Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
293 Documents
Efektivitas E-Modul Berbasis Video Terhadap Peningkatan Keterampilan Klinis Mahasiswa Pada Pembelajaran Skill Laboratory
Laili, Ni'mah Hidayatul;
Rahayu, Avinda Sari Kanthi;
HPS, Eka Nurul;
Rizky, Vincentia Ade;
Joni, Maria Selviana;
Latifah, Umi;
Saleh, Rachmat;
Awaluddin, Awaluddin;
Tamrin, Nasrullah;
Egok, Adipura Atmadja;
Sugiyatmi, Tri Astuti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.403
Pembelajaran keterampilan klinis pada mahasiswa kedokteran merupakan komponen penting dalam membentuk kompetensi profesional yang terstandar. Proses pembelajaran di skill laboratory sering menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu praktik, variasi kemampuan mahasiswa, serta kurangnya media pembelajaran yang dapat diakses secara fleksibel. . Pembelajaran keterampilan klinis di skill laboratory membutuhkan media yang efektif untuk menunjang peningkatan kemampuan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas e-modul berbasis video terhadap peningkatan keterampilan klinis mahasiswa. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penggunaan e-modul pada mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi, keterampilan prosedural, serta kepercayaan diri mahasiswa dalam melakukan tindakan klinis. Sebagian besar responden juga memberikan penilaian positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan materi, dan fleksibilitas akses e-modul berbasis video. Kesimpulan penelitian ini adalah e-modul berbasis video efektif dalam meningkatkan keterampilan klinis mahasiswa dan layak digunakan sebagai media pembelajaran pendukung pada kegiatan skill laboratory.
Stunting sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di Masa Mendatang: Systematic Review
Sholehah, Laila;
Ratna, Ratna
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.405
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya berdampak pada gangguan pertumbuhan anak, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit metabolik pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan antara stunting pada masa anak dengan risiko Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) berdasarkan konsep Developmental Origins of Health and Disease (DOHaD). Penelitian menggunakan metode systematic review terhadap 21 artikel nasional dan internasional yang relevan, kemudian dilakukan analisis kritis dan sintesis naratif untuk mengidentifikasi keterkaitan epidemiologis, mekanisme biologis, dan perubahan metabolik jangka panjang. Hasil kajian menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara riwayat stunting dengan peningkatan risiko T2DM dan gangguan kardiometabolik pada usia dewasa. Individu dengan riwayat stunting mengalami gangguan homeostasis glukosa, penurunan fungsi sel beta pankreas, perubahan sensitivitas insulin, peningkatan lemak abdominal, dislipidemia, hipertensi, serta catch-up growth berlebihan. Berdasarkan konsep DOHaD, malnutrisi selama 1000 hari pertama kehidupan dapat menyebabkan metabolic programming permanen yang meningkatkan kerentanan terhadap penyakit metabolik di kemudian hari.
The Vertical Sterilizer (Boiling) Works at the PTPN IV Dolok Ilir Unit
Butar, Tua Naumarga Butar;
Naibaho, Winfrontstein
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.406
Palm oil is a key product with a significant market share, crucial for the Indonesian economy. Indonesia is currently the world's largest CPO producer. Crude palm oil (CPO) and palm kernel oil (PK) offer numerous benefits. Ptpn Iv Dolok Sinumbah. Palm oil is one of the main products that has a market share, this is very important for the Indonesian economy. Indonesia is currently the largest CPO producer in the world. The benefits of crude palm oil (CPO) and palm kernel oil (PK) are numerous. CPO is widely used as industrial raw materials such as butter, soap, cosmetics, textiles, biodiesel and others. The data obtained from observations during the practical work are: The capacity of PKS PTPN IV DOLOK SINUMBAH is 30 tons / hour and processes Fresh Fruit Bunches (FFB) into Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel. In the practical work that we have studied, especially at the thresher station 2 hoist cranes are used in each processing, each with a capacity of 5 tons. The thresher rpm speed from the data we obtained is at rpm 22-23 rpm, so that the loose fruit can be separated from the bunch.
Description of Postpartum Mothers’ Characteristics and Knowledge Regarding the Benefits of Postpartum Checkups
Arisandi, Ermawaty;
Zalukhu, Elvi Magdalena;
S, R. Oktaviance;
Sinabariba, Merlina
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.407
The postpartum period is a critical phase after childbirth that lasts up to 42 days, during which mothers require special attention to recover physically and mentally, as well as to adapt to their new role as mothers. This study aims to describe the characteristics and knowledge of postpartum mothers regarding the benefits of postpartum follow-up visits at the Partner Clinic of Santa Elisabeth School of Health Sciences Medan in 2025. The research employed a descriptive method with a total sampling technique, involving 30 respondents who completed a questionnaire. The results showed that the majority of respondents were aged 20–35 years (90%), had a senior high school education (70%), and worked as farmers (60%). In terms of parity, most respondents were primiparous (53.3%), and regarding the distance from their homes to the healthcare facility, the majority lived less than 3 km away (63.3%). The level of maternal knowledge about the benefits of postpartum follow-up visits was in the “moderate” category for 43.3% of respondents. Conclusion: Based on this study, although most mothers have a moderate level of knowledge, there is still a need to enhance education on the importance of postpartum follow-up visits. Therefore, educational institutions are expected to expand outreach activities by involving students, while healthcare facilities are encouraged to provide specialized educational classes for postpartum mothers and to develop homecare services to support optimal maternal recovery after childbirth
Description of Therapeutic Communication of Midwives in Assisting with Childbirth at the Partner Clinic of the Santa Elisabeth Health Sciences College, Medan, 2019 2025
Panjaitan, Intan Aprillia;
Oktaviance, R.;
Veronika, Anita
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.409
Therapeutic communication is a crucial aspect of midwifery care that helps laboring mothers feel more comfortable, reduces anxiety, and facilitates the healing process. Ineffective communication may negatively impact a mother's birthing experience. Objective: This study aims to describe the therapeutic communication of midwives in labor assistance at affiliated clinics of Santa Elisabeth School of Health Sciences Medan in 2025. Methods: This descriptive study involve 30 midwives from affiliated clinics using total sampling. Data are collected using a questionnaire as the primary instrument. Results: The results showed that most midwives have good therapeutic communication (76.7%), moderate (20%), and poor (3.3%). Communication is also influenced by age and length of work experience.Conclusion: The majority of midwives in affiliated clinics demonstrated good therapeutic communication during labor assistance. Ongoing training is needed to enhance communication skills, especially for midwives with less work experience
Literature Review: Dampak Media Sosial Terhadap Gangguan Kecemasan dan Perilaku Self-Injury (Self -Harm) pada Remaja
Rizky Gumilang Pahlawan;
Cintia Sukma Nurjanah;
Agni Noviani;
Selvi Dwi Habibah;
Asti Muthia Hasanah;
Tia Adita Febriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i6.412
Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial yang semakin meningkat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan mental remaja. Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan kecemasan yang berpotensi berkembang menjadi perilaku self-injury. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial, gangguan kecemasan, dan perilaku self-injury serta mengidentifikasi intervensi yang efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif melalui penelusuran jurnal nasional dan internasional pada database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed tahun 2021–2025. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA hingga diperoleh 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berhubungan dengan meningkatnya gangguan kecemasan pada remaja yang dapat berkembang menjadi perilaku self-injury. Faktor utama yang memengaruhi meliputi cyberbullying, perbandingan sosial, dan kecanduan media sosial, sementara konseling kelompok dan terapi expressive writing terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan.
