cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK ENKAPSULASI TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAN PROTEIN KASAR PADA BURUNG PUYUH Julkarnain .; Umi Kalsum; Liliek Rahardjo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh penambahanprobiotik enkapsulasi terhadap kecernaan bahan organik dan protein kasar. Materipenelitian adalah 80 ekor burung puyuh betina berumur 30, Pakan standar danpenambahan probiotik enkapsulasi. Metode yang digunakan adalah metode percobaandengan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 4 Perlakuan 4 Kelompok yaitu A =Pakan standar tampa penambahan probiotik; B = Pakan standar + probiotik enkapsulsi0.3%; C = Pakan standart + probiotik enkapsulasi 0.5%; D = Pakan standar + probiotikenkapsulasi 0.7%. Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan organik (KcBO) dankecernaan protein kasar (KcPK) data ini diambil dengan Anova dan diuji lanjut denganBNT. Dari hasil analisis ragam diperoleh bahwa penggunaan probiotik enkapsulasihingga 0.7(g/ekor) pada pakan burung puyuh berpengaruh sangat nyata terhadapkecernaan BO dan kecernaan protein kasar pada pakan burung puyuh. Rata-ratakecernaan BO pada pakan adalah A = 61,616%; B = 69,745%; C = 72,594%; D =75,661%.. Rata-rata kecernaan protein kasar adalah A= 33,299%; B = 46.546%; C =57,303%; D = 58,562%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sampai tingkatPenggunaan probiotik enkapsuasi ( 0,3%; 0,5%; dan 0,7% pada pakan burung puyuhmeningkatkan daya cerna bahan organik dan protein kasar pada pakan burung puyuh. Penambaha dosis 0,7% probiotik enkapsulasi pada pakan burung puyuh menghasilkanbahan organik dan protein kasar yang terbaik. Dan saran Untuk meningkatkan daya cernapakan burung puyuh maka disarankan untuk menggunakan probiotik enkapsulasisebanyak 7g/kg pakan.
HUBUNGAN PENAMPILAN FISIK SAPI TERHADAP HARGA JUAL BAKALAN SAPI POTONG LIMOUSIN CROSS DI PASAR HEWAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO Mohammad Yani Permana Firman Sanjaya1, Dedi Suryanto2, Irawati Dinasari2 Sanjaya, Mohammad Yani Permana Firman; Suryanto, Dedi; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penampilan fisik sapi terhadap harga jual bakalan sapi potong di pasar hewan daerah Kabupaten Mojokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peternak yang memilih bakalan sapi potong berbangsa Limousin cross yang berumur 1,5 – 2,5 tahun dan memiliki bobot badan antara 250-350 kg. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, cara pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling yang dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner oleh para peternak sapi Limousin cross sebanyak 35 responden. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan, nilai BCS penampilan fisik bakalan sapi potong  Limousin cross terhadap harga jual masuk dalam kategori kuat dan 63,09% dipengaruhi oleh nilai BCS. Persamaan regresinya adalah Y=100.000+6.840.476X. Pada variabel umur bakalan sapi potong Limousin cross terhadap harga jual masuk dalam kategori sedang dan 28,5% dipengaruhi oleh umur. Persamaan regresinya adalah Y=2.437.555+617.526X. Kesimpulan dalam penelitian ini, nilai BCS memiliki hubungan yang masuk dalam kategori kuat dan memiliki pengaruh sebesar 63,09% pada harga jual. Pada variabel umur sapi Limousin cross memiliki hubungan yang masuk dalam kategori sedang dan memiliki pengaruh sebesar 28,5% pada harga jual.Kata kunci: BCS, Umur, Harga Jual Sapi
