cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
EVALUASI PEMBERIAN IMMUNE HERBAL PROBIOTIK TERHADAP NILAI EKONOMIS RANSUM PADA AYAM KUB-2 Mubarokah, Elsa Tsaniyatul; Humaidah, Nurul; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Immune Herbal Probiotik terhadap Nilai Ekonomis Ransum meliputi : Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC) dan Relative Feed Cost (RFC) pada Ayam KUB-2. Materi dalam penelitian ini adalah Ayam KUB-2 berjenis kelamin jantan yang berumur 21 hari dan berjumlah 192 ekor, dan Immune Herbal Probiotik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan terdiri dari P0 = Kontrol (tidak ada penambahan Immune Herbal Probiotik), P1 = 2 ml/L, P2 = 4 ml/L, P3 = 6 ml/L. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian Immune Herbal Probiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Relative Feed Cost (RFC). Nilai rata-rata IOFCC (Rp/ekor) setiap perlakuan yaitu P0 : 118,8 ± 111,1a , P1 : 962,0 ± 578,3a , P2 : 3178,3 ± 1506,2b , P3 : 1804,0 ± 1776,6ab. Sedangkan nilai rata-rata RFC (Rp/kg) setiap perlakuan yaitu P0 : 32233,7 ± 1142,2a , P1 : 30083,8 ± 927,5ab, P2 : 27505,5 ± 1409,3a , P3 : 29572,0 ± 2232,3ab. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian Immune Herbal Probiotik pada air minum berpengaruh terhadap Nilai Ekonomis Ransum meliputi : Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC) dan Relative Feed Cost (RFC) Pada Ayam KUB-2 yang berumur 21 hari selama 5 minggu. Pemberian terbaik diberikan pada air minum sebanyak 4ml/L. Kata Kunci: Ayam KUB-2, Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC), Relative Feed Cost (RFC)
PENGARUH PENAMBAHAN SARI DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) DAN MULTI ENZIM DALAM AIR MINUM TERHADAP BOBOT DAN KOMPONEN TELUR PUYUH Faisal Tanjung; Umi Kalsum; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh penambahan sari daun mengkudu plus multi enzim terhadap bobot dan komponen telur puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian inigg antara lain : Burung puyuh layer umur 6 bulan berjumlah 320 ekor, sari daun Morinda citrifolia, dan multi enzim. Metode eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 dan 4 ulangan. Penambahan campuran sari daun mengkudu plus multi enzim dalam air minum meliputi, perlakuan A= pemberian air minum tanpa sari daun mengkudu plus multi enzim, B= pemberian air minum setiap 1 liter + 3 ml sari daun mengkudu plus multi enzim, C= pemberian air minum setiap 1 liter + 6 ml  sari daun mengkudu plus multi enzim, dan D= pemebrian  air minum setiap 1 liter + 9 ml sari daun mengkudu plus multi enzim. Jumlah setiap unit percobaan sebanyak 20 ekor burung puyuh. Variabel yang diamati adalah bobot telur dan komponen telur meliputi: bobot putih telur puyuh, bobot kuning telur puyuh, dan bobot cangkang telur puyuh. Hasil penelitian diperoleh bahwa sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum terhadap bobot telur dan putih telur berpengaruh nyata atau (P<0.05). Rataan bobot telur (gram) pada perlakuan A = 11,08a , B = 11,12a, C =11,64b,dan D = 11,73b. Rata-rata bobot putih telur puyuh (gram) perlakuan A = 5,85a, B = 6,26ab,  C = 6,41b, dan D =6,51b. Penambahan sari daun mengkudu terhadap bobot kuning telur dan kerabang telur puyuh tidak berpengaruh nyata atau (P>0,05). Rata-rata bobot kuning telur puyuh (gram) perlakuan A = 3,69, B = 3,74, C =3,77 dan  D = 3,78. Rata-rata bobot kerabang telur puyuh (gram) pada perlakuan A = 1,5, B =1,53, C =1,54 dan  D =1,44. Dapat disimpulkan bahwa pemberian sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum terhadap bobot telur dan bobot putih telur berpengaruh positif. Dengan sari daun mengkudu dan multi enzim dalam air minum 6 ml telah dapat meningkatkan bobot telur dan bobot putih telur. Kata kunci : Ternak puyun, multi enzim, sari daun Morinda citrifolia, bobot putihr, bobot telur    telur, bobot kuning telur dan bobot kerabang
