cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH BIO ORGANIK SUMPLEMEN (BOS) TERHADAP BOBOT, INDEKS BENTUK DAN TEBAL KULIT TELUR AYAM ISA BROWN DI ATAS UMUR 64 MINGGU Dwi Aji Andrianto; Sunaryo sunaryo; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BOS terhadap bobot, indeks dan tebal kulit telur ayam petelur di atas umur 64 minggu. Materi penelitian ini menggunakan BOS yang dicampur dengan air minum dan ayam petelur sebanyak 120 ekor terdiri umur 64, 72 dan 92 minggu. Setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 3 kelompok umur K1 (62 minggu), K2 (72 minggu) dan K3 (92 minggu). dan 4 perlakuan. Perlakuannya terdiri dari pemberian BOS 0 ml/liter air minum asebagai kontrol (P0), 0,5 ml/l air (P1), 0,75 ml/l air (P2), dan 1ml/l air (P3). Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjut dengan uji Beda NyataTerkecil. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa umur dan perlakuan pemberian dosis (BOS) pada air minum berpengaruh sangat nyata terhadap bobot, indeks dan tebal kulit telur (P<0,01). Rata-rata bobot telur (g) K1;70,050a, K2; 70,5250b, K3; 70,9450c. Rata-rata bobot telur (g) P0 ;69,7770a , P1: 70,450b, P2 : 70,7670bc, P3: 71,0330c. Rata-rata indeks telur K1; 76,240c ,K2; 74,758b, K3; 73,810a. Rata-rata indeks telur P0: 71,54a, P1: 73,93b, P2: 76,43b, P3: 77,85c. Ratarata tebal kulit (mm) K1;0,4000c, K2; 0,3920b, K3; 0,3830a. Rata-rata tebal kulit telur (mm) P0: 0,3810a .P1: 0,3910ab, P2: 0,3940b, P3: 0,399b. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan BOS meningkatkan bobot dan indeks bentuk telur, serta mempertebal kulit telur. Pemberian BOS pada air minum yang terbaik pada dosis 0,75ml/l air. Untuk memperbaiki kualitas telur ayam petelur umur di atas 64 minngu disarankan menggunakan BOS dalam air minum dengan dosis 0,75 ml/l.Kata kunci : Bio Organic Suplemen (BOS), bobot telur, indeks telur, tebal kulit telur
KAJIAN USAHA BUDIDAYA LEBAH MADU BERDASARKAN LOKASI DAN SPESIES (Artikel Riview) Mohammad Zakariyyah; Irawati Dinasari Retnaningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu adalah produk alami hutan Indonesia memiliki sumber daya hutan yang cukup kaya sehingga menawarkan potensi yang lebih besar. Perekonomian Indonesia saat ini perlu ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan untuk mengelola sumber daya hutan dan menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.Tawon madu tersebar hampir di seluruh dunia kecuali benua Antartika. Setiap wilayah benua memiliki karakteristik tawon yang beraneka ragam baik kuantitas maupun kualitasnya. jenis tawon ada berbagai macam yaitu: Trigona sp, Apis Melifera, Apis Cerana dengan Lokasi yang disukai tawon alas yaitu tempat terbuka dan terdapat banyak tumbuhan yang berbunga dikarenakan pakan tawon adalah nektar, tepung sari dan air. Salah satu syarat pendukung dalam mendukung perkembangan koloni tawon madu ialah dengan menjaga supaya ketersediaan pakan tawon tetap secara berkesinambungan. Break Event Point digunakan sebagai alat menganalisis titik dimana suatu usaha tidak menghasilkan keuntungan maupun kerugian. Pada titik ini, pendapatan yang diterima oleh usaha sama dengan biaya yang dikeluarkan, sehingga usaha tidak mengalami kerugian.Jumlah setup pada Trigona sp 47-159 buah, Apis Melifera 84-240 dan Apis Cerana 10-20 telah memberikan keuntungan yang berarti usaha tersebut layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Hal ini terbukti melalui analisis finansial yang meliputi B/C (Benefit Cost Ratio) serta BEP (Break Event Point). Biaya variabel memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pendapatan yang diperoleh oleh peternak. Untuk mencapai kondisi BEP yang dipengaruhi oleh besarnya biaya tetap, semakin besar jumlah biaya tetap maka semakin banyak pula penjualan produk yang diperlukan untuk menutupi biaya tetap tersebut.Kata Kunci : Kelayakan Usaha, Trigona sp, Apis Melifera, Apis Cerana, Setup
