cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENGGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN CAMPURAN AMPAS SAGU TERFEERMENTASI PLUS BUNGKIL KEDELAI TERHADAP PERFORMANS BROILER FESE FINISHER Alivia Hafidatul Maula; Farid Wadjdi; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakObservasi ditujukan sebagai analisa penggantian pakan komersial dengan campuran ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai terhadap konsumsin pakan, pertambahan bonbot badan dan konversi pakan(FCR). Bahan atau sampel yang digunakan yaitu broiler dengan umur 22 hari sebanyak 64 ekor dengan 4 ekor setiap pelakuan, pakan komersial, ampas sagu yang sudah difermentasi dengan multiprobiotik dan bungkil kedelai. Penelitian ini mengggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) perlakuan 4 dan ulangan 4 dan setiap unitnya diisi 4 ekor broiler, pemberian pakan pada setiap perlakuan yaitu P0:pakan komersial 100%, P1:pakan komersial 90% dan ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai 10%, P2: pakan komersial 85% dan ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai 15%, P3 : pakan komersial  80% dan ampas sagu terfermentasi plus bungkil kedelai 20%. Variabel yang diamati pada observasi kali ini yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data  yang diperoleh diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA). hasil analisa ragam  yaitu ampas sagu terfermentasi dengan multiprobiotik plus bungkil kedelai ada pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan(P<0,05)  dan berpengaruh sangat nyata terhadap konversi pakan (P<0,01). Nilai rata-rata pada pada setiap variabel yaitu pada konsumsi pakan P0 :2570.00a g, P1:2586.50a g, P2:2607.00ab g, P3:2626.75b g sedangkan rata rata nilai  pertambahan bobot badan yaitu yaitu P0:1475.75a g, P1:1466.75b g, P2:1460.50ab g, P3:1435.50b g dan rata rata (FCR)konversi pakan  P0:1,74a , P1:1,76 a , P2:1,78ab , P3:1,83b. Kesimpulan observasi ini adalah pemberian ampas sagu terfermentasi dengan multi probiotik plus bungkil kedelai 20% dan pakan komersial 80% memiliki pengaruh yang cukup baik terhadap performans broiler fase finisher. Dan pada ketiga variabel konversi pakan yang memiliki peran terpenting terhadap keuntungan beternak broiler.Kata kunci : Broiler; Ampas sagu; Bungkil kedelai; Fermentasi; Multiprobiotik; Performans
EVALUASI PERFORMA PRODUKSI KAMBING SAPERA PADA PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DENGAN PROTEIN YANG BERBEDA Achsan Sabilan Al Falah; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa performa produksi kambing Sapera pada pemberian pakan fermentasi dengan protein berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 9 ekor kambing Sapera betina umur 8-10 bulan dengan  bobot badan berkisar antara 11,4-17,8 kg. bahan pakan meliputi kangkung kering, konsentrat, rendeng kedelai, dedak padi, pollard, EM4, molasses. Metode penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 3 kelompok dan 3 perlakuan. Perlakuannya adalah pakan fermentasi dengan tingkat protein yang berbeda P1= 12%, P2= 14%, P3= 16%. Variabel dalam penelitian meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Analisis data menggunakan perhitungan ANOVA, dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan fermentasi dengan protein berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi, konversi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan. Pada kelompok bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, serta konversi pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05).  Rata-rata konsumsi pakan (ekor/hari) pada P1= 530,66agr, P2= 553,59bgr, P3= 583,36cgr, K1= 533,02agr, K2= 551,08bgr dan K3= 583,50cgr. Rata-rata pertambahan bobot badan (ekor/hari) P1= 22,57agr, P2= 28,63bgr, P3= 34,53cgr, K1= 24,30agr, K2= 29,13bgr dan K3= 32,30bgr. Nilai konversi pakan P1= 23,53a, P2= 19,63ab, P3= 17,16b, K3= 18,79, K2= 19,37 dan K1= 22,16. Disimpulkan bahwa tingkat protein kasar (PK) berpengaruh terhadap konsumsi pakan, berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan. Hasil terbaik penelitian didapat pada pakan fermentasi level PK 16% kelompok bobot badan besar 16,5 Kg. Kata Kunci : Tingkat protein, performa, kambing Sapera.
PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN GAPLEK DAN AMPAS TAHU TERFERMENTASI Trichoderma viridae SEBAGAI SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL STARTER TERHADAP FEED CONVERTION RATIO (FCR) DAN BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN PADA BROILER FINISHER Pebri Hartanto; Sunaryo sunaryo; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan campuran gaplek dan ampas tahu terfermentasi Trichoderma viridae sebagai substitusi pakan komersial starter terhadap Feed Convertion Ratio (FCR) dan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan pada broiler periode finisher. Materi penelitian ini adalah broiler umur 21 hari berjumlah 64 ekor, pakan substitusi berupa campuran tepung gaplek dan ampas tahu (GAT) sejumlah 28.8 kg (dengan perbandingan 14.3% tepung gaplek : 85.7% ampas tahu kering) terfermentasi Trichoderma viridae, pakan komersial starter. Penelitian dilakuan dengan 4 macam perlakuan dengan level subtitusi pakan P0 (0%), P1 (20%), P2 (25%), dan P3 (30%) dan diulang sebanyak 4 kali. Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis of varian (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan campuran gaplek dan ampas tahu terfermentasi Trichoderma viridae sebagai substitusi pakan komersial starter berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Feed Convertion Ratio (FCR) danbiaya perkilogram pertambahan bobot badan. Rata-rata FCR P0 = 1,64a, P2 = 1,69a, P1 = 1,78b, P3 = 1,92c dan rata-rata harga pakan perkilogram P1 = Rp. 11.395,92a, P2 = Rp. 11.706,68ab, P0 = Rp. 12.168,34bc, P3 = Rp. 12.352,37c. Kesimpulan penelitian adalah campuran gaplek dan ampas tahuterfermentasi Trichoderma viridae sebagai substitusi pakan komersial starter sebagai pakan broiler finisher memberikan respon yang sangat nyata dan subtitusi penggunaan campuran terbaik sebesar 20% terhadap FCR dan biaya pakan perkilogram pada broiler finisher.Kata Kunci :Trichoderma viridae, pakan komersial starter, broiler finisher, fermentasi gaplek dan ampas tahu
PENGARUH PERENDAMAN DAN PENYIMPANAN TELUR ITIK DALAM LARUTAN DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) TERHADAP HAUGH UNIT DAN pH Arrum Novita Sari; Inggit Kentjonowaty; Sri Sulistyowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh perendaman dan penyimpanan telur itik dalam larutan daun rambutan (Nephelium lappaceum L) terhadap Haugh Unit dan pH. Penelitian dilaksanakan pada 12 Februari – 28 Maret 2022 di Laboratorium Pangan II, Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang. Materi menggunakan telur itik sebanyak 96 butir bobot 65-75 gram umur 0 hari serta larutan daun rambutan konsentrasi 30%. Metode menggunakan eksperimental dengan menggunakan RALF dengan 12 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor yang diamati yaitu 1. Faktor lama perendaman (P0 = tanpa perendaman, P1 = 24 jam, P2 = 29 jam, P3 = 34 jam) dan 2. Faktor lama simpan (S1 = 15 hari, S2 = 30 hari, S3 = 45 hari). Variabel yang diamati ialah Haugh Unit (HU) dan nilai pH. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) bila ada perbedaan dilanjut uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara perendaman dan penyimpanan(P>0,05)terhadap HU dan pH. Perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap HU, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH putih telur, dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH kuning telur.Penyimpanan telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap HU dan pH putih dan kuning telur. Perendaman 34 jam dapat mempertahankan HU pada mutu II dengan nilai 64,636b. Penyimpanan 15 hari dapat mempertahankan HU pada mutu III dengan nilai 61,275. Perendaman 24 jam dapat mempertahankan pH putih telur dengan nilai 8,050a, sedangkan pH kuning telur perendaman 34 jam memperoleh nilai 6,067. Pada lama simpan pH putih telur dengan penyimpanan 30 hari menunjukkan rataan 8,009, untuk pH kuning telur 15 hari menunjukkan rataan 6,059.Perendaman 34 jam dapat mempertahankan HU dan pH sehingga dapat digunakan selama 45 hari.Kata kunci : Pengawetan, daun rambutan, telur itik, Haugh Unit, nilai pH. 
PENGARUH ALKALINASI LARUTAN KAPUR DAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG MENGGUNAKAN Aspergillus niger TERHADAP KANDUNGAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN DAN KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO Muhammad Azzam Alauddin; Badat Muwakhid; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alkalinasi larutan kapur dan fermentasi jerami jagung menggunakan Aspergillus niger terhadap kandungan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan kecernaan bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO) secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami jagung yang dipanen pada umur 90 hari sebanyak15 kg dalam bentuk asfed. Metode penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial ortogonal 3 x 3, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penambahan kapur Ca(OH)2 (b/b) 4%, 5% dan 6% kemudian masing-masing difermentasi Aspergillus niger 1,02 x 108 dengan dosis 3ml, 4ml dan 5ml ditambah kontrol tanpa alkalinasi dan fermentasi. Data hasil yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dua arah dan dilanjutkandengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari Hasil analisa ragam menunjukkn pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai kandungan BETN, KcBK dan KcBO. Nilai rataan BETN, KcBK dan KcBO masing-masing berkisar (46,70%-51,85%), (40,96%-62,16%), (32,88%-48,72%). Nilai rataan kontrol BETN, KcBK dan KcBO (53,41%, 37,88%, 30,66%). Disimpulkan bahwaperlakuan alkalinasi dan fermentasi pada jerami jagung sangat berpengaruh terhadap kualitas pakan jerami jagung.Kata kunci: jerami jagung, alkalinasi, fermentasi, BETN, KcBK dan KcBO
PENGARUH KENAIKAN HARGA PAKAN TERHADAP INCOME OVER FEED COST DAN BREAK EVEN POINT PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KECAMATAN SUGIO KABUPATEN LAMONGAN Ari Nurwidiati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian studi kasus yang bertujuan untuk mengevaluasi dampak kenaikan harga pakan pada skala usaha yangberbeda terhadap income over feed cost (IOFC) dan break even point (BEP). Penelitian diharapkan dapat untukmengatisipasi kenaikan harga pakan pada skala usaha yang berbeda terhadap usaha peternakan ayam petelur.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data recording menghitung IOFC dan BEP. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kenaikan harga dan skala usaha berpengaruh sangat nyata (P<0,01)terhadap IOFC dan BEP.IOFC  tertinggi pada harga pakan Rp.3.950 sebesar Rp.12.880.779 dan BEP terendah pada harga Rp. 3.950 denganproduksi telur 44,1%. IOFC tertinggi pada skala usaha 3.000 ekor sebesar Rp.17.556.921 dan BEP terendah padaskala usaha 3.000 ekor dengan produksi telur 61,88%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwakenaikan harga pakan berpengaruh negative pada IOFC dan kenaikan skala usaha berpengaruh positif terhadapBEP. IOFC tertinggi dan BEP terendah didapat pada harga pakan Rp.3.950 (harga pakan terendah),IOFa C tertinggidan BEP terendah didapat pada skala usaha 3.000 ekor (skala usaha tertinggi).Disarankan apabila produksi di bawahBEP dilakukan seleksi atau afkir. Apabila terjadi kenaikan harga harus dilakukan efisiensi pakan dan meningkatkanpeoduksi telur.
PERBANDINGAN PRODUKSI SUSU, KADAR PROTEIN, DAN SOLID NON FAT (SNF) SAPI PERAH PASCA PMK Yena Arifa; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas susu. PMK juga menyerang ternak yang berada di bawah naungan KUD Dadi Jaya. Jumlah sapi yang terpapar PMK di KUD Dadi Jaya hampir mencapai 90%. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan dan menganalisis dampak PMK terhadap perbedaan produksi susu, kadar protein, kadar Solid Non Fat (SNF) sebelum terdampak  PMK tahun 2021 dan pasca PMK tahun 2022. Penelitian ini dilakukan di KUD Dadi Jaya. Materi yang digunakan adalah data produksi dan kualitas susu sapi perah Peranakan Frisien Holsten dari 15 penampungan yang disetor di KUD Dadi Jaya. Metode yang digunakan yaitu studi kasus. Variabel penelitian yaitu produksi susu, kadar protein dan Solid Non Fat (SNF). Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu, kadar protein dan SNF sebelum PMK berbeda (P<0,5) dengan sesudah PMK.  Rata- rata produksi susu sebelum PMK yaitu  30,79 ton dan pasca PMK menurun menjadi 25,41 ton, protein susu sebelum PMK 2,92%  dan  setelah adanya PMK 2,87%, kadar SNF sebelum PMK 8,23% dan setelah PMK 8,18%. Kesimpulannya adalah produksi dan nilai gizi susu sebelum PMK berbeda dengan pasca PMK. Pasca PMK terjadi penurunan produksi susu 5,4 ton, dan penurunan nilai gizi susu yaitu kadar protein 0,025%, , serta penurunan kadar SNF 0,05%.Kata kunci : PMK, produksi, susu, protein, SNF
DAMPAK PENYULUHAN, INSEMINASI BUATAN, DAN PENGEMBANGAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI SAPI POTONG DI KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER (Studi Kasus Pada Peternakan Rakyat) Defelly Tri Nurcahyani; Sri Susilowati; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penyuluhan, inseminasi buatan dan pengembangan hijauan makanan ternak terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Materi yang digunakan 95 orang responden. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus menggunakan survei dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa program penyuluhan kurang berdampak terhadap peningkatan sapi potong dapat dilihat dari indikator paling dominan yaitu intensitas penyuluh sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan peternak, dari 95 responden 43 orang atau 44,3% menyatakan sangat setuju. Inseminasi buatan sebanyak 46 orang atau 47,4% menyatakan cukup setuju dan pengembangan hijauan makanan ternak sebanyak 47 orang atau 48,5% menyatakan cukup setuju berdampak terhadap peningkatan produksi sapi potong. Kesimpulan bahwa penyuluhan masih  kurang berdampak terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kecamatan Patrang dikarenakan intensitas penyuluhan sangat kurang, inseminasi buatan dan pengembangan hijauan makanan ternak berdampak terhadap peningkatan sapi potong di Kecamatan Patrang Kabupaten Jember.Kata Kunci: Penyuluhan, inseminasi buatan, hijauan makanan ternak, sapi potong
HUBUNGAN MUSIM DAN PERFORMAN REPRODUKSI SAPI PERAH PFH TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN DI CV. MILKINDO BERKA ABADI MALANG Setiawan setiawan; Mudawamah mudawamah; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara unsur-unsur iklim di musim hujan dan kemarau dengan performan reproduksi serta membandingkan keberhasilan inseminasi buatan pada ternak sapi perah berdasarkan nilai performan di musim hujan dan musim kemarau. Penelitian ini memakai metode studi kasus, yaitu pengambilan data sesuai persyaratan yang ditentukan(purposive sampling) dari data sekunder recording IB sapi perah PFH yang sudah laktasi dengan BCS 3 (sedang) tahun 2016 - 2017, dan jumlah akseptor sapi perah di CV. Milkindo Berka Abadi, yang memenuhi syarat untuk dianalisis performan reproduksinya berdasarkan pengelompokan bulan musim hujan dan bulan musim kemarau. Sebagai contoh, nilai S/C pada musim hujandihitung dari sapi-sapi yang di IB dan bunting yang masuk pada bulan musim hujan, demikian sebaliknya pada musim kemarau. Jumlah data akseptor sapi perah yang dianalisis performan reproduksinya di musim hujan yaitu: S/C 72 ekor, DO 41 ekor, SD 81 ekor dan di musim kemarau yaitu: S/C 58 ekor, DO 35 ekor, SD 59 ekor. Data iklim berupa intensitas radiasi matahari, lama penyinaran, curah hujan, suhu dan kelembaban udara, data reproduksi, yaitu: Service per Conception (S/C), Days Open (DO), Service Days (SD), data dianalisis secara deskriptif dilanjutkan dengan Uji F, Uji-t tidak berpasangan, regresi dan korelasi dengan software microsoft Excel 2010. Hasil analisis Uji-t tidak berpasangan menunjukkan unsur-unsur iklim, yaitu: lama penyinaran, curah hujan, suhu dan kelembaban udara berbeda sangat nyata (P<0,01) pada musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau kecuali unsur iklim intensitas radiasi matahari tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan lama penyinaran di musim hujan 45 ± 8,13% dan di musim kemarau 61,33 ± 7,79%, rataan curah hujan di musim hujan 314,6 ± 105,9 mm dan di musimkemarau 57,44 ± 34,67 mm, rataan suhu udara rata-rata di musim hujan 26,28 ± 0,48°C dan di musim kemarau 25,52 ± 0,71°C, rataan kelembaban udara di musim hujan 84,13±1.64% dan di musim kemarau 80,22 ± 1,92%, rataan intensitas radiasi matahari di musim hujan 350,33 ± 37,19 grcal/cm²/hr dan di musim kemarau 367,22 ± 46,31 grcal/cm²/hr. Hasil analisis Uji-t tidak berpasangan menunjukkan performan reproduksi S/C, DO dan SD berbeda sangat nyata (P<0,01) pada musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau. Rataan S/C di musim hujan 3,43 ± 1,59 kali dan di musim kemarau 2,62 ± 1,65 kali. Rataan DO di musim hujan 97,54 ± 42,56 hari danmusim kemarau 62,34 ± 24,59 hari. Rataan SD di musim hujan 73,33 ± 4,95 hari dan di musim kemarau 55,63 ± 29,41 hari. Hasil analisis regresi antara unsur-unsur iklim di musim hujan dan kemarau tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap performan reproduksi seperti S/C, DO dan SD kecuali pada hubungan intensitas radiasi matahari dan DO di musim hujan berbeda sangat nyata(P<0,01) dengan persamaan regresi Y = -0,8226X + 420,98; nilai r -0,87 dan R² 0,75. Unsur-unsur iklim seperti curah hujan, suhu udara rata-rata dan kelembaban udara sangat nyata lebih tinggi di musim hujan daripada musim kemarau, sebaliknya pada musim kemarau lama penyinaran matahari sangat nyata lebih tinggi dibandingkan di musim hujan, sedangkan intensitas radiasimatahari tidak nyata di musim kemarau dan hujan. Performan reproduksi di musim kemarau sangat nyata lebih baik dibandingkan performan reproduksi di musim hujan. Tidak ada hubungan antara unsur-unsur iklim dan performan reproduksi di musim hujan dan kemarau, kecuali pada musim hujan terdapat hubungan antara intensitas radiasi matahari dan DO. Untuk meningkatkanperforman reproduksi pada musim hujan, disarankan perlu pemberian dan pengaturan lama penyinaran buatan seperti lampu. Perlu penelitian lebih lanjut tentang penelitan berbagai intensitas cahaya dan lama penyinaran lampu buatan terhadap performan reproduksi sapi perah di musim hujan.Kata kunci: DO, S/C, SD, sapi, AI
PERAN MAKROMINERAL DALAM MENGATASI GANGGUAN REPRODUKSI RUMINANSIA (ARTICLE REVIEW) Adriani Adriani; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ma.kromineral ad.alah sa.lah sa.tu nut.risi ya.ng be.rperan pe.nting da.lam pertu.mbuhan, ke.sehatan, prod.uksi, rep.roduksi da.n kek.ebalan tu.buh he.wan. Ter.nak rum.inansia memb.utuhkan makro.mineral sepe.rti ka.lsium (Ca), fos.for (P), magn.esium (Mg), kali.um (K), nat.rium (Na), klor.ida (Cl) dan sul.fur (S). Ke.butuhan min.eral rumina.nsia dipe.ngaruhi ol.eh bebe.rapa fak.tor sep.erti um.ur, sta.tus kebunti.ngan dan st.atus lak.tasi. Keku.rangan mi.neral sa.lah sa.tu akibat.nya ad.alah dap.at me.ngakibatkan gan.gguan repr.oduksi rum.inansia. Kek.urangan makr.omineral be.rpengaruh te.rhadap kin.erja rep.roduksi rumin.ansia sec.ara lang.sung maup.un ti.dak lan.gsung. Ma.kro.mine.ral berp.engaruh se.cara lang.sung ter.hadap kin.erja fung.si kel.enjar hip.ofisa sehi.ngga wakt.u estru.s d.an o.vulasi me.njadi le.bih lam.a, invo.lusi ute.rus ter.tunda, mening.katnya pr.olaps u.teri, kej.adian disto.kia da.n ret.ensi pla.senta. Peng.aruh ti.dak lan.gsung mel.alui penu.runan fun.gsi sya.raf, penuru.nan naf.su ma.kan, kem.ampuan abs.orsi gl.uksa, min.eral, a.sam ami.no se.rta penur.unan bo.bot ba.dan. Pema.haman ya.ng meny.eluruh tent.ang pe.ran makrom.ineral te.rhadap fung.si re.produ.ksi ru.minansia san.gat diper.lukan a.gar dap.at melak.ukan pen.cegahan mun.culnya gan.gguan reprodu.ksi ak.ibat pember.ian min.eral ya.ng ku.rang tep.at.

Page 7 of 43 | Total Record : 429