ANALISIS KONFIRMASI HASIL IB SEXING DAN PERFORMA REPRODUKSI SAPI PFH DI KAN JABUNG Dwi Priyo Utomo; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil konfirmasi inseminasi buatan (IB) sexing dan performa reproduksi sapi Peranakan Fries Holland (PFH) di KAN Jabung. Materi yang di gunakan sebanyak 129 ekor sapi PFH dengan nilai Body Condition Score (BCS) 3 dengan status laktasi 1 sampai 3. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif. Jenis data dikumpulkan dari catatan recording 420 dosis penggunaan semen sexing dari berbagai pejantan, dengan fokus pada jumlah dosis yang digunakan, hasil kelahiran, Conception Rate (CR), dan Service per Conception (S/C).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata kelahiran betina hanya mencapai 55% dari penggunaan semen sexing (X). Kode pejantan 30157-X menggunakan 63 dosis dengan 17 kelahiran (10 betina, 7 jantan), CR sebesar 60%, dan S/C 4. Kode pejantan 30160-X dengan 121 dosis, menghasilkan 20 kelahiran (12 betina, 9 jantan), CR sebesar 17%, dan S/C 5. Kode pejantan 30156-X dengan 53 dosis menghasilkan 17 kelahiran (9 betina, 8 jantan), CR sebesar 32%, dan S/C 3. Kode pejantan 30153-X memiliki 23 dosis dengan 8 kelahiran (4 betina, 4 jantan), CR sebesar 34%, dan S/C 3. Kode pejantan 30782-X menunjukkan peningkatan performa dengan 54 dosis menghasilkan 27 kelahiran (15 betina, 12 jantan), CR sebesar 50%, dan S/C 2. Kode pejantan 30569-X menunjukkan hasil dengan 26 dosis menghasilkan 12 kelahiran (6 betina, 6 jantan), CR sebesar 47%, dan S/C 2. 30572-X, dengan 14 dosis, menghasilkan 5 kelahiran (3 betina, 2 jantan), CR sebesar 36%, dan S/C 3. Kode pejantan 30774-X, dengan 8 dosis, menghasilkan 2 kelahiran (1 betina, 1 jantan), CR sebesar 21%, dan S/C 4. Kode pejantan 30781-X dengan 60 dosis menghasilkan 22 kelahiran (12 betina, 10 jantan), CR sebesar 37%, dan S/C 3. Days open selama penggunaan semen sexing adalah 170 hari, menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kebuntingan. Dibandingkan dengan penelitian sexing sebelumnya, temuan ini memberikan wawasan tentang efektivitas dan tantangan IB sexing. Kesimpulan penelitian Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas IB sexing sangat bervariasi di antara berbagai pejantan, dengan kode pejantan 30782-X dan kode pejantan 30572-X menunjukkan performa terbaik. Prosentase kelahiran betina masih 55% dari target penggunaan sexing (X). Days open yang relatif tinggi menunjukkan perlunya peningkatan manajemen reproduksi dan teknik IB untuk meningkatkan efisiensi reproduksi sapi PFH di KAN Jabung.Saran penelitian perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang penyebab prosentase kelahiran betina masih 55% dari target penggunaan semen sexing (X) dan juga penyebab performa reproduksi IB semen sexing yang masih belum memuaskan serta perbaikan management reproduksi di peternak anggota KAN JABUNG. *Kata Kunci:* Inseminasi Buatan, Sexing, Conception Rate, Service per Conception, Peranakan Fries Holland, Performa Reproduksi, KAN Jabung
ANALISIS KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI SIMMENTAL PADA UMUR YANG BERBEDA Envin Fatikhatus Sholikhah; Sumartono sumartono; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kualitas semen segar Sapi Simmental pada umur yang berbeda. Lokasi penelitian di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari menggunakan metode studi kasus dengan mengambil data sekunder bulan Juli, Agustus dan September tahun 2020. Materi yang digunakan yaitu pejantan Sapi Simmental berumur 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan 5 tahun sebanyak 3 ekor per umur pejantan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Variable