cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH BAKTERI ASPERGILLUS NIGER TERHADAP BAHAN KERING DAN KADAR ABU LIMBAH TANAMAN BUNGA SEDAP MALAM TERFERMENTASI Salsabila Rahmania Sujarwo; Usman Ali; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan nutrisi berupa bahan kering dan kadar abu dari limbah tanaman bunga sedap malam yang telah difermentasi menggunakan Aspergillus niger sebagai solusi alternatif pakan ternak. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap perlakuan menggunakan dosis inokulan Aspergillus niger yang berbeda yaitu (P0) kontrol tanpa fermentasi, (P1) 1 x 107 CFU/g BK bahan, (P2) 3 x 107 CFU/g BK bahan, (P3) 6 x 107 CFU/g BK bahan dan (P4) 9 x 107 CFU/g BK bahan. Setiap perlakuan membutuhkan 200 gram limbah tanaman bunga sedap malam kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis Aspergillus niger  yang berbeda tiap perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap bahan kering dan kadar Abu. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian Aspergillus niger 9 x 107 CFU/g BK limbah tanaman bunga sedap malam merupakan dosis yang baik dengan kandungan BK 46,38±0,92% dan 16,24±0,79% Abu. Kata Kunci: bahan kering; kadar abu; Aspergillus niger; tanaman bunga sedap malam
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BEBERAPA MEREK SUSU PASTEURISASI DI KOTA BATU Daulat Salahuddin Fatih; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik produk susu pasteurisasi terhadap keputusan pembelian. Materi adalah konsumen sebanyak 73 orang. Penelitian dengan metode survei. Metode analisa data regresi linier berganda menggunakan SPSS 23. Hasil variabel bebas yaitu (X) karakteristik produk yaitu harga 3.53, rasa 3.77, warna 3.92, volume 3.78. Variabel tetap(Y) kesukaan produk (Y1) 3,86, kepuasan membeli (Y2) 3,86 pembelian ulang (Y3) 3,95. Analisis regresi linear berganda Y1 kesukaan produk jika harga (X1) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y 0,180. Jika rasa (X2) naik 1 tingkat maka akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,327. jika warna (X3) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,058. Jika volume (X4) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,285. Analisis regresi linear berganda dari persamaan Y2 kepuasan produk jika harga (X1) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y 0,032. Jika rasa (X2) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,013. jika warna (X3) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,087. Jika volume (X4) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,333. Analisis regresi linear berganda dari persamaan Y3 yaitu pembelian berulang adalah jika harga (X1) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y 0,183. Jika rasa (X2) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,356. jika warna (X3) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,037. Jika volume (X4) naik 1 tingkat akan terjadi kenaikan Y sebesar 0,262. Kesimpulan dari persamaan variabel menetapkan kesukaan produk hasilnya rasa dan volume berhubungan signifikan, harga dan warna tidak berpengaruh signifikan. Dari persamaan Y2 kepuasan produk rasa berpengaruh signifikan. Harga, warna dan volume kurang berpengaruh signifikan. Dari persamaan Y3 pembelian berulang harga dan warna tidak berpengaruh signifikan. Rasa dan volume berpengaruh signifikan.Kata kunci : karakteristik produk, harga, rasa, warna, volume, keputusan pembelian
HUBUNGAN BODY CONDITION SCORE (BCS),SUHU RECTAL DAN KETEBALAN VULVA TERHADAP NON RETURN RATE (NR) DAN CONCEPTION RATE (CR) PADA SAPI POTONG Mohammad Jamaludin; Sumartono .; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Body Condition Score (BCS), suhu rektal dan ketebalan vulva terhadap Non Return  Rate (NR) dan Conception  Rate (CR) padapelaksanaan  Inseminasi buatan pada  sapi potong. Materi yang digunakan adalah 30 ekor sapi potong, di satu kecamatan yaitu  Kecamatan Sumber. Metode yang digunakan  adalah  metode survey,  pengambilan  sempelnya  menggunakan purposive sampling dimana sapi pernah  bunting satukali disuntik IB, induk sapi memiliki kriteria dalam keadaan sehat dan memperlihatkan tanda-tandabirahi.  Analisa data menggunakan  uji persamaan regresi dan korelasi sederhana. Variabel yangdiamati meliputi variabel bebas: suhu rectal, ketebalan vulva dan BCS. Variabel terikat: NR dan CR.Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi regresi sederhan untuk suhu rektal dengan NR terdapathubungan yang rendah dengan koefisien korelasi (r) = 0.27, Dan hubungan yang rendah antara suhurektal dengan CR dengan koefisien korelasi (r) = 0.20. Terdapat hubungan yang rendah antaraketebalan vulva dengan NR dengan Koefisien korelasi (r) = 0.29, Dan hubungan yang rendah antaraketebalan vulva dengan CR dengan koefisien korelasi (r) = 0.31. Terdapat hubungan yang rendahantara BCS dengan NR dengan koefisien korelasi (r) = 0.32, Dan hubungan yang kuat antara BCSdengan CR dengan koefisien korelasi (r) = 0.45. Kesimpulan hubungan (BCS) memiliki perpengaruhkuat  terhadap nilai CR pada sapi potong. Sedangkan hubungan suhu rectal dan ketebalan vulva terhadap nilai NR dan CR memiliki hubungan yang rendah. Saran sebelum melakukan IB inseminatormelihat nilai BCS dulu dengan nilai BCS (3 dan 4) yang utama untuk melakukan IB setelah itu diukur suhu rectal dan ketebalan vulvanya.
DAYA DUKUNG TANAMAN AKASIA (Acacia crassicarpa) DENGAN UMUR YANG BERBEDA SEBAGAI SUMBER PAKAN LEBAH Apis mellifera DI TANJUNG JABUNG PROVINSI JAMBI Ahmad Bayu Kusuma; M. Farid Wadjdi; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji perbedaan umur tanaman Acacia crassicarpa sebagai sumber nektar ditinjau dari volume sekresi nektar, produksi madu dan kadar gula nektar yang dihasilkan oleh lebah Apis mellifera. Materi dalam penelitian ini adalah Apis mellifera sebanyak 18 stup (kotak) dengan jumlah masing-masing stup dengan 6 sisiran sarang. Tanaman Acacia crassicarpa umur 3, 6 dan 9 bulan di lokasi yang sama. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ada 3 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis statistik menggunakan analisis of varian (ANOVA) one way dan nilai, dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa umur tanaman Acacia crassicarpa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap sekresi nektar dan produksi madu, serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar gula nektar. Hasil rataan sekresi nektar yaitu P1= 0,25a ml/pohon, P2= 0,27b ml/pohon, P3= 0,28b ml/pohon. Hasil rataan produksi madu yaitu P1= 5,51a kg/pohon, P2= 5,77ab kg/pohon, P3= 6,22b kg/pohon. Hasil rataan kadar gula nektar P1= 6,7%, P2= 6,79%, P3= 6,98%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah umur tanaman Acacia crassicarpa berpengaruh terhadap sekresi nektar dan produksi madu, dan tidak berpengaruh terhadap kadar gula nektar. Umur tanaman Acacia crassicarpa yang produktif digunakan sebagai pakan lebah adalah 6 dan 9 bulan. Disarankan bagi peternak lebah agar meletakkan koloni lebahnya di lokasi umur 9 bulan. Dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan proses pemanenan diumur 21 hari atau 30 hari.Kata kunci : Acacia crassicarpa,  Apis mellifera, Madu, Nektar, sisiran.
