cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Efikasi dan Keamanan Kombinasi Kapsul Pare-Primakuin sebagai Antimalaria pada Pasien Malaria Falsiparum Tanpa Komplikasi Di RSUD Manokwari: Efficacy and Safety Antimalarial Combination Pare Capsule-Primaquine In Malaria Falciparum without Complications In Manokwari Hospital Mitra Wynne Timburas; Delina Hasan; Syamsudin Abdillah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.148

Abstract

Salah satu tantangan terbesar dalam upaya penanggulangan kejadian malaria yaitu penurunan efikasi terhadap obat-obatan malaria yang telah mengalami resistensi akibat penggunaan yang tidak terkontrol, adanya mutasi genertik yang secara alami terjadi pada parasit malaria serta adanya efek samping yang terhadap penggunaan terapi kombinasi artemisin. Tanaman Pare merupakan salah satu tanaman yang telah lama digunakan secara tradisional untuk mengobati malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi kombinasi kapsul pare dan primakuin pada pasien malaria falsiparum tanpa komplikasi di RSUD Manokwari. Rancangan penelitian ini dilakukan secara acak dengan ketersamaran ganda. Sebanyak 25 subjek malaria falsiparum yang berhasil direkrut dan dipantau hingga H-42. Terdapat dua kasus tidak dapat diikuti pada H-42 karena tidak kontrol secara teratur dan bepergian dalam waktu lama. Tidak ditemukan ada yang gagal pengobatan dini maupun gagal pengobatan kasep. Proporsi kesembuhan sebesar 92% dengan waktu bebas parasit pada H-7. Efek samping yang ditemukan bersifat ringan dan mirip dengan gejala khas malaria yaitu sakit perut, diare dan sakit kepala.
Toksisitas Ekstrak Etanol Mangrove Sonneratia alba terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Usman Usman; Megawati; Munawwarah Malik; Refka Revina Melyata Ekwanda; Trini Hariyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.149

Abstract

Mangrove Sonneratia alba is one of mangrove species that can be found at the coast of East Borneo. Mangrove Sonneratia alba contain secondary metabolite that can be potentially as an antioxidant, antibacterial, and antifungal. The aim of this research is to know toxicity of ethanol extract of mangrove Sonneratia alba against larvae of against Ae. aegypti. The sample is mangrove Sonneratia alba obtained from Mangrove Forest Sambera of Muara Badak, East Borneo. Extraction is done by maceration method using ethanol for 3 x 24 hours. The ethanol extract obtained is then carried out phytochemical test and toxicity test method BSLT. The results showed that the ethanol extract of mangrove Sonneratia alba on the roots contain flavonoids, phenolic and triterpenoids; bark contains flavonoids, alkaloids, phenolics and triterpenoids; leaves contain flavonoids, alkaloids, phenolic, steroids and triterpenoids; and fruits contain flavonoids, alkaloids, phenolic, steroids and triterpenoids. Based on the results of toxicity testing of tissue sections of four parts mangrove extract of S. alba, has LC50 greater than 1000 ppm so that the ethanol extract of the four parts of S. alba mangrove is weak toxic.
Aktivitas Antidiabetes Serbuk Semut Jepang (Tenebrio molitor Linn.) pada Mencit Swiss Webster Jantan yang Diinduksi Aloksan Erwin Samsul; Andreanus A. Soemardji; Siti Kusmardiyani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.150

Abstract

Diabetes mellitus is a disease caused by metabolic disorders with hyperglycemia conditions that can occur due to impaired insulin secretion, insulin sensitivity or both. Semut Jepang (SJ) are used by people of Indonesians as a drug to reduce blood sugar levels, but have not been scientifically studied as antidiabetic. Therefore, this study aims to examine the antidiabetic activity of Japanese ant powder in mice. Method: The study was carried out using the antihyperglycemic method in mice induced by alloxan. In the antihyperglycemic method in alloxan induced mice, mice were divided into 6 groups, namely 1% normal Na CMC control group (not alloxan induced), 1% Na CMC pain control group (alloxan induced), glibenclamide 5 mg / kg bw comparison group, and 3 test groups were given Japanese ant powder with a dose of 9 mg / kg bw (SJ 9), 45 mg / kg bw (SJ 45), and 90 mg / kg bw (SJ 90). Blood glucose levels were measured on the first day, day 3, day 7, and day 14. Results: The use of SJ 45 and SJ 90 were better in lower blood glucose compared to the glibenclamide comparison group. Conclusion: Japanese ant powder at doses of 45 and 90 mg / kg bw give an antidiabetic effect that is better than glibenklamid 5 mg / kg bw in reducing blood glucose levels in mice induced by alloxan. Keyword : Semut jepang powder, diabetes mellitus, blood glucose level
Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) dengan Metode Induksi Bakteri dan CBC-Diff Yasmiwar Susilawati; Moelyono Moektiwardoyo; Eli Halimah; Imam Adi Wicaksono; Zelika Mega Ramadhania; Silvia Sari Prastiwi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman familia Caricaceae yang telah dikenal luas dan memiliki multi manfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator dari ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang dilakukan secara in vivo pada tikus putih galur wistar dengan metode CBC-Diff. Pengamatan aktivitas imunomodulator dilakukan terhadap parameter konsistensi feses, jumlah monosit, neutrofil, leukosit, dan limfosit. Pada hari ke-7 dan 14 tikus diinduksi dengan bakteri Shigella dysentriae dan dilakukan pengambilan darah melalui ekor tikus pada hari ke-0, 7, 8, 9, 14, 15, 16, dan 21 untuk melihat jumlah leukosit dan komponennya. Hasil pemeriksaan sampel darah dengan Hematology analyzer menunjukkan bahwa parameter neutrofil mengalami peningkatan pada hari ke-8 dan penurunan pada hari ke-9, monosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-9, leukosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-9, dan limfosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-16. Berdasarkan hasil analisis secara statistik dengan metode Analisis varian (ANAVA) diperoleh simpulan bahwa ekstrak daun papaya menunjukkan aktivitas imunostimulan yang signifikan dan dosis 800 mg/kg BB menunjukkan aktivitas imunomodulator tertinggi ditinjau dari parameter neutrofil dan monosit.
Skrining Fitokimia dan Bioaktivitas Tumbuhan Bakau Api-Api Putih (Avicennia alba Blume) Erwin Erwin; Dedi Nuryadi; Usman Usman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.152

Abstract

Penelitian tentang skrining fitokimia dan biokaktivitas ekstrak batang, kulit batang dan daun Bakau Api-api putih telah dilakukan. Masing-masing 100 gram bagian tumbuhan diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan metanol selama 2 kali 24 jam. Ekstrak kulit batang, kayu batang dan daun diperoleh sebanyak 7,911 (7,91%), 10,112 (10,11%), dan 12,529 (12,53%) gram, secara berturut-turut. Berdasarkan hasil uji fitokimia semua bagian tumbuhan mengandung flavonoid, kuinon, alkaloid, fenolik, sedangkan steroid hanya terkandung dalam ekstrak kulit batang. Hasil uji toksisitas dengan metode BSLT menunjukkan semua ekstrak termasuk katagori toksik dengan nilai LC50 adalah ekstrak kayu batang 223,12 mg/mL, kulit batang 118,67 mg/mL dan daun 143,36 mg/mL.
Senyawa Triterpenoid dari Kulit Batang Melochia umbellata dan Bioaktivitasnya Usman Usman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi senyawa metabolit sekunder, menentukan sifat toksisitas dan aktivitas antimikroba ekstrak dan senyawa dari kulit batang M. umbellata. Proses ekstraksi, isolasi, dan pemurnian senyawa metabolit sekunder dari kulit batang M. umbellata dilakukan dengan cara maserasi, teknik kromatografi, dan kristalisasi serta rekristalisasi. Uji toksisitas dengan metode BSLT menggunakan Artemia salina, kemudian uji antibakteri dan antijamur dengan metode difusi agar (difusi Kirby-Bauer). Berdasarkan data spektra hasil pengukuran FTIR, UV-Vis, NMR (1D dan 2D NMR), maka isolat senyawa diidentifikasikan sebagai asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa senyawa asam 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, ekstrak metanol, heksan, kloroform, dan etil asetat, dari kulit batang M. umbellata bersifat toksik terhadap A. salina, namun ekstrak metanol paling toksik terhadap A. salina dengan nilai LC50 169,863 ppm. Ekstrak etil asetat dan senyawa 3?-asetil-olean-12-en-28-oat, pada konsentrasi 1000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan diameter zona hambatan ? 14 mm. Ekstrak metanol memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan jamur C. albicans dengan diameter zona hambat 10, 48 mm. Sedangkan ekstrak kloroforom dan heksan memperlihatkan daya hambat yang lemah terhadap bakteri dan jamur uji dengan zona hambat < 10.00 mm.
Stigma Diri dan Subjective Well-Being pada Remaja yang Melahirkan Di Usia Dini Di Kota Ambon Christy Jacobs; Venti Agustina; Arwyn Weynand Nusawakan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.154

Abstract

ABSTRACT Self-stigma is the result of other people's judgments applied to oneself and it is possible to have an impact on the subjective well-being, which affects psychological and social conditions. Subjective well-being is a picture of life evaluation, emotional experience affective and cognitive. The purpose of this study is to describe the picture of self-stigma and subjective well-being of teenagers who giving birth at an early age in Ambon City. This study uses qualitative methods, with case study design and sampling techniques using purposive sampling. A total of eight teenagers who giving birth at an early age were participants. Data collection techniques using structured interviews, thematic analysis with data validity testing using source triangulation techniques. The results of self-stigma research in teenagers who giving birth at an early age, are considered not a good women, embarrassing parents and unable to look after themselves. While the subjective well-being felt by teenagers is related to positive affect which is gratitude and responsibility after becoming a mother, while negative affect is the needs of children can not be fulfilled and there are feelings of sadness, which causes teens not satisfied with their lives. The conclusion of this study shows, the picture of self-stigma and subjective well-being in teenagers who giving birth at an early age in Ambon City affects social relationships, changes in priorities and roles, so that these teens need support from the family. ABSTRAK Stigma diri ialah hasil dari penilaian orang lain yang diterapkan pada diri sendiri dan dimungkinkan berdampak pada subjective well-being, yang mepengaruhi kondisi psikologis dan sosial. Subjective well-being merupakan gambaran evaluasi kehidupan, pengalaman emosional secara afektif dan kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran stigma diri dan subjective well-being pada remaja yang melahirkan di usia dini di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan desain studi kasus dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebanyak delapan remaja yang melahirkan diusia dini menjadi partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, analisis tematik dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian stigma diri pada remaja yang melahirkan di usia dini, cenderung dianggap bukan perempuan baik-baik, membuat malu orang tua dan tidak dapat menjaga diri. Sementara subjective well-being yang dirasakan oleh remaja terkait afek positif yakni ada rasa syukur dan ada tanggung jawab setelah menjadi seorang ibu, sedangkan afek negatif yaitu kebutuhan anak belum bisa terpenuhi dan ada perasaan sedih, yang menyebabkan remaja belum puas dengan hidupnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukan, gambaran stigma diri dan subjective well-being pada remaja yang melahirkan di usia dini di Kota Ambon mempengaruhi hubungan sosial, perubahan prioritas dan peran, sehingga remaja tersebut membutuhkan dukungan dari keluarga.
Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) dengan GC-MS: Identification of Active Compound in Pulutan (Urena lobata L) Leaf extract using GC-MS Ummu Farah Fadillah; Erliza Hambali; Muslich Muslich
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.155

Abstract

Pulutan leaf (Urena lobata Linn) is a type of plant that has long been used by the community as a remedy for various diseases. This research was conducted to determine the components of active compounds contained in the ethanol extract of pulutan leaves using GC-MS. The identification results showed that 50% ethanol extract of the pulutan leaves contained 5 compounds dominated by carbonic acid,monoamide,N-(2-ethylphenyl)-,propyl ester, Stigmasta-3,5-diene, and n-Hexadecanoic acid. Whereas 70% ethanol extract contained 18 compounds dominated by 4h-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2-methoxy-4-vinylphenol, phenol, 2,6- dimethoxy-, and n-hexadecanoic acid.
Pengaruh Penambahan Bonggol Nanas Pada Susu Kacang Hijau Anisa Auliya; Ardia Tita Kartika; Lydea Eftiwin; Istiana Istiana; Sopiah Sopiah; Nurlia Latipah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.157

Abstract

The present study utilizes pineapple weevil waste with the aim of testing the durability and flavor of the formulation between pineapple weevil milk bean. Pineapple cob which is one of the abundant waste in Indonesia and has not been used optimally turns out to have nutritional content and bromelain compounds that have many benefits for health, not only that pineapple hump is also useful for preventing cancer and sinusitis. The combination of pineapple green beans in milk making is one of the efforts to improve nutrition in it. In general, this study aims to determine the durability of shelf life and the taste of pineapple (sunggoku) green bean hump milk. This research consisted of two methods, namely an experiment to test the storability of milk and a survey with 28 testers for milk taste.
Gambaran Faktor Risiko Periprocedural Myocardial Injury pada Pasien Yang Menjalani IKP Elektif Di RSUD AWS Samarinda Periode Mei-Oktober 2019 Khairun Nisa; Muhammad Furqon; Hary Nugroho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.158

Abstract

Periprocedural myocardial injury is one of complications after percutaneus coronary intervention that often occurs, and has a relationship with increased mortality. Several risk factors have been associated with the incidence of periprocedural myocardial injury. The purpose of this study was to determine the description of periprocedural myocardial injury risk factors which were divided into risk factors related to patients, lesions and procedures. The study was conducted with a prospective cohort research design and sampling by purposive sampling in March-October 2019. The number of samples was 38 people. The results showed that 31.6% sample experienced periprocedural myocardial injury. The description of risk factors in this study shows that patients with type-2 diabetes melitus more often experience periprocedural myocardial injury. As for other risk factors, the proportion of periprocedural myocardial injury is not greater than the proportion of non-periprocedural myocardial injury in patients with these risk factors. However, an increase in the proportion of periprocedural myocardial injury events occurs along with the increasing number of coronary arteries that have atherosclerotic lesions.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue