cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 887 Documents
Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Media Flipchart Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Bungatan Kab.Situbondo Fadil Hasan; Rizka Yunita; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1652

Abstract

Diabetes Melitus tipe II gangguan sekresi insulin dan resistensi insulin, melalui edukasi media Flipchart mengenai pengetahuan penderita DM bertujuan perubahan perilaku diet DM. Dampak jika tidak mengikuti anjuran yaitu peningkatan gula tidak terkontrol. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi diet diabetes melitus tipe 2 dengan media flipchart terhadap penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian ini menggunakan pra experimental rancangan penelitian pre test-post test dalam two group pre-post test design. Populasi semua pasien diabetes melitus di Puskesmas Bungatan berjumlah 50 dengan menggunkan teknik sampel non probability pengambilan simple purposive sampling sampel sebagian pasien diabetes melitus di Puskesmas Bungatan berjumlah 44. edukasi degan flipchart sangat efektif dilakukan, nilaii rata-rata gula darah kelompok kontrol dan intervensi post test penderita DM tipe II 126,86 mg/dL ke 105,18 mg/dL Instrumen pada penelitian menggunakan SOP dan alat ukur Stik glukosa darah (easy touch). Dengan hasil uji statistik paired T test. Diketahui bahwa nilai kadar glukosa darah pada kelompok kontrol dengan rata-rata pre test 243,05 mg/dL post test 129,86 dan kelompok intervensi pre test sebelum edukasi diet 170,91 mg/dL post test sesudah diedukasi diet 105,18 mg/dL Sig.(2 tailed) sebesar 0,02 <0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil edukasi diet diabetes melitus tipe 2 dengan media flipchart terhadap penurunan kadar glukosa darah. Diharapkan perawat dalam memberikan edukasi diet dengan media flipchart dapat memperhatikan materi yang diberikan meliputi 3J yaitu tepat jenis, jumlah dan jadwal makan juga dapat memperhatikan durasi serta frekuensi dalam pemberian edukasi melalui flipchart, dengan begitu materi yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh responden dan merubah perilaku responden dalam melakukan diet sehingga menurunnya kejadian DM tipe 2.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Poliklinik Dan Perilaku Caring Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Klinik Pratama Tjakra Tahun 2024 Risqi Dwi Praptiwi; Rahmat Supriyatna; Rahma Yeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1654

Abstract

Kepuasan pasien ialah metrik penting untuk menilai kualitas layanan. Pasien yang mencari pengobatan mengharapkan layanan yang ramah, responsif, akurat, dan kinerja sumber daya manusia yang dapat bisa. Untuk menumbuhkan kepuasan pasien, klinik harus memberikan layanan yang sejalan dengan standar yang ditetapkan maupun memenuhi harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara waktu tunggu pelayanan dan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 89 responden yang dipilih secara insidental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden merasa waktu tunggu sesuai dengan standar, dan 81% responden merasakan perilaku caring yang baik dari perawat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara waktu tunggu dan perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien, dengan nilai p < 0,05. penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan perilaku caring perawat dan pengurangan waktu tunggu dapat meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Klinik Pratama Tjakra dalam meningkatkan kualitas pelayanan
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Sensitivitas Saraf Perifer Dan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2 Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang Windra Jayani; Iin Aini Isnawati; Suhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1656

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan kondisi yang memerlukan manajemen yang baik, termasuk kepatuhan dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kepatuhan minum obat dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan analisis korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 26 pasien DM tipe 2 yang dipilih secara accidental sampling di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang. Data dikumpulkan melalui pengukuran sensitivitas saraf perifer, kadar gula darah, dan kepatuhan minum obat, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien menunjukkan tingkat kepatuhan minum obat yang baik (46%), sensitivitas saraf perifer kategori sedang (65,4%), dan kadar gula darah normal (65,4%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan dalam minum obat berhubungan signifikan dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah pasien DM tipe 2. Kepatuhan yang baik dalam terapi obat berkontribusi pada pengendalian gula darah yang lebih baik dan mengurangi risiko gangguan saraf perifer.
Hubungan Peran Pendamping Teman Sebaya Dengan Penurunan Lost Follow Up Penderita HIV/AIDS Di Klinik VCT RSUD dr.Haryoto Lumajang Cahyo Purnomo; Achmad Kusyairi; Mariani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1657

Abstract

Infeksi HIV merupakan spektrum penyakit yang menyerang sel imun yang meliputi infeksi primer, dengan atau tanpa sindrom akut, pada stadium asimtomatik sampai stadium lanjut. AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi HIV. Pengobatan HIV diperlukan secara terus menerus. Penderita HIV/AIDS harus mengonsumsi Antiretro Viral (ARV) setiap hari dan kontrol rutin setiap bulan untuk minum ARV di Rumah Sakit. Kondisi tersebut membuat penderita memiliki risiko sikap Lost Follow Up. Untuk mengurangi perilaku tersebut diperlukan pendampingan sosial yang disebut Peer Companion. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara peran Peer Companion dengan penurunan tindak lanjut penderita HIV/AIDS di Klinik VCT RSUD dr.Haryoto Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Dimana data diambil dari rekam medis pasien yang berkunjung ke klinik VCT Puskesmas dr.Haryoto Lumajang pada bulan April – Juni 2024 dengan jumlah populasi 135 pasien HIV/AIDS Lost Follow Up sedangkan sampel yang diperiksa sebanyak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil secara Purposive Sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing, dan tabulating kemudian data dianalisis secara manual dan otomatis komputer dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendampingan teman sebaya yang baik sebesar 82% (64 responden) dan Lost Follow Up sebesar 19% (8 responden) analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p : 0,001 dengan taraf signifikansi 0,05 (p value 0,01 α 0,05) sehingga terdapat hubungan antara peran pendampingan teman sebaya dengan penurunan angka Lost Follow Up pada pasien HIV/AIDS di Klinik VCT Puskesmas dr.Haryoto Lumajang. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara pembimbing sebaya dan petugas Klinik VCT untuk meningkatkan pelayanan HIV/AIDS.
Pengaruh Edukasi Tentang Perawatan ODGJ Terhadap Pengetahuan Keluarga Dalam Merawat Pasien ODGJ Di Wilayah Kerja Puskesmas Senduro Idi Mashuri; Mariani; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1658

Abstract

Gangguan jiwa merupakan kondisi dimana proses fisiologis ataumental seseorang kurang berfungsi dengan baik sehingga mengganggu fungsi sehari-hari. Kasus gangguan jiwa di Indonesia berdasarkan Riskesdas tahun (2018), menunjukkan prevalensi skizofrenia/psikosis di Indonesia sebanyak 7% per 1000 rumah tangga. Pengetahuan dan sikap keluarga merupakan awal usaha memberikan iklim kondusif bagi anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Sebab keluarga adalah orang yang sangat dekat dengan pasien serta dianggap paling banyak memberikan pengaruh pada kehidupan individu pasien. Keluarga memiliki peran penting dalam merawat pasien ODGJ. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang perawatan ODGJ terhadap pengetahuan keluarga dalam merawat ODGJ. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimental dengan one group pre-post test designd. Sampel dalam penelitian sebanyak 64 responden keluarga dengan ODGJ dengan populasi sebanyak 80 keluarga ODGJ, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, proses pengolahan data dengan editing, coding, scoring, tabulating. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi berpengetahuan cukup sebanyak 43 (67,2%) responden, dan setelah diberikan edukasi tingkat pengetahuan responden baik sebanyak 48 (75%). analisa perbedaan Tingkat Pengetahuan Keluarga Dalam Perawatan ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Senduro pada pengukuran pretest dan posttest setelah dilakukan intervensi edukasi perawatan pasien dengan ODGJ dengan P-value = 0,000 < α (α = 0,05). Hasil analisa menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan keluarga dalam merawat pasien dengan ODGJ. Pengetahuan dapat mempengaruhi seseorang dalam menjalin ikatan keluarga. Keluarga yang mempunyai tingkat pengetahuan baik akan dengan senang hati menerima dan merawat keluarga yang sedang mengalami gangguan jiwa. Sebaliknya apabila keluarga mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang, maka akan butuh waktu lama keluarga tersebut menerima dan melakukan perawatan pada keluarga dengan gangguan jiwa. Sehingga pengetahuan adalah salah satu faktor dalam perawatan anggota keluarga yang memiliki masalah gangguan jiwa
Pengaruh Edukasi Deteksi Dini Pada Kader Terhadap Peningkatan Pengetahuan Peserta Posbindu PTM Di Desa Wonocepokoayu Mahmud Faqih; Yulia Rachmawati Hasanah; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1659

Abstract

Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.. Posbindu di Desa Wonocepokoayu belum berjalan secara optimal, jika dilihat dari aspek standar dan sasaran program, sumber daya, komunikasi antarorganisasi dan agen pelaksana, yang masih memiliki ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Edukasi Deteksi Dini Pada Kader terhadap peningkatan Pengetahuan peserta posbindu PTM. Metode yang dipakai adalah metode penelitian korelasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif ini dapat di konstruksi sebagai strategi penelitian yang menekankan kuantifikasi dalam pengumpulan data analisis dengan pendekatan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan sebelum adanya Edukasi Deteksi Dini Pada kader menunjukkan pengetahuan kategori tidak baik sebanyak 50 responden (51,1%). Sedangkan sebelum adanya Edukasi Deteksi Dini Pada kader di dapatkan bahwa sebagian besar responden di Desa Wonocepokoayu memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 91 responden (92,8%) setelah diberikan Edukasi Deteksi Dini Pada kader. nilai p=0,000 dimana p< 0,05 yang berarti bahwa ada Pengaruh Edukasi Deteksi Dini Pada Kader terhadap peningkatan pengetahuan peserta Posbindu PTM di Desa Wonocepokoayu. Peneliti beropini intervensi yang melibatkan kader kesehatan dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas program kesehatan masyarakat, terutama dalam hal pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular
Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat dan Tingkat Pemahaman Tentang Penyakit Dengan Tingkat Kesembuhan Pada Pasien Gastritis Di Instalasi Rawat Jalan Klinik Husada Mulia Wonorejo Lumajang Arif Mulyani; Nafolion Nur Rahmat; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1660

Abstract

Manajemen gastritis yang efektif sangat bergantung pada kepatuhan pasien terhadap pengobatan yang diresepkan serta pemahaman mereka tentang penyakit tersebut. Kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting karena berdampak langsung pada efektivitas pengobatan dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dan tingkat pemahaman tentang penyakit dengan tingkat kesembuhan pada pasien gastritis di Instalasi Rawat Jalan Klinik Husada Mulia Wonorejo Lumajang. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 165 responden di Klinik Husada Mulia Wonorejo pada bulan Maret 2024. Sampel penelitian ini berjumlah 117 pasien yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan dilakukan uji analisi dengan uji Spearman's rho.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebagian besar responden memiliki kepatuhan kategori patuh sebanyak 89 responden (76,1%), memiliki pemahaman kategori baik sebanyak 84 responden (71,8%) dan memiliki kesembuhan kategori sembuh sebanyak 90 responden (76,9%). Hasil analisis menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan adanya hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tingkat kesembuhan pasien gastritis (p : 0,000). Selain itu, terdapat hubungan antara tingkat pemahaman tentang penyakit dengan tingkat kesembuhan pasien gastritis (p : 0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat dan pemahaman tentang penyakit memiliki peran penting dalam meningkatkan tingkat kesembuhan pasien gastritis. Oleh karena itu, intervensi dalam bentuk edukasi kesehatan tentang penyakit gastritis perlu diprioritaskan dalam pelayanan kesehatan untuk mencapai hasil kesembuhan yang optimal.
Pengaruh Edukasi Hipertensi Menggunakan Audio Visual Terhadap Keaktifan Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Posyandu Srikandi Desa Gucialit Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Hasyim Asy’ari; Rizka Yunita; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1662

