cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PROBIOTIK Lactobacillus fermentum ENKAPSULASI PLUS METIONIN TERHADAP JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK Toriq Nur Satrio Prayoga; Umi Kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin terhadap jumlah bakteri asam laktat dan kandungan bahan organik. Penelitian ini menggunakan materi isolat bakteri Lactobacillus fermentum, tepung maizena, maltodextrin, metionin dan kemasan alumunium foil 50g. Penelitian ini menggunakan metode  percobaan rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah lama simpan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin yakni PO (0 hari), P1 (7 hari), dan P2 (14 hari). Parameter yang diambil adalah jumlah BAL dan kandungan bahan organik. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam dan uji BNT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama penyimpanan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah BAL. Rataan jumlah BAL (log cfu/g) P0= 8,08, P1= 9,43, dan P2= 9,86. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama penyimpanan probiotik Lactobacillus fermentum enkapsulasi plus metionin  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan organik. Rataan kandungan bahan organik (%) yakni P0= 87,75, P1=86,25, dan P2= 88,50. Menurut hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama simpan produk  probiotik  tersebut ada respon positif terhadap jumlah BAL dan mampu bertahan sampai 14 hari berdasarkan jumlah BAL log 9,86 cfu/g dan kandungan BO 88,5%. Perlu diadakan penelitian lanjut mengenai lama simpan lebih dari 14 hari produk probiotik enkapsulasi plus metionin dan berbagai jenis kemasan.
PERBEDAAN FENOTIPE PANJANG BADAN DAN LINGKAR DADA SAPI F1 PERANAKAN ONGOLE (PO) DAN SAPI FI SIMPO DI KECAMATAN SUBAH KABUPATEN SAMBAS Eka Trismiati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaaan fenotipe kuantitatif panjang badan dan lingkar dada pada sapi F1 PO dan sapi F1 Simpo. Materi penelitian menggunakan 24 ekor sapi dengan umur 1-2,5 tahun yang terdiri dari: 11 ekor sapi F1 PO dan 13 ekor sapi F1 Simpo. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisa data variasi fenotipe kuantitatif mengunakan uji-t analisis statistik anova pola searah dari Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rataan dan nilai BNT 5% fenotipe lingkar dada dan panjang badan sapi F1 adalah 160,91 cm; 108,27a cm (F1 PO), 170,31cm; 120,85 b cm (F1 Simpo). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rataan lingkar dada dan bobot badan ternak tidak berbeda nyata antara sapi F1 PO dengan sapi F1 Simpo, sebaliknya rataan panjang badan sapi F1 PO berbeda nyata lebih rendah dibandingkan dengan sapi F1 Simpo.
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius PLUS MIKROMINERAL TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN QUAIL DAY PRODUCTION PADA PUYUH PERIODE LAYER UMUR 120 SAMPAI 145 HARI Aris Sujatmiko; Usman Ali; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi (PLMC) dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan Quai Day Production (QDP)  puyuh periode layer umur 120 hari sampai 145 hari. Materi yang digunakan Probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi, pakan komersial dan burung puyuh umur 120 hari berjumlah 320 ekor.Metode.”yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap”(RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, dengan setiap unit percobaan terdiri dari 20 ekor burung puyuh.”Perlakuan A = pakan komersil (tanpa PLMC), B = pakan komersial + PLMC 0,2%, C = pakan komersial + PLMC 0,4%, D = pakan komersial + PLMC 0,6.”Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PLMC dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05). Rata-rata nilai konsumsi pakan (gram/ekor/hari) adalah A= 20,96 B= 20,96 C=  20,95 dan  D= 20,95.”Sedangkan pada Quail Day Production menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Rata-rata Quail Day Production (%) selama penelitian (25 hari) adalah A= 63.63 a, B= 64.88a, C= 70.44ab dan D= 74.88b. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan PLMC dalam pakan dapat meningkatkan Quail Day Production dan tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan. Untuk level penambahan probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi dalam pakan sebanyak 6 gram per kilogram pakan memberikan nilai terbaik terhadap Quail Day Production puyuh umur 120 sampai 145 hari. Disarankan untuk penambahan probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi sebanyak 6 gram per kilogram pakan untuk mendapatkan persentase Quail Day Production puyuh tertinggi,”selain itu perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait penambahan PLMC terhadap kualitas telur puyuh dan daya tetas telur.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS FERMENTUM PADA AIR MINUM TERHADAP BOBOT TELUR DAN KUALITAS EKSTERIOR TELUR AYAM PETELUR MENJELANG AFKIR Jamal Toriq; Umi Kalsum; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian probiotik Lactobacillus fermentum pada air minum terhadap bobot telur dan kualitas eksterior telur. Materi yang digunakan ayam petelur menjelang afkir umur 20 bulan sebanyak 106 ekor, bakteri Lactobacillus fermentum. Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi P0: tanpa pemberian, P1: 2 ml/liter, P2: 3 ml/liter dan P3: 4 ml/liter. Variabel yang diamati bobot telur dan kualitas eksterior telur. Data diperoleh dianalisis ragam dan Uji Chi-square. Hasil analisis ragam menunjukkan pemberian probiotik Lactobacillus fermentum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot dan indeks telur. Hasil Uji Chi-square Pada minggu pertama tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan warna kerabang dan minggu kedua tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna kerabang, sedangkan pada tekstur berpengaruh nyata (P<0,05). Rata-rata bobot telur tanpa pemberian (P0) : 70 g, P1 : 69,3 g, P2 : 66,6 g dan P3 : 69,9 g. Rata-rata indeks telur tanpa pemberian (P0) : 0,739, P1 : 0,784, P2 : 0,748, P3 : 0,726. Hasil Uji Chi-square minggu pertama pada warna kerabang nilai hitung sebesar 1,8689 dan hitung sebesar 2,722 pada tekstur kerabang. Pada minggu kedua terhadap warna kerabang nilai hitung sebesar 0,7208 dan nilai hitung 9,918 terhadap tekstur kerabang. Kesimpulan penelitian bahwa pemberian tingkat dosis tidak memberikan pengaruh negatif terhadap bobot dan kualitas eksterior secara keseluruhan.Kata kunci : Lactobacillus fermentum, ayam petelur menjelang afkir, bobot telur, kualitas eksterior telur
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus fermentum PLUS MULTI ENZIM TERENKAPSULASI TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN QUAIL DAY PRODUCTION PADA BURUNG PUYUH Ahmad Fadholi; Usman Ali; M Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat penambahan probiotik Lactobacillus fermentum plus multi enzim terenkapsulasi terhadap konsumsi pakan dan quail day production pada burung puyuh. Adapun materi pada penelitian ini adalah probiotik Lactobacillus fermentum plus multi enzim yang di enkapsulasi, pakan komersil dan burung puyuh betina fase layer. Metode yang dipakai yaitu percobaan (eksperimen) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Penambahan probiotik Lactobacillus fermentum plus multi enzim terenkapsulasi pada pakan yaitu perlakuan A = Pakan Komersil, perlakuan B = Pakan Komersil dengan probiotik 1,5 g/kg dari pakan, perlakuan C = Pakan Komersil dengan probiotik 3 g/kg dari pakan, dan perlakuan D = Pakan Komersil dengan probiotik 4,5 g/kg dari pakan. Variabel yang diukur yaitu konsumsi pakan dan Quail Day Production. Data penelitian dianalisa menggunakan Analysis of Varience (ANOVA). Hasil penelitan menunjukkan dengan penambahan probiotik Lactobacillus fermentum plus multi enzim yang dienkapsulasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi dan quail day production. Rataan konsumsi pakan (g/ekor/hari) pada perlakuan A = 21,776a, B = 21,802ab, C = 21,861bc, dan D = 21,890c. Rata-rata quail day production (persen) perlakuan A = 73,81a, B = 75,19a, C = 78,38ab, dan D = 82,56b. Kesimpulan penelitian ini bahwa semakin tinggi probiotik Lactobacillus fermentum plus multi enzim enkapsulasi yang ditambahkan pada pakan burung puyuh dapat meningkatkan konsumsi pakan dan quail day production. Penambahan probiotik Lactobacillus fermentum plus multi enzim terenkapsulasi sebesar 4,5 g/kg pakan dalam pakan burung puyuh menghasilkan quail day production tertinggi.            Kata kunci : Probiotik, multi enzim, enkapsulasi, Quail day production, konsumsi pakan                                                                
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG DAUN Trichanthera gigantea TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN KONVERSI PAKAN PADA ITIK PEDAGING HIBRIDA UMUR 22-45 HARI Indra Dian Prastyawan; Usman Ali; Muhamad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan tepung daun Trichanthera gigantea terfermentasi dalam pakan terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan,(PBB) dan konversi pakan itik pedaging jenis hibrida umur 22 – 45 hari. Metode pada penelitian adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan.pada.penelitian.yaitu tingkat penggunaan Trichanthera gigantea terfermentasi (TGTF) dalam pakan P0= tanpa penggunaan TGTF (kontrol), P1 = penggunaan TGTF 5%, P2 = penggunaan TGTF 10%, dan P3 = penggunaan TGTF 15%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa yaitu tingkat penggunaan TGTF oleh Aspergillus niger dalam pakan berpengangaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap konversi pakan.  Hasil perhitungan diperoleh rata - rata konsumsi pakan selama penlitian pada itik hibrida P0 = 3289.50a  g/ekor,  P1 = 3310.00a  g/ekor, P2  = 3354.25a g/ekor dan P3 = 3432.50b g/ekor.  Rata – rata PBB selama penelitian P0 = 843.00a g/ekor, P1 = 851.75ab g/ekor, P2 =876.75b g/ekor dan P3= 908.50c g/ekor. Sedang rata – rata konversi pakan itik hibrida dalam 23.hari penelitian. P0 = 3.90a , P1 =  3.89ab , P2 = 3.83bc dan P3 =3.78c. Kesimpulan peneltian adalah penggunaan Tricanthrera  gigantea terfermentasi Aspergillus niger dalam pakan dapat meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan namun dapat menghasilkan pada konversi.pakan.yang menurun pada itik pedaging hibrida. Pakan dengan penggunaan Trichanthrera gigantea terfermentasi Aspergillus niger 15% pada itik pedaging hibrida menghasilkan nilai konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) dan konversi pakan yang terbaik. Disarankan untuk meningkatkan efisiensi pakan  pakan itik pedaging hibrida sebaiknya menggunakan pakan dengan campuran TGTF 15%. Selain itu perlu penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan level penggunaan TGTF lebih dari 15% dalam pakan
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN CURCUMA DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA BROILER (ARTICLE REVIEW) Dian Untari Ade Wulan; Umi Kalsum; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman herbal Curcuma adalah jenis tanaman rimpang yang sangat mudah ditemukan dan memiliki banyak manfaat. Jenis tanaman Curcuma ini diantaranya adalah kunyit, temu ireng, dan temulawak. Tanaman jenis rimpang ini sering dimanfaatkan oleh berbagai akademisi dan peternak broiler sebagai tambahan pakan karena berbagai manfaat yang diberikan untuk pemeliharaan broiler. Tanaman jenis Curcuma ini dapat dimanfaatkan sebagai feed additive yang aman karena berbahan dasar herbal dan tidak menimbulkan residu. Kandungan senyawa kurkuminoid dan minyak atsiri di dalam Curcuma bermanfaat bagi sistem pencernaan unggas sehingga performa atau tampilan produksinya maksimal. Kandungan senyawa kurkuminoid dapat menstimulasi kantong empedu dalam mengasilkan cairan empedu yang kaya akan enzim lipase, amilase dan protease. Minyak atsiri atau minyak esensial dari tanaman jenis Curcuma dapat menghambat dan membunuh bakteri, virus, dan jamur, maupun bakteri patogen lain karena mempunyai anti-mikroba dan anti-fungisida dalam saluran pencernaan. Kata Kunci : Curcuma, Pakan, Performa, Broiler
ANALISIS PENGARUH BCS INDUK SAPI PFH PASCA PMK TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DENGAN SEMEN BEKU SEXING Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar; Kentjonowaty, Inggit; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Body Condition Score (BCS) induk sapi Peranakan Frisien Holstein (PFH) pasca Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) dengan semen beku sexing. Materi yang digunakan yaitu induk sapi PFH yang sembuh dari PMK berjumlah 30 ekor dengan BCS 2, 3 dan 4 masing-masing 10 ekor, Sapi induk yang digunakan dari bangsa sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) berumur 3-5 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survey ke peternak saat berlangsungnya proses Inseminasi Buatan (IB). Data sekunder berdasarkan data nomor sapi keanggotaan yang diperoleh dari Koperasi Susu SAE Pujon. Variabel yang diteliti yaitu Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR) dan  Service per Conception (S/C),. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NRR 1 pada BCS 2 = 70% ; BCS 3 = 10% ; BCS 4 = 70% sedangkan NRR2 pada BCS 2 = 60% ; BCS 3 = 90% dan BCS 4 = 70%. Nilai SC pada BCS 2 = 1,4; BCS 3 = 1,1; BCS 4 = 1,3. Nilai CR pada BCS 2 = 60% ; BCS 3 = 90% dan BCS 4 = 70%. Kesimpulan penelitian yaitu keberhasilan IB pasca PMK berdasarkan BCS relatif baik. Disarankan melakukan penelitian lanjutan terkait keberhasilan perlakuan IB menggunakan semen beku sexing.Kata kunci: bcs, ib, pfh, pmk, semen sexing
PERFORMA BROILER TERINFEKSI BAKTERI Salmonella Sp YANG DIBERI EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) Nikmatul Hairoh; Umi Kalsum; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa broiler yang terinfeksi bakteri Salmonella spdengan pemberian ekstrak daun Vernonia amygdalina. Materi yang digunakan broiler 48 ekor umur19 hari, ekstrak daun Vernonia amygdalina, pepton, oxytetracicylin, pakan BR1 dan bakteriSalmonella sp. Penelitian menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan3 Kelompok, Perlakuan penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun Vernonia amygdalina dengandosisi berbeda pada broiler yang terinfeksi bakteri Salmonella sp yang meliputi kontrol P0 =Pemberian oxytetracicylin, P1 = 0,5%, P2 = 1%, P3 = 1,5%. Variabel yang diamati FCR (FeedConversion Ration) dan Persentase karkas. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberianekstrak daun Vernonia amygdalina pada broiler yang terinfeksi bakteri Salmonella sp berpengaruhsangat nyata (P<0,01) terhadap FCR dan tidak pengaruh (P>0,05) terhadap persentase karkas. Rata– rata nilai FCR P0 = 2,53b, P1 = 2,43ab, P2 = 2,07ab, P3 = 1,78a. Rata – rata nilai Persentase karkasP0 = 62,12%, P1 = 61,26%, P2 = 59,80%, P3 = 60,03%. Kesimpulan penelitian bahwa pemberianekstrak daun Vernonia amygdalina dapat menurunkan nilai FCR pada broiler terinfeksi bakteriSalmonella sp dengan dosis 0,5% - 1,5% dan perlakuan terbaik untuk menurunkan nilai FCR padadosis ekstrak daun Vernonia amygdalina 1,5%.Katakunci : Vernonia amygdalina, Salmonella sp, FCR, Karkas, Broiler
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN PROBIOTIK ENKAPSULASI Lactobacillus salivarius PLUS MIKROMINERAL DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT DAN KOMPONEN TELUR PUYUH Umar Sahid; Umi Kalsum; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian,,ini bertujuan mengetahui dan menganalisa pengaruh probiotik Lactobacillus salivarius enkapsulasi plus mikromineral dalam pakan terhadap bobot dan komponen telur puyuh. Materi yang digunakan adalah probiotik Lactobacillus salivarius dan burung Puyuh umur 120 hari sebanyak 320 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa statistik rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap,,masing-masing ulangan menggunakan 20 ekor burung puyuh, dengan perlakuan A= pakan tanpa probiotik, B= 0,2 %, C= 0,4 %, dan D= 0,6 %. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi pemberian probiotik, perlakuan A= tanpa probiotik, B= 0,2%, C= 0,4%, dan D=0,6%. Setiap unit percobaan terdiri dari 20 ekor burung puyuh. Variabel yang diamati adalah berat telur dan komponen telur meliputi: berat putih telur, berat kuning telur, dan berat kerabang telur. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat bobot telur dan bobot putih telur. Rataan nilai (gram) pada perlakuan A = 11.055a, perlakuan B = 11.919bc, perlakuan C = 11.783b, dan perlakuan D = 12.146c. Rata-rata berat putih telur puyuh (gram) perlakuan A = 5.639a perlakuan B = 6.348b perlakuan C =6.248b dan perlakuan D =6.375b. Penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat kuning telur dan kerabang telur puyuh. Rata-rata berat kuning telur puyuh (gram) perlakuan A = 3.855 perlakuan B = 3.975 perlakuan C =3.929 dan perlakuan D = 4.162. Rata-rata berat kerabang telur puyuh (gram) pada perlakuan A = 1.549 perlakuan B =1.595 perlakuan C =1.609 dan perlakuan D =1.608. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik Lactobacillus salivarius berpengaruh positif terhadap bobot telur dan berat putih telur. Pemberian probiotik LS 0,2% telah dapat meningkatkan bobot telur dan bobot putih telur.