cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) TERFERMENTASI Aspergillus niger PADA PAKAN LENGKAP TERHADAP PERFORMA KELINCI M. Nur Abidin; Usman Ali; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan eceng gondok sebagai complet feed terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada kelinci lepas sapih. Materi yang digunakan kelinci local lekas sapih, pakan lengkap dengan bahan pakan yang di gunakan bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak halus, pollard, jagung, tetes tebu (molase), tepung tapioka, premix, kapur, garam, dan Eceng gondok (Eucornia grassipes). Penelitian menggunakan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok, P0 = pakan kontrol, P1 = eceng gondok 10%, P2 = eceng gondok 20%, P3 = eceng gondok 30% dan di uji lanjut menggunakan uji BNT 5%. Variable yang diamati konsumsipakan, pertambahan berat badan dan konversi pakan. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa tingkat bahwa tingkat penggunaan eceng gondok yang di fermentasi dalam pakan lengkap memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, penambahan bobot badan dan konversi badan. Rataan konsumsi pakan, P0 = 2807,33a, P1 = 3066ab, P2 = 3196,33bc dan P3 = 3391,67c. Rataan Pertambahan Bobot Badan, P0 = 213,06a, P1 = 238,94ab, P2 = 264,54bc, dan P3 = 288,19c. Rataan konversi pakan P0 = 13,09a, P1 = 12,75a, P2 = 12,05ab, dan P3 = 11,75b. Kesimpulan penelitian bahwa semakin tinggi penggunaan eceng gondok terfermentasi maka konsumsi pakan akan meningkat selama tidak melebihi batas standart. Tingkat penggunaan eceng gondok terfermentasi 30% dapat mengoptimalkan performa kelinci local lepas sapih. Disarankan untuk meningkatkan konsumsi pakan, PBB,dan konversi pakan pada kelinci sebaiknya pakan yang digunakan dalam bentuk pellet agar lebih efisien dalam memberikannya. Kata kunci : Kelinci, eceng gondok, Aspergillus niger
ANALISIS PENGARUH GANGGUAN REPRODUKSI (REPEAT BREEDER) DAN MASTITIS PADA INDUK SAPI PFH TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) DENGAN SEMEN BEKU SEXING Alwin Fitroh Yovananta; Nurul Humaidah; Nisa’us Sholikah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh gangguan reproduksi (repeat breeder) dan mastitis pada induk Sapi PFH terhadap keberhasilan inseminasi buatan (IB) dengan semen beku sexing. Materi yang digunakan adalah 20 ekor Sapi PFH yang terdiri dari 15 ekor dengan riwayat gangguan reproduksi (repeat breeder) dan 5 ekor mastitis serta straw semen beku sexing. Metode penelitian ini adalah metode survey. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh pada saat survey ke kandang serta catatan hasil inseminasi buatan (IB) dan data sekunder diperoleh dari koperasi susu SAE Pujon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi dengan riwayat gangguan reproduksi repeat breeder memiliki nilai Service per Conception (S/C) 3,75, Non Return Rate (NRR) 0%, Conception Rate (CR) 0%. Sapi dengan riwayat mastitis memiliki nilai Service per Conception (S/C) 1, Non Return Rate (NRR) 100%, Conception Rate (CR) 100%. Hasil S/C pada Sapi PFH dengan riwayat angguan reproduksi lebih tinggi dibandingkan dengan Sapi PFH dengan riwayat mastitis. Hasil NRR dan CR pada Sapi PFH dengan riwayat gangguan reproduksi repeat breeder lebih rendah dibandingkan hasil dari Sapi PFH dengan riwayat mastitis. Kesimpulan penelitian adalah Sapi PFH dengan riwayat mastitis memiliki nilai bermakna terhadap keberhasilan inseminasi buatan (IB) dengan semen beku sexing dibandingkan Sapi PFH dengan riwayat gangguan reproduksi repeat breeder. Kata kunci: gangguan reproduksi, mastitis, inseminasi buatan, semen beku, sexing.
VARIASI FENOTIPE UKURAN TUBUH DAN DNA HASIL PERSILANGAN KENARI YORKSHIRE DENGAN KENARI LOKAL Khoirur Roziqin; Mudawamah Mudawamah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Laboratorium Halal Universitas Islam Malang dan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqy, Jln Anjasmoro No.45 G3A, Kecamatan Lawang, digunakan untuk penelitian ini. Penelitian ini membandingkan fenotipe dan DNA burung Yorkshire, Kenari Lokal, dan F1 hasil persilangan jantan untuk menentukan nilai ukuran tubuh burung Yorkshire hijau menggunakan hasil persilangan Kenari Lokal kuning pada warna bon (kuning hijau) Filial 1( F1). Dengan kenari lokal dan Yorkshire. Dengan masing-masing 10 sampel, tiga spesies burung yang digunakan dalam penelitian ini—kenari lokal kuning, burung Yorkshire hijau, dan F1 bon color (kuning hijau)—menjadi total 30 ekor. Variabel panjang badan, lingkar dada, dan DNA diamati, menggunakan DNA kuantitatif (qPCR) dengan menggunakan gen TYR sebagai gen referensi. Metodologi yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif. Uji t tidak berpasangan digunakan untuk menilai data. Temuan mengungkapkan varian dalam fenotipe DNA dan ukuran tubuh. Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara warna bon F1 (kuning hijau), warna kuning lokal, atau kenari Yorkshire hijau (P>0,05), meskipun ada kecenderungan perubahan yang terlihat dari nilai rata-rata. 18 0,94 cm (Yorkshire), 13,4 0,69 cm (Lokal), dan 16 0,67 cm (F1) adalah rata-rata nilai panjang badan. Pengukuran dada rata-rata untuk Yorkshire, Lokal, dan F1 masing-masing adalah 11,6 0,84 cm, 9,8 0,63 cm, dan 10,5 0,71 cm. Nilai rata-rata hasil qPCR DNA adalah 25,00 11,82 (F1), 32,75 1,14 (Lokal), dan 28,14 18,88 (Yorkshire). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan variasi fenotip warna bulu dan DNA antara burung Yorkshire hijau, kenari lokal kuning, dan F1. Namun ada kecenderungan ukuran tubuh burung Yorkshire hijau lebih tinggi 10,48-12,56% dibandingkan F1. Sebaliknya, nilai DNA rata-rata kenari Yorkshire hijau dan kuning lokal adalah 12,56% dan 31% lebih besar dari F1 bon (kuning hijau), dari perspektif genetik.kata kunci : fenotipe, kenari lokal kuning, yoshire 
STUDI KAJIAN PREVALENSI SCABIES PADA KAMBING DI KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Yogi Dwi Nugroho; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi scabies dan menganalisa penyebab scabies. Materi yang digunakan adalah data dari 50 responden peternak kambing di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Metode penelitian survey. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan pemeriksaan scabies secara langsung.  Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif.  Variabel yang diamati adalah data personal, hasil pemeriksaan ternak scabies, manajemen pemeliharaan, pengetahuan peternak tentang penyakit scabies dan service dari petugas keswan. Hasil penelitian adalah semua peternak memelihara kambing dalam kandang panggung, intensitas sinar matahari yang dapat masuk di kandang adalah sedang sebanyak 88%, Pemeliharaan kambing semuanya secara koloni. Semua peternak tidak pernah melakukan pembersihan feses, pakan yang diberikan semuanya adalah hijauan dan yang ad libitum sebanyak 92%, ternak dipelihara dengan mengandangkan dan melepas di padang penggembalaan sebanyak 92%, Tidak ada kontak fisik kambing dengan kambing tetangga sebanyak 96%, air hujan yang dapat masuk di kandang sebanyak 56%, semua peternak tidak pernah memandikan kambing dan melakukan pembersihan kandang, peternak yang tidak tahu tentang Scabies sebanyak 94%, peternak tidak mengetahui bahwa scabies dapat menular ke kambing lain sebanyak 96%, semua peternak tidak tahu bahwa scabies dapat menular ke peternak, semua peternak tidak tahu pencegahan scabies, peternak tidak tahu pengobatan scabies sebanyak 98%, service petugas keswan berupa pengobatan dilakukan ke semua peternak, penyuluhan tentang scabies oleh petugas keswan dilakukan tetapi pemeriksaan scabies tidak pernah dilakukan petugas keswan. Kesimpulan yaitu prevalensi scabies yaitu 14,53%, prevalensi kecil karena pemberian hijauan ad libitum, penggunaan kandang panggung, sinar matahari dapat masuk ke kandang, adanya penggembalaan ternak serta pengobatan scabies dari petugas.Kata kunci : scabies, kambing, kesehatan, ternak, prevalensi