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang umum pada lansia dan memerlukan pemantauan rutin untuk mencegah komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh edukasi hipertensi menggunakan media audio visual terhadap keaktifan lansia dalam mengunjungi Posyandu di Posyandu Srikandi, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini mengadopsi desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Dari populasi 35 pasien lansia yang melkukan kunjungan keposyandu , sampel terdiri dari 32 responden lanisa yang mengalami hipertensi yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan observasi kehadiran lansia diposyandu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi edukasi hipertensi, sebagian besar responden (84,4%) tergolong tidak aktif dalam kunjungan ke Posyandu. Setelah intervensi dengan edukasi menggunakan media audio visual, terjadi peningkatan signifikan, di mana 59,4% responden kini aktif dalam kunjungan ke Posyandu. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari edukasi audio visual terhadap ppeningkatan keaktifan lansia. Diskusi menekankan pentingnya metode edukasi yang interaktif dan menarik, seperti media audio visual, dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam pemantauan kesehatan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam merancang program edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan keaktifan lansia dalam mengelola penyakit kronis seperti hipertensi
Hubungan Tingkat Kecemasan Berdasarkan Taylor Manifest Anxiety Scale (T-Mas) Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) Di RSUD Dr. Haryoto Lumajang Ainul Yaqin; Alwin Widhiyanto; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1663

Abstract

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy merupakan salah satu tindakan non invasif untuk memecah batu ginjal, salah satu masalah psikologis yang muncul pada pasien pre tindakan invasive maupun non invasif adalah kecemasan. Perlu diwaspadai karena cemas dapat mengakibatkan berbagai efek negatif baik secara fisik maupun psikologis salah satunya adalah peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat kecemasan berdasarkan Taylor Manifest Anxiety Scale (T MAS) dengan peningkatan tekanan darah pada pasien Pre Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) Di RSUD dr Haryoto Lumajang. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien batu ginjal yang menjalani ESWL, dengan sampel penelitian sejumlah 30 responden, teknik pengambilan Accidental Sampling dan uji yang digunakan menggunakan spearman rank test. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner T-MAS dari tanggal 1 – 31 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien pre ESWL yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 16 responden (53.3%) dan yang mengalami peningkatan tekanan darah kategori hipertensi derajat 1 adalah sebanyak 16 responden (53.3%). Hasil uji analisis menggunakan Uji spearman rank test menunjukkan hasil nilai yaitu p = 0,000 dengan tingkat signifikan α=0,05 (p value = 0,000 ≤ 0,05), yang berarti ada hubungan antara tingkat kecemasan berdasarkan Taylor Manifest Anxiety Scale (T-MAS) dengan peningkatan tekanan darah pada pasien Pre Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) Di RSUD dr Haryoto Lumajang. Tindakan ESWL membutuhkan banyak persiapan yang matang salah satunya dalam mempersiapkan psikologis pasien, pendekatan khusus dilakukan agar pasien lebih siap secara fisik maupun secara psikologis sehingga akan meminimalkan peningkatan tekanan darah karena sudah merasa lebih tenang, rileks dan siap menjalani tindakan yang akan dilakukan.
Pengaruh Edukasi Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Ibu Balita Di Desa Sumber Mujur Kecamatan Candipuro Farit Adi Pratama; Dodik Hartono; Suhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1664

Abstract

Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) adalah suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Suatu keluarga disebut Kadarzi apabila telah berprilaku gizi yang baik yang dapat dilihat dengan beberapa indikator, yaitu: menimbang berat badan secara teratur, makan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium, minum suplemen gizi sesuai aturan dan memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dari sejak lahir sampai umur 6 bulan Hasil penelitian didapatkan bahwa 118 responden menunjukkan Sebagian besar umur dari ibu adalah 21- 30 tahun yaitu sebanyak 64 ibu (54,2%). Sebelum Dilakukan Edukasi KADARZI Terhadap Pencegahan Stunting dalam kategori cukup yaitu sebanyak 64 orang (54,2%). Dimana dalam kategori baik sebanyak 30 orang (25,5%) dan responden dengan perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dalam kategori kurang sebanyak 30 orang (25,5%). hasil uji satistik menunjukkan nilai p value 0,002 atau < α 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara perilaku KADARZI Terhadap Pencegahan Stunting.Nilai Odds Ratio (OR) 0,000 yang berarti bahwa jika perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) baik maka dapat mengurangi risiko balita mengalami stunting pada desa sumber mujur. Metode edukasi memiliki kelebihan dapat mengetahui pengetahuan ibu tentang KADARZI sehingga dapat memberikan solusi yang pas untuk meningkatkan penegtahuan ibu balita agar mendapatkan hasil yang sesuai. Informasi yang diberikan akan meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang KADARZI dan tujuan agar terpenuhnya gizi balita.