PENGARUH BOBOT BADAN INDUK TERHADAP KUALITAS ESTRUS DAN KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) Muhammad Fauzi; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  untuk menganalisa pengaruh. penambahan tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) melalui pakan terhadap presentase profil darah broiler. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peternak serta peneliti sebagai sumber pengetahuan, informasi dan referensi mengenai penggunaan tepung Bawang Dayak sebagai campuran dalam pakan broiler. Materi yang digunakan broiler dengan umur 15 hari sebanyak 48 ekor. Broiler dipelihara selama 35 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen,menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penambahan Tepung Bawang Dayak dengan dosis sebagai berikut : P0 = pakan, komersial.100% (sebagai. kontrol), P1= dengan penambahan tepung Bawang Dayak 1.5%, P2= dengan penambahan tepung bawang dayak 2% dan P3= dengan penambahan tepung bawang dayak 2.5%. Variabel yang diamati adalah limfosit dan neutrofil broiler. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran penambahan tepung bawang dayak pada pakan broiler, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase limfosit dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap presentase neutrofil. Adapun nilai rata-rata limfosit (%) yaitu P0 : 62,68a, P1 : 63,59a, P2 : 65,68ab, P3 : 67,06b. Sedangkan nilai rata-rata neutrofil (%) yaitu P0 : 30,39a, P1 : 32,02b, P2 : 32,36b, P3 : 33,19b. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan tepung Bawang Dayak pada pakan komersial broiler dapat meningkatkan kadar Limfosit dan Neutrofil dalam sel darah putih pada broiler.Kata kunci : broiler, limfosit, neutrofil, bawang dayak.
PENGARUH PEMBERIAN JAMU HERBAL PROBIOTIK PLUS ASAM AMINO TERHADAPKONSUMSI PAKAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN BROILER FASE FINISHER Muhammad Halan; M. Farid Wadjdi; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh jamu hebal probiotik plus asam amino terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada boiler. Riset ini dilakukan secara eksperimental denan Rancangan acak Langkap ,pemberian dosis (P0=0;P1=2;P2=4;P3=6 ml/liter)air minum. Bahan yang digunakan Broiler jantan 160 ekor, jamu berbal probiotik plus asam amino dengan bahan lactobacillus fermentum dan rempah rempah.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Pada konsumsi pakan broiler selama penelitian (gram/ekor) yaitu :P0=2022 gram/ekor, P1=2044 gram/ekor, P2=2061 gram/ekor, P3=2090 gram/ekor. Pertambahan bobot badan gram/ekor :P0=990 gram/ekor, P1=1036 gram/ekor, P2=1070 gram/ekor, P3=1134 gram/ekor. dan untuk konversi pakan berbeda nyata (P<0.05) yaitu : P0=2,05 P1=1,97, P2=1,93, P3=1.84. Kesimpulan daripenelitian ini bahwa pemberian jamu herbal probiotik plus asam amino dengan dosis 6 ml/liter, pengaruh terbaik pada konsumsi pakan, pertambahan bobot badan boiler dan konversi pakan broiler fase finisher.Kata Kunci : Jamu Herbal Probiotik Lactobacillus Fermentum, Asam Amino, Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, Konversi Pakan
