cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+62857-3233-1291
Journal Mail Official
pengabdianmasyarakatmentari@gmail.com
Editorial Address
Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang Telp : 0857-3233-1291 email : pengabdianmasyarakatmentari@gmail.com
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari
ISSN : -     EISSN : 30637066     DOI : https://doi.org/10.59837/jpmm
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari publishes articles every month (12 times a year). It disseminates thoughts and ideas based on the results of research and the use of technology implemented in the public sector. The fields of study include but are not limited to Mathematics and Natural Sciences, Social Sciences, Law, Cultural Studies, Economics, Health, Food and Agriculture, Education, Information Technology, etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 196 Documents
Penguatan Kompetensi Abad 21 Siswa SD melalui Kurikulum Merdeka Risma Hartati; Dr Rizki Maulida; Elisabeth Ruthana Lasmaria Sinaga; Enjel Monica Br Sinulingga; Novia Selinta Br Ginting
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.315

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penerapan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta menguatkan kompetensi abad ke-21 siswa di SD Negeri 6 Saitnihuta Pangururan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi pembelajaran, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi Kurikulum Merdeka, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, penerapan model pembelajaran aktif, pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), serta pendampingan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dalam pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Guru memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan karena membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan pemanfaatan teknologi pembelajaran, kegiatan pengabdian ini secara umum berhasil memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Oleh karena itu, program pendampingan yang berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk mendukung optimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi abad ke-21 siswa.
Penguatan Perilaku Hidup Sehat Melalui Workshop Diet Diabetes Melitus Berbasis Edukasi, Simulasi dan Pemaparan Ramuan Jamu di Desa Gedongan, Sukoharjo Nuring Novita Kusumawati; Taufiq Ramadhan; Abdul Rohman Adnan Prabowo; Berlian Aura Kusuma; Devi Indriyanti; Ghina Zahra Fadiya; Grace Maria Intan Yulia Dewi; Muti’ah Nurbaiti; Prafida Ratna Sariputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i12.322

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan upaya pencegahan serta pengendalian melalui perubahan pola hidup sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes melitus melalui workshop diet diabetes melitus berbasis edukasi, simulasi, dan pemaparan ramuan jamu di Desa Gedongan, Sukoharjo. Kegiatan dilaksanakan pada 37 ibu PKK RT 01 dengan metode penyuluhan, pemaparan video pembuatan ramuan jamu, diskusi tanya jawab, pemeriksaan gula darah, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji validitas menunjukkan 8 dari 10 butir pertanyaan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,602 yang menunjukkan instrumen reliabel. Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian edukasi. Dengan demikian, workshop diet diabetes melitus berbasis edukasi, simulasi, dan pemaparan ramuan jamu terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian diabetes melitus serta mendukung penerapan perilaku hidup sehat.
Edukasi Penanganan Cedera melalui Metode Stretching dan Strengthening dalam Fisioterapi pada Anak-Anak Indonesia di Malaysia Mianti Nurrizky Sutejo; Sesilia Elsina Keisha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.323

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge of Indonesian children in Malaysia regarding the management of minor injuries through stretching and strengthening methods in physical therapy. The activity was conducted in April 2026 with participants aged 5–17 years. The implementation method consisted of an opening session, a pre-test, presentation of the material, role-playing, a post-test, and a closing session. The material was presented using PowerPoint slides in language easily understood by the participants. Additionally, a role-play was conducted on managing knee injuries resulting from playing soccer to enhance practical understanding. The introduced exercise techniques included hamstring stretches, quadriceps stretches, straight leg raises, mini squats, and bridge exercises. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about the session, actively asked questions, and were able to understand the importance of stretching and muscle strengthening in the prevention and initial management of injuries. The educational method, which combined material delivery with role-playing, was deemed effective in improving children’s understanding of physical therapy and the management of minor injuries. It is hoped that this activity can serve as an engaging and beneficial health education tool for Indonesian children living abroad
Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Menggali Ide Bisnis bagi Generasi Z di Kabupaten Sidoarjo Sri Suhandiah; Pantjawati Sudarmaningtyas; Ayuningtyas Ayuningtyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i12.325

Abstract

Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu teknologi yang memiliki pengaruh sangat besar termasuk pengaruhnya dalam mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda di bidang kewirausahaan. Namun demikian, pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam menggali ide bisnis masih belum banyak dipahami oleh siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan kondisi ini maka penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memiliki tujuan membantu meningkatkan wawasan dan keterampilan siswa SMA dalam memanfaatkan AI untuk menggali ide bisnis secara sistematis dan kreatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop yang terdiri atas tiga sesi utama, yaitu penyampaian materi menggali ide bisnis, pemanfaatan AI untuk menggali ide bisnis, serta praktik langsung penggunaan AI melalui studi kasus. Workshop dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025 dan diikuti oleh 26 siswa dari lima sekolah setingkat SMA di Kabupaten Sidoarjo. Penilaian hasil kegiatan sebagai bentuk evaluasi dilakukan melalui angket dengan skala Likert 1-5, yang mengukur aspek kualitas materi, kualitas narasumber, dan kualitas penyelenggaraan workshop. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata kualitas materi sebesar 4,22, kualitas narasumber sebesar 4,18, dan kualitas penyelenggaraan sebesar 3,96. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan workshop berjalan dengan kategori cukup baik dan memberikan dampak positif, dan mampu meningkatkan pemahaman peserta dalam memanfaatkan AI untuk menggali ide bisnis. Untuk selanjutnya kegiatan ini dapat menjadi model awal untuk meningkatkan literasi kewirausahaan digital bagi generasi muda.
Fungsi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebagai Media Pembelajaran Sejarah dan Budaya bagi Siswa Tiara Abelia; Emawati Emawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.327

Abstract

Museum merupakan salah satu sarana edukasi yang berpotensi mendukung pembelajaran sejarah dan budaya secara kontekstual. Namun kegiatan kunjungan museum masih cenderung bersifat pasif sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebagai media edukasi sejarah dan budaya melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui pendampingan kunjungan, menyampaikan materi sejarah dan budaya, storytelling, kuis, serta permainan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan pengamatan terhadap respon peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan edukasi mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II, serta warisan budaya Sumatera Selatan. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi selama mengikuti kegiatan. Dengan demikian, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman sejarah dan budaya sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya daerah.
Parent Iron Guardian: Pemberdayaan Orang Tua sebagai Garda Terdepan Cegah Anemia pada Remaja Putri Anik Sulistiyanti; Meryn Sanda Fuandini; Reny Valentina Turnip
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.328

Abstract

Masalah perawatan kesehatan pada remaja yang dilakukan orang tua yang saat ini dihadapi adalah tentang keadaan gizi remaja yang tidak optimal dan mengalami anemia setiap bulan karena mendapatkan menstruasi kehilangan darah haid sampai 7 hari. Kekurangan sel darah merah menyebabkan banyak masalah diantaranya kurang produktif dalam beraktivitas dan akan masalah gizi dikemudian hari seperti melahirkan anak yang mengalami stunting, kecerdasan menurun, dll. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan kapasitas orang tua khususnya Ibu dalam mendukung pencegahan anemia melalui program Parent Iron Guardian dengan melibatkan 20 orang tua yang mempunyai remaja putri usia 12 sampai dengan 19 tahun Metode pengabdian menggunakan cara memberikan edukasi secara langsung dan interaktif dengan orang tua dengan isian materi anemia, pendampingan Konsumsi TTD dan  anjuran kepada orang tua untuk menyusun menu gizi yang baik untuk remaja dan pencegahan maupun penanganan yang tepat dalam kasus anemia, monitoring keluarga serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pre test didapatkan bahwa pengetahuan orang tua dari 61.48 menjadi meningkat 87.26, Kepatuhan konsumsi TTD remaja meningkat dari 54% menjadi 86%, Proporsi remaja mengonsumsi makanan kaya zat besi lebih dari 4 kali perminggu meningkat dari 40% menjadi 82%. Kesimpulan dari kegiatan ini para orang tua remaja dapat menerapkan apa yang telah disampaikan oleh pemateri dalam mencegah anemia sejak remaja sampai nanti saat remaja tersebut dapat melanjutkan kehidupan berkeluarga yang berkualitas dalam pencapaian gizi seimbang dan optimal.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Jakabaring Devi Marlina; Ririn Noviyanti Putri; Putri Amanda Irmawan; Eka Safitri Dayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.333

Abstract

Peningkatan jumlah penderita DM Tipe 2 terjadi secara signifikan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat, urbanisasi, dan bertambahnya usia harapan hidup. Sebagian besar berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan perilaku merokok. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian DM Tipe 2 sangat memerlukan pendekatan promotif dan preventif. Pencegahan DM Tipe 2 melalui edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, dan perubahan perilaku hidup sehat terbukti efektif dalam menurunkan risiko kejadian diabetes dan komplikasinya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat, sehingga berkontribusi pada penurunan faktor risiko DM Tipe 2. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari pemberian pre-test, penyampaian materi edukasi tentang pengertian Diabetes Melitus Tipe 2, faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan melalui metode ceramah dan diskusi interaktif. Pemberian post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan edukasi 60% pada pre-test menjadi 100 % pada post-test. Peningkatan ini mengindikasi bahwa pemberian informasi edukasi dan penyuluhan mengenai pola hidup dan aktivitas fisik pada peserta bisa membentuk sikap pencegahan terhadap penyakit diabetes melitus tipe 2. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan pola hidup sehat peserta.
Implementasi Gerakan Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa dan Kreativitas Anak di TPQ Nurul Falah Desa Lando Nur Raesa Sibiyani; Ihtiyarini Ihtiyarini; Sakinatul Walidain; Hiyaratul Ilmi; Rion Ardika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.334

Abstract

Gerakan literasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kreativitas anak melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Nurul Falah Desa Lando oleh mahasiswa KKN Kelompok 16 Universitas Hamzanwadi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis serta mengembangkan kreativitas melalui kegiatan berbasis lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan konsep fun learning melalui kegiatan Lingkar Literasi dan Little Tourism. Kegiatan Lingkar Literasi dilaksanakan melalui storytelling, membaca, menulis pesan moral, dan presentasi sederhana, sedangkan kegiatan Little Tourism dilakukan melalui pengenalan potensi wisata desa, field trip, dan junior guide. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti program dengan antusias dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Lingkar Literasi mampu membantu mengembangkan empat keterampilan berbahasa secara terpadu, sedangkan Little Tourism memberikan pengalaman belajar kontekstual yang mendukung kemampuan komunikasi, kreativitas, serta pemahaman anak terhadap lingkungan dan potensi lokal desa. Program Gerakan Literasi dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan kemampuan berbahasa dan kreativitas anak pada lembaga pendidikan nonformal.
Pelatihan Bahasa Inggris Dasar pada Anak-anak usia SD di Desa Ngrendeng Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Erna Dwinata; Ayu Rizki Septiana; Moh Hanafi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.341

Abstract

Kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikenalkan sejak usia sekolah dasar sebagai bekal menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan era globalisasi. Namun, anak-anak di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung masih memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran bahasa Inggris, khususnya dalam penguasaan kosakata dan komunikasi dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dasar, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak-anak usia sekolah dasar melalui pelatihan yang diselenggarakan di perkumpulan sukarelawan untuk belajar mengaji. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dengan pendekatan student-centered learning dan konsep fun learning. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup alfabet, angka, warna, anggota tubuh, hewan, buah-buahan, salam dan sapaan, serta perkenalan diri melalui media flashcards, permainan edukatif, lagu, dan praktik dialog sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 58 pada pre-test menjadi 82 pada post-test atau meningkat sebesar 41,3%. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi, keberanian, dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris sederhana. Dengan demikian, pelatihan bahasa Inggris dasar melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan terbukti efektif meningkatkan kompetensi bahasa Inggris anak-anak serta dapat menjadi alternatif program pemberdayaan pendidikan nonformal di masyarakat.
Penerapan Program Penghijauan Taman Kelas untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa Sekolah Dasar Lhutfia Wahyu Safutri; Hafizah ZN
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.331

Abstract

Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar melalui kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk karakter peduli lingkungan siswa melalui program penghijauan taman kelas di SDN Pahlawan. Metode yang digunakan meliputi observasi lingkungan sekolah, pelaksanaan kegiatan penanaman bibit tanaman bersama siswa kelas IV, serta pemberian edukasi mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Kegiatan diawali dengan observasi untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah dan menentukan lokasi penghijauan. Selanjutnya dilakukan penanaman bibit tanaman yang melibatkan siswa secara aktif. Setelah kegiatan penanaman, siswa diberikan penjelasan mengenai manfaat tanaman dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti program penghijauan, memahami pentingnya menjaga lingkungan, serta mulai menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang telah ditanam. Program penghijauan taman kelas dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar melalui pengalaman belajar yang nyata dan menyenangkan.