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA SIMPAN PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL ASAM DAN JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT YOGHURT SUSU KAMBING Faiqul Mubarok; Mudawamah Mudawamah; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan dan lama simpan pada suhu refrigerator terhadap nilai keasaman dan jumlah bakteri asam laktat’yoghurt susu kambing.’Materi yang digunakan’dalam penelitian ini yaitu susu kambing sebanyak 2,1 liter, starter komersial, Jenis Plastik PET 9 pieces dan HDPE 9 pieces, media MRS agar 65 gr, aquades 4 liter, alkohol 70% 600 ml, alumunium foil 3 pcs, indikator penolpthalein, NaOH, kapas dan plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan Nested Design (pola tersarang) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu total asam dan jumlah bakteri asam laktat yoghurt susu kambing. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of varians (ANOVA) serta dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis kemasan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total asam dan jumlah BAL yoghurt susu kambing. Rataan total asam  (%) yaitu K1=1,05, K2=1. Rataan total BAL (log CFU/ml) K1=7,03, K2=7,02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan dalam berbagai kemasan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah BAL. Rataan total asam  (%) yaitu K1L1=0,92a, K1L2=1,07a, K1L3= 1,15b, K2L1=0,93a, K2L2=1,00a, K2L3=1,08a. Rataan total BAL (log CFU/ml) K1L1=6,81a,K1L2=6,71a, K1L3=7,57b, K2L1=6,88a,K2L2=7,02a, K2L3=7,16a. Disimpulkan bahwa dalam pembuatan yoghurt yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) hendaknya dibuat dengan lama simpan 16 hari (kemasan PET) serta lama simpan 12 dan 16 hari (kemasan HDPE) pada suhu 7oC.
PENGARUH FREKUENSI PEMUPUKAN BIO URIN DENGAN PENAMBAHAN ZPT ORGANIK SEBAGAI PUPUK DAUN PADA RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum CV. Mott) TERHADAP KANDUNGAN LEMAK KASAR, SERAT KASAR DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN Nurullah H A Rena; Badat Muwakhid; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to know the values of the coarse fiber (SK), the fat rude (LK) and Extract Without Nitrogen in grass Odot. The material used in this research is the grass odot. The method of this research is to experiment with a random Design complete (RAL) Factorial pattern 3 x 3 orthogonal, each repeated three times as much. factors in use i.e. spraying frequency and dose bio urine. Todose 5% done spraying 1 time, to 10% in dose do spraying twice and for doses 15% done spraying 3 times plus control without spraying frequency and dose bio urine. Data results obtained were analyzed (ANOVA) range two way if any real influence continued with the smallest Real Difference Test (BNT). From the results of the analysis of the influence of the menunjukkn variety is evident (P <0.01) against the value of the fat content of coarse, BETN and influential real (P < 0.05) for Rough fiber. Value rataan LK, SK and BETN each range (2.46%-3.51%), (20,67-27,88%), (46,74-53,85). Value control rataan LK, SK and BETN (2.22, 28.50, 42.35). So in this study it can be concluded that thetreatment of spraying frequency and dose bio urine on grass odot is very influential to the quality content of grass odotKeywords: bio of urine spraying frequency, grass odot, LK, SK, and BETN
EVALUASI PERFORMANS BROILER BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT (Evaluate The Broiler Perfomance Based On Altitude) Fatekhul Asyhar
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di kabupaten Lumajang yang meliputi tiga kecamatan yaitu : kecamatan Tempeh (dataranrendah), kecamtan Sumbersuko (dataran sedang), dan kecamatan pasrujambe (dataran tinggi). Tujuan penelitian iniadalah untuk mengevaluasi performans broiler berdasarkan ketinggian tempat di Kabupaten Lumajang yang meliputi:Konsumsi Pakan, Konversi Pakan, Mortalitas, Bobot Badan Akhir, Indek prestasi.  Materi yang digunakan adalah datarecording usaha peternakan pola kemitraan dengan INTI yang sam., Penelitian ini menggunakan metode  studi kasuspengambilan sample secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketinggian tempat berpengaruhnyata (P < 0,05) terhadap konsumsi pakan, konsumsi pakan pada dataran rendah 3,263kg(a), datran sedang 3,373kg(ab), dan dataran tinggi 3,55kg(b). Rata-rata berat badan antara ketinggian berpengaruh sangat nyata (P< 0,01)data rata-rata berat dataran rendah 1,948kg(a), dataran sedang 2,048kg(ab), dataran tinggi 2,124kg(b). Ketinggiantempat tidak berpengaruh nyata (  P>0,05 ) terhadap mortalitas dan konversi pakan. Konversi pakan pada dataranrendah 1,674 dataran sedang 1,643 dataran tinggi 1,673 dan mortalitas pada dataran rendah 4,71125 dataran sedang4,00875 dataran tinggi 5,24125. Ketinggian tempat berpengaruh nyata (P<0,05) pada IP( Indek Prestasi). IP dataranrendah 308,62(a), dataran sedang 334,375(b) dataran tinggi 335(b). Disimpulkan bahwa, performans Broiler padadataran tinggi lebih baik dari dataran rendah, dilihat dari:1. Konsumsi pakan 2.Rata-rata berat badan,3.IP(IndekPrestasi). Ketinggian tempat tidak berbeda nyata terhadap Konversi pakan, prosentase kematian.
PENGARUH PENGGANTIAN BEKATUL DENGAN KULIT KOPI TERFERMENTASI PLUS CGM TERHADAP HEN DAY PRODUCTION DAN FEED CONVERSION RATIO AYAM PETELUR Singgih Candra Wibawa; Umi Kalsum; M.Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa efek penggantian bekatul dengan kulit kopi terfermentasi pada hen day production dan feed conversion ratio ayam petelur. Materi pada penelitian adalah 160 ekor ayam fase layer usia 65 minggu strain Isa Brown yang diberikan pakan jagung, konsentrat, bekatul, dan kulit kopi terfermentasi. Ayam dipelihara pada kendang baterai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan, setiap ulangan terdapat 10 ekor ayam. Pakan perlakuan yaitu P0: Jagung 50%, konsentrat 35%, Bekatul 15% tanpa menggunakan kulit kopi terfermentasi 0%. P1: Jagung 50%, konsentrat 35%, Bekatul 11,5%, kulit kopi terfermentasi 3,5%. P2: Jagung 50%, konsentrat 35%, Bekatul 10%, kulit kopi terfermentasi 5%. P3: Jagung 50%, konsentrat 35%, bekatul 8,5%, kulit kopi terfermentasi 6,5%. Variabel yang diamati Hen Day Production dan Feed Conversion Ratio. Data yang didapatkan dianalisa dengan ANOVA (Analysis of Varians). Hasil penelitian menunjukkan penggantian bekatul dengan kulit kopi terfermentasi plus CGM tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Hen Day Production dan Feed Conversion Ratio. Rataan nilai Hen Day Production (P0)=81,42% (P1)=84,14% (P2)=86,66% (P3)=86,9%. Rata-rata nilai Feed Conversion Ratio (P0)=2,26, (P1)=2,19, (P2)=2,12, (P3)=2,12. Kulit kopi terfermentasi plus CGM dapat digunakan untuk menggantikan bekatul sampai 6,5% dari 15% penggunaan bekatul. Kata kunci: Kulit kopi terfermentasi; cgm; ayam petelur; hen day production; feed conversion ratio
PENGARUH INTERVAL PEMERAHAN SAPI PERAH PFH TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU Muhammad Havizh Al-Azhar; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh interval pemerahan terhadap produksi dan kualitas susu PFH. Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi 9 ekor sapi perah PFH (umur 2-3 tahun, bulan laktasi ke 3, dan nilai BCS 3-4 dengan pakan yang sama). Metode yang digunakan yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah A1 = 13 jam, A2 = 11 jam, dan A3 = 9 jam. Variabel yang diamati yaitu jumlah produksi susu, kadar lemak, SNF, dan Resazurin. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian pada interval pemerahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi susu (liter) pemerahan pagi yaitu A1=16,11b; A2=14,13a; dan A3=14,11a dan pemerahan sore yaitu A1=8,14b; A2=7,19a; dan A3=7,29a. Interval pemerahan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap lemak, SNF, dan resazurin susu pada pemerahan pagi dan sore. Rata-rata kadar lemak (%) pemerahan pagi yaitu A1=3,24, A2=3,46, dan A3=3,51 dan kadar lemak pemerahan sore yaitu A1=4,33, A2=4,36, dan A3= 4,56. Rata-rata SNF (%) pemerahan pagi yaitu A1=7,82, A2=7,83, dan A3=7,8 dan SNF pemerahan sore yaitu A1=8,04, A2=8,01, dan A3=7,93. Rata-rata nilai resazurin (score) pada pemerahan pagi yaitu A1=7,67, A2=8, dan A3=8 dan nilai resazurin pada pemerahan sore yaitu A1=8,04, A2=8,01, dan A3=7,93. Kesimpulan penelitian ini yaitu interval pemerahan berpengaruh terhadap produksi susu pagi dan sore, namun tidak berpengaruh terhadap lemak, SNF, dan Resazurin. Interval pemerahan panjang (13 jam) menghasilkan produksi susu yang optimal dengan rata-rata 16,12 liter dan 8,14 liter.Kata Kunci: Interval Pemerahan, Produksi Susu, Kualitas Susu, Sapi PFH. 
PROSPEKTIF USAHA PETERNAKAN BROILER POLA KEMITRAAN (Article review) Chrisna Irfandy; Dedi Suryanto; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola kemitraan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) dilaksanakan dengan pola inti plasma. Kelompok mitra bertindak sebagai plasma dan perusahaan mitra sebagai inti. Industri mitra menyiapkan instrumen produksi peternakan seperti DOC, pakan, obat-obatan/vitamin, pembimbing teknis serta pemasaran hasil sedangkan kandang dan tenaga kerja disediakan plasma. Dalam menjalin mitra pihak pengusaha atau perusahaan harus memiliki posisi yang sejajar dengan pihak peternak untuk terwujudnya tujuan bersama. Pola kemitraan memberikan hasil keuntungan yang tidak sama di setiap peternak. Hal tersebut tergantung persetujuan kerjasama awal dengan inti, modal awal peternak, jumlah populasi ayam yang dipelihara, fluktuasi harga dan pengetahuan dan keterampilan manajemen. Hal-hal tersebut berpengaruh terhadap jumlah keuntungan yang diperoleh peternak. Peternakan Broiler pola kemitraan inti – plasma dengan pola PIR (Perusahaan Inti Rakyat) dapat diikuti oleh peternak dengan kemampuan ekonomi lemah sehingga terdapat jaminan akan modal, kepastian harga dan kuantitas. Model kemitraan merupakan kerjasama bisnis yang wajib memiliki tujuan dan posisi yang sejajar. Masalah terkait kolaborasi mitra yang tidak saling menguntungkan karena Inti memiliki kekuasaan dalam hal permodalan, teknologi, pasar, dan manajemen. Peternak lemah dalam posisi harga kontrak dan kualitas DOC. Keberhasilan kemitraan usaha sangat ditentukan oleh adanya kepatuhan di antara yang bermitra dalam menjalankan etika berbisnis. Secara umum bisnis broiler dengan model kemitraan lebih menguntungkan dibandingkan dengan peternak model mandiri. Dengan skala pemeliharaan yang sama peternak plasma memerlukan modal pribadi yang lebih sedikit daripada peternak mandiri. Hasil kajian kelayakan bisnis peternakan ayam broiler pola mitra skala lebih dari 3000 ekor menunjukkan profitabilitas yang baik dan layak dipertahankan atau dilanjutkan. Kata kunci : prospekif, usaha, broiler, pola, kemitraan

Page 5 of 43 | Total Record : 429