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI PADA PAKAN KELINCI TERHADAP PERFOMANS KELINCI NEW ZEALAND WHITE Muh ’Ainun Syamsuddin Haris; Dedi Suryanto; M Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertujuan menemukan dosis terbaik penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi pada pakan kelinci terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan serta diharapkan menjadi pedoman pemberian dosis probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi dalam pakan kelinci New Zealand White. Materi penelitian meliputi Kelinci New Zealand White, Lactobacillus salivarius, bahan pakan meliputi jagung kuning 26%, pollard 15%, dedak halus 7,50%, bungkil kedelai 14%, Gandum 10%, gaplek 5%, DDGS 10%, bungkil kelapa 5%, kulit kacang tanah 5%, mineral 2,25% dan garam 0,25%. Metode penelitian ini yakni eksperimen Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kelompok. Variabel yang diamati yakni konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data hasil penelitian dianalisis ragam kemudian dilanjutkan uji BNT. Hasil penelitian didapatkan perlakuan dan kelompok berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dengan rataan P0=4579,00a, P1=4726,25ab, P2=4851b, P3=4901,25b, sedangkan rataan K1=4509,5a gram/ekor, K2= 4716,25ab gram/ekor, K3= 4829,00bc gram/ekor, K4=5003,50c gram/ekor. Hasil perlakuan dan kelompok didapatkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap PBB dengan rataan P0=739,50a, P1=868,75b, P2=932,75c, P3=983,75d, sedangkan rataan K1=865,25a gram/ekor, K2=888b gram/ekor, K3=903,25c gram/ekor, K4=921,75d gram/ekor. Hasil perlakuan dan kelompok didapatkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR  dengan rataan P0=5,77d, P1=5,44c gram/ekor, P2=5,2b, P3=4,98a, sedangkan rataan K1=5,24a, K2=5,34b, K3=5,37b, K4=5,45c. Disimpulkan penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi berpengaruh terhadap Perfomans kelinci New Zealand White. Penggunaan dosis probiotik Lactobacillus salivarius sebanyak 7g/kg pakan memperlihatkan hasil terbaik.Kata kunci : Lactobacillus salivarius, kelinci, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan. 
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN Trichanthera gigantea TERFERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN ITIK PEDAGING HIBRIDA UMUR 22 – 45 HARI TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL Dian Adi Susanto; Muhammad Farid Wadjidi; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga ada 16 unit percobaan.  Setiap unit percobaan terdiri dari 4 ekor itik jenis hibrida jantan sehingga jumlah itik sebanyak 64 ekor umur 22 yang berbobot badan homogen (koefisien keragaman 6,6%). Perlakuan penelitian adalah penggunaan tepung daun Trichanthera gigantea terfermentasi (TDTF) dalam pakan. Adapun susunan penelitian adalah P0 = Pakan tanpa penggunaan TDTF, P1 = Pakan dengan penggunaan TDTF 5%, P2 = Pakan dengan penggunaan TDTF 10%, P3 = Pakan dengan penggunaan TDTF 15%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan tepung daun Trichanthera gigantea terfermentasi dalam pakan berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap persentase karkas dan  persentase lemak abdominal itik pedaging hibrida. Adapun nilai rata - rata persentase karkas itik selama penelitian adalah P0 = 57,78a g/ekor. ; P1 = 57,80ab g/ekor. ; P2 = 58,73 ab g/ekor dan P3 = 59,18b g/ekor, sedang nilai persentase lemak abdominal selama penelitian yaitu P0 = 6,12c g/ekor ; P1 = 6,06bc g/ekor ; P2 = 5,60ab g/ekor dan P3 = 5,41a g/ekor. Kesimpulan penggunaan Trichanthera Gigantea terfermentasi dalam pakan dapat meningkatan persentase karkas dan penurunan persentase lemak abdominal pada itik pedaging hibrida jantan. Kemudian disarankan penggunaan tepung daun Trichanthera gigantea terfermentasi dalam pakan untuk menghasilkan performan terbaik pada itik pedaging jantan hibrida sampai dengan 15%.