yang diamati meliputi volume, konsentrasi dan motilitas semen segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada volume semen segar Sapi Simmental dengan hasil analisa yaitu umur 2 tahun (5,2 ml ± 0,5a), umur 3 tahun (6,9 ml ± 0,6b), umur 4 tahun (7,1 ml ± 1,1b), umur 5 tahun (6,6 ml ± 0,9b) apabila terdapat perbedaan antar perlakuan akan dilanjutkan uji Duncan. Umur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada konsentrasi dan motilitas semen segar Sapi Simmental. Hasil analisa terhadap konsentrasi yaitu umur 2 tahun (1316,5 x106 ± 52,1), umur 3 tahun (1179,3 x106 ± 274,3), umur 3 tahun (1357,8 x106 ± 116,2), umur 4 tahun (1331,9 x106 ± 155,3); dan motilitas umur 2 tahun (76,4% ± 7,2), umur 3 tahun (76,3% ± 1,9), umur 4 tahun (80,7% ± 5,0), umur 5 tahun (77,8% ± 4,7). Kesimpulan penelitian semakin bertambahnya umur maka terjadi peningkatan volume semen, peningkatan volume terjadi pada umur 2 ke 3 tahun. Pejantan dapat mulai ditampung pada umur 2 tahun. Diharapkan dilakukan penelitian kualitas semen segar pejantan berumur lebih dari 5 tahun.Kata Kunci :  konsentrasi, motilitas, sapi, Simmental, umur, volume
PERBEDAAN PERFORMA PRODUKSI DOMBA LEPAS SAPIH DENGAN PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DAN PAKAN NON FERMENTASI Nur Fajar Azizi; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menanalisis perbedaan performa produksi domba lepas sapih dengan pemberian pakan fermentasi dan pakan non fermentasi. Penelitian dilaksanakan di (UPTD BPPTDK) Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yogyakarta. Materi dalam penelitian ini menggunakan domba ekor tipis jantan lepas sapih sebanyak 40 ekor,usia 3-5 bulan rumput umami, konsentrat, bekatul, garam dan saus burger pakan atau SBP. Metode penelitiannya  adalah eksperimen dengan 2 perlakuan (A1 = pakan fermentasi, A2= pakan non fermentasi), dan 20 ulangan. Dengan variabel panjang badan, tinggi badan, dan pertambahan bobot badan. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata (P<0,01) pada PBB domba lepas sapih dengan pemberian pakan fermentasi dan non fermentasi  Rataan PBB (g/ekor/hari) pada *A1 = 90, *A2 =30. Rataan tinggi badan (cm) pada *A1 = 55,6 *A2= 50,7. Rataan panjang badan (cm) pada *A1= 51,8, *A2= 48,8 Kesimpulannya adalah performa produksi (PBB,TB dan PB) domba lepas sapih dengan pemberian pakan fermentasi dan non fermentasi  Rataan PBB (g/ekor/hari) pada *A1 = 90, *A2 =30. Rataan tinggi badan (cm) pada *A1 = 55,6 *A2= 50,7. Rataan panjang badan (cm) pada *A1= 51,8, *A2= 48,8 domba ekor tipis lepas sapih yang diberi pakan fermentasi berbeda dengan yang diberi pakan non fermentasi. Performa produksi domba ekor tipis lepas sapih yang diberi pakan fermentasi lebih baik dibandingkan dengan diberi pakan non fermentasi.Kata kunci: performa produksi, domba ekor tipis, lepas sapih,Pakan fermentasi, non fermentasi
NALISIS TINGKAT KEPUASAN PETERNAK BROILER POLA KEMITRAAN TERHADAP KINERJA PT.CIOMAS ADISATWA Andika Septian Bachrul; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan peternak terhadap kinerja dari PT.Ciomas Adisatwa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 – 30 April 2023  bertempat di wilayah kerja unit Singosari yang berada di Kabupaten Malang Kota Batu dan Kabupaten Pasuruan. Materi yang digunakan  adalah total sampling dari peternak yang bermitra dengan PT. Ciomas Adisatwa yang berjumlah 16 orang peternak.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey, sarana yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan sistem kuisioner dan wawancara, data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif serta dihitung menggunakan skala likert. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kepuasan peternak terhadap kinerja PT.Ciomas Adisatwa dilihat dari presentase variabel penilaian pada atribut pelayanan adminitrasi  sebesar 80% pada skala puas, pada atribut pelayanan sarana produksi sebesar 80,68% pada skala sangat puas, pada atribut pelayanan teknis dan budidaya sebesar 79,98% pada skala puas, sedangakan pada atribut pelayanan pasca panen sebesar 82,06% pada skala sangat puas. Sedangakan untuk nilai secara keseluruhan dari variabel penilaian yang diamati ialah sebesar 80,68% yang berarti peternak sangat puas dengan kinerja dari PT.Ciomas Adisatwa.Kata kunci : Kepuasan, Kemitraan, Peternak Plasma
