cover
Contact Name
Arif Abadi
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
+6287723481132
Journal Mail Official
redaksi.panggung@gmail.com
Editorial Address
Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Panggung is a peer-reviewed journal focuses art studies and their cultural contexts with various perspectives such as anthropology, sociology, education, religion, philosophy, technology, and others. Panggung invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in the areas related to arts and culture with interdisciplinary approaches.
Articles 474 Documents
Field Recording Approach of Traditional Music Arts for Ruwatan Bumi G20 Culture Performance: A Case Study in West Java Jack Arthur Simanjuntak
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2678

Abstract

The Ruwatan Bumi ceremony, part of the G20 Culture Ministers Meeting and Indonesia Festival Bertutur 2022, took place at Borobudur Temple, Central Java, in September 2022. Featuring a traditional ruwatan ritual, the event showcased live prayers, songs, and music from diverse Indonesian regions. Recording traditional music, vital for performance and rehearsal, was undertaken through a field recording approach. Beluk, tarawangsa, and Ronggeng Gunung were recorded using stereo and close-range methods. Employing a descriptive qualitative approach, the study emphasized the significance of mastering recording techniques for informed decision-making. It highlighted the coherence between initial information, field observations, and recording quality in designing the Ruwatan Bumi G20 Culture performance.
TEATER TARI PUSEUR SANCANG PANGIRUTAN, PERTAHANAN BUDAYA DAN EDUEKOLOGI Retno Dwimarwati; Lili Suparli; Eti Mulyati
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2728

Abstract

Artikel ilmiah ini memaparkan penelitian dan penciptaan karya seni berupa alihwahana dari satu karya ke karya lainnya. Tradisi Lisan Mitos Karang Paranje di Desa Karyasari menjadi sumber penciptaan. Tradisi lisan Mitos Karang Paranje merupakan salah satu aset budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Terdapat cerita sejarah dari seni tradisi tersebut, salah satunya terkandung nilai-nilai penghormatan terhadap leluhur dan lingkungan alam. Metode yang dipakai adalah Metode Pavis. Tahapan implementasi dilakukan mulai dari konkretisasi ide, konkretisasi tekstual, kontretisasi dramaturgi, konkretisasi pemanggungan, dan konkretisasi persepsi target. Hasil dari penelitian dan penciptaan karya seni berupa ertunjukan teater tari berjudul “Puseur Sancang Pangirutan”. Penceritaan dan konflik berkaitan dengan adanya upaya perusakan alam dan pencegahannya. Pertunjukan teater tari “Puseur Sancang Pangirutan” bermanfaat bagi Desa Karyasari sebagai penguatan atraksi destinasi/penguatan potensi pemajuan kebudayaan dan bentuk edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pemeliharaan alam (konservasi alam). Kata Kunci: alihwahana, tradisi-lisan, karya seni, teater-tari, konkretisasi
LEGITIMASI KEDATUAN DALAM TARI PAJAGA BONE BALLA ANADDARA SULESSANA Nurwahidah Nurwahidah*; Andi Taslim Saputra
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2729

Abstract

Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana (PBBAS) merupakan tari tradisional klasik dalam masyarakat Luwu di Sulawesi Selatan. Tari ini dikategorikan sebagai tari klasik karena telah mengalami perjalanan panjang dalam pengolahan artistik dan estetiknya yang diawali di era-era feodalisme di Indonesia. Penelitian ini berupaya melakukan pelacakan sekaligus mengungkap sistem nilai yang terangkum pada bentuk, makna simbolik, dan sistem pewarisan PBBAS dalam Masyarakat Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnokoreologis membedah PBBAS secara teks dan kontekstual, yang didukung dengan beberapa teori dan dituliskan secara deskriptif kualitatif. Teori sistem nilai digunakan untuk mengungkap kekuatan bertahan PBBAS dalam masyarakat Luwu. Keseluruhan teks tari maupun teks pertunjukan PBBAS merupakan simbol yang memiliki makna berimplikasi pada legitimasi Kedatuan dalam masyarakat Luwu. Selain makna simbolik, juga terdapat sistem nilai yang terangkum baik dalam nilai historis maupun nilai sosial yang menjadi pembentuk kekuatan bertahan PBBAS di Kedatuan Luwu. Kata Kunci: Tari, Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana, Legitimasi, Kedatuan
MAKNA FILOSOFI HIERARKI PADA SINERGITAS BUSANA, ORNAMEN, DAN TAU-TAU DALAM UPACARA RAMBU SOLO DI TORAJA Aswar Aswar*
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2738

Abstract

Fungsi dan makna simbolik busana, ornamen dan Tau-tau (sejenis artefak) menjadi bagian dari wujud kebudayaan Toraja dalam upacara Rambu Solo yang sampai saat ini masih bertahan dalam budaya masyarakat Toraja. Ornamen tersebut tentu mengalami penafsiran baru dalam proses pewarisannya atas dasar kebutuhan dan kepentingan generasi pewarisnya. Realitas tersebut membentuk konstruksi ornamen dan busana berelasi satu sama lain antara objek satu dengan yang lainnya. Pada hakekatnya, objek penelitian ini mengisyaratkan struktur dan makna filosofi hierarki masyarakat Toraja. Penelitian ini berusaha mengungkapkan struktur dan makna filosofi hierarki tersebut dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Makna Filosofi hierarki terkandung pada ornamen, busana, dan tau-tau yang saling bersinergi satu sama lain. Sinergitas ketiga elemen tersebut hadir dan sekaligus menyatu pada muatan upacara ritual tersebut. Temuan filosofi hierarki didapatkan dengan menggunakan teori semiotika Saussure berdasarkan pandangan sintakmatik dan paradigmatik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa busana, ornamen serta tau-tau dalam budaya Toraja mentransmisikan pemahaman dan kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Wujud kompleksitas pemikiran masyarakat Toraja yang secara diakronik, tidak hadir begitu saja dalam kehidupan masyarakatnya, melainkan adanya kondisi tertentu dalam masyarakat Toraja, yang saling bersinergi sehingga membentuk suatu kebudayaan. Simbol-simbol tersebut tertanam pada elemen ornamen, busana, dan tautau yang bersinergi satu sama lain. Elemen-elemen tersebut bersinergi dan menelurkan makna filosofi hierarki alam, yakni dunia bawah, dunia tengah, dan dunia atas. Kata kunci: Busana, Hierarki, Ornamen, Rambu Solo, Simbol,.
FUNGSI KESENIAN BELUK PADA MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN CICARUCUB Rita Tila
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2739

Abstract

Beluk from the Indigenous People of Kasepuhan Cicarucub are still maintained by the community based on their beliefs. The purpose of this research is to find out how the situation, events and functions of Beluk by the community in preserving their culture. In this study, the authors use the ethnographic theory of communication put forward by Dell Hymes. The method used in this research is qualitative with an ethnographic communication approach. Data collection techniques through interviews and document observation. To determine the informants used non-random sampling technique, namely purposive sampling. The data validity test technique used is the data triangulation technique which consists of interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is to describe the findings in detail from the interpretation results, then draw conclusions on the research results obtained. The conclusion is that Beluk art has a purpose for education, morals and manners. The function of outs and outs in the traditional Kasepuhan Cicarucub community is a religious function, a social function and an entertainment function. Keywords: Function, Outline Art, Kasepuhan Cicarucub Indigenous People
PERAN PEREMPUAN DALAM MELESTARIKAN KESENIAN RAMPAK BEDUG DI KABUPATEN PANDEGLANG Alis Triena Permanasari; Syamsul Rizal
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2740

Abstract

Perempuan dalam Kesenian Rampak Bedug menjadi sebuah simbol. Rampak Bedug yang ada di Kabupaten Pandeglang hampir rata-rata menghadirkan perempuan dalam pertunjukannya. Selain itu, peran perempuan dalam eksistensinya menjadi ciri khas dalam kesenian tersebut. Tujuan penelitian ini untuk membahas dampak peran perempuan dalam upaya keberlangsungan Kesenian Rampak Bedug di Kabupaten Pandeglang. Mengingat sosok perempuan dalam kesenian ini menjadi sorotan bagi masyarakat umum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Objek penelitian ini yakni sanggar Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan yang sedang menuntut ilmu di pendidikan non-formal (sanggar seni) atau pelaku seni di sanggar Pamanah Rasa. Pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kajian wanita dan kajian seni. Hasil penelitian dalam upaya pelestarian rampak bedug melalui keterlibatan secara aktif di sanggar, peningkatan apresiasi kepada masyarakat umum, dan terlibat dalam pengembangan dan pengemasan Kesenian Rampak Bedug. Kata Kunci: perempuan, rampak bedug, budaya lokal
‘Passompe’: Konsep dan Bentuk Rekacipta Tari Terinspirasi Nilai Pappaseng Tellu Cappa Budaya Masyarakat Bugis Ilham Haruna; Endang Caturwati; Sri Rustiyanti
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2746

Abstract

ABSTRACT The creation of dance from the cultural values of pangadereng manifested in pappaseng tellu cappa can be an integrative problem solver. The interpretation of symbolic nonverbal language becomes the cohesion of the choreographer to produce an ecranization of visual ideas in the entity of the dance 'Passompe'. This dance creation uses qualitative research and elaborating with creativity approach proposed by Zeng in the General model of the creative process which consists of four phases of analysis, ideation, evaluation, and implementation. The archetype in the dance creation also uses the approach of exploration, improvisation, and composition. The dance repertoire that manifests pappaseng tellu cappa is a form of reading ancestral messages through nonverbal language entities. The substantial construction in the tellu cappa values can be a universal learning medium as a parameter for success in social life. Keywords: Dance, Passompe, Pappaseng, Tellu cappa, Bugis ABSTRAK Perekaciptaan tari yang bersumber dari nilai-nilai kultural pangadereng yang termanifestasi dalam pappaseng tellu cappa dapat menjadi temuan (problem solver) yang bersifat integratif. Interpretasi bahasa nonverbal yang bersifat simbolik, menjadi kohesi koreografer sehingga menghasilkan ekranisasi terhadap gagasan visual dalam entitas karya tari ‘Passompe’. Rekacipta tari ini menggunakan penelitian kulitatif dan mengelaborasi pendekatan kreativitas yang ditasbihkan oleh Zeng dalam General model of the creative process yang terdiri empat fase analysis, ideation, evaluation, dan implementation. Arketipe dalam rekacipta tari juga menggunakan pendekatan eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Repertoar tari yang memanifestasikan pappaseng tellu cappa menjadi bentuk pembacaan pesan-pesan leluhur melalui entitas bahasa nonverbal. Konstruksi substansial dalam nilai-nilai tellu cappa tersebut dapat menjadi medium pembelajaran secara universal sebagai parameter keberhasilan dalam kehidupan sosial. Kata Kunci: Tari, Passompe, Pappaseng, Tellu cappa, Bugis
TRADISI PASAWARI: SEBUAH PEDOMAN PENGEMBANGAN ETHNO-ECOTOURISM DI KALI AMA NEGERI HUALOY, PULAU SERAM, MALUKU Akib Hehanussa; Kurniawan Saefullah; Mohamad Sapari Dwi Hadian
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami indigenous knowledge masyarakat Negeri Hualoy, dan bagaimana praktik indigenous knowledge dapat dijadikan panduan dalam pengembangan pariwisata berbasis etnis dan ekowisata di Kali Ama Negeri Hualoy, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif eksploratif dengan jenis penelitian etnografi. Data dan informasi penelitian ini berupa data primer yang diperoleh secara langsung melalui observasi dan wawancara mendalam bersama informan penelitian di Negeri Hualoy, dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen desa, artikel jurnal, dan laporan kerja yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, “pasawari” sebagai salah satu indigenous knowledge yang diyakini sebagai falsafah hidup masyarakat, semestinya mampu dimanfaatkan sebagai panduan dalam pelaksanaan pariwisata berkelanjutan berbasis etnis dan ekowisata di kawasan Kali Ama, dengan tujuan peningkatan ekonomi masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat Negeri Hualoy, serta meminimalisir semua dampak negatif terhadap ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Kata Kunci : Indigenous Knowledge, ethnotourism, ecotourism, Kali Ama.
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM FILM TELEVISI CRAZY NOT RICH MENTOG DI WARTEG Arni Ernawati; Agus Triyono
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi citra perempuan dalam film televisi atau FTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pada tanggal 27 Januari 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa semiologi komunikasi. Fokus penelirian ini adalah representasi citra perempuan yang terbentuk dari simbol-simbol yang terdapat pada tayangan film televisi SCTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pad atanggal 27 Januari 2019. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan pendekatan Analisis Semiotika Roland Barthes yang memiliki dua tingkat penandaan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan harus selalu tampil sempurna dengan bentuk tubuh yang ideal. Gambaran seorang perempuan yang berani, kelas atas, dan lain sebagainya. Gambaran kecantikan yang ditampilkan bahwa citra perempuan yang terdapat dalam iklan sampo. Kata kunci: Citra, Perempuan, Film.
STRATEGI PERSONAL BRANDING PENARI LENGGER LANANG MELALUI MEDIA INSTRAGRAM PADA AKUN INSTRAGRAM @RIANTO_RDS Septiana Yustika Widyaningrum; Dian Wardiana Sjuchro; Sri Seti Indriani
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2758

Abstract

Penari lintas gender merupakan profesi yang masih dianggap tabu. Hal ini menjadikan kelompok penari lintas gender menjadi termarjinalkan. Eksistensinya dianggap minor, sehingga membuat mereka tidak memiliki akses yang sama dalam menampilkan personal branding-nya. Namun, bagi Rianto, penari Lengger Lanang, keberadaan Instagram menjadi jalan alternatif untuk memfasilitasi dirinya menampilkan personal branding dirinya sebagai penari lintas gender, baik secara profesional maupun personal. Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi personal branding Rianto, seorang penari Lengger Lanang Banyumas yang memiliki misi budaya untuk melestarikan kesenian tersebut melalui personal branding di media Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan indikator yang terdiri atas sebelas karakteristik authentic personal branding menurut Rampersad. Hasil penelitian menyebutkan bahwa strategi personal branding Rianto adalah memiliki nilai, karakter, kode perilaku, dan moral, yang berfokus pada bidang kesenian, konsisten, memiliki relevansi, visibilitas, mendapatkan pengakuan, menerapkan hal positif, menjadi diri sendiri, menjaga eksistensinya, dan memelihara hubungan baik pada pengikut di akunnya. Kata kunci: Personal branding, Penari Lintas Gender, Media Sosial, Strategi

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32 No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31 No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30 No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29 No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28 No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28 No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28 No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28 No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27 No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Con Vol 27 No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27 No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27 No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26 No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Esteti Vol 26 No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26 No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26 No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25 No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25 No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25 No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25 No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24 No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24 No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24 No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24 No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23 No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23 No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23 No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23 No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajara Vol 22 No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22 No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22 No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22 No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21 No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21 No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21 No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18 No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15 No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1 No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional J More Issue