EVALUASI PEMELIHARAAN INDUK KAMBING SAANEN LAKTASI DAN ANALISIS KUALITAS SUSU SEGAR DI KECAMATAN BATU, KOTA BATU M. Basid Sidiq; Usman Ali; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemeliharaan induk kambing laktasi dan menganalisis kualitas susu segar di peternakan kambing Saanen Kecamatan Batu, Kota Batu. Materi penelitian adalah 24 ekor induk laktasi kambing perah Saanen di peternakan Dr Goat dan 6 ekor induk laktasi kambing perah Saanen di peternakan H2 Farm, serta lactoscan. Metode penelitian adalah studi kasus dengan wawancara dan kuisioner. Penentuan sample secara purposive dan pengambilan sampel secara keseluruhan induk laktasi dengan kriteria kambing perah yang sedang laktasi 3-5 sekitar umur 3 sampai 4,5 tahun. Variabel yang diamati adalah kasus pemeliharaan dan kualitas susu kambing segar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi manajemen pemeliharaan kambing dilakukan secara intensif, pemilihan bibit yang unggul, kandang panggung, pakan hijauan rumput odot secara ad libitum dan kosentrat pollard mixfeed ½ kg 2x1 hari, perkawinan alami, kesehatan dengan obat cacing, biosecurity dengan penyemprotan disinfektan. Hasil uji kualitas susu susu segar Dr Goat kadar lemak susu 4,58%, kadar bahan kering tanpa lemak 7,77%, kadar protein 3,69% , laktosa 3,48% , temperatur 29,40°C, water 16,92%, salt 0,52%. Kualitas susu H2 Farm kadar lemak susu 6,32%, kadar bahan kering tanpa lemak 8,84% , kadar protein 4,21% , laktosa 3,96% dan temperatur 27,80 °C, water 02,30%, salt 0,66%. Kesimpulan pemeliharaan induk kambing perah Saanen di kedua peternakan Kota Batu sudah sesuai prosedur Permentan mengenai pedoman budidaya kambing perah yang baik berdasarkan kondisi fisik dan pemeliharaan. Kualitas susu kambing segar berdasarkan uji fat, snf, laktosa, protein dan temperatur di peternakan kambing perah telah memenuhi standar susu segar.Keywords: Pemeliharaan Kambing, kualitas susu, adlibitum
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN BIO ENZIM DAN TEMULAWAK (CURCUMA ZANTHORIZA) DALAM PAKAN AYAM PEDAGING FASE FINISHER TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL Anasrul Ramadani; M. Farid Wadjdi; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan.untuk mengetahui pengaruhipenambahan campuran bio enzim dan temulawak terhadap persentaseikarkas dan kadar lemakiabdominal. Peneltian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2021 sampai 09 januari 2022 di Teaching Farm Fakultas Peternakan UNISMA. Materi yang digunakan adalah Bio enzim dan temulawak. Alat yang digunakan adalah timbangan analitik, pisau, cutter. Metode yangidigunakan dalamipenelitianiiniiadalah metodeieksperimenidengan menggunakaniRancanganiAcakiLengkapi(RAL) dengan empat proses dan empat pengulangan. Percobaan P0 = (pakan komersil 100%). P1 = (pakan komersil 1 kg dengan bio enzim 3,5 gram/kg). P2 = (pakan komersil 1 kg dengan bio enzim 5 gram/kg). P3 = (pakan komersil 1 kg dengan bio enzim 7,5 gram), dan menggunakan temulawak 20 gram/kg..setelah itu data dianalisis ragam dan uji BNT untukimemperoleh hasil perbedaaniantariperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan campuran bio enzim dan temulawak berpengaruh (P<0,05) terhadap persentase karkas dengan hasil rataan P0= 70,50a, P1= 71,50a, P2= 75,75b, P3= 75,75b %. Penggunaan campuran bio enzim dan temulawak tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap persentase kadar lemak abdomen dengan hasil. P0=0,87, P1=0,85, P2=0,84, P3=0,76 %. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa penambahan campuran bio enzim dan temulawak pada pakannberpengaruh terhadap persentase karkas, dan tidak berpengaruh terhadap persentase lemak abdomen broiler fase finisher. Penambahan bio enzim 5 gram/kg dan temulawak 20 gram/kg berpengaruh positif terhadap proporsi karkas dan lemak abdominal.Kata kunci : bio enzim, temulawak, persentase karkas, persentase lemak abdominal, ayam broiler fase finisher. 
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAGING DOMBA (Ovis aries) DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Muhammad David Bachtiar; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada”penelitian”ini bermaksut untuk”memberi informasi pada masyarakat dan menganalisa pengaruh pada penyimpanan daging domba (Ovis aries) dengan beberapa bahan pengemas dengan suhu suhu refrigerator pada total bakteri dan nilai kadar pH. Materi dalam penelitian ini ialah daging domba bagian dada dengan beberapa”bahan pengemas.”Penelitian ini”memakai”analisis statistik Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola tersarang (nested) 4 faktor dan 3 ulangan, Faktor pertama (jenis kemasan) : TK(tanpa kemasan), PP (plastik polypropylene), PE (polyethylene) dan PA (alumunium foil), faktor kedua (lama”simpan) : L3 (3 hari), L4 (4 hari), dan L5 (5 hari). Variabel pada penelitian ini adalah nilai Ph dan total bakteri. Data yang didapat dalam analisa ragam dan uji (BNT). Hasil jumlah analisa menunjukkan perlakuan dengan lama penyimpanan daging domba pada suhu dingin (refrigerator) dan beberapa bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap  total jumlah”bakteri dan nilai”pH. Rataan perlakuan lama penyimpanan dalam beberapa kemasan terhadap Total jumlah Bakteri yaitu PA.L3= 4,1 x 105  cfu/g (a) hingga TP.L5= 19,9 x 106 cfu/g (g) sedangkan rataan pada perlakuan lama penyimpanan pada kemasan terhadap jumlah Nilai pH yaitu TP.L5= 5,40 (a)  sampai PP.L3= 5,80 (g). Kesimpulan penelitian ini ketiga bahan-bahan”pengemas (alumunium”foil, polypropylene, dan polyethylene) dapat dimanfaatkan menjadi pengemas pada suhu dingin dengan lama simpan sampai 5 hari. Untuk mempertahankan mutu daging domba dari perkembangan bakteri, perlu di teliti lagi dengan jenis pengemas berbeda yaitu bahan ramah lingkungan dan variable yang sama yaitu total bakteri dan pH.
PENGARUH JENIS PRODUK SUSU TERHADAP KADAR PROTEIN DAN LEMAK PADA KEFIR khowi, Muhamad Abdul; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak jenis produk susu terhadap kandungan protein dan lemak dalam kefir. Materi penelitian ini terdiri dari susu sapi segar 250 ml, 250 ml susu UHT, larutan buffer, 50g bubuk skim, dan bibit kefir 5%. Alat yang dipergunakan yaitu panci, kompor, timbangan, saringan, lactoscan, tabung reaksi, thermometer, dan pipet ukur. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain acak lengkap (RAL), yang melibatkan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (susu sapi segar), P1 (susu sapi UHT), dan P2 (susu sapi skim). Variabel yang diamati yaitu kadar protein dan kadar lemak. Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan jika ada. Hasil menunjukkan bahwa jenis produk susu memiliki pengaruh signifikan (P<0,01) terhadap kadar protein kefir dengan rata-rata P1=1,33a, P0=1,41a, P2=2,38b, tetapi tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap kadar lemak, dengan rata-rata kadar lemak kefir P1=2,29, P2=2,44, P0=3,48. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa jenis produk susu mempengaruhi kadar protein tetapi tidak mempengaruhi kadar lemak. Jenis susu terbaik untuk membuat kefir adalah susu bubuk skim dengan kadar protein sebesar 2,38% dan kadar lemak sebesar 1,44%. Kata kunci: Jenis susu, kadar protein, lemak kefir 
PENGARUH BERBAGAI SUMBER KARBON PADA PROSES ENKAPSULASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA WHEY TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN KADAR ASAM LAKTAT Maghfirotus Sa’adah; usman ali; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan metode optimal untuk mengekstraksi karbon dari gandum dan dampak enkapsulasi bakteri asam laktat dalam whey terhadap jumlah mikroba secara keseluruhan dan hasil asam laktat. tepung dari beberapa jenis, antara lain gandum, beras, tapioka, dan jagung. Pada penelitian ini, dua jenis bakteri asam laktat, Streptococcus thermophile dan Lactococcus lactis sp, diisolasi dari whey keju. Bahan enkapsulasi pada setiap unit percobaan adalah 12 gram dan terdiri dari tepung maizena, tepung tapioka, tepung beras, dan tepung terigu, serta sumber karbon 89%, 10% meltodextrin, 1% ZA, whey 25%, dan air murni. . Data dari RAL dikumpulkan, dianalisis dengan ANOVA, dan uji BNT dilakukan sebagai bagian dari studi eksperimental dengan empat perlakuan dan empat ulangan. enkapsulasi asam laktat roti dalam whey menggunakan sumber karbon yang berbeda ditemukan secara signifikan (P0,05) mempengaruhi kelimpahan mikroba, seperti konsentrasi asam laktat (P0,01). beban mikroba pengobatan, dengan kata lain. Jumlah mikroorganisme yang ditemukan di setiap kelompok perlakuan dirinci. Nilai probabilitas signifikan pertama (P1) adalah 5,508a (3,2x105 CFU/ml). 3. Daya (P3) = 8,9 x 105 CFU/ml P2 = 3,2 x 106 CFU/ml, atau P2 = 6,511ab. Nilai P4 adalah 7,613b (4,1x107 CFU/ml). Rata-rata kadar asam laktat pada perlakuan berkisar antara 0,774a pada P1 hingga 0,791a pada P2, 0,791a pada P3, dan 0,990b pada P4. Studi ini menemukan bahwa tepung maizena adalah sumber karbon terbaik untuk mengenkapsulasi bakteri asam laktat dalam whey, dengan populasi mikroba 7.613b (4.1x107 CFU/ml) dan konsentrasi asam laktat 0.990b%. Inilah hasil penelitian yang mendukung hipotesis tersebut. Studi lebih lanjut tentang potensi whey keju sebagai aditif pakan untuk hewan yang bukan ruminansia sangat dianjurkan.Kata kunci : Enkapsulasi, sumber karbon, jumlah mikroba, kadar asam laktat 
POTENSI KEBERLANJUTAN DAN PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI BALI DI DESA LAMENTA KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Yuda Arlansyah; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi keberlanjutandan pengembangan usaha ternak Sapi Bali di Desa Lamenta Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Metode penelitian adalah Studi Kasus. Sampel berupa responden peternak di Desa Lamenta sebanyak 50 orang. Data berupa data primer berasal dari hasil kuisoner responden dan data sekunder berasal dari data di Desa Lamenta. Hasil kuisoner ditabulasikan dalam persentse kemudian dianalisa secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Potensi pengembangan usaha ternak Sapi Bali di Desa Lamenta sangat bagus tetapi keberlanjutannya rendah. Hasil survey menunjukkananak atau keluarga peternak yang tidak mau  melanjutkan usaha ternak sebesar 78%, yang tidak tertarik melanjutkan usaha ternak sebesar 74%, yang mempunyai tanggapan positip dalam meneruskan usaha keluarga hanya 12%. Profil responden sebagaian besar (52%) adalah peternak tua yang berusia 46-55 tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan Potensi usaha ternak Sapi Bali yang bagus dilihat dari kondisi geografis yang mendukung yaitu penyediaan hijauan ternak dan sumber air. Hasil survey Ketersediaan pakan bagus : 56%, ketersediaan sumber air : 50%, ketersediaan padang penggembalaan : 58%, penjualan ternak mudah : 56%, tersedianya penyuluhan : 56%, pendampingan : 54%, vaksinasi gratis : 56%. Faktor penghambat menurunnya minat beternak dari anak/keluarga peternak karena pendapatan peternak/tahun rendah yaitu 10-20 juta sebanyak 70%. Hal ini berkaitan dengan modal yang dimiliki rendah yaitu 5-10 juta : 70%. Masalah pembibitan menjadi kendala : 76%, penyediaan bibit rendah : 76%, penyediaan bantuan modal rendah : 84%. Disarankan Pengembangan keberlanjutan usaha Sapi Bali di Desa Lamenta harus dilakukan secara terpadu yang melibatkan peternak, pemerintah Desa dan Dinas Peternakan. Kata Kunci: Keberlanjutan, Sapi, Bali, Lamenta, Sumbawa

Page 8 of 43 | Total Record : 429