PERBEDAAN JENIS PENGEMAS SUSU KAMBING PASTEURISASI TERHADAP BERAT JENIS (BJ), KADAR LEMAK DAN BAHAN KERING TOTAL (BKT) Ahmad Charis Chilman; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis pengemas susu kambing pasteurisasi terhadap Berat Jenis (BJ), Kadar Lemak dan Bahan Kering Total (BKT). Materi yang digunakan adalah susu kambing segar, pengemas botol Polyethylene Terephthalate (PET), kantong plastik Polypropylene (PP), panci stainless, termometer, lactoscan dan refrigerator. Metode penelitian ini menggunakan percobaan dengan analisis data Uji t. Perlakuan P1 = botol PET dan P2 = kantong plastik PP yang masing-masing perlakuan diulang 10 kali dan dipasteurisasi dengan suhu 60°C selama 30 menit kemudian disimpan pada refrigator pada suhu 9°C selama 6 hari. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kualitas nutrisi susu diantaranya BJ, kadar lemak dan BKT. Hasil analisis data Uji t menunjukan bahwa jenis pengemas botol PET dan kantong plastik PP tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap BJ, kadar lemak dan BKT susu kambing pasteurisasi. Rataan nilai BJ P1 = 1,0288g/ml, P2 = 1,0287g/ml, kadar lemak P1 = 4,337%, P2 = 4,297% dan BKT P1 = 12,851%, P2 = 12,828%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis pengemas botol PET dan kantong plastik PP tidak memberikan perbedaan terhadap nilai BJ, kadar lemak dan BKT pada susu kambing yang dipasteurisasi pada suhu 60°C selama 30 menit dan disimpan pada refrigator pada suhu 9°C selama 6 hari, sehingga kedua dapat digunakan sebagai pengemas susu kambing pasteurisasi oleh masyarakat.Kata Kunci : Susu Kambing, Pasteurisasi, Kualitas Susu, Kemesan.
ANALISIS KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KIMIA TELUR ASIN DENGAN METODE PENGOLAHAN YANG BERBEDA Wibawa, Surya Jaya; Susilowati, Sri; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas organoleptik dan kimia telur asin dengan metode pengolahan yang berbeda yakni dikukus, diasap dan dioven. Materi yang digunakan adalah telur asin bebek yang sudah diolah dengan metode pengolahan berbeda. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survei secara langsung ke lapang sebagai wawancara kepada peternak sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil uji laboratorium BSPJI Surabaya (Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri). Pada hasil penelitian menunjukkan bahwasannya telur asin yang diolah dengan metode berbeda menunjukkan nilai organoleptik yang tidak sama dibandingkan lainnya dimana telur asin yang diolah dengan cara diasap memiliki perbedaan yang sangat mencolok terutama pada warna kulit telur yang cenderung coklat, rasanya asin dan khas asap, bau telur khas asap serta bertekstur sangat masir. Hasil uji kualitas kimia menunjukkan telur asin yang diolah dengan cara diasap memiliki kandungan protein dan kadar NaCl paling tinggi masing-masing bernilai 15,50% dan 2,80%, sedangkan telur asin oven menunjukkan kadar lemak paling tinggi yakni 19,10% akan tetapi memiliki kadar air paling rendah 48,31%. Kesimpulan penelitian ini yakni pengolahan yang berbeda terhadap telur asin (dikukus, diasap dan dioven) mempengaruhi nilai organoleptik terutama rasa, bau, warna dan tekstur serta berpengaruh terhadap kandungan kualitas kimia telur asin.Kata kunci: Telur Asin Bebek, Organoleptik, Kualitas Kimia
PENGARUH UKURAN MANGKOK BUATAN TERHADAP PERSENTASE KEBERHASILAN LARVA JADI PUPA, PUPA JADI CALON RATU Apis cerana Muhammad Nizham Pradiptha; Oktavia Rahayu Puspitarini; Muhamad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran mangkok buatan terhadap persentase keberhasilan larva jadi pupa, pupa jadi calon ratu Apis cerana. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah larva Apis cerana yang berumur kurang dari 24 jam dengan menggunakan peralatan grafting , sangkar ratu, lilin malam dan peralatan pengaman. Metode penelitian ini menggunakan percobaan dengan metode Rancangan Acak Lengkap 3 perlakuan dan 6 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 4 unit dari masing-masing perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah ukuran sel mangkok buatan. Ukuran mangkok yaitu P1=(kedalaman=0,75cm, lebar atas=0,65cm dan lebar dasar=0,44cm), P2=(kedalaman=0,85cm, lebar atas=0,71cm dan lebar dasar=0,54cm) dan P3=(kedalaman=1cm, lebar atas=0,71cm dan lebar dasar=0,62cm). Parameter yang diamati yaitu persentase larva jadi pupa dan pupa jadi calon ratu Apis cerana. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ragam, diketahui bahwa ukuran mangkok buatan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase keberhasilan larva jadi pupa dan pupa jadi calon lebah ratu Apis cerana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata larva jadi pupa yaitu P1=50%a ,P3=54,16%a dan P2=66,66%b dan rata-rata pupa jadi calon ratu pada Apis cerana yaitu P1=66,66%a, P3=91,66%a dan P2=100%b maka didapatkan bahwa perlakuan terbaik P2.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran mangkok buatan sedang yang memiliki ukuran kedalaman 0,85 cm ,lebar atas 0,71 cm dan lebar dasar 0,54 cm mampu menghasilkan persentase larva jadi pupa 66,66% dan persentase pupa jadi calon lebah ratu Apis cerana  100%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang bahan sel, bahan olesan, dan pengaruhnya terhadap morfometri lebah ratu agar mendapatkan ratu lebah yang unggul.Kata kunci : lebah ratu, mangkok buatan, larva, pupa
PENGARUH PENGGUNAAN METIONIN PADA ENKAPSULASI PROBIOTIK Lactobacillus fermentum TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK Navis Lailatul Mawaddah; Umi Kalsum; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan metionin pada enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum terhadap jumlah mikroba dan kandungan bahan organik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolat bakteri Lactobacillus fermentum, tepung maizena, maltodextrin, metionin dan Zwavelzure Ammoniak (ZA). Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 5 perlakuan dan 4 ulangan yang meliputi, kontrol P0 = ZA 1%, perlakuan P1 = metionin 1%, P2 = metionin 1,3%, P3 = metionin 1,6%, dan P4 = metionin 1,9%. Variabel yang diamati jumlah mikroba dan kandungan bahan organik. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan metionin pada enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah mikroba dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01)terhadap kandungan bahan organik. Rataan jumlah mikroba diperoleh (TPC/g) kontrol P0 = 4,14 x 109 dan perlakuan P1 = 4,4 x 109, P2 = 5,17 x 109, P3 = 5,52 x 109, P4 = 6,2 x 109. Sedangkan rataan kandungan bahan organik (%BO) yaitu: kontrol P0 = 82,58a dan perlakuan P1 = 86,00b, P2 = 87,17b, P3 = 87,34b, P4 = 87,67b. Kesimpulan penelitian bahwa penggunaan metionin pada enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum memberikan respon positif terhadap jumlah mikroba dan kandungan bahan organik, sedangkan penggunaan metionin terbaik pada perlakuan P1 = 1%.Kata Kunci : Enkapsulasi, metionin, jumlah mikroba, kandungan bahan organik.