cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Balita dengan Diagnosa Infeksi Saluran Pernapasan Atas di Puskesmas Koni Kota Jambi Rasmala Dewi; Deny Sutrisno; Ryzki Purnamasari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.189

Abstract

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Terapi pengobatan pada penyakit ISPA terdiri dari pemberian antibiotik dan pengobatan simtomatis. Penggunaan antibiotik yang tidak perlu atau berlebihan dapat mengakibatkan timbulnya resistensi terhadap bakteri tertentu. Resistensi tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dihindari atau diperlambat dengan penggunaan antibiotik secara rasional yang tepat dan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien balita dengan infeksi saluran pernapasan atas di Puskesmas Koni Kota Jambi dengan parameter yang meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat durasi. Penelitian dilakukan pada 51 rekam medik pasien balita di Puskesmas Koni Kota Jambi di bulan Februari 2020-Maret 2020 secara retrospektif dengan teknik pengambilan data sampel secara purposive sampling dan kemudian dilakukan analisa data secara deskriptif. Berdasarkan 51 data rekam medik pasien balita di Puskemas Koni Kota Jambi Tahun 2019 masih ditemukan ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik pada pasien ISPA. Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA tahun 2019 berdasarkan analisa kualitatif yang telah dilakukan, didapat tepat pasien sebesar 100 %, tepat indikasi sebesar 100 %, tepat dosis sebesar 100 %, dan tepat durasi sebesar 0 %. Evaluasi ketepatan pasien, tepat indikasi dan tepat dosis dinyatakan tepat sedangkan evaluasi durasi pemberian antibiotik yang digunakan belum tepat.
Pemanfaatan Ekstrak Buah Kaktus (Oputian elatior Mill.) sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Lipstik Nuur Aanisah; Evi Sulastri; Yusriadi Yusriadi; Friskilla Friskilla; Armini Syamsidi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cactus fruit (Opuntia elatior Mill) is a flowering plant of the Cartacae family, which grows in high and dry plateau known to contain betacyanin compound, which is a natural dye of red color. The aim of this research is to identify the physical and chemical characteristics of betacyanin extract of cactus fruit on lipstick ingredients. The examination of physical and chemical characteristics includes organoleptic testing, homogeneity, melting point, pH, lipstick smearing, lipstick hardness and betacyanin levels in the lipstick. Observations were made on the first day and the seventh day of storage. The test results show red lipstick ingredients with a distinctive aroma of the betacyanin extract and densely dispersed homogenous texture. Meanwhile, the melting point test showed lipsticks melt at the temperature of 70°C, with pH value of the first day is 5,86 and the seventh day that is 6,13, polishing evenly and obtained lipstick 90g lipstick hardness level. The result of betacyanin content on the first day is 0.195 mg / 100gram, and on the seventh day is 0.105 mg / 100gram. In conclusion, lipstick produce with betacyanin extract of cactus fruit has good physical stability in accordance with SNI 16-4769-1998 about the ingredients of lipstick (Indonesian National Standard).
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) terhadap Bakteri Streptococcus mutans Wahyuni Wahyuni; Suhrah Febrina Karim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Sampel yang digunakan adalah Daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) yang memiliki dengan pernadingan konsentrasi yaitu 5%, 15%, 25% dan Clorhexidine (kontrol positif) dan Aquadest (kontrol negatif) dengan mengukur zona hambat yang terbentuk menggunakan jangka sorong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium menggunakan metode difusi agar dengan tehnik paper disc. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, saponin, tanin, Alkaloid, steroid dan triterpenoid, pengujian antibakteri dengan zona hambat secara berturut-turut yaitu 5,7 mm, 6,2 mm, 6,8 mm, 10, 1 mm dan 0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol Daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
Pengaruh Zat Besi dan Seng terhadap Perkembangan Balita serta Implementasinya Dwi Monik Purnamasari; Leonardo Lubis; Dida A. Gurnida
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.194

Abstract

Angka kejadian gangguan perkembangan balita di Indonesia cukup tinggi. Gangguan perkembangan pada balita, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan dapat menurunkan produktivitas anak tersebut sampai dewasa. Akibatnya, kemampuan belajar tahap pendidikan selanjutnya tidak tercapai secara optimal dan berkaitan dengan penghasilan di masa depan. Beberapa faktor dapat memengaruhi perkembangan balita, diantaranya adalah defisiensi seng dan zat besi. Defisiensi zat besi dapat menyebabkan hipomyelinasi, gangguan pertumbuhan, diferensiasi, dan elektrofisiologi neuron, serta perubahan regulasi neurotransmiter di otak. Seng berperan dalam neurotransmiter di area neuron presinaptik dan postsinaptik serta berperan dalam neurogenesis, maturasi dan migrasi neuron dan pembentukan sinapsis otak. Defisiensi kedua mineral ini akan menyebabkan perkembangan balita terganggu atau tidak optimal. Guna mencegah anemia, WHO merekomendasikan pemberian suplementasi zat besi setiap hari selama 3 bulan berturut-turut setiap tahun untuk anak 6 bulan hingga 5 tahun. Pemberian seng rutin untuk balita sampai saat ini belum menjadi rekomendasi dari WHO. Rekomendasi yang telah dikeluarkan terkait seng masih terbatas pada pemberian seng sebagai terapi tambahan pada anak dengan diare.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Penurunan Kadar Kolesteroltotal Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Model Hiperkolesterolemia Diabetes Syafika Alaydrus; Fajria Rezky Priyanti Amara Pagal; Dermiati T; Ervianingsih Ervianingsih
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) memiliki metabolit sekunder, untukmengetahui apakah efek ekstrak etanol biji alpukat dapat menurunkan kadar kolesterol total tikus putih jantan (Rattus norvegicus) model Hiperkolesterolemia diabetes dan Untuk menentukan dosis dari ekstrak etanol biji alpukat yang efektif menurunkan kadar kolesterol total. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih jantan sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor hewan uji. Kelompok I kontrol normal (suspensi Na CMC 0,5%), kelompok II kontrol negatif (pakan tinggi kolesterol dan streptozotocin 30 mg/kgBB). Kelompok III kontrol positif (suspensi simvastatin), kelompok IV, V, dan VI masing-masing diberikan dosis ekstrak etanol biji alupkat sebesar 250 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB secara peroral selama 14 hari berturut-turut. Kadar kolesterol total diukur dengan alat uji kolesterol pada hari ke 0, 35, 42, dan 49. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistic one way (ANNOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji alpukatdengan dosis 300 mg/kgBB mampu menurunkan kadar kolesterol total pada tikus putih hiperkolesterolemia-diabetes sebanding dengan simvastatin.
Review: Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Senyawa Kimia Herba Sasaladaan (Peperomia pellucida (L) H.B.K) Fuji Fadhilla Sandy; Yasmiwar Susilawati; Zelika Mega Ramadhania
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.199

Abstract

ABSTRACT Sasaladaan (Peperomia pellucida (L) H.B.K) is one of the medicinal plants in Indonesia which has many health benefits. Empirically used to treat fevers and headaches, while known pharmacological activities are antipyretic, analgesic, anti-inflammatory, antimicrobial, anti-cancer, antimalarial, and antidiabetic. This plant is prospective to be developed into standardized herbal medicine or phytopharmaca because it is easily obtained and its diverse pharmacological activities. The purpose of writing this review is to collect qualitative and quantitative analysis data of chemical compounds contained in herbal herbs. Analysis of previous research has included phytochemical screening, chromatographic patterns, determination of total phenol content, determination of total flavonoid content, determination of total alkaloid content, and identification of specific chemical compounds. Therefore, after knowing the content of the compound owned by the sasaladaan it is hoped that it can help other studies regarding the activity and development of the sasaladaan to be made as a standardized herbal medicine with guaranteed safety. Keyword: sasaladaan, quantitative analysis, quantitative analysis. ABSTRAK Sasaladaan (Peperomia pellucida (L) H.B.K) merupakan salah satu tumbuhan obat di Indonesia yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Secara empirik digunakan untuk mengobati demam dan sakit kepala, sedangkan aktivitas farmakologi yang telah diketahui adalah sebagai antipiretik, analgetik, antiinflamasi, antimikroba, anti kanker, antimalaria, dan antidiabetes. Tumbuhan ini prospektif untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar atau fitofarmaka karena mudah diperoleh dan aktivitas farmakologinya yang beragam. Tujuan dari penulisan review ini adalah untuk menghimpun data analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa kimia yang terkandung dalam herba sasaladaan. Analisis dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya meliputi skrining fitokimia, pola kromatografi, penetapan kandungan total fenol, penetapan kandungan total flavonoid, penetapan kandungan total alkaloid, dan identifikasi senyawa kimia spesifik. Oleh karena itu, setelah mengetahui kandungan senyawa yang dimiliki sasaladaan maka diharapkan dapat membantu penelitian-penelitian lain mengenai aktivitas dan perkembangan sasaladaan untuk dijadikan obat herbal yang terstandarisasi dengan keamanan yang terjamin. Kata kunci: sasaladaan, analisis kuatitatif, analisis kuantitatif.
Pengaruh Faktor Sosial Demografi dan Sosial Ekonomi terhadap Tindakan Pemilihan Obat Tradisional dalam Upaya Pengobatan Mandiri di Kalangan Masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru: Influence of Social Demographic and Social Economic Factors on Traditional Medicine Selection Actions in Independent Treatment Efforts in Communities in Landasan Ulin District, Banjarbaru City Rahmayanti Fitriah; Noormalisa Noormalisa
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.200

Abstract

Penggunaan obat tradisional semakin berkembang baik sebagai obat maupun untuk tujuan yang lain, terlebih dengan adanya anjuran untuk kembali kealam. Permasalahan akan timbul apabila tindakan pemilihan obat tradisional tersebut adalah sebagai bentuk pelarian dari pelayanan medis. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor sosial demografi dan sosial ekonomi terhadap tindakan pemilihan obat tradisional dalam upaya pengobatan mandiri di kalangan masyarakat Kecamatan Landasan Ulin. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Tahun 2019 yang berjumlah 67,535 orang dengan sampel 100 orang. Metode pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan telah dilaksanakan pada bulan januari – maret 2019. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0.005) dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh antara sosial demografi dan sosial ekonomi terhadap tindakan pemilihan obat tradisional.
Depresi pada Komunitas dalam Menghadapi Pandemi COVID-19: A Systematic Review Haifah Maulida; Atika Jatimi; Maulidiyah Junnatul Azizah Heru; Zainal Munir; Handono Fatkhur Rahman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.201

Abstract

Pandemi COVID-19 dapat menimbulkan panik, rasa takut, khawatir, dan merasakan ada ancaman, semuanya akan menimbulkan emosi dan fikiran negatif sehingga berdampak kepada kesehatan mental. Tujuan: mengetahui tingkat depresi terhadap komunitas yang menghadapi pandemik COVID-19. Metode: pencarian database meliputi Google Scholar, Science Direct dan Proquest dengan kata kunci depresi dalam menghadapi COVID-19 dan koesioner Self-rating Depression Scale. Kriteria artikel yang dipilih ialah terbit tahun 2016-2020 dengan teks penuh dan berbahasa Inggris. Systematic Review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil: Analisis dari lima belas artikel menunjukkan bahwa depresi komunitas disebabkan oleh faktor sosial dengan adanya kejadian tragis, tuntutan, peran sosial maupun dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya. Gejala yang muncul pada depresi diantaranya rasa takut, panik, cemas, stres dalam menghadapi pandemi COVID-19. Kesimpulan: Komunitas memiliki resiko yang tinggi untuk terkena depresi selama wabah COVID-19 berlangsung. Adapun yang melatar belakangi tingkat depresi pada komunitas selama pandemi berlangsung diantaranya tetap di rumah, menjaga jarak baik secara fisik (physical distancing) maupun soisal (social distancing) bahkan melakukan karantina wilayah (lockdown) untuk menghambat penyebaran virus corona.
Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Turunan Kuersetin dari Kulit Batang Melicope quercifolia Abror Rahman; Ifana Mahardika; Ratih Dewi Saputri; Tjitjik Srie Tjahjandarie; Mulyadi Tanjung
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two quercetin derivatives, pachypodol (1) and ayanin (2) were isolated from the stem bark of Melicope quercifolia (B.S. William) Ridl. Their structures were determined based on spectroscopic data such as UV, IR, MS and NMR. Compounds 1–2 were evaluated for their antioxidant against DPPH radical showing their IC50 were 254 ± 10 and 38.55 ± 0.02 µg/mL, respectively.
Analisis Minimalisasi Biaya Antibiotik Ceftriaxone dan Cefotaxime pada Pasien Pneumonia Dewasa Rawat Inap RSUDP NTB 2018 Aulia Nabila; Candra Eka Puspitasari; G.A.P Sri Erwinayanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i1.205

Abstract

Pneumonia is an infection on the lung tissue that caused the lung would not be able to work properly. The first-line choice of therapy in pneumonia is using cephalosporin class of antibiotic which are ceftriaxone and cefotaxime. Both of those therapies have significant difference in cost, so that a pharmaceconomic analysis needs to be done using the cost-minimization analysis (CMA) method. This research to analyze minimization cost of antibiotic ceftriaxone and cefotaxime in adult pneumonia patients with cured outcomes in inpatients at RSUD Provinsi NTB in 2018. The research was conducted from July to August 2019. The sampling technique in this research was total sampling with 18 samples. The data used is retrospective in 2018. Ceftriaxone and cefotaxime cost-minimization analysis using comparison of the total cost calculation showed that cefotaxime therapy is more cost-minimized Rp 1.297.829 or 26,1% than ceftriaxone therapy. There was a significant difference between hospitalization cost and drug cost for the ceftriaxone and cefotaxime drug groups using the t-Test with p < 0.05. Keywords : pneumonia, ceftriaxone, cefotaxime, cost-minimization analysis

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue