cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 586 Documents
Edukasi Tentang Kompres Air Rebusan Daun Binahong Dalam Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Binarni Suhertusi; Fatmi Nirmala Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i8.2318

Abstract

Infeksi pada masa nifas, khususnya yang disebabkan oleh luka perineum, merupakan salah satu pemicu utama komplikasi hingga kematian ibu. Terapi nonfarmakologis dengan memanfaaatkan tanaman herbal seperti daun binahong (Anredera cordifolia) yang kaya akan flavonoid, saponin, dan asam askorbat terbukti dapat mengaktifkan pembentukan kolagen dan mempercepat proses penyembuhan luka perineum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada ibu postpartum mengenai penggunaan kompres air rebusan daun binahong sebagai upaya mempercepat penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan frekuensi seminggu sekali, melibatkan 32 orang ibu postpartum. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui sosialisasi, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah seluruh rangkaian kegiatan (100%) dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan, serta seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam sesi ceramah dan diskusi. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian ibu postpartum dalam merawat luka perineum secara komplementer serta mendukung penurunan angka kesakitan dan infeksi di wilayah kerja puskesmas.
Peningkatan Peran Kader Kesehatan Dalam Capaian Skrining Kesehatan Jantung Melalui Program DIPIJAT MAS TENAR Di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru Ardenny; Falinda Oktariani; R. Sakhnan; Vivi Feradella
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i8.2324

Abstract

Wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadapi peningkatan kasus penyakit jantung sebesar 15% pada tahun 2024, sementara hanya 40% kader kesehatan mampu melakukan pengukuran faktor risiko dengan benar dan 65% masyarakat belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan jantung. Program DIPIJAT MAS TENAR (Deteksi Dini Penyakit Jantung di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya) dilaksanakan melalui skema Program Kemitraan Wilayah bermitra dengan Puskesmas Tenayan Raya dan kelompok masyarakat Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Kulim, bertujuan meningkatkan peran dan kapasitas kader kesehatan dalam skrining kesehatan jantung. Kegiatan tahun pertama meliputi koordinasi dan sosialisasi program, penyiapan modul dan instrumen deteksi dini, seleksi 20 kader kesehatan dari lima kelurahan, pelatihan kader, serta serah terima tensimeter digital dan EKG portabel kepada Puskesmas. Evaluasi pre-test dan post-test terhadap 20 kader menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 67,5 menjadi 80,5 (naik 13,0 poin atau 19,3%), dengan proporsi peserta bernilai ≥ 80 meningkat dari 35% menjadi 75%. Capaian ini telah melampaui target jangka pendek program, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan minimal 80% peserta terlatih dengan baik. Tahapan selanjutnya adalah implementasi skrining oleh kader terlatih di Posbindu, edukasi rutin masyarakat, penguatan sistem rujukan, serta pembentukan forum kader DIPIJAT MAS TENAR untuk keberlanjutan program.
Peran UPT Perlindungan Konsumen Jember Dalam Sosialisasi Dan Fasilitasi Program Sehati Di Besuki Reigar Tryandy Wijaya; Aulia Salsabila Ade; Dhimas Ekanaputra; M. Saiful Anam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i8.2333

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran UPT Perlindungan Konsumen Jember dalam pemberdayaan pelaku usaha melalui sosialisasi dan fasilitasi Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) di Besuki. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi dengan pendekatan jemput bola, serta fasilitasi kepada pelaku usaha. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai legalitas usaha, hak, kewajiban, dan larangan pelaku usaha, pencantuman label, serta manfaat dan persyaratan sertifikasi halal. Fasilitasi dilakukan melalui pemberian informasi dan arahan mengenai NIB, P-IRT, serta persyaratan pengajuan sertifikasi halal melalui Program SEHATI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masih terdapat pelaku usaha makanan dan minuman rumahan yang belum memiliki legalitas usaha, sertifikasi halal, dan pencantuman label produk sesuai ketentuan. UPT Perlindungan Konsumen Jember berperan sebagai edukator dan fasilitator dengan membantu pelaku usaha memperoleh informasi serta mengakses program dan legalitas yang diperlukan. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas dan sertifikasi halal, membantu pelaku usaha mempersiapkan persyaratan sertifikasi, serta mendukung pemasaran produk dan kepastian kehalalan bagi konsumen.
Implementasi Pendidikan Kese Hatan Bagi Ibu Dalam Penanganan Kejang Demam Pada Anak Erni Musmiler; Firda Damba Wahyuni; Gani Oktafia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i8.2334

