documents clear
Fungsi Controlling Kepala Ruangan Dengan Kinerja Perawat Di RSUD Cipayung Jakarta Timur Bahaji; Ahmad Rizal; Sancka Stella G. Sihura
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2217

Abstract

Kinerja perawat merupakan indikator penting dalam pelayanan kesehatan. Fungsi controlling kepala ruangan berperan dalam meningkatkan kinerja perawat melalui pengawasan, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Permasalahan terkait kinerja perawat termasuk penurunan pada kinerja klinis, pengembangan profesional, dan perilaku pada tahun 2024, jika dibandingkan dengan data penilaian tahun 2023 yang dilakukan oleh komite keperawatan RSUD Cipayung. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan fungsi controlling kepala ruangan dengan kinerja perawat di RSUD Cipayung Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik dan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 60 orang pada perawat yang bekerja di RSUD Cipayung Jakarta Timur. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data dengan univariat dan bivariate dengan uji spearman rank. Hasil penelitian sebanyak 47 responden (78,33%) menilai fungsi controlling kepala ruangan dalam kategori baik, dan seluruh responden (100%) memiliki kinerja yang baik. Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara fungsi controlling kepala ruangan dengan kinerja perawat (ρ = 0,957; p < 0,000). Kesimpulan fungsi controlling kepala ruangan memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan terhadap kinerja perawat
Analisis Inspeksi Dan Pemeliharaan Peralatan Kebakaran Di Unit Dapur Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafi’an Kabupaten Siak Sri Indrapura Kartika Nur Hakimah; Nofri Hasrianto; Armadi; Riski Novera Yenita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan peralatan kebakaran di unit dapur gizi RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak Sri Indrapura. Fokus penelitian mencakup peralatan proteksi kebakaran aktif seperti APAR, hydrant, alarm kebakaran, smoke detector, serta sprinkler yang seharusnya tersedia sesuai standar regulasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap peralatan dan petugas yang bertanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peralatan kebakaran di unit dapur gizi telah tersedia, namun inspeksi dan pemeliharaan belum dilaksanakan secara optimal dan terjadwal. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia, serta keterlambatan dalam pengadaan alat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya perencanaan pemeliharaan rutin, penambahan anggaran khusus untuk proteksi kebakaran, serta peningkatan pelatihan staf agar sistem keselamatan kebakaran dapat berjalan lebih efektif.
Penerapan Relaksasi Autogenik Untuk Menurunkan Nyeri Pada Pasien Dengan Abdominal Pain Muskhab Eko Riyadi; Vina Rohmatul Umamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2215

Abstract

Abdominal pain merupakan sensasi tidak menyenangkan dan terasa di setiap bagian abdomen yang merupakan pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional. Penatalaksanaan untuk mengatasi nyeri akut terdiri dari terapi farmakologis dan non farmakologis, salah satu tindakan non farmakologis yaitu terapi relaksasi autogenik yang bisa digunakan untuk mengurangi sensasi nyeri karena bisa membantu pasien yang sedang mengalami ketegangan atau stres fisik dan psikologis yang bersifat ringan, atau sedang dengan menekankan pada latihan mengatur pikiran serta posisi yang rileks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan nyeri dengan terapi relaksasi autogenik pada pasien dengan abdominal pain. Merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah pasien abdominal pain sebanyak 2 pasien yang menjalani rawat jalan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Peneliti menerapkan terapi relaksasi autogenik kepada kedua partisipan, yaitu selama 20 menit dan diulang 6 kali, setelah itu dilakukan observasi selama 10 menit. Adapun untuk menilai skala nyeri partisipan, peneliti mempergunakan Numeric Rating Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan mengalami penurunan ambang nyeri. Partisipan pertama dari skala nyeri 6 (sedang) menjadi skala nyeri 3 (ringan) Partisipan kedua dari skala nyeri 5 (sedang) menjadi skala nyeri 3 (ringan). Bahwa terjadi penurunan skala nyeri pada kedua pasien abdominal pain setelah menjalani terapi relaksasi autogenik.
Pengaruh Pemberian Suplementasi Gizi Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Tapen Tahun 2025 Syafira Maulidiyah Fahrudi; Muthmainnah Zakiyyah; Bagus Supriyadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2230

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Suplementasi gizi, terutama menggunakan Multiple Micronutrient Supplementation (MMS), merupakan salah satu upaya yang direkomendasikan oleh WHO untuk mencegah dan menanggulangi anemia. Mengetahui pengaruh pemberian suplementasi gizi terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tapen, Kabupaten Bondowoso. Metode Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui hasil laborat dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan Tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebelum intervensi, 46,67% responden memiliki kadar Hb <11 g/dL, dan 53,33% memiliki kadar Hb tepat 11 g/dL. Setelah intervensi selama 30 hari dengan pemberian tablet MMS, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan kadar Hb menjadi >11 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian suplementasi maka H1 diterima yang berarti ada pengaruh dalam pemberian suplementasi gizi (MMS) secara signifikan untuk meingkatkan kadar Hb pada ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Tapen. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi seluruh tenaga kesehatan, masyarakat serta ibu hamil tentang Pemberian suplementasi gizi (MMS) secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dan dapat dijadikan strategi penting dalam upaya penurunan angka kejadian anemia pada ibu hamil.
Perbedaan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Anak Sekolah Melalui Intervensi Video Animasi Arliza Fadela Putri; Rina Aprianti; Santoso Ujang Effendi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2233

Abstract

Pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi pada siswa sekolah dasar masih rendah, sehingga diperlukan media edukasi yang efektif. Kesiapsiagaan memegang peranan penting untuk menghadapi potensi bahaya gempa bumi dan mencakup berbagai upaya yang disusun guna melindungi keselamatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan gempa bumi melalui media video animasi di SDN 88 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre Experiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V (62 orang) dengan teknik total sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder dari pihak sekolah BMKG, dan BNPB. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan median pengetahuan sebelum intervensi sebesar 34,46 dan meningkat menjadi 76,39 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi video animasi. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi melalui video animasi efektif meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi pada siswa sekolah dasar. Siswa diharapkan lebih aktif mencari informasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sedangkan pihak sekolah disarankan memberikan edukasi video animasi secara berkelanjutan, terutama bagi siswa dengan pengetahuan rendah.
Hubungan Lama Bekerja Dengan Pengetahuan Perawat Tentang Penilaian GCS Di Rumah Sakit Umum Daerah Poso Nining Nirmalasari; Rahmad; Juliana Novly Ratuanik; Dwi Debi Tampa’i; Nurhayani H.B. Ali
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2235

Abstract

Penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki perawat dalam menentukan tingkat kesadaran pasien dan mendukung pengambilan keputusan klinis secara tepat. Lama bekerja diduga berhubungan dengan tingkat pengetahuan perawat mengenai penilaian GCS melalui akumulasi pengalaman klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama bekerja dengan pengetahuan perawat tentang penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) di RSUD Poso. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 155 perawat yang bertugas di ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan sampel sebanyak 61 responden yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner pengetahuan GCS yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki lama bekerja 5–10 tahun (49,2%) dan tingkat pengetahuan tentang GCS dalam kategori baik (78,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama bekerja dengan pengetahuan perawat tentang penilaian GCS (p = 0,025; r = 0,286), dengan kekuatan hubungan positif yang lemah hingga sedang. Semakin lama masa kerja perawat, semakin baik tingkat pengetahuan mengenai penilaian GCS. Kesimpulan: Lama bekerja berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan perawat tentang penilaian Glasgow Coma Scale di RSUD Poso. Pengalaman kerja yang lebih lama berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan klinis, sehingga diperlukan pelatihan dan pendidikan berkelanjutan terutama bagi perawat dengan masa kerja yang lebih singkat untuk meningkatkan kompetensi dalam melakukan penilaian GCS.
Penerapan Teknik Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Perilaku Kekerasan Pada Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di RSJD Dr. Arif Zainudin Jawa Tengah Asmi Andin Zahira; Norman Wijaya Gati; Tri Andri Pujiyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2237

