cover
Contact Name
Arif Abadi
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
+6287723481132
Journal Mail Official
redaksi.panggung@gmail.com
Editorial Address
Jl. Buah Batu No. 212 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Panggung is a peer-reviewed journal focuses art studies and their cultural contexts with various perspectives such as anthropology, sociology, education, religion, philosophy, technology, and others. Panggung invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in the areas related to arts and culture with interdisciplinary approaches.
Articles 474 Documents
Preserving Cultural Heritage Through a Traditional Ritual: A Case of Kabuyutan Ciburuy Nyai Kartika; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Nani Sriwardani; Yully Ambarsih Ekawardhani; Dadang Sudrajat
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.2801

Abstract

The Seba ceremony in Kabuyutan Ciburuy is a tradition of preserving cultural heritage that has been carried out for generations. Currently, Kabuyutan Ciburuy is no longer actively used as an educational institution, nor are the contents of its ancient manuscripts used as a reference for the development of science. For this reason, this research tries to dissect why this happens. This research uses a qualitative research method which is believed to be a scalpel in research, thereby helping to explain the research object factually. The research step is to carry out participant observation, the researcher actively participates in the activities being researched. Also hold interviews with local cultural figures either formally or informally. The result of this research is a descriptive explanation of the Seba Ceremony as an effort to preserve cultural heritage. Because heirlooms refer to educational activities, such as the discovery of many manuscripts, one of which contains advice on old Sundanese character and ethics. This has become a high level of cultural wealth by continuing to carry out the Seba ceremony as a form of preservation so that it remains alive and relevant for future generations. Keywords: Seba Ceremony, Ciburuy District, Preservation, Cultural Heritage
Koreografi Pardomuhon Daging Nang Tondi: Dari Ritual Manguras Tao ke Bentuk Seni Pertunjukan Martozet Martozet; Nurwani -; Hardy Shafii; Yusnizar Heniwaty
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.2803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan koreografi garapan baru dengan tajuk Pardomuhon Daging Nang Tondi, yang berakar pada budaya Batak Toba dengan menggunakan teori penciptaan kostruktif oleh Jacqueline Smith. Pada teori konstruktif bukan saja konsentrasi pada elemen konstruksi antara lain motif, pengulangan, variasi dan kontras, klimaks dan penonjolan, proporsi dan imbangan, transisi, pengembangan logis, dan kesatuan. Tetapi proses dalam penciptaan seperti tahapan eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi, merupakan tahapan penting dalam mencipta yang memiliki hubungkait yang sangat erat dengan elemen konstruksi itu sendiri. Konsentrasi koreografer akan berada dalam pemikiran yang sangat kuat, bagaimana membentuk motif gerak menjadi baik sesuai dengan struktur garapan yang telah dibentuk. Sehingga makna dan pesan yang ingin disampaikan dapat dapat ditangkap oleh penonton sebagai penikmat. Motode yang digunakan dalam penelitian penciptaan ini adalah metode kualitatif dengan cara penggumpulan data melalui studi literatur, studi lapangan, dokumentasi, dan wawancara. Pembentukan koreografi Pardomuhon Daging Nang Tondi secara bertahap sesuai teori konstruksi yang menghasilkan ide-ide kreatif dan menghantar koreografer pada alur penciptaan yang terstruktur. Secara estetis koreografi Pardomuhon Daging Nang Tondimencitrakan tentang kehidupan masyarakat Batak Toba yang meminta permohonan kepada Tuhan sebagai pencipta untuk mendapatkan keselamatan, keberkahan dan perlindungan yang diekspresikan oleh tujuh orang penari. Pardomuhon Daging Nang Tondi merupakan koreografi inovasi baru dari tradisi Batak Toba dan menjadi sebauah apresiasi baru bagi masyarakat pecinta seni. Kata Kunci : 1) Pardomuhon Daging Nang Tondi, 2). Folklor, 3). Sigale-gale, 4). Koreografi
Regenerasi Pengrajin Gerabah Perempuan di Pundong, Kasongan, dan Bayat dalam Mempertahankan NilaiNilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Arif Suharson
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2812

Abstract

This research discusses women traditional pottery craftsmen in Pundong, Kasongan, and Bayat who are guardians of local cultural traditions in the midst of a global cultural ecosystem that is changing rapidly. This study aims to analyze the role of women in maintaining the values of local wisdom and how they deal with the influence of globalization on their traditional pottery crafts in relation to regeneration. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach model. Data collected included observations, interviews, and documentation in traditional pottery-making communities. Pottery craftsmen in Pundong, Kasongan, and Bayat play an important role as custodians of cultural knowledge, transmission of traditions, and innovation in pottery crafts. The expertise of traditional techniques, artistic expression, and cultural symbols is a testament to women's dedication in maintaining the values of local wisdom amid the pressures of the global cultural ecosystem. The results of this study contribute to a broader understanding of the importance of cultural preservation and regeneration efforts involving gender roles in learning the nation's character. Keywords: Women, Pottery Craftsman, Local Wisdom, Global
Koreografi Interkultural: Mengkokohkan Identitas Budaya Melalui Kolaborasi Seni Pada Bandung Isola Performing Art Festival (BIPAF) Ayo Sunaryo; Iwan Gunawan; Rivaldi Indra Hapidzin; Yana Endrayanto; Fifiet Dwi Tresna Santana
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2830

Abstract

Artikel ilmiah ini memaparkan proses penciptaan karya tari yang berbasis blended interkultural pada panggung Bandung Isola Performance Art Festival (BIPAF) dengan melibatkan koreografer dari Indonesia, Belanda, India, Malaysia dan Amerika secara virtual dan nyata. Koreografi interkultural adalah kolaborasi antara elemn-elemen seni dari budaya yang berbeda sehingga terjadinya pertukaran ide, gerak, musik dan tradisi budaya yang berbeda. Kegiatan ini merupakan bentuk seni yang menginspirasi dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah action research. Melalui paradigma kualitatif, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data secara aktual, realistik, dan sistematis dalam menciptakan karya tari kolaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipatif, studi dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan refleksi. Hasil penelitian adalah terciptanya koreografi baru dalam teknik penciptaan karya tari antar negara pada panggung BIPAF melalui konsep blended interkultural. Pertunjukan koreografi interkultural secara blended bermanfaat untuk para koreografer, penari, komposer, animator dan pelaku seni lainnya dalam mencipta koreografi interkultural dari proses kolaborasi dengan menciptakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, teknik dan pengalaman budaya yang berbeda yang tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu.
REPRESENTASI NILAI SIRI’ NA PACCE PERTUNJUKAN TEATER RAKYAT KONDOBULENG SANGGAR SENI TRADISIONAL I LOLO GADING PAROPO Asia Ramli*; Andi Taslim Saputra
PANGGUNG Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i4.2904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertunjukan teater rakyat Kondobuleng representasi nilai siri’ na pacce (harga diri dan kehormatan). Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan interdisiplin. Pertunjukan Teater Rakyat Kondobuleng (PTRK) merupakan salah satu karya seni kolektif yang di dalamnya memuat beragam unsur seni yang saling terkait antar satu dengan yang lain, tokoh/karakter, pemeranan, dialog, kostum, rias, properti, tari atau gerak, musik, dan lagu. Penelitian ini menguraikan fenomena pertunjukan dengan menggunakan salah satu teori dari John Fiske yang membaca realitas seni dengan berfokus pada representasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada tahapan analisis data diolah dengan bentuk reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan representasi nilai siri’ na pacce yang berhubungan dengan sosiokultural masyarakat pesisir Bugis-Makassar meliputi mempertahankan diri dan kehormatan, memegang teguh pendirian, menumbuhkan kerja gotong royong, menanamkan sifat tolong menolong, menumbuhkan etos kerja, menempatkan seseorang dengan keahliannya, mengambil keputusan secara arif dan bijaksana, serta menjunjung tinggi rasa kesetiakawanan. Nilai yang disampaikan termuat pada adegan dari pertunjukan teater rakyat Kondobuleng. Kata kunci: Pertunjukan, Teater, Representasi, Nilai siri’ na pacce.
KREATIVITAS PURBO ASMORO DALAM PENCIPTAAN DAN PENYAJIAN PAKELIRAN PURWA LAKON DUMADINE GAMELAN Sugeng Nugroho
PANGGUNG Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i4.2905

Abstract

Penelitian ini bermaksud menjawab tiga rumusan masalah: bagaimana Purbo Asmoro menciptakan lakon Dumadine Gamelan, bagaimana sanggit lakonnya, dan bagaimana garap pakeliran-nya? Pertunjukan wayang ini menarik untuk dikaji karena selain termasuk lakon baru, juga penyajiannya bersifat kolosal, melibatkan seratus musisi (pengrawit), dengan perangkat gamelan Jawa, gambelan Bali, dan talempong. Penelitian ini menggunakan paradigma ethnoart, dengan analisis berdasarkan Teori Sanggit dan Garap. Data penelitian dikumpulkan melalui studi pustaka dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penciptaan lakon wayang tidak selalu diadaptasi dari sumber-sumber cerita wayang (Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa, dan sebagainya), tetapi dapat diadaptasi dari berbagai cerita termasuk babad dan gotèk, antara lain Wédhapradangga. Sanggit lakon Dumadiné Gamelan meskipun beralur linier seperti dongeng, tetapi struktur adegannya fokus pada tema lakon. Unsur garap pakeliran Purbo Asmoro saling mendukung dan saling mengisi. Meskipun instrumen gamelannya bersifat kolosal, tetapi interaksi garap antara karawitan dan pakeliran dapat terjalin dengan baik. Kata kunci: Dumadine Gamelan, pakeliran purwa, kreativitas, penciptaan, penyajian
RELASI VISUAL PADA KONTEN YOUTUBE ANDRA ALODITA DAN MEILINDA KORNELLIA MELALUI KAJIAN SEMIOTIKA Ariani Kusumo Wardhani; Irfandi Musnur; Hanisa Hassan
PANGGUNG Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i4.2906

Abstract

Media Youtube dan konten visual merupakan dua diksi yang melahirkan fenomena-fenomena baru dalam kajian tanda. Kehadiran media tersebut membongkar ketatnya produksi visual yang terlihat pada media televisi (konvensional). Menarikya, media Youtube kini membuka wahana baru dalam penciptaan relasi visual yang lebih longgar. Kebebasan ini menciptakan beragam kreatifitas dalam produksi visual. Tawaran baru bermunculan melalui tampilan visual “keseharian” dari para Vlogger maupun influencer. Khususnya pada “ beautyinfluencer”, produksi promosi melalui youtube tidak lagi menyuguhkan kompleksitas desain ala iklan televisi, namun visualisasi keseharian para influencer menggunakan skincare menarik banyak pengunjung maya. Persitiwa ini menjadi sebuah wacana yang sangat menarik untuk didiskusikan. Untuk itu, kehadiran penelitian ini mencoba mengungkap bagaiman relasi visual tersebut dapat terjadi melalui kajian semiotika intertekstual. Objek materi dalam kajian ini adalah dua beauty influencer perempuan Indonesia yakni Andra Alodita dan Meilinda Kornellia. Pendekatan jenis peneltian dilakukan melalui paradigma kualitatif dengan metode studi kasus. Melalui metode tersebut, data diperoleh dengan teknik observasi, literasi, pustaka dan analisa konten visual pada video Youtube. Selanjutnya pembahasan mendalam dilakukan melalui kajian semiotika intertekstual Charles Sanders Peirce. Pembacaan semiotika melalui Pierce membongkar persoalanpersoalan dalam kehadiran relasi tanda-tanda baru yang lahir dari para beauty influencer melalui media Youtube. Hal ini berimplikasi pada tawaran-tawaran baru dalam dunia kreatifitas periklanan yang lebih bebas. Keywords: beauty influencer, semiotika intertekstual, YouTube, Relasi Visual.
PANJI DALAM TRADISI SENI PERTUNJUKAN: Alih Estetika dari Keraton Merasuki Estetika Kerakyatan Rohmat Djoko Prakosa
PANGGUNG Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i4.2917

Abstract

Panji in the performing arts tradition has a big role. The diversity of forms and types of performances expresses the Panji cycle on the theme of wandering/wandering patriotic, romantic. There is an aesthetic transfer from palace aesthetics to popular aesthetics, research into this aesthetic transfer needs to be carried out to obtain aesthetic diversity. So it is necessary to explore the variants formed by local and folk traditions. To explore Panji’s cultural diversity in performing arts, a literature study is needed to approach Panji from the perspective of performing arts history. Direct observation of the forms and types of Panji performances, and observation of audio-visual documents, portraits and social media broadcasts about Panji. The results of the literature study and observations made can be described as the story of Panji in various forms of performance aesthetic expression. A variety of aesthetic performances of theatre, music, dance and visual aesthetic expressions. Broadly speaking, the aesthetics of the story of Panji is told in a classical aesthetic that is developed as a palace tradition and is embodied in the populist aesthetics that are spread across various areas of local populist culture. Keywords: Panji, tradition, aesthetics, performance
MAKNA FILOSOFIS MOTIF SENI UKIR REK PALEMBANG Hudaidah Hudaidah; Lilis Trianti; Lisa Rukmana
PANGGUNG Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i4.2921

Abstract

The wood carving motifs of Palembang, known as “rek,” have been a traditional craft since the era of Srivijaya and continue to endure to this day. This craftsmanship holds high philosophical values influenced by Hindu-Buddhist and Islamic cultures. Its uniqueness lies in the predominant use of golden yellow color, and its carvings are exceptionally distinctive. The purpose of this writing is to unveil the philosophical meanings embedded in the motifs of Palembang’s wood carvings. The central issue is to explore the philosophical meanings of these motifs in Palembang’s wood carvings. This study employs a historical research method, with heuristic, source criticism, interpretation, and historiography steps. The tradition of wood carving art exhibits distinct characteristics and the uniqueness of various motifs, each carrying different philosophical values. The research findings indicate that the various motifs found in Palembang’s wood carvings hold profound philosophical meanings. For example, the motif of budding bamboo shoots symbolizes that humans should be beneficial to others, and the golden color represents triumph. Therefore, it is crucial to preserve this heritage for the younger generation so that they can develop an appreciation for their local culture, strengthen personal values, and enhance their identity, and self-awareness. Keywords: Philosophical Meaning, Motif, Wood Carving, Typical of Palembang
PATHET SEBAGAI STRUKTUR ADEGAN WAYANG KULIT JAWATIMURAN SUBGAYA MALANGAN Dwi Cahyo Pangestu; Raheni Suhita; Edy Suryanto
PANGGUNG Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i4.2929

Abstract

Malangan’s puppet is a shadow puppet that grows and develops in East Jawa, precisely in the Greater Malang area. Malangan’s puppet differs from other styles in the scene structure department, which is covered by five pathet (Javanese gamelan modes) concepts. The purpose of this research is to describe the structure of the scene using five pathet concepts with the sample of the Malangan’s puppet script, Gathotkaca Lair. This Study applied the descriptive qualitative method. The research data were drawn from the data source of the Malangan’s puppet script with the Gathotkaca Lair’s play. The data collection employed content analysis techniques by evaluating several character dialogues that represent the scene structure in each pathet. The data analysis technique implemented the Miles & Huberman interactive model. The results of the study suggest that the scene structure in the Gathotkaca Lair’s script is well packaged into five pathets. The five pathets are pathet sepuluh (tenth), pathet wolu (eight), pathet sanga (ninth), pathet miring, and pathet serang. Pathet sepuluh serves as the opening act, while pathet serang is the closing act. Keywords: Structur of the Scene,, Malangan’s Puppet, Pathet

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32 No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31 No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30 No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29 No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28 No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28 No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28 No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28 No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27 No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Con Vol 27 No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27 No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27 No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26 No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Esteti Vol 26 No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26 No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26 No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25 No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25 No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25 No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25 No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24 No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24 No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24 No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24 No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23 No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23 No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23 No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23 No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajara Vol 22 No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22 No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22 No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22 No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21 No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21 No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21 No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18 No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15 No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1 No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional J More Issue