cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN SARI BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) DAN MULTI ENZIM DALAM AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN, KONVERSI PAKANDAN QUIL DAY PRODUCTION TERNAK PUYUH PERIODE LAYER Firdaunsyah Firdaunsyah; Ustman Ali; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan campuran sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan multi enzim dalam air minum terhadap konsumsi pakan, konversi pakan dan quail day production ternak puyuh fase layer. Materi yang digunakan antara lain ; burung puyuh umur 6 bulan, sari buah mengkudu dan multi enzim. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 20 ekor. Sedangakan perlakuan penambahan campuran sari buah mengkudu dan multi enzim/SME dalam air minum antara lain : Perlakuan A=air minum tanpa SME, B=air minum + 3ml SME,  C=air minum + 6ml SME dan D=air minum + 9ml SME. Dari hasil penelitian ini bahwa penambahan campuran SME tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0.05), terhadap konversi pakan berpengaruh nyata (P<0.05) sedangkan pada quail day produktion berpengaruh sangat nyata (P<0.01). Adapun nilai rata-rata konsumsi pakan yakni : Perlakuan A=20.96, B=20.96, C=20.93 dan D=20.95, konversi pakan A= 3.00a, B=2.97b, C=2.84ab dan D=2.70a, sedangkan quail day production  perlakuan A=67.88, B=69.13, C=70.75 dan D=73,06.Disimpulkan bahwa penambahan campuran sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan  multi enzim dalam air minum tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan tetapi berpengaruh nyata terhadap konversi pakan, sedangkan pada Quail Day Production sangat berpengaruh nyata. Dosis penambahan campuran sari buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan multi enzim yang optimal dalam penelitian ini yakni sebanyak 9 ml/liter air minum. Kata kunci : puyuh, sari buah mengkudu, multi enzim, konversi pakan, konversi pakan dan Quail Day Production.
PENGARUH iPENAMBAHAN iCAMPURAN INITROBACTER DAN iLactobacillus iFermentum iTERENKAPSULASI TERHADAP IOFC DAN NILAI EKONOMIS PAKAN PADA KELINCI iJANTAN Ahlul Ilham Mahayana; Usman Ali; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan ipenelitian iini yaitu untuk menganalisis ipenambahan iNitrobacter dan iLactobacillus fermentum iterenkapsulasi iterhadap IOFC i(Income iOver iFeed iCost) idan inilai iekonomis ipakan pada kelinci Rex jantan. iMateri dalam penelitian ini yaitu isolat bakteri Lactobacillus fermentum, isolat Nitrobacter, ikelinci strain iRex dengan jenis ikelamin ijantan iumur 2-2,5 ibulan isebanyak i32 ekor dengan jarak berat diantara 540-1400 gram, pakan, kandang percobaan. iMetode ipenelitian yang idigunakan iadalah imetode ipercobaan idengan iRancangan iAcak iKelompok i(RAK) iterdiri idari i4 iperlakuan idan i4 ikelompok. iPerlakuan iyang digunakan pada penelitian ini yaitu P0= Pakan Kontrol, P1= Penambahan probiotik terenkapsulasi 0,15% dalam pakan, P2= Penambahan probiotik terenkapsulasi 0,30% dalam pakan, P3= Penambahan probiotik 0,45% dalam pakan. Kelompok pada penelitian ini yaitu K1=Bobot 540-703 gram, K2= Bobot 721-905 gram, K3=Bobot 940-1077 gram, K4=Bobot 1089-1400 gram. Variabel yang diamati adalah IOFC dan nilai ekonomis pakan. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam, jika hasil memiliki pengaruh maka dilanjutkan dengan uji BNT. iHasil ipenelitian imenunjukkan ibahwa ipenambahan icampuran iNitrobacter idan iLactobacillus ifermentum itidak iberpengaruh inyata i(P>0,05) terhadap nilai IOFC, sedangkan kelompok bobot badan berpengaruh nyata  (P<0,05) terhadap IOFC kelinci Rex. Rata-rata IOFC (Rp/ekor) selama 30 hari pada perlakuan yaitu P3=11.776, P2=10.745, P1 =10.071, P0=9.872, dan pada kelompok bobot badan, yaitu K4=11.945b, K3=11.402b, K2= 10.086ab, K1=9.032a. Penambahan campuran Nitrobacter dan iLactobacillus ifermentum iberpengaruh isangat inyata i(P<0,01) terhadap inilai .ekonomis .pakan, isedangkan ikelompok ibobot ibadan itidak iberpengaruh inyata (P>0,05) iterhadap inilai iekonomis pakan. iRata-rata inilai iekonomis ipakan i(Rp/Kg) iadalah iP0= 38.492b, P1= 38.222b, P2= 37.609ab, P3= 37.035a, dan pada kelompok bobot badan, yaitu K1=37.682, K2=38.034, K3=37.883, K4=37.759. Disimpulkan bahwa penambahan icampuran Nitrobacter dan iLactobacillus fermentum terenkapsulasi sampai level 0,45% dalam pakan dapat meningkatkan iIOFC dan nilai ekonomis pakan menjadi lebih murah. Kelompok bobot badan kelinci yang semakin besar berdampak positif iterhadap iIOFC idan inilai iekonomis ipakan.Kata Kunci: Probiotik, enkapsulasi, iincome iover ifeed ,cost ,(iofc), nilai iekonomis pakan
PENGARUH PERENDAMAN DALAM BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum rhizoma) TERHADAP KEEMPUKAN DAN pH DAGING SAPI PERAH AFKIR Suryani Nila Sari; Sri Susilowati; Irawati Dinasari Retnoningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perendaman dalam berbagai larutanjahe merah terhadap keempukan dan pH daging sapi perah afkir.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi perah afkir bagian paha (bicep femoris). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yakni penambahan larutanjahe merah (P0 tanpa larutan jahe merah 0%, P1 larutan jahe merah 6% dan perendaman 20 menit, P2 larutan jahe merah 6% dan perendaman 30 menit, P3 larutan jahe merah 10% dan perendaman 20 menit, P4 larutan jahe merah 10% dan perendaman 30 menit) dengan empat kali ulangan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Analysis of Varians (ANOVA), jika terdapat pengaruh tiap perlakuan maka dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunujukkan bahwadengan perendaman 30 menit dengan pemberian larutan jahe merah 10% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan daging sapi perah afkir, sedangkan pemberianlarutanjahe merahdengan perendaman 30 menit berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurunkan pH daging sapi perah afkir. Pada pemberianlarutanjahe merah (6, dan 10%) terjadi penigkatan keempukan dan penurunan pH, penambahan larutanjahe merah10% dengan perendaman 30 menit menghasilkan keempukan paling tinggi dan pH paling rendah dibandingkan pada penambahan larutanjahe merah (0 dan 6%). Disimpulkan bahwa penambahan larutan jahe merah mampu meningkatkan keempukan dan menurunkan pH daging sapi perah afkir dibandingkan dengan daging tanpa penambahan larutan jahe merah.Kata kunci : daging sapi perah afkir, larutan jahe merah, keempukan, dan pH daging.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH ORGANIK RUMAH MAKAN DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM JOPER Moh. Ridho; usman ali; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan tepung limbah organik rumah makan terhadap konsumsi dan konversi pakan pada ayam Joper berumur ±2 bulan. Bahan pakan yang digunakan berupa jagung, bekatul, konsentrat, dan tepung limbah organik rumah makan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor ayam Joper. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = 100% pakan buatan pabrik, P1 = jagung 35%, bekatul 25% dan konsentrat 40%, P2 = jagung 35%, bekatul 25% dan LORM 20% pengganti konsentrat, P3 = jagung 35%, bekatul 25% dan LORM 40% pengganti konsentat, P4 = jagung 35%, bekatul 25% dan LORM 60% pengganti konsentrat. Variabel yang diamati berupa konsumsi dan konversi pakan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa penggunaan tepung limbah organik rumah makan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi dan konversi pakan pada ayam Joper. Nilai rerata pada konsumsi pakan P0 = 58,22 g/ekor/hari; P1 = 56,73 g/ekor/hari; P2 = 55,12 g/ekor/hari; P3 = 54,27 g/ekor/hari; P4 = 53,49 g/ekor/hari. Nilai rerata pada konversi pakan P0 = 3,86; P1 = 3,57; P2 = 3,52; P3 = 3,47; P4 = 3,45. Disimpulkan bahwa penggunaan LORM sebagai pengganti konsentrat dalam pakan berpengaruh sangat nyata terhadap konsumsi dan konversi pakan pada ayam Joper. Kata Kunci : Konsumsi Pakan, Konversi Pakan, Ayam Joper, Limbah Organik Rumah Makan. 
PENGARUH PENAMBAHAN BAKING POWDER TERHADAP OVERRUN DAN DAYA LELEH ES KRIM Iva Siska Anggraeni Devitasari; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penambahan baking powder terhadap overrun dan daya leleh es krim. Materi yang digunakan adalah susu segar, gula, santan, perasa, kuning telur, dan baking powder (Natrium bikarbonat), gelas takar, panci, kompor, timbangan digital, blender, timer, mixer, refrigerator dan  freezer. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah penambahan baking powder dalam adonan es krim. Adapun perlakuannya P0 = tanpa penambahan baking powder (0%), P1 = penambahan baking powder 0,625%, P2 = penambahan baking powder 1,25%, P3 = penambahan baking powder 2,5%. Variabel yang diamati overrun dan daya leleh es krim. Analisa data yang digunakan adalah analisis ragam dan dilanjut uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penambahan baking powder dalam pembuatan es krim berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai overrun dan daya leleh es krim. Nilai rata-rata overrun (%) P0 = 21,62a P1 = 25.46b, P2 = 33,86d, P3 = 32,68c. Nilai rata-rata daya lelehnya (menit) P0 = 22.28a, P1 = 23.24b, P2 = 24.12b, P3 = 24.10b. Kesimpulannya penambahan baking powder meningkatkan overrun dan daya leleh es krim. Penambahan baking powder terbaik sebanyak 14,85 gr (1,25%) mampu menghasilkan overrun sebesar 33,86% dan daya leleh 24.12 menit. Disarankan untuk menggunakan baking powder dengan konsentrasi 1,25% dari total adonan es krim dan melakukan pemixeran lebih dari 1x dalam proses pembuatan es krim. Perlu penelitian lanjutan mengenai  kandungan protein dan lemak serta uji organoleptik.Kata Kunci: Overrun, daya leleh , baking powder. 
ANALISA KUALITAS MADU AKASIA, KARET DAN RANDU PRODUKSI PT KEMBANG JOYO SRIWIJAYA Nanda Agustia Nasharuddin; Sunaryo Sunaryo; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas madu akasia, randu, dan karet berdasarkan kadar air, brix, dan pH. Materi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 3 jenis madu yaitu: madu akasia, karet dan randu produksi PT Kembang Joyo Sriwijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, variabel yang diamati adalah kadar air, brix dan pH. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis menggunakan analisis of varian (ANOVA) one way. Apabila berpengaruh akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa madu akasia , karet dan randu tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kadar air dan brix. Kadar air madu Akasia adalah 20,8% pada madu Randu 21,2% dan pada madu Karet 21,2%. Brix pada madu Akasia adalah 75,8%, pada madu Randu 77,2% dan pada madu Karet 76,8%. Hasil analisa ragam jenis madu akasia, randu dan karet berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH, dengan nilai rataan 3,82a pada madu Akasia, 4,60b pada madu Karet dan 4,66b pada madu Randu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kualitas madu Akasia, Karet dan Randu tidak berbeda  tetapi memiliki pH yang berbeda, ketiga jenis madu yang diteliti memenuhi Standar Nasional Indonesia pada parameter kadar air, brix dan pH dengan kualitas sangat baik.Kata kunci : akasia, randu, karet, kadar air, brix, pH.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN INDIGOFERA zollingeriana TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN IOFC PADA ITIK PEDAGING PERIODE FINISHER Khairul Umam; Muhammad Farid Wadjidi; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh tingkat penggunaan Indigofera zollingeriana terfermentasi dalam pakan itik pedaging periode finisher yang dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai 22 Mei 2020 di Kediaman Bapak Lukman Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun Indigofera zollingeriana terfermentasi yang dicampur dengan konsentrat 511, CP 144, jagung giling dan pollard, dan juga itik pedaging periode finisher jenis kelamin jantan dengan bobot badan awal rata-rata 635 gram umur 22 hari sebanyak 64 ekor. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, Dalam satu unit percobaan terdiri dari 4 ekor itik. Perlakuan yang diberikan adalah R0 = 100% ransum tanpa campuran daun Indigofera zollingeriana terfermentasi, R1 = 95% ransum ditambah 5% daun Indigofera zollingeriana terfermentasi, R2 = 90% ransum ditambah 10% daun Indigofera zollingeriana terfermentasi, R3 = 85% ransum ditambah 15% daun Indigofera zollingeriana terfermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan daun Indigofera zollingeriana terfermentasi dalam pakan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot dan IOFC pada itik pedaging periode finisher. Rata-rata nilai biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan pada tiap perlakuan adalah P0 = 23.619,97; P1 = 23.324,54; P2 = 22.941,14; P3 = 22.731,67 dan rata-rata nilai IOFC pada tiap perlakuan adalah P0 = 1.038,38; P1 = 1.249,47; P2 =1.520,04; dan P3 = 1.656,49. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan daun Indigofera zollingeriana terfermentasi sampai dengan 15% dalam ransum tidak berpengaruh terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan Income Feed Over Cost.  Penggunaan daun Indigofera zollingeriana terfermentasi pada level 15% secara rataan menunjukkan biaya pakan perkilogram bobot badan yang paling rendah dan niIai IOFC yang paling tinggi, sehingga penggunaan daun Indigofera zollingeriana terfermentasi dalam ransum pada level 15% dapat diaplikasikan dalam pemeliharaan itik pedaging hibrida periode finisher.
PERSEPSI PETERNAK TERHADAP PEMASANGAN EAR TAG DI DESA KOTAANYAR KECAMATAN KOTAANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO Firmansyah, Firmansyah; Susilowati, Sri; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ear Tag adalah identitas yang dipasang di daun telinga dan mempunyai kode sesuai peternaknya. Tujuan dari pemasangan ear tag adalah untuk memudahkan pemilihan dan pencatatan serta pemantauan prosedur pemeliharan. Penelitian bertujuan yaitu untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana tanggapan peternak dan pengetahuan peternak terhadap pemasangan ear tag pada ternak. Variabel yang diteliti berupa karakteristik dan persepsi peternak tentang pemasangan ear tag pada ternak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dan materi pada penelitian ini berupa 100 orang peternak yang menjadi sebagai respoden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik peternak sapi potong di Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo berada pada usia produktif yaitu 15-60 tahun. Sebagian besar pendidikan SMP. Usaha ternak sapi potong sebagai usaha sampingan yang berskala kecil dan dikelola secara mandiri. Pekerjaan utama para peternak yaitu petani dan berdagang dengan pendapatan setiap bulan 1.000.000-2.000.000. Rentang waktu beternak selama 6-8 tahun dan memiliki ternak sebanyak 1-5 ekor. Kesimpulan penelitian adalah Peternak sapi potong memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pemasangan ear tag.Kata Kunci: Penanda Telinga, Persepsi, Peternak, Sapi
PREVALENSI RECOVERY PENYAKIT MULUT DAN KUKU BERDASARKAN ASPEK MANAJEMEN PENANGANAN DI DESA BENDOSARI PUJON Feri Widodo; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bendosari dii Kecamatan Pujon merupakan salah satu desa yang ternak sapinyatidak luput terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di bulan Mei 2022. Wabah PMKpertama kali terjadi yang dialami peternak. Belum ada pengalaman dalam penanganan PMK.TujuanpenelitianadalahmenghitungtingkatprevalensirecoveryPMKberdasarkanaspekmanajemen penanganan luka yang dilakukan peternak Desa Bendosari. Materi yang digunakanmeliputi data peternak, status PMK, pengobatan PMK yang dilakukan peternak, produksi susu danmanajemen penangan luka PMK. Metode yang digunakan adalah survey. Survey dilakukan denganterjun langsung ke lokasi peternak untuk mengambil data primer melalui kegiatan wawancara danpengamatan secara langsung. Hasil penelitian adalah jumlah sapi 2.020 ekor, sapi dengan PMK205 ekor, sapi yang sembuh dari PMK 1.585 ekor, sapi mati karena PMK 136 ekor dan yang dijual94 ekor. Produksi susu turun dari 5000 l/hari menjadi 2000 l/hari. Manajemen penanganan PMKyang dilakukan peternak meliputi penanganan luka mulut dengan mengoleskan campuran air gulagaram, penangan luka kuku dengan penyemprotan obatPK (Kalium Permanganat) dan pasta kukuyang mengandungcuprisulfatluka digluteus mediusdan siku kaki sapi denganPK (KaliumPermanganat),tumbukankunirmaupunsupertetra.Pemberianpakan30kg/ekor/haridanmenerapakan biosecurity yang tepat. Kesimpulan adalah manajemen penanganan sapi PMK diDesa Bendosari cukup memenuhi standar dasar berdasarkan penanganan luka, manajemen pakandan biosecurity sehingga prevalensi recovery PMK mencapai 78%.Kata Kunci:pmk ; bendosari ; penanganan ; prevalensi; recovery
KOMPARASI FENOTIPE KUANTITATIF PEJANTAN DAN INDUK KAMBING PERANAKAN ETAWAH UNGGUL DENGAN PETERNAKAN RAKYAT (ARTICLE REVIEW) Nabila Latifa Hae; Mudawamah mudawamah; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komparasi fenotipe kuantitatif menggunakan nilai komparasi dan chi-square yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kambing PE unggul dengan peternakan rakyat. Hasil komparasi (%) sifat kuantitatif pejantan di desa Karangwuni (bobot badan=14,71%), Sidomulyo (lingkar dada=2,82%), Tandasura (bobot badan=78,68% ) dan Banda Aceh (lingkar skrotum=14,76%) dimana sifat dimasing-masing daerah tersebut lebih unggul dibandingkan SNI umur 12-18. Sedangkan umur 18-24 bulan dimasing-masing desa tersebut kecuali Sidomulyo, lebih unggul pada sifat tinggi pundak=3,21%, bobot badan=44,64% serta lingkar skrotum=14,78% dibandingkan pejantan unggul berdasarkan SNI. Pada induk yang berumur 12-18 bulan, sifat bobot badan adalah sifat unggul yang dimiliki yaitu di desa Karangwuni (53,85%), Sidomulyo (59,46%) dan Tandasura (27,08%). Sedangkan umur 18-24 bulan di masing-masing desa tersebut lebih unggul pada sifat bobot badan=17,65%, bobot badan=21,95% dan panjang badan=10,31%. Berdasarkan nilai komparasi disimpulkan bahwa sifat kuantitatif pejantan di peternakan rakyat 75% sama dan 25% lebih unggul dibandingkan dengan pejantan SNI pada umur 12-18 dan 18-24 bulan. Sedangkan nilai komparasi sifat kuantitatif induk di peternakan rakyat 33,3% sama dan 66,7%  lebih unggul dibandingkan induk unggul berdasarkan SNI 12-18 bulan, tetapi 100% sama dengan induk unggul berdasarkan SNI 18-24 bulan. Kata kunci : Kambing, PE, Fenotipe kuantitatif

Page 4 of 43 | Total Record : 429