Abstract

Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) adalah tindakan agresif untuk menyakiti. Hal ini dipicu oleh kegagalan, kegagalan mencapai keinginan, dan mengelola stres. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat diajarkan adalah Teknik relaksasi Benson. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah teknik relaksasi Benson, yang efektif menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis sehingga membantu menstabilkan kondisi emosional pasien dan tidak menibulkan efek samping dalam praktik keperawatan jiwa. Tujuan: Mengetahui hasil penerapan terapi Relaksasi Benson terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin Kota Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini dengan studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif pree-test dan post-test lembar observasi RUFA. Subjek penelitian terdiri dari dua responden yang diberikan intervensi selama 7 hari. Hasil: Skor perubahan perilaku kekerasan pada 2 responden sebelum terapi relaksasi benson adalah tahap intensif II (sedang) dengan responden 1 skor 14 dan responden 2 skor 11. Setelah tujuh hari terapi, responden mengalami perubahan ke skor tahap intensif I (ringan) dengan responden 1 skor 10 dan responden 2 skor 7. Kesimpulan: Terdapat perbedaan perubahan perilaku kekerasan sebelum dan sesudah dilakukan Terapi Relaksasi Benson, sehingga dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik klinis.
Edukasi dan Pengetahuan Ibu sebagai Determinan Stunting pada Anak Usia 24 dampai dengan 59 Bulan di Puskesmas Cilincing Jakarta Utara Endah Dian Marlina; Jehanara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2238

Abstract

Stunting pada balita usia 24–59 bulan merepresentasikan akumulasi defisit nutrisi kronis pasca-golden period yang berisiko menimbulkan dampak buruk permanen. Di wilayah pesisir perkotaan seperti Cilincing, Jakarta Utara, kejadian stunting masih menjadi tantangan pelik di tengah heterogenitas karakteristik ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu sebagai determinan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara. Metode: Studi kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 112 ibu yang memiliki balita usia 24–59 bulan. Sampel dipilih menggunakan teknik Probability Proportional to Size (PPS) sampling yang dikombinasikan dengan Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi dan pengukuran antropometri langsung (TB/U berdasarkan Z-score WHO). Analisis data menggunakan uji Pearson Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Prevalensi stunting pada balita akhir ditemukan sebesar 33,9%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = 0,04) dan pengetahuan ibu (p = 0,01) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa pengetahuan ibu merupakan determinan yang paling dominan, di mana ibu dengan pengetahuan kurang berisiko 3,64 kali lebih besar memiliki balita stunting (AOR = 3,64; 95% CI: 1,48–8,95; p = 0,005) setelah dikontrol oleh variabel pendidikan ibu (AOR = 2,59; 95% CI: 1,07–6,23; p = 0,034). Kesimpulan: Pengetahuan gizi praktis ibu merupakan faktor yang paling kritis dalam memitigasi risiko stunting pada balita akhir, bahkan melampaui pengaruh latar belakang pendidikan formalnya. Intervensi kesehatan masyarakat di wilayah pesisir perkotaan harus diprioritaskan pada penguatan literasi ibu secara promotif-preventif melalui optimalisasi peran Posyandu.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Pemeriksaan IVA Pada Wanita Usia Subur Di Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru Desi Fahrina; Wira Ekdeni Aifa; Riski Novera Yenita; Dilgu Mery
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2239

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Namun, cakupan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur (WUS) masih rendah. Berbagai faktor diduga memengaruhi perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA, di antaranya tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 terhadap 124 wanita usia subur yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui analisis univariat serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden tidak pernah melakukan pemeriksaan IVA (61,3%), memiliki pengetahuan kurang (58,9%), sikap negatif terhadap pemeriksaan IVA (91,1%), serta tidak memperoleh dukungan keluarga (77,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan dengan pemeriksaan IVA (p<0,05). Wanita usia subur yang memiliki pengetahuan lebih baik, sikap positif, dukungan keluarga, serta memperoleh peran aktif petugas kesehatan cenderung lebih bersedia melakukan pemeriksaan IVA. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan perilaku pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Peningkatan edukasi kesehatan, keterlibatan keluarga, dan optimalisasi peran tenaga kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.
Pengaruh Kombinasi Terapi Relaksasi Benson Dan Aroma Terapi Jasmine Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Puasa Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe-2 Saskia Dwi Komala; Putu Sintya Arlinda Arsa; Luluk Nur Aini; Desy Rinawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2241

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang sering terjadi pada lansia dan ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun kerja insulin. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan adalah kombinasi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine yang memberikan efek relaksasi dan menurunkan hormon stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Perkumpulan Aisiyah Desa Pendil. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Populasi berjumlah 56 responden dengan sampel 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa setelah diberikan kombinasi terapi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine, dengan hasil uji statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan.Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi terapi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine efektif dalam menurunkan kadar gula darah puasa pada lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2. Terapi ini dapat menjadi alternatif non farmakologis dalam pengelolaan diabetes.

Page 1 of 2 | Total Record : 11