cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN KATUK PLUS PROBIOTIK Saccharomyces cerevisiae TERHADAP EFESIENSI PAKAN DAN BERAT JENIS SUSU PADA SAPI PERAH PFH Nuril Achmad; Umi Kalsum; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh suplementasi tepung daun katuk plus probiotik Saccharomyces cerevisiae terhadap efesiensi pakan dan berat jenis susu pada sapi perah Peranakan Friesian Holstein. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai informasitentang daun katuk plus probiotik Csebagai bahan pakan tambahan pada sapi perah Peranakan FriesianHolstein.Materidalam penelitian ini adalah sapi perah Peranakan Friesian Holstein sebanyak 9 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok(RAK). Pengelompokan sapi perah didasarkan pada masa laktasi pertama, kedua, dan ketiga . Perlakuan yang dicobakan adalah 3 macam P0= pakan standart terdiri dari rumput odot, rumput gajah, dan tebon jagung, P1= pemberian tingkat suplementasi tepung daun katuk sebanyak25 gram plus probiotik Saccharomyces cerevisiae20 gram, P2= 35 gram tepung daun katuk plus probiotikSaccharomyces cerevisiae 20 gram.Variabel yang diamati meliputi efesiensi pakan dan berat jenis susu.Berdasarkan analisis ragam didapatkan bahwa penggunaan tepung daun katuk plus probiotikmenunjukanpengaruh yangnyata (p<0,05) terhadap efesiensi pakan. Semakin meningkat daun katuk plus probiotik daun katuk plus probiotik Saccharomyces cerevisiaemaka semakin meningkat pada efesiensi pakannya, sedangakan terhadap Berat Jenis susu tidak memberikanpengaruh yang nyata (p>0,05). Hasil yang terbaik diperoleh dari perlakuan P1yaitu dengan penambahan 25 gram daun katuk plus 20 gram probiotik Saccharomyces cerevisiae.Kata kunci :daun katuk,probiotik, efsiensi pakan, berat jenis susu, friesian holstein
PENGARUH PERGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN CAMPURAN AMPAS SAGU TERFERMENTASI DAN BUNGKIL KEDELAI TERHADAP PRESENTASE LEMAK DAN KARKAS PADA BROILER FASE FINISHER Ribhi Sofil A’yun; Dedi Suryanto; M.Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari PeneIitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana substitusi pakan komersial dengan campuran ampas sagu yang telah difermentasi dan bungkil kedelai sebagai pakan alternatif pada ayam broiler berdampak pada persentase Iemak dan karkas. Ayam broiler yang dipelajari berusia 22 hari dibagi menjadi empat keIompok PerIakuan, masing-masing dengan empat ulangan. Perilaku ini terdiri dari P0= pakan komersial sepenuhnya + 10% campuran ampas sagu terfermentasi dan bungkil kedelai (BKKAS), P1= 90% pakan komersial sepenuhnya + 10% BKKAS, dan P2= 85% pakan komersial sepenuhnya + 15% BKKAS. Variabel yang diamati adalah persentase Iemak dan karkas. Data diuji dengan ANOVA dan metode Beda Nyata Terkecil (BNT) jika ada perbedaan signifikan.  HasiI PeneIitian menunjukkan bahwa pada fase finishing ayam broiler, penambahan multiprobiotik dan bungkil kedelai memiIiki efek signifikan (P<0,05) terhadap persentase Iemak (P0= 52,18b, P1= 50,83b, P2= 50,58ab, dan P3= 48,82a). Selain itu, ada efek signifikan (P<0,01) terhadap persentase karkas (P0= 0,69b, P1= 0,66ab, P2= 0,63a, dan P3= 0,62a).  HasiInya menunjukkan bahwa, pada fase finishing ayam broiler, semakin tinggi persentase penggantian pakan komersial dengan campuran ampas sagu dan bungkil kedelai pada tingkat 15%, akan menyebabkan penurunan persentase karkas dan potensi penurunan persentase Iemak. Namun, substitusi pakan komersial dengan campuran ampas sagu dan bungkil kedelai pada tingkat 15% tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada persentase karkas dan persentase Iemak, sehingga dapat dijadikan alternatif pakan pada ayam broiler.Kata kunci: broiler; ampas sagu; fermentasi; bungkil kedelai.
PREVALENSI DAN TINGKAT KESEMBUHAN KONJUNGTIVITIS (PINK EYE) BIBIT DOMBA PENGGEMUKAN PADA KANDANG BERBEDA DI CV. MITRA TERNAK MALANG Nurrahman, Abidi Zaky; Humaidah, Nurul; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa prevalensi domba penggemukan yang mengalami pink eye pada kandang berbeda di dalam satu lokasi serta berapa persen (%) tingkat kesembuhan pada bibit domba penggemukan yang terkena pink eye di kandang berbeda. Materi yang digunakan adalah bibit domba penggemukan yang mengalami pink eye dan data tingkat kesembuhan dari penanganan yang telah dilakukan pada kandang berbeda yaitu pada bagian depan B2, Tengah I7, dan belakang K6. Metode penelitian adalah metode survey. Analisa data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Variabel yang diamati terdiri dari data prevalensi dan tingkat hewan ternak yang mengalami kesembuhan pink eye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat prevalensi bibit domba penggemukan yang mengalami pink eye selama bulan November-Desember 2023 sebesar 54-65% yang berasal dari lokasi kandang depan B2 sebanyak 65%, kandang tengah I7 sebanyak 57%, dan kandang belakang K6 sebanyak 54%. Persentase tingkat kesembuhan sekitar 85-94% pada lokasi kandang berbeda yaitu pada kandang depan B2 sebanyak 86%, tengah I7 sebanyak 85%, dan belakang K6 sebanyak 94%. Kesimpulan penelitian ini yaitu prevalensi kejadian pink eye tertinggi adalah pada lokasi kandang yang terbuka sehingga memungkinkan mikroba penyebab pink eye terbawa debu untuk masuk langsung ke kandang. Tingkat prevalensi pink eye tertinggi di kandang depan B2 dan tingkat kesembuhan pink eye tertinggi pada kandang belakang K6 di karenakan lokasi kandang belakang tidak terlalu terbuka sehingga kurangnya paparan debu yang mengenai kandang belakang. Saran dari penelitian ini perlunya memperhatikan faktor penyebab terjadinya kasus pink eye pada hewan ternak domba penggemukan di saat musim kemarau di mana perlunya pemberian tembok ataupun tumbuhan pagar di sekeliling kandang atau lokasi peternakan untuk mencegah debu yang berterbangan di dalam peternakan ketika musim kemarau.Kata kunci: prevalensi, tingkat kesembuhan, pink eye, domba, survey.
PENGARUH PENGGUNAAN JERAMI BUNGA SEDAP MALAM (Poliantas tuberosa) TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN KONVERSI PAKAN DOMBA LOKAL Bambang Sudibyo Pamungkas; Dedi Suryanto; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan jerami bunga sedap malam terfermentasi dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan pada domba lokal jantan berekor tipis berusia 12-15 bulan. Bahan yang digunakan melibatkan jerami bunga sedap malam yang telah difermentasi dengan Aspergillus niger, tumpi jagung, bekatul, pollard, konsentrat, dan premix. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, di mana P0 merupakan kelompok kontrol dengan menggunakan pakan lengkap tanpa jerami bunga sedap malam terfermentasi (0%), P1 menggunakan 10% jerami bunga sedap malam terfermentasi, P2 menggunakan 20%, dan P3 menggunakan 30%. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan dan konversi pakan. Data yang diperoleh telah diuji dengan metode analisis ragam ANOVA. Berdasarkan rata-rata konsumsi pakan untuk setiap perlakuan adalah sebagai berikut: P0= 38,00 Kg, P1= 38,50 Kg, P2= 39,00 Kg, dan P3= 39,00 Kg. Rata-rata konversi untuk setiap perlakuan adalah: P0= 8,28, P1= 8,09, P2= 7,87, P3= 7,65. Dari analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan jerami bunga sedap malam yang telah difermentasi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan. Level terbaik pada penelitian ini terdapat pada P3 penggunaan 30% jerami bunga sedap malam terfermentasi.Kata kunci : Domba Lokal; Jerami Bunga Sedap Malam; Fermentasi; Konsumsi Pakan; Konversi Pakan
PENGARUH PENAMBAHAN FERMENTED MOTHER LIQOUR DAN BIOENZIM PADA PAKAN BURUNG PUYUH JANTAN TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING PAKAN DAN PROTEIN EFISIENSI RATIO Juliadi Azhar Kurniawan; Sunaryo Sunaryo; Dr. Ir. Usman Ali, MP
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan bioenzim pada pakan burung puyuh dengan penambahan fermented mother liquor tertentu terhadap kecernaan bahan kering dan protein efisiensi ratio. Materi penelitian ini yaitu 160 ekor burung puyuh, pakan komersial, fermented mother liquor dan bioenzim. Metode yang dipakai yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Ada 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu P0= pakan yang tidak ditambahkan campuran fermented mother liqour dan bioenzim, P1= penambahan 3% fermented mother liqour dan bioenzim sebanyak 1 gram/kg pakan. P2= penambahan 3% fermented mother liqour dan bioenzim sebanyak 2 gram/kg pakan. P3= penambahan 3% fermented mother liqour dan bioenzim sebanyak 3 gram/kg pakan. Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan protein efisiensi ratio. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan fermented mother liqour dan bioenzim berpengaruh nyata (P<0,05), terhadap daya cerna bahan kering dan protein efisiensi ratio pakan burung puyuh jantan. Rataan kecernaan bahan kering P0= 73,67%a, P1= 74,89%ab, P2= 75,98%b, P3= 76,33%b. Rataan protein efisiensi ratio P0= 0,37a, P1= 0,38b, P2= 0,39c, P3= 0,39c. Kesimpulan yaitu penambahan fermented mother liqour dan bioenzim dalam pakan dapat meningkatkan daya cerna bahan kering dan protein efisiensi ratio pada burung puyuh jantan. Penambahan 3% fermented mother liqour dan 2 gram bioenzim dalam pakan menunjukkan dosis yang optimum.Kata kunci : fermented mother liqour, bioenzim, daya cerna bahan kering, burung puyuh jantan. 
PENGARUH PENGGUNAAN KONSENTRAT DALAM PAKAN TOTAL MIXED RATION TERHADAP KANDUNGAN LEMAK, LAKTOSA, DAN SOLID NON FAT SUSU SEGAR SAPI PFH Muhammad Shandika Putra; Usman Ali; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan konsentrat dalam pakan Total Mixed Ration (TMR) terhadap kandungan lemak, laktosa, dan Solid Non Fat susu segar sapi PFH. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi perah PFH berjumlah 9 ekor dengan produksi susu rata – rata 10 liter hari. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) meliputi 3 pakan perlakuan menggunakan pakan konsentrat (P1) 20%, (P2) 30%, dan (P3) 40% dari kebutuhan bahan kering dalam pakan TMR ditambah pemberian hijauan tebon jagung segar secara adlibitum, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Pakan konsentrat diberikan pada sapi sebelum diberi hijauan tebon jagung segar. Variabel yang diamati adalah kadar lemak, laktosa dan SNF. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan diuji lanjut BNT. Hasil penelitian diketahui penggunaan konsentrat dalam pakan Total Mixed Ration berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak susu segar dengan rataan kandungan lemak pada (P1) 3,92ᵇ %, (P2) 3,07ᵃ %, dan (P3) 2,97ᵃ %. Perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan laktosa dan Solid Non Fat susu segar dengan rataan kandungan laktosa susu segar pada (P1) 3,81ᵃ %, (P2) 3,94ᵃ %, dan (P3) 4,19ᵇ % , rataan kandungan Solid Non Fat susu segar pada (P1) 7,72ᵃ %, (P2) 7,92ᵃᵇ %, dan (P3) 8,14ᵇ %. Kesimpulan penggunaan konsentrat 40% dalam pakan Total Mixed Ration signifikan dapat meningkatkan kandungan laktosa dan Solid Non Fat serta menurunkan kandungan lemak susu segar sapi PFH. Kata Kunci: Sapi Perah PFH, Pakan TMR, Kualitas Susu Segar.
ANALISIS BODY CONDITION SCORE (BCS), PRODUKSI SUSU, DAN PAKAN PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Akhmad Syahril Kafi; Dedi Suryanto; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara Body Condition Score (BCS), pakan dengan produksi susu pada sapi perah peranakan Friesian Holstein di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi perah peranakan Friesian Holstein sebanyak 75 ekor dengan umur sapi 4 – 5 tahun. BCS yang diamati dari BCS 1 sampai 5 dengan masa laktasi bulan ke 3 – 4. Data recording peternak berupa pakan dari hasil konumsi Bahan Kering (BK) dan produksi susu. Metode penelitian yang digunakan dengan pengamatan langsung di lokasi penelitian, data diperoleh dengan observasi dan wawancara kepada peternak. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi korelasi antara BCS dengan produksi susu harian dan pakan sapi perah PFH. Hasil penelitian koefisien korelasi (r) antara BCS dengan produksi susu sebesar 0,87 dengan koefisen dterminasi (R) sebesar 76% dan persamaan regresi Y = 6,27 + 2,97x. Koefisien korelasi (r) antara Pakan dengan produksi susu sebesar 0,86 dengan koefisen dterminasi (R) 74% dan persamaan regresi Y = 33,77 + 0,79x. Dengan korelasi (r) antara BCS dengan produksi susu sebesar 0,87 dan pakan dengan produksi susu sebesar 0,86 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat. Koefisien determinasi (R) antara BCS dengan produksi susu sebesar 76% menunjukkan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh BCS sebesar 76% sedangkan sisanya 24% dipengaruhi oleh faktor lain. Koefisien determinasi (R) antara pakan dengan produksi susu sebesar 74% menunjukkan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh faktor pakan sebesar 74% sedangkan sisanya 26% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji koefisien regresi antara BCS dengan produksi susu dan pakan dengan produksi susu keduanya menunjukkan adanya hubungan yang sangat nyata (P<0,01). Kesimpulan penelitian ini bahwa terhadap hubungan yang positif antara BCS dan pakan dengan produksi susu pada umur 4-5 tahun. Disarankan utuk penelitian lebih lanjut tentang hubungan BCS dengan faktor produksi lainnya.
PERBANDINGAN LEUKOSIT DAN LAJU ENDAP DARAH KAMBING PE DENGAN F1 BoerPE Ayu Rahmanda; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas ternak dapat dicapai dengan perbaikan mutu genetik ternak melalui persilangan (cossbreeding). Profil darah dapat digunakan untuk melihat kinerja fisiologis tubuh, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan profil leukosit dan laju endap darah Kambing PE dan F1 BoerPE. Materi yang digunakan yaitu sampel darah Kambing PE dan F1 BoerPE. Metode penelitian adalah survey. Pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu sampel darah berasal dari Induk Kambing dan anak seketurunan keturunan langsung. Variabel yang diamati adalah leukositdan laju endap darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji t tidak berpasangan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai leukosit dan Laju Endapa Darah Indukan PE tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan F1 BoerPE. Nilai Lekosit (ribu sel/mm3) adalah 14,697 ± 16, sedangkan F1 BoerPE 14,617± 16. Nilai Laju endap darah (mm/jam) Indukan PE 0,49 ± 0,33, sedangkan F1 BoerPE 0,57 ± 0,33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai leukosit dan laju endap darah antara Indukan PE dengan F1 BoerPE relatif sama walaupun umur berbeda.
PEGARUH PANAMBAHAN KONSENTRASI SUSU SKIM BUBUK TERHADAP KADAR PROTEIN DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) PADA KEFIR Amelia Anggraini; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir merupakan produk fermentasi yang memilikii rasa, warna dan konsistensi seperti yogurt juga mempunyaii aroma khas yeast (seperti tape). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuippengaruh seperti penambahan konsentrasi susu skim terhadap kadar protein dan total bakteri asam laktatt(BAL) pada kefir. Metode yang digunakan adalah eksperimen atau percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A0 = Tanpa ada penambahan susu skim (kontrol), A1 = Penambahan susu skim 3%, A2 = Penambahan susu skim 6%, dan A3 = Penambahan susu skim 9%. Materi yang digunakan yaitu susu sapi segar 4 L, susu skim bubuk 360 g, dan grain kefir 120 ml. Variabel yang diukur adalah kadar protein dan total bakteri asam laktat (BAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian susu skim pada kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein dan total bakteri asam laktat (BAL). Nilai rata-rata kadar protein pada setiap perlakuan yaitu A0: 2,56%a, A1: 4,27%ab, A2: 5,39%b dan A3: 5,66%b sedangkan nilai rata-rata total bakteri asam laktat (BAL) yang dihasilkan yaitu A0: 1,9 x 107 CFU/mla, A1: 8,2 x 107 CFU/mlb, A2: 2,2 x 108 CFU/mlc, dan A3: 1,7 x 108 Cful/mlc. kesimpulan penelitian ini adalah penambahan susu skim berpengaruh terhadap kadar protein dan total bakteri asam laktat pada kefir. Penambahan susu skim 6% yang difermentasi pada suhu 30oC selama 24 jam menghasilkan kadar protein 5,39% dan total bakteri asam laktat 2,2 x 108 CFU/ml.  Kata kunci : Kefir, Susu Skim Bubuk, Kadar Protein, Total Bakteri Asam Laktat
PENGARUH SUBSTITUSI SARI BUAH RAMBUTAN BINJAI (Nephilium lappaceum) TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT YOGHURT SUSU KAMBING Rizal Ilmi Rahmatulloh; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh substitusi sari buah rambutan Binjai pada yoghurt susu kambing terhadap pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu kambing segar, rambutan Binjai (Nephilium lappaceum), starter komersial, aquadest, MRS (Man Rogosa and Sharpe) agar, alumunium foil dan tissue. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu penambahan gula 4% (P0), subsitusi sari buah rambutan 4% (P1), 8% (P2), 12% (P3). Data dianalisa menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil berpengaruh sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil analisis ragam bahwa substitusi sari buah rambutan Binjai dengan konsentrasi yang berbeda pada yoghurt susu kambing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH dan total BAL. Rataan pH P0 = 4,5 c, P1 = 4,4 c, P2 = 4,2b, P3 = 4,0 a. Rataan total BAL (CFU/ml)  P0 = 2,3 × 107 a, P1 = 2,6 × 107 a, P2 = 1,4 ×109 b, P3 = 3,3 ×109 b. Kesimpulan penelitian ini bahwa subsitusi sari buah rambutan Binjai (Nephilium lappaceum) dengan konsentrasi semakin tinggi pada yoghurt susu kambing dapat menurunkan nilai pH dan meningkatkan total BAL. Subsitusi sari buah rambutan Binjai yoghurt susu kambing dengan konsentrasi 12% memperoleh nilai pH 4,0 dan total BAL 3,3 × 109  CFU/ml yang merupakan pH dan total BAL yang terbaik. Disarankan pembuatan yoghurt susu kambing subsitusi sari buah rambutan Binjai menggunakan konsentrasi 12%.Kata kunci : yoghurt susu kambing, rambutan Binjai, nilai pH, total BAL.

Page 3 of 43 | Total Record : 429