Abstract

Kejang demam merupakan kondisi umum pada anak usia 1–5 tahun, dan penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi serius. Tingkat pengetahuan ibu sangat menentukan ketepatan pertolongan pertama pada kejang demam. Di Indonesia, prevalensi kejang demam meningkat dari 3,5% pada 2020 menjadi 5% pada 2023. Upaya perawatan yang tepat serta pencegahan infeksi dapat mengurangi risiko kejang demam dan dampak negatifnya, salah satunya melalui peningkatan pengetahuan ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu permata Bunda Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang. Kegiatan ini dilakukan pada hari senin/8 juni 2026 dengan sasaran adalah Ibu yang mempunyai anak usia 1-5 tahun. Hasil kegiatan yaitu Implementasi Pendidikan Kesehatan tentang penanganan demam kejang efektif meningkatkan pengetahuan ibu dalam penanganan demam kejang pada anak. Pendidikan Kesehatan ini dapat digunakan sebagai intervensi yang tepat dan cepat dalam penangan kejang demam pada anak.
Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Upaya Deteksi Dini Masalah Kesehatan Pada Remaja Di SMA X Kota Batam Sri Muharni; Umi Eliawati; Annisa Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i9.2354

Abstract

Remaja adalah kelompok usia yang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga membutuhkan perhatian terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh. Berbagai masalah kesehatan pada remaja dapat terjadi tanpa menunjukkan gejala yang jelas sehingga pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan sebagai salah satu upaya deteksi dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada remaja serta meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pengukuran tanda-tanda vital, pengukuran berat badan dan tinggi badan, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pemberian edukasi kesehatan tentang gaya hidup sehat pada remaja. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di SMA X Kota Batam, dengan sasaran sebanyak 40 remaja. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar (95%) berada dalam kondisi kesehatan yang baik, namun ditemukan beberapa peserta dengan masih kurang melakukan aktivitas fisik dan pola makan beresiko, Kegiatan edukasi mendapatkan respons positif dari peserta yang ditunjukkan dengan keaktifan dalam mengikuti pemeriksaan dan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini masalah kesehatan serta meningkatkan kesadaran remaja untuk menerapkan perilaku hidup sehat
Pendidikan Kesehatan Dengan Tema “Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Pencegahan Risiko Reproduksi” Wulan Novika Ambarsari; Adita Irmawanti; Briefman Tampubolon; Rahayu Savitri; Budi Riayanto; Novi fitri Andias; Fika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i9.2373

Abstract

HIV/AIDS tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan karena dampaknya yang luas terhadap aspek medis, psikososial, dan kualitas hidup individu. Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki kerentanan ganda, tidak hanya terhadap risiko oportunistik, tetapi juga terhadap berbagai gangguan kesehatan reproduksi yang kompleks. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi menjadi salah satu intervensi penting dalam meningkatkan pengetahuan ODHA mengenai kesehatan reproduksinya, serta mencegah terjadinya risiko komplikasi dan penularan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ODHA mengenai kesehatan reproduksi yang aman, pencegahan infeksi menular seksual, penggunaan kontrasepsi yang tepat, serta upaya pencegahan penularan HIV kepada pasangan maupun anak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif melalui penyuluhan, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), dan pemberian leaflet. Program ini melibatkan partisipasi aktif peserta sehingga materi dapat dipahami secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, perilaku seksual yang aman, serta kepatuhan terhadap pengobatan antiretroviral. Pendidikan kesehatan reproduksi terbukti menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung kualitas hidup ODHA serta menurunkan risiko penularan HIV.