PENGARUH PENAMBAHAN DOSIS MULTI ENZIM PADA PROSES ENKAPSULASI PROBIOTIK Lactobacillus fermentum TERHADAP KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN JUMLAH MIKROBA Muhammad Ulinnuha; Umi Kalsum; Muhamad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari adanya pengaruh peambahan  multi enzim dalam proses enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum terhadap kandungan bahan organik dan jumlah mikroba, sehingga diperoleh hasil penggunaan multi enzim yang optimal dalam proses enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum. Materi yang digunakan penelitian ini adalah isolat bakteri Lactobacillus fermentum, tepung maizena, maltodekstrin, multi enzim, aquades, alkohol, media pertumbuhan (Mrs B dan Mrs A). Metode  penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penambahan dosis multi enzim P0= (kontrol/ tanpa multi enzim), P1= multi enzim 0,1%, P2= multi enzim 0,2%, P3= multi enzim 0,3% (dengan total sampel 20 gram). Analisis ragam, pemberian dosis multi enzim pada proses enkapsulasi probitik lactobacillus fermentum memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba. Hasil rataan perhitungan mikroba pada masing-masing perlakuan adalah P0= 8,58 x 108 a; P1= 1,56 x 1010 b; P2= 1,78 x 1010 b ; P3= 2,27 x 1010 b.  Berdasarkan analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian dosis multi enzim pada proses enkapsulasi probitik lactobacillus fermentum memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah kandungan bahan organik. Hasil rataan pengukuran kandungan bahan organik  pada masing-masing perlakuan adalah P0 =70,52a; P1 = 71,53a; P2 =71,81a; P3 =87,09b. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah  penambahan dosis multi enzim pada enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum ada respon positif terhadap jumlah mikroba dan kandungan bahan organik. Penambahan dosis multi enzim terbaik pada enkapsulasi Lactobacillus fermentum  yaitu pada perlakuan P1 (0,1%). Disarankan Perlu diadakan penelitian lanjut mengenai pengaplikasian penambahan dosis 0,1% multi enzim dalam enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum sebagai suplemen dalam pakan ternak unggas.
PENGARUH JUS DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) SEBAGAI TEAT DIPPING TERHADAP PENURUNAN SKOR MASTITIS SUBKLINIS DAN PRODUKSI SUSU PADA SAPI PERANAKAN FRISIAN HOLSTEIN (PFH) Zainur Udin; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan melihat pengaruh jus daun kemangi sebagai teat dipping terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan produksi susu pada perankan sapi perah Frisian Holstein. Materi yaitu 16 ekor sap perahi Peranakan Frisian Holstein dengan Laktasi periode 3-6 dan periode bulan Laktasi 3-5, daun kemangi, reagen California Mastitis Test, antiseptik kimia povidone Iodine, susu. Metode yang digunakan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok. Pengelompokan Sapi berdasarkan skore/nilai Mastitis subklinis yaitu skore 2 dan 3. Masing-masing kelompok ada 2 ekor sapi. selanjutnya dibagi 4 perlakuan. Perlakuan P0=Kontrol (Teat dipping dengan Povidone Iodine) kosentrasi 10%, Perlakuan P1=Teat Dipping dengan jus daun kemangi kosentrasi 5%, PerlakuanP2= kosentrasi 10 %, Perlakuan P3= kosentrasi 15%. Hasil penelitian menunjukan bahwa teat dipping mengunakan jus daun kemangi tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan jumlah produksi susu. Rata rata penurunan skor mastitis subklinis P0=0.75, P1=1, P2=1.25, P3=1.25 dan rata-rata produksi susu P0=8.40 liter/ekor/hari, P1=8.25 liter/ekor/hari, P2=8.62 liter/ekor/hari, P3=8.81 liter/ekor/hari.Kata kunci : daun, kemangi, Mastitis, subklinis, Teat dipping
ANALISIS PERFOMANS SAPI PERAH (PFH) LAKTASI BERDASARKAN SKALA USAHA MILIK PETERNAK RAKYAT DI DESA PUCANGSARI, KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN Budiman, Widi; Susilowati, Sri; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnalisa perfomans sapi perah (PFH) laktasi milik peternak rakyat berdasarkan Skala Usaha. Materi penelitian meliputi responden peternak rakyat di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan yang dibagi atas 3 skala usaha (Skala Kecil dengan kepemilikan <3 ekor ternak laktasi, Skala Menengah kepemilikan 4-5 ekor ternak laktasi, dan Skala Besar >5 ekor ternak laktasi), dengan informasi terkait produksi susu, konversi pakan dari pemberian pakan konsentrat, hijauan dan ampas, serta pendapatan harga jual susu dengan perhitungan biaya pemberian pakan. Metode yang digunakan adalah Studi Kasus serta analisa ragam (ANOVA) Satu Arah, kemudian dilanjutkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) bila ada hasil yang berpengaruh sangat nyata atau nyata pada setiap skala usaha peternak. Hasil penelitian memaparkan bahwasannya skala usaha kecil, menengah dan besar tidak mempengaruhi (P<0,05) terhadap  produksi susu dengan rerata produksi susu untuk skala kecil = 15,38 liter/ekor/hari; skala menengah = 15,53 liter/ekor/hari; skala besar = 16,1liter/ekor/hari, skala usaha peternak juga tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering (BK) dari pemberian pakan, karena kesamaan bahan pakan meliputi konsentrat yang berasal dari Koperasi Susu (KUD) memiliki kadar bahan kering sebesar 88% BK, juga kesamaan hijauan menggunakan rumput gajah dengan BK = 21%, ditambah penggunaan ampas yang memiliki kandungan BK = 13%, hasil rerata Analisis Ragam (ANOVA) konversi pakan pada skala kecil = 14,46 KgBK/ekor/hari; skala menengah = 15,91 KgBK/ekor/hari; skala besar = 15,52 KgBK/ekor/hari. Kemudian hasil Analisa menunjukkan skala usaha juga tidak mempengaruhi pendapatan dari nilai Income Over Feed Cost (IOFC) para peternak rakyat dengan rerata hasil pada skala usaha kecil = Rp. 63.661; skala usaha menengah = Rp. 63.431; skala usaha besar = Rp. 62.433.Kesimpulan dari penelitian tentang analisis perfomas sapi perah (PFH) berdasarkan skala usaha di peternak rakyat Desa Pucangsari ini diketahui bahwa skala usaha peternak rakyat tidak berpengaruh terhadap produksi susu sapi perah, konversi pakan  yang diberikan serta nilai Income Over Feed Cost (IOFC).Kata Kunci : skala usaha, produksi susu, konversi pakan, income over feed cost.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN AMPAS BIR TERFERMENTASI Aspergillus Niger TERHADAP KECERNAAN DAN EFISIENSI PAKAN PADA DOMBA LOKAL Wahyuda Fedi Riyanda; Dr. Ir. Usman Ali, MP; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  menganalisis Pengaruh Tingkat Penggunaan Ampas Bir Terfermentasi Aspergillus niger terhadap Kecernaan Bahan kering, Bahan Organik, dan Efisiensi Pakan Pada Domba Lokal. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok yang terdiri dari 1 ekor domba pada setiap unit percobaan.. Perlakuan yang diberikan adalah penggunaan ampas bir terfermentasi dalam pakan. pakan komplit tanpa ampas bir (P0), penggunaan ampas bir terfermentasi 10% (P1) , 15% (P2), dan (P3)20% dalam pakan. Kelompok bobot badan domba lokal adalah K1 = 16 – 19 kg, K2 = 20 – 22 kg, K3 =23 – 25 kg. Data dianalisis dengan mengunakan   ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan ampas bir terfermentasi Aspergillus niger dalam pakan dan kelompok bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Pada efisiensi pakan berpengaruh nyata (P<0,05) dan kelompok bobot badan berpengaruh tidak nyata. Rataan kecernaan bahan kering yaitu P0 =72,37%a, P1 =74,12%ab , P2 =75,26%ab, P3 =76,22%b. ; K1 =71,88%a, K2 =74,83%b, K3=77,22%b.; rataan kecernaan bahan organik yaitu P0 = 72,58%a, P1 = 74,51%ab, P2 = 75,29%b, P3 = 77,23%b. ; K1 = 72,24%a, K2 = 75,11%b, K3 =77,35%b.; Rataan efisiensi pakan P0 = 14,73%a, P1 = 15,25%b, P2 = 15,38%b, P3 = 15,54%b.; K1=15,19%, K2 = 15,20%, K3 = 15,29%.Disimpulkan bahwa menggunakan ampas bir yang difermentasi Aspergillus niger pada pakan lengkap dan kelompok berat badan dapat meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik dan efisiensi pakan. Perlakuan yang optimal adalah dengan menggunakan 20% fermentasi ampas bir untuk kelompok berat badan dan pakan >20 kg.Kata kunci : Ampas Bir, Aspergillus Niger, Kecernaan, Efisiensi Pakan
KAJIAN POTENSI JERAMI SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA DI KABUPATEN BONDOWOSO Aditya Bayu Ramadhan; Badat Muwakhid; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini dilaksanakan di Kabupaten Bondowoso bertujuan untuk mengkaji potensi jerami sebagai pakan dasar ternak Ruminansia. Penelitian ini bermanfaat sebagai informasi tentang potensi jerami di Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, data yang digunakan adalah data sekunder dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bondowoso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2018 ternak ruminansia yang ada di Kabupaten Bondowoso sebanyak 238.373 ST, 1 ST ternak membutuhkan pakan sebanyak 9,1kg bahan kering (BK). Ketersediaan jerami sebanyak 281.836 ton BK/Tahun serta menghasilkan Protein Kasar (PK) sebanyak 20.477 ton PK/Tahun. Kapasitas tampung dibagi menjadi 2 yaitu perbandingan menggunakan pakan hijauan dan konsentrat 25%:75% dan 60%:40% dalam BK. Perbandingan pertama menghasilkan kapasitas tampung sebanyak 343.703 ST dengan ternak real sebanyak 238.373 ST atau tingkat kecukupan sebanyak 144% sedangkan pada perbandingan kedua jerami tidak mampu untuk mencukupi ternak real dengan tingkat kecukupan 60%. Kesimpulan dari penelitian ini jerami mampu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak ruminansia dengan syarat pemberian jerami sebanyak 25% dan konsentrat sebanyak 75%. Apabila pemberian hijauan berasal dari jerami dan hijauan segar maka pemberian hijauan dapat diberikan 60% dan konsentrat sebanyak 40%. Disarankan sebaiknya pemberian hijauan ternak tidak hanya berasal dari jerami saja perlu ditambahkan rumput atau daun daunan.Kata Kunci : ternak ruminansia, bahan kering, protein kasar, kapasitas tampung, satuan ternak 
PENGARUH PERBEDAAN JENIS. LANTAI .KAND.ANG SAPI PERAH TERHA.DAP JUMLAH B.AKTERI SUSU DAN KA.SUS MA.STITIS Pramudya Eka Hadi Saputra; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakP.enelitian ini dilakukan untuk menga.nalisis pengaruh p.erbe.daan jenis lantai kan.dang sapi perah ter.hadap jumlah bakteri dal.am susu dan kasus mastitis. Adapu m.ateri digun.akan dal.am .penelitian yaitu 20 .ek.or sa.pi PFH aumur 5 s/d 6 tahun yang kandangnya menggunakan lantai papan dan lantai cor. .Me.to.de ya.ng dig.u.nakan d.al.am pelaksanaan apen.elitiana it.ni aper.cob.aan den.gan menggunakan 2 perl.akuan, 10 ulangan. Data dianalisis dengan uji t tidakberpasangan. Variabel yang diamati jumlah bakteri susu dalam 1ml dengan satuan CFU/ml dan angka mastitis. Perlakuan penelitian, P1 : Kandang mengg.unakan lantai papan, P2 : Kandang menggunakan lantai cor. AnalisisUji t tidak berpasangan tentang jumlah bakteri menuanjukkan bahwa teradapat perab.edaan yaang wsangat anyata (aP<0,01). Rata-rata jumlah bakteri masing-masing p.erlakuan yaitu P1 : 2,27 X 106 CFU/ml, dan P2 : 1,06 Xa 1a06 CFU/ml dan rata-rata kasus mastitis yaitu : P1 : 2,8 nilai ini termasuk dalammastitis grade 2 yang artinya kasus mastitis positif lemah dan P2 : 1,25 nilai ini termasuk. dalam mastitis grade 1 yang arti.nya Trace. Berdas.arkan hasil pen.elitian dan hasil analisis statistik bahwa jenis lantai kandang yang berbeda jumlah bakteri susu dan kasus mastitis berbeda sangat nyata. Jenislantai k.an.dang cor hasilnya lebih baik dari pada lantai kandang papan dilihat dari jumlah bakteri susu dan kasus mastitis. Be.rdasarkan h.asil CMT mastitis grade n.ilai yang di dapat masuk da.lam kasus m.astitis subklinis.Kata kunci : Lantai Ka.ndang, Jum.lah Bak.teri, Kasus M.astitis.

Page 9 of 43 | Total Record : 429