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI SUMBER KARBON TERHADAP ENKAPSULASI Lactobacillus fermentum TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK Dista Chandra Irawan; Umi Kalsum; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari sumber karbon terbaik dalam enkapsulasi Lactobacillus fermentum. menghasilkan kadar asam laktat dan bahan organik yang optimal. Bahan baku yang dipakai pada penelitian ini yaitu , maltodekstrin, sumber karbon, ZA, teoung terigu, Lactobacillus fermentum, tepung tapioca, tepung beras, air suling, fenolftalein, larutan NaOH 0,1 N. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuaan , 3 ulangan. Penggunaan kandungan bahan organik pada enkapsulas probiotik Lactobacillus fermentum dengan kombinasi bahan maltodekstrin 10% + ZA 1 % dan masing-masing sumber karbon sebanyak 89%. Sumber karbon adalah A = tepung beras, B = tepung terigu, C = tepung tapioka dan D = tepung maizena, dengan ditambahkan Lactobacillus fermentum sebanyak 11 % dari bahan enkapsulasi pada masing-masing unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan dari berbagai sumber karbon pada enkapsulasi Lactobacillus fermentum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan organik. Kandungan asam laktat menunjukkan bahwa adanya penambahan berbagai sumber karbon pada proses enkapsulasi Lactobacillus fermentum tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05). Disimpulkan bahwa Sumber karbon terbaik pada enkapsulasi Lactobacillus fermentum adalah tepung terigu (perlakuan B) yang menghasilkan kadar bahan organik 90,1022% dan kadar asam laktat 1,03%. Kata kunci : Lactobacillus fermentum, enkapsulasi, kandungan bahan organik dan kadar asam laktat. 
PENGARUH LAMA FERMENTASI RUMPUT RAJA (Pennnisetum purpureophoides) DENGAN FERMENTOR SAUS BURGER PAKAN TERHADAP KUALITAS RUMPUT Muzayyin Ilmana; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan bahan pakan untuk meningkatkan kualitas pakan salah satunya dengan fermentasi. Lama fermentasi mempengaruhi kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentor saus burger pakan terhadap kualitas rumput. Materi yang digunakan  hijauan king grass, bran gandum, tetes tebu, mineral Premix, saus burger pakan, air. Metode adalah eksperimen. Rancangan adalah Rancangan Acak Lengkap. Terdapat 3 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah lama fermentasi yaitu P5 = 5 hari, P10 = 10 hari, P15 = 15 hari. Variabel yang diamati yaitu kualitas   rumput berupa warna, aroma/bau, tekstur, jamur dan pH. Penilaian warna pakan dilakukan dengan memberikan nilai  warna yaitu hijau kekuningan = 3, kekuningan = 2, coklat = 1. Penilaian aroma/bau dengan memberikan nilai  sebagai berikut : Bau khas fermentasi =3, asam= 2, sedikit asam = 1. Penilaian tekstur pakan dengan nilai  sebagai berikut : tekstur lembut = 3, tekstur sedikit lembut = 2, tekstur kasar = 1. Penilaian jamur pakan sebagai berikut :  tidak ada = 3, jamur tepung = 2, ada mengumpal = 1. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus. Analisis data menggunakan kuantitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan lama penyimpanan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap aroma, jamur dan pH, tetapi berpengaruh (P<0,05) terhadap warna dan tekstur. Kesimpulan lama fermentasi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) dengan fermentaor saus burger pakan mempunyai pengaruh terhadp kualitas   rumput. Lama penyimpanan terbaik adalah 5 hari. kata kunci: rumput raja; saus burger pakan; fermentasi; kualitas ; waktu penyimpanan
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN PROBIOTIK PLUS HERBAL TERHADAP PRODUKTIVITAS BROILER (ARTICLE REVIEW) Muhammad Naufal Nawwaf Syafiq; Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Probiotik merupkan mikroba hidup yang bermanfat baik bagi tubuh inang. Penambahan probiotik telah dilakukan oleh para peternak karena dinilai aman digunakan tanpa ada residu zat kimia. Probiotik yang umum digunakan berasal dari bakteri asam laktat. Mikroba hidup dalam probiotik berperan dalam menjaga keseimbangan mikroflora pada usus sehingga populasi bakteri patogen dapat berkurang. Selain probiotik, pemanfaatan zat bioaktif dalam tanaman herbal sudah banyak digunakan. Tanaman herbal seperti temulawak, kunyit, bawang putih, mengkudu, lidah buaya, kencur, lengkuas dan jahe memiliki khasiat manfaat bagi ternak broiler. Zat bioaktif seperti, Xeronin, Proxeronin dapat membantu penyerapan protein dan sebagai bahan tambahan dalam ransum pakan. Minyak atsiri, alicin, kurkumin dan Antrakuinon  mampu meningkatkan permeabilitas dinding sel usus sehingga nutrisi dapat terserap dengan baik. Kombinasi probiotik plus herbal memiliki dampak baik bagi kesehatan broiler. Kemampuan mikroba hidup probiotik dalam menjaga imunitas inang dengan kandungan zat bioaktif tanaman herbal yang kaya zat nutrisi alami berpengaruh baik terhadap produktivitas broiler. Penambahan probiotik Lactobacillus sp., Bacillus sp., Streptococcus sp plus ekstrak temulawak mampu menurunkan populasi bakteri Salmonella sp dan kadar kolesterol dalam darah broiler. Hal ini menunjukan suplementasi probiotik dengan ekstrak temulawak berperan sebagai antibakteri sehingga mengurangi populasi mikroba patogen. Selain itu penggunaan pakan dengan tambahan garlic powder dan Saccharomyces cerevisiae mampu meningkatkan bobor badan dan memperbaiki nilai FCR broiler finisher. Kata kunci : broiler, produktivitas, probiotik plus herbal
PENGARUH PERENDAMAN DAGING SAPI BRAHMAN DENGAN ASAM GELUGUR TERHADAP NILAI pH DAN JUMLAH MIKROORGANISME arifin, Nur laily romdlaniyah; Suryanto, Dedi; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perendaman daging sapi Brahman dengan  asam gelugur terhadap nilai pH dan jumlah mikroorganisme. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Oktober-9 November 2023 di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Islam Malang. Materi dalam penelitian ini menggunakan daging sapi Brahman, Asam gelugur, Nutrien Agar (NA), Buffer Pepton Water (BPW). Metode penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan diantaranya yaitu, P0: Kontrol, P1: Larutan asam gelugur 10%, P2: Larutan asam gelugur 12,5% dan P3: Larutan asam gelugur 15%. Variabel yang diamati adalah nilai pH dan jumlah mikroorganisme. Data dari hasil dianalisis ragam menggunakan ANOVA. Hasil analisis ragam menunjukkan perendaman daging sapi Brahman dengan asam gelugur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH dan jumlah mikroorganisme. Rataan nilai pH perlakuan P0 = 5,60b, P1 = 5,52b, P2 = 5,38b dan P3 = 5,04a. Rata-rata jumlah mikroorganisme (log cfu/gr) perlakuan P0 = 7,5d x 105 CFU/gr, P1 = 2,5c x 105 CFU/gr, P2 = 0,84b x 105CFU/gr,  dan P3 = 0,12a x 105 CFU/gr. Kesimpulan penelitian bahwa perendaman daging sapi dengan asam gelugur 15% dapat menurunkan nilai pH dan jumlah mikroorganisme.Kata kunci : Daging sapi, Asam gelugur, nilai pH, jumlah mikroba
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PREFERENSI KONSUMEN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH DAGING SAPI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA” Hairil Ansyarif; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dan atribut yang mempengaruhi tingkat preferensi konsumen dan pengambilan keputusan dalam memilih daging sapi di Pasar Tradisional, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Materi yang digunakan dalam penelitian preferensi konsumen dalam memilih daging sapi. Bahan yang digunakan adalah kuisioner dan daging sapi. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pengambilan responden secara purposive sampling.  “Penelitian membutuhkan data yang relevan dan benar tanpa adanya manipulasi data guna keberhasilan penelitian. Oleh karena itu, pentingnya data yang akurat dan dapat dipercaya maka diperlukan pengambilan data dengan metode” survei yang terbagi menjadi 4 macam, yaitu sebagai berikut: wawancara, kuiioner, observasi dan penentuan lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jenis kelamin perempuan 25 orang 15 orang laki-laki dengan umur 31-50 sebanyak 26 orang tingkat, Pendidikan S1 18, PNS 12, dibandingkan responden lainya. Menurut pendapatan 8 responden 20 persen  adalah rata-ratan konsumen dengan gaji Rp.3.000.000 menurut keluarga 19 orang 5-7 keluarga sebanyak 14 responden. Atribut-Atribut Daging sapi konsumen berdasarkan aroma 18, bagian daging 5, segi warna 7, tekstur 10. Warna daging warna merah 18 merah pucat 2 merah cerah 15 mera tua 5 chi-square test signifikasi p-volue 0,344 chi-square 10,085 nilai signifikasi 0,344 > (0.05), bagian dalam daging 20 bagian luar 13 bagian rusuk 7, chi-square test siknifikansi p-value 0,521 nilai chi-square 5.177 nilai signifikansi 0.521 > (0.05). tekstur daging empuk 20 kompak sebantak 5 keempukan 20 persen cukup empuk 22 persen sangat empuk 20 persen, chi-square test siknifikasi p-value 0.494 chi-square test 5.396 siknifikasi 0,494 > (0.05), aroma bauk has 20 chi-square test signifikansi p-value 0.366 chi-square 6.536 signifikasi 0.366 > (0.05). memilih daging faktor lingkungan 20 perbedaan individu 12 faktor pisikologis 8. Faktor lingkungan pengaruh keluarga 15 kelas sosial 12 budaya 13, chi-square test signifikasi p-volue 0.886 chi-square 1.153 signifikansi 0.886 > (0.05). perbedaan individu sumber daya konsumen 16 kepribadian 14 gaya hidup 10. chi-square signifikansi p-volue 0.919 chi-square 937 nilai signifikasi 0.919 > (0.05). faktor pisikologis informasi 15 pembelajaran 14 sikap dan prilaku 11. Chi-square test signifikasi p-value 0.846 chi-square 1.391 nilai signifikansi 0.846 > (0.05). Analisa variansi chi-square warna daging 24 warna cerah 17. Uji chi-square pengaruh keluarga 29 faktor lingkungan 24 responden. Kesimpulan penelitian atribut daging sapi yang menjadi tingkat preferensi konsumen di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yaitu daging sapi yang berwarna merah, bagian daging has dalam, tekstur empuk dan aroma yang segar.Kata Kunci : Preferensi Konsumen, Pengambilan Keputusan, Daging Sapi
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN UMUR SIMPAN DEDAK PADI TERHADAP SUDUT TUMPUKAN DAN AKTIVITAS AIR Gabriell, Mohammad; Kalsum, Umi; Ali, Usman; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis kemasan dan umur simpan dedak padi terhadap sudut tumpukan dan aktivitas air. Objek penelitian yang utama adalah dedak padi. Dedak ini disimpan mulai dari umur simpan 0 hari hingga umur simpan 21 hari. Jumlah total dedak padi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 2.400 gram, yang kemudian didistribusikan ke dalam 2 perlakuan (3 jenis kemasan dan 4 umur simpan) dengan 12 ulangan. Setiap unit ulangan terdiri dari 50 gram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang. Penelitian ini menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) sebagai metode analisis data. Apabila terdapat perbedaan signifikan dalam data, analisis lanjutan dilakukan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan pada penelitian ini adalah M0 = Belum mengalami penyimpanan, M1 = Penyimpanan berumur 1 minggu, M2 = Penyimpanan berumur 2 minggu, M3 = Penyimpanan berumur 3 minggu, K1  = Karung goni, K2  = Kresek hitam, K3  = Karung beras. Hasil penelitian menunjukkan Penggunaan jenis kemasan dan umur simpan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap sudut tumpukan akan tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas air. Kombinasi terbaik pada penelitian ini adalah kombinasi adalah  kemasan kresek hitam sampai umur simpan minggu pertama (K2M1)  dengan nilai aktivitas air 0,784. Kata Kunci : dedak padi, jenis kemasan, umur simpan, sudut tumpukan, aktivitas air