cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kota- Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science: Indonesian Journal of Science
ISSN : -     EISSN : 30628784     DOI : https://doi.org/10.31004/fdfy2e35
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 276 Documents
Analisis Natrium Siklamat pada Air Manisan Kedondong yang dijual di Kota Bengkulu Anggreani, Nita; Wati, Eli Muspita
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.40

Abstract

  Produk buah-buahan yang diolah menjadi manisan seharusnya hanya boleh ditambahkan pemanis gula pasir sebagai perasa dan pengawet produknya. Namun dengan mahalnya harga gula saat ini, dikhawatirkan produsen akhirnya mengganti bahan pemanisnya dengan pemanis buatan natrium siklamat dengan kadar melebihi batas peraturan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar natrium siklamat dalam air manisan kedondong yang banyak dijual di Kelurahan Belakang Pondok Kota Bengkulu. Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Analisa kualitatif menggunakan metode pengendapan dan analisa kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Sampel air manisan kedondong sebanyak 5 sampel dari seluruh pedagang manisan kedondong (Total Sampling).  Hasil analisis menunjukkan semua sampel mengandung natrium siklamat dan kadarnya melebihi batas ketentuan menurut Peraturan BPOM RI No. 04 Tahun 2014 Tentang Penggunaan Natrium Siklamat Pada Minuman Yang Berbasis Buah yaitu maksimum sebesar 250 mg/kg. Kadar natrium siklamat dalam sampel berturut-turut adalah 1.655, 1.862, 2.103, 2.5.7 dan 2.655 mg/kg.
Hubungan Beban Kerja, Shift Kerja dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT X Kota Palembang Lestari, Dwi; Dewi, Lisneni; Hardi, Yulia
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.41

Abstract

Kelelahan kerja merupakan keadaan seseorang dimana menurunnya ketahanan dan efisiensi dalam bekerja. Hal tersebut disebabkan oleh melemahnya kondisi tenaga kerja untuk melakukan suatu kegiatan dan mengakibatkan terjadinya pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh (Juliana, 2018). Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PT X Palembang. Populasi pada penelitian ini adalah sama dengan jumlah sampel pekerja di bagian Unit Operasi PT X Palembang yang berjumlah 36 orang pegawai. Sampel diambil dengan menggunakan Total Sampling Rendahkan, teknik uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan uji Chi-Square dengan nilai P value = 0.05, ada hubungan Beban Kerja, Shift Kerja Dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja nilai P value ≤ 0.05, Tidak ada hubungan Beban Kerja, Shift Kerja Dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan kerja nilai P value > 0.05, Kesimpulannya ada hubungan antara beban kerja, shift kerja dan masa kerja terhadap kelelahan kerja.Saran memberikan suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh serta minuman isotonik sebagai pengganti cairan tubuh secara rutin dan Menerapkan peraturan bahwa pekerja yang kurang sehat disarankan untuk beristrirahat guna memulihkan keadaan fisiknya baik itu sakit ringan maupun berat serta Mengganti tenaga manusia dengan mesin jika hal itu memungkinkan untuk mengurangi beban kerja pada pekerja
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stress Kerja pada Pekerja di PT X Kota Palembang Wati, Susi; Dewi, Lisneni; Septiani, Rima
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.42

Abstract

Stres kerja merupakan perasaan tertekan yang dialami karyawan akibat ketidakseimbangan antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan serta lingkungan kerjanya, yang berdampak pada perilaku, kondisi fisik, dan psikologis karyawan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di PT X Palembang. Populasi dalam penelitian ini sama dengan jumlah sampel pekerja di Unit Operasi PT X, yaitu 36 orang pegawai. Sampel diambil menggunakan Total Sampling, dan analisis statistik dilakukan dengan uji Continuity Correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Continuity Correction, terdapat hubungan antara usia dengan stres kerja (nilai P = 0.012), pendidikan dengan stres kerja (nilai P = 0.021), dan masa kerja dengan stres kerja (nilai P = 0.001). Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, dan masa kerja dengan stres kerja. Saran yang diberikan meliputi upaya untuk mengurangi tingkat stres kerja karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja, serta memperhatikan penyebab stres seperti pembagian beban kerja yang adil dan penambahan alat produksi agar waktu kerja tidak terlalu mendesak. Hal ini diharapkan dapat membantu karyawan dalam mengontrol emosi mereka dan meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan.
Implementasi Latihan Batuk Efektif untuk Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di Ruang Cendrawasih Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Irwansyah, Muhammad; Saragih, Julwansa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.44

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengenai saluran pernapasan bawah di tandai dengan batuk dan sesak napas, hal ini diakibatkan oleh adanya agen infeksius seperti virus, bakteri, mycoplasma dan aspirasi substansi asing yang beruba eksudat dan konsolidasi pada paru-paru. Jenis  penelitian adalah kuantitatif melalui pendekatan studi kasus. Jumlah sampel sebanyak  2 orang responden dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan penyakit pneumonia sesudah melakukan tindakan latihan batuk efektif, pasien yang kooperatif, pasien dengan jenis kelamin pria dan wanita, Pasien yang bersedia ikut sertakan dalam penelitian di rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil Evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan bahwa kedua klien mengalami penurunan pada pernapasan pada pasien 1 frekuensi penapasan 25x/menit menjadi 20x/menit. Sedangkan pada pasien ke 2 frekuensi penapasan 23x/menit menjadi 21x/menit dan sputum sudah dapat dikeluarkan oleh kedua klien, bunyi napas klien menjadi vesikuler. Kesimpulan tindakan latihan batuk efektif lebih efektif  dilakukan pada pasien pneumonia dalam bersihan jalan napas. Saran bagi perawat diharapkan mampu mendampingi pasien untuk menerapkan pemberian latihan batuk efektif  untuk bersihan jalan napas  pada pasien pneumonia.     
Penerapan Walking Exercise untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar Fitri, Dita Aisya; Fernanda , Shanty Maria Lissanora
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.45

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit metabolik dengan keadaan ketika kadar gula dalam  darah tinggi melebihi kadar gula darah normal. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2023, penderita diabetes melitus tipe II sebanyak 422 juta dan pada negara maju pada negara Australia berjumlah 462,3 juta jiwa. Salah satu upaya untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II yaitu dengan melakukan penerapan walking exercise. Metode jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel yang digunakan sebanyak 2 orang yang menderita diabetes melitus tipe II. Hasil setelah dilakukan implementasi tindakan keperawatan secara nonfarmakologis yaitu walking exercise secara berulang. Didapatkan hasil terjadi penurunan KGD pada pasien 1 (259 gr/dl menjadi 214 mg/dl) dan pasien 2 (232 gr/dl menjadi 139 mg/dl). Kesimpulan penerapan walking exercise dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II. Saran bagi pasien dan keluarga diharapkan menjalani penerapan walking exercise dengan teratur agar dapat mempercepat proses penurunan kadar gula darah yang diterapkan selama perawatan.
Penerapan Posisi Head Up 300 untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen pada Pasien Stroke Hemoragik di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Syahfitri, Dea; angin, Riskawani Eka Putri Perangin-
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.47

Abstract

Stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah pada otak yang menyebabkan perdarahan dan penurunan kadar saturasi oksigen. Berdasarkan data World Stroke Organization (WSO)  prevelensi penderita stroke hemoragik secara global berjumlah 3,409,122 jiwa di dunia, salah satu masalah keperawatan yang muncul yaitu  gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi perfusi dan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik yaitu dengan melakukan tindakan posisi head up 300. Metode desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel yang diambil sebanyak 2 responden, dengan stroke hemoragik yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil setelah dilakukan penerapan posisi head up 300 selama 3 hari pasien 1 hari pertama jumlah  SPO2 90% dan hari ke tiga jumlah SPO2 meningkat menjadi 99%, pada pasien 2 hari pertama jumlah SPO2 92% dan hari ke tiga jumlah SPO2 meningkat menjadi 98%. Kesimpulan penerapan posisi head up 300 dapat meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik. Saran penerapan posisi head up 300  diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan intrvensi mandiri keperawatan untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik.
Implementasi Kompres Dingin dalam Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Post  Operasi Fraktur Femur Tertutup di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Sekadini, Wahyuni; Damanik, Derma Wani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.48

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang baik karena trauma, dan tekanan. Berdasarkan data Departemen Kesehatan tahun 2020 kejadian fraktur di Indonesia sekitar 5,8 atau 8 juta orang dan diantaranya adalah fraktur tertutup Penatalaksanaan pada fraktur salah satunya adalah operatif (pembedahan). Tindakan operasi akan menimbulkan rasa nyeri dan salah salah satu cara menghilangkan rasa nyeri adalah pemberian kompres dingin. Jenis  penelitian adalah kuantitatif melalui pendekatan studi kasus. Jumlah sampel sebanyak  2 orang responden dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan pasca operasi fraktur  femur sesudah melakukan tindakan operasi selama 6-8 jam, pasien yang kooperatit, pasien dengan rentang umur 22-81 tahun, pasien dengan jenis kelamin pria dan wanita, Pasien yang bersedia ikut sertakan dalam penelitian di rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil menunjukkan terjadi nyeri yang dirasakan pasien post fraktur femur tertutup pada penderita fraktur femur menurun dilihat pada skala nyeri Tn. M skala nyeri berat (8) menjadi nyeri sedang (4) dan Tn. Z skala nyeri berat (8) menjadi nyeri sedang (3). Kesimpulan tindakan kompres dingin lebih efektif dilakukan pada fraktur femur dalam menurunkan intensitas nyeri. Saran bagi perawat diharapkan mampu mendampingi dan mengaplikasikan tindakan pemberian kompres dingin dalam menurunkan intensitas nyeri post  operasi pada pasien fraktur femur tertutup.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Oral Hygiene Anak Tuna Grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota Oktarisa, Oktarisa; Harmia, Elvira; Sudiarti, Putri Eka
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.50

Abstract

Tuna grahita bukanlah sebuah penyakit tetapi hasil patologik dalam otak yang mengakibatkan keterbatasan intelektual dan fungsi adaptif. Pentingnya kemandirian oral hygiene bagi kesehatan tubuh karena mempengaruhi fungsi bicara anak tunagrahita, pengunyahan dan tingkat kepercayaan diri. Kebersihan mulut atau oral higiene merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut tanpa penggunaan antiseptik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian oral hygiene anak tuna grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan pada tan tanggal 05 sampai 09 bulan Juni tahun 2024 dengan jumlah sampel 89 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat diperoleh 44 (49,4%) orang tua menerapkan pola asuh demokratis dan 56 (62,9%) anak memiliki kemandirian oral hygiene yang baik. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian oral hygiene anak tuna grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota dengan p value 0,004. Diharapkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan dan meningkatkan pola asuhnya pada anaknya agar meningkatkana perkembangan anakanya terutama perkembangan dalam kemandirian oral hygiene.
Hubungan Higiene Sanitasi Makanan dan Fasilitas Sanitasi dengan Kepadatan Lalat pada Rumah Makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan  Medan Johor, Medan, Sumatera Utara Januariana , Neni Ekowati; Ramadhani, Safrina; Ramlaini, Ramlaini
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.51

Abstract

Pendahuluan: Keberadaan lalat di suatu tempat  merupakan salah satu indikasi dari kebersihan yang kurang baik.Faktor penting pengadaan rumah makan yang harus dijaga kebersihannya yaitu higiene dan sanitasi rumah makan tersebut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi dengan kepadatan lalat di rumah makan di kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desaincross sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rumah makan yang berada di kelurahan pangkalan masyhur dengan jumlah sampel 73 rumah makan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jamban sehat dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan SPAL dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,004<0,05.ada hubungan kondisi tempat sampah dengan kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan antara tempat pencucian peralatan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada  hubungan antara tempat penyajian makanan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,057>0,05. Tidak ada hubungan antara tempat penyimpanan bahan makanan dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,425>0,05.Kesimpulan: hygiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur belum memenuhi syarat kesehatan karena tingkat kepadatan lalat di rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi. Disarankan bagi rumah makan agar meningkatkan higiene sanitasi dan fasilitas sanitasi rumah makan, dan bagi Dinas Kesehatan kota Medan diharapkan melakukan pemeriksaan berkala melakukan pengawasan higiene sanitasi dan pengujian mutu di rumah makan.
Penerapan Pemberian Madu untuk Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar Putri, Reihan Aulia; Peranginangin, Riskawani Eka Putri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.52

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah yang mengancam kesehatan secara serius di berbagai negara berkembang. Diare sebagai pemicu utama morbiditas dan mortalitas pada balita berusia kurang lebih 5 tahun. Diare adalah dimana keadaan pengeluaran feses secara tidak normal dimana pengeluaran terjadi lebih dari 3x dalam 1 hari dan apabila tidak segera dilakukan penanganan, maka dapat menyebabkan kematian. Metode penelitian pada karya tulis ilmiah ini ialah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus ini berjumlah 2 orang anak usia 3-5 tahun dalam upaya menurunkan frekuensi diare pada anak di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa implementasi keperawatan pada anak usia 3-5 tahun untuk menurunkan frekuensi diare dengan melakukan tindakan keperawatan secara nonfarmakologis yaitu penerapan pemberian madu dengan dosis pemberian madu 5 cc dalam waktu 3x1 dalam sehari pemberian pada pukul (07.00 wib, 15.00 wib dan 21.00 wib) dan diberikan secara berulang, terdapat perubahan dan teratasi sebagian pada konsistensi feses menjadi sedikit ada gumpalan lembut dengan tepi kasar dan lunak. Penelitian mengambil kesimpulan bahwa terapi pemberian madu efektif dilakukan pada anak berumur 3-5 tahun yang mengalami gangguan pencernaan (Diare) untuk menurunkan frekuensi diare pada anak. Saran bagi perawat mengajarkan ibu anak cara melakukan terapi pemberian madu secara mandiri. Bagi ibu klien diharapkan dapat melakukan secara mandiri dalam pemberian madu dan sesuai dosis yang sudah dijelaskan untuk proses penyembuhan pada anak yang mengalami diare

Page 4 of 28 | Total Record : 276