Analisis Resiko Hiperkolesterolemia Sewaktu Berdasarkan Tekanan Darah Pada Wanita Subur
Nurul Siti Asiyah;
Ica Maulina Rifkiyatul Islami
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i6.414
Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Wanita usia subur berisiko mengalami perubahan kadar kolesterol yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tekanan darah. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko hiperkolesterolemia sewaktu berdasarkan tekanan darah pada wanita usia subur.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer, sedangkan kadar kolesterol diperiksa menggunakan alat Easy Touch GCU. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah dengan kejadian hiperkolesterolemia (p = 0,012). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa wanita dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko 2,3 kali lebih besar mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan dengan wanita yang memiliki tekanan darah normal (OR = 2,3; 95% CI: 1,3–4,1). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah normal (60%) dan kadar kolesterol normal (88%). Meskipun demikian, masih ditemukan responden dengan hipertensi dan hiperkolesterolemia yang perlu mendapat perhatian sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Hubungan Refleks Primitif dengan Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Tunadaksa di SLBN Kota Jambi
Wanti Hasmar;
Faridah Faridah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i6.416
Reflexes are motor patterns that develop in utero and after birth, aimed at survival and developmental needs while the brain is developing. Reflexes are activated through sensors (touch and proprioception) during typical development; these automatic movement patterns will be integrated as controlled movements. Reflex movements are the first foundation of the nervous system. If the foundation of primitive reflexes and postural reflexes is unstable, weak, or there is a gap in its development, it will weaken all other levels to some extent. Motor, perception, speech, and conceptualization will also be unstable, and damage to one or all of these areas can occur, thus causing higher-level functional areas to be affected. This study aims to determine the relationship between gross motor skills of children with spastic CP and primitive reflexes. With a cross-sectional design, this study is a correlational study. The sampling technique used is total sampling. The population in this study were children with spastic CP. The study sample consisted of 14 children who met the inclusion and exclusion criteria. Gross motor skills were assessed using the Gross Motor Function Measure (GMFM) scale and primitive reflexes using the primitive reflex value scale. The results of the study showed a significant relationship between 10 primitive reflexes and gross motor skills in children with physical disabilities (Spastic CP) such as ATNR (ρ = 0.002), STNR (ρ = 0.012), Moro (ρ = 0.003), Graps (ρ = 0.002), Spinal galant (ρ = 0.002), Optical Righting (ρ = 0.002), Head Righting (ρ = 0.021), Head righting acting to body (ρ = 0.003), Body Righting (ρ = 0.003), Body righting acting to body (ρ = 0.003).
Prevalensi Kehamilan Risiko Tinggi di Kabupaten Cilacap Tahun 2024
Yogi Andhi Lestari;
Sohimah Sohimah;
Frisca Dewi Yunadi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i6.417
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang memerlukan deteksi dini karena berkaitan dengan komplikasi maternal dan neonatal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan prevalensi kehamilan risiko tinggi di Kabupaten Cilacap tahun 2024 berdasarkan usia ibu, anemia, dan kekurangan energi kronis (KEK), serta variasinya menurut puskesmas. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif berbasis data sekunder 21.542 ibu hamil dari laporan puskesmas. Risiko tinggi didefinisikan apabila ibu hamil berusia <20 tahun atau >35 tahun, Hb <11 g/dL, atau LILA <23,5 cm. Analisis dilakukan secara univariat dengan menghitung frekuensi dan prevalensi. Hasil menunjukkan prevalensi kehamilan risiko tinggi sebesar 37,37%. Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah usia risiko (16,71%), KEK (16,03%), dan anemia (11,98%). Prevalensi tertinggi ditemukan di Puskesmas Cilacap Utara II (56,36%), Cilacap Selatan II (53,97%), dan Jeruklegi II (52,03%). Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan skrining antenatal berbasis wilayah.
Pengaruh Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Poduk Makanan Sehat di Kalangan Mahasiswa
Hilmi Herdiana;
Naila Masfuroh;
Mutia Cahaya Pratiwi;
Chikalara Chikalara;
Erna Herlinawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i6.418
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand awareness terhadap keputusan pembelian produk makanan sehat di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia Membangun (INABA). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 64 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness berada pada kategori baik dengan persentase 76,22%, sedangkan keputusan pembelian mencapai 76,66% dan juga termasuk kategori baik. Hasil uji t menunjukkan bahwa brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t hitung = 6,832; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,430 menunjukkan bahwa brand awareness mampu menjelaskan 43,0% variasi keputusan pembelian, sedangkan 57,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.