cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Upaya Keluarga dalam Perawatan Klien TB Paru dengan Komorbid Diabetes Melitus Di Kota Salatiga Jean Clamentyn Tetrapoik; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Fiane De Fretes
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.159

Abstract

Abstrak Tuberkulosis Paru dalah penyakit infeksius yang ditakuti oleh masyarakat karena sumber penularan yang cepat dari bakteri tahan asam (BTA). BTA adalah suatu basil aerobic tahan asam yang merupakan bakteri yang terdiri dari lapisan lilin dan asam lemak mikolat, lipid yang ada bisa mencapai 60% dari berat dinding sel. Kelompok BTA terdiri dari: Mycobacterium Tuberculosis, Mycobacterium africanum, Mycobacterium bovis dan Mycobacterium Leprae. Keluarga sangat penting untuk dilibatkan secara aktif untuk melakukan pencegahan penularan dalam rumah.Tugas dari keluarga adalah melakukan perawatan bagi anggota keluarga yang sakit dengan mencegah penularan. Penyakit Tb Paru akan semakin lama pengobatannya bila disertai dengan komorbid DM. Keluarga harus membuat pencegahan/ pengobatan lain untuk dapat membuat penderita sembuh dari kedua penyakit tersebut, sehingga tidak memperburuk kondisi penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk upaya penanganan dan pencegahan pada klien tuberkulosis paru dengan komorbid DM yang sedang menjalani proses pengobatan di Kota Salatiga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan bagaimana upaya penanganan dan pencegahan dan penanganan Tb Paru yang disertai dengan komorbid DM dapat dilakukan oleh anggota keluarga klien. Abstract Pulmonary tuberculosis is infectious disease of being shunned by the community for its rapid transmission of bacteria is acid resistant ( smear ).Smear is a basil aerobic hold acid which is a bacterium that consists of layers of candles and fatty acids mikolat, lipids that there can be reached 60 % from heavy. cell wallThe group smear consisting of: , mycobacterium tuberculosis mycobacterium africanum, mycobacterium bovis and mycobacterium leprae.Family is very important to actively involved in preventing the contagion in rumah.tugas of the family is being treated for a sick family members by preventing the transmission of.A disease pulmonary tuberculosis will be the longer the treatment if accompanied by komorbid dm. Family had to make prevention / other treatments to make patients recovered from both of these diseases, so as not worsen the condition. sufferersThis study attempts to describe the form of efforts to handle and prevention on the client pulmonary tuberculosis with komorbid dm who is undergoing the process of treatment in the city salatiga.The research uses a qualitative methodology with described how efforts to handle and prevention and handling of pulmonary tuberculosis are accompanied by komorbid dm can be done by family members. clients.
Pengaruh Sikap Higiene Tidur Terhadap Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa Universitas Mulawarman Adheya Putrindashafa; Denny J. Rotinsulu; Ika Fikriah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.161

Abstract

Insomnia is difficulty starting or maintaining sleep. There are several factors that are considered to be able to trigger and perpetuate insomnia, one of which is the sleep hygiene, which is included in the moderation factor. However, there is some controversy regarding the involvement of insufficient sleep hygiene towards insomnia. This study aims to determine the effect of sleep hygiene attitudes on the incidence of insomnia and a description of the incidence of insomnia and sleep hygiene in Mulawarman University students. The design of this study was observational analytic with a cross-sectional method, which consisted of 140 Mulawarman University students from 14 faculties. The sampling technique used is consecutive sampling. The data taken is primary data in 14 faculties of Mulawarman University. The research instrument used was the Insomnia Rating Scale questionnaire from the Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta and the Sleep Hygiene Index. The results of the study used the Chi-Square test and the Kolmogorov-Smirnov test obtained p value> 0.005. Based on the degree of insomnia, found 65% of respondents suffer from mild insomnia. The frequency of the sexes of women who suffer from insomnia more than men. Based on the degree of sleep hygiene attitudes, it was found that 78.6% of respondents had moderate sleep hygiene attitudes. This study concluded that there was no effect of sleep hygiene attitudes on the incidence of insomnia in Mulawarman University students.
Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Afrika (Gymnanthemum amygdalinum (delile) Sch. Bip. Ex Walp) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Rattus norvegicus) Muthmainah Tuldjanah; Wayan Wirawan; Ni Putu Setiawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun afrika, efek pemberian ekstrak etanol daun afrika dan perbedaan efek ekstrak etanol daun afrika dosis bertingkat yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan yang diinduksi streptozotocin dan pakan tinggi lemak.Penelitian ini menggunakan metode dengan rancangan modifikasi pretest-posttest randomized controlled group design, dengan menggunakan 30 ekor hewan uji yang dikelompokkan dalam 6 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yaitu 1 kelompok diberi pakan standar dan 5 kelompok diberi pakan tinggi lemak dan diinduksi streptozotocin 30 mg/kg BB tikus i.p selanjutnya kelompok kontrol negatif diberi Na CMC, kontrol positif diberi metformin dan 3 kelompok diberi ekstrak etanol daun afrika dengan dosis masing-masing 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB. Data hasil pengujian kadar glukosa darah dianalisis dengan one way ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Least Significant Differene (LSD) untuk melihat perbedaan antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun afrika yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin: pemberian ekstrak etanol daun afrika memberikan efek menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan yang diinduksi streptozotocin dan pakan tinggi lemak: pemberian ekstrak etanol daun afrika dengan dosis 150 mg/kg BB merupakan dosis yang efektif terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan yang diinduksi streptozotocin dan pakan tinggi lemak.
Status Pertumbuhan Bayi 0–1 Tahun dari Ibu dengan Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) Semasa Hamil di Salatiga Bakoh Ambarwati; Gelora Mangalik; Kristiani Desimina Tauho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung menahun yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu. KEK disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan gizi seperti energi dan protein. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) dan berisiko melahirkan bayi stunting. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat status pertumbuhan bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat KEK di Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2019 dengan populasi seluruh ibu dengan kejadian KEK pada Januari-Desember 2018 di 6 puskesmas se-Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan instrumen formulir check list yang digunakan untuk menyalin data dari buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,7% bayi lahir dengan berat badan 2500-4000 gram dan 5,3% memiliki BBLR. Berdasarkan panjang badan saat lahir, 86,2% bayi memiliki panjang badan lahir 46-49 cm, 8,5% lahir pendek dan 5,3% lahir tinggi. Status pertumbuhan bayi sekarang menunjukkan bahwa 98,9% memiliki status gizi baik dan tinggi badan normal. Kesimpulannya bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat KEK semasa kehamilan sebagian besar memiliki status pertumbuhan yang normal. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat pengaruh kejadian KEK terhadap perkembangan bayi. Kata kunci: Ibu hamil, Kekurangan Energi Kronis, Status Gizi
Efek Antiinflamasi Infusa Bunga Asoka (Ixora coccinea l) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Karagenan Fitriyanti Fitriyanti; Nurul Hikmah; Karunita Ika Astuti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.177

Abstract

Bunga Asoka merupakan tanaman hias yang banyak tumbuh di Indonesia serta memiliki khasiat untuk beberapa penyakit, namun dalam pemanfaatannya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi infusa bunga Asoka (Ixora coccinea L) pada tikus jantan yang diinduksi karagenan. Haksel bunga asoka diekstraksi menggunakan metode infusa. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah penghambatan udem pada kaki tikus yang diinduksi 0,1 ml karagenan 1% selama 6 jam. Pengukuran volume udem menggunakan alat pletismometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa bunga asoka dosis 20%, 40%, 60% memiliki potensi sebagai obat antiinflamasi dengan persen daya antiinflamasi masing-masing 10,52 %, 11,84% dan 22,22%. Sedangkan persen daya antiinflamasi natrium diklofenak 9 mg/KgBB yaitu 29,38%. Berdasarakan hasil analisis statistic data nilai AUC rata-rata kelompok dosis infusa memiliki efek antiinflamasi yang tidak berbeda signifikan (p<0,05) dengan natrium diklofenak
Identifikasi Faktor Penghambat Layanan Kesehatan Maternal di Puskesmas Ohoijang Watdek Kabupaten Maluku Tenggara Gresellia Maria Talya Ngamel; Arwyn Weynand Nusawakan; Rose Rien Salusi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.179

Abstract

Abstrak Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator dalam menentukan kesehatan ibu. Angka kematian ibu ini masih jauh dari target tujuan pembangunan milenium tahun 2015. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi jumlahnya dan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberdayakan puskesmas. Namun, faktor penentu untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan di masyarakat masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat layanan kesehatan maternal di Puskesmas Ohoijang Watdek Kabupaten Maluku Tenggara. Metode ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Enam partisipan yang direkrut terdiri dari satu orang dokter, dua orang bidan, satu orang perawat dan dua orang kader. Hasil penelitian menunjukkan satu tema yaitu kurangnya bidan yang berkompeten, kerjasama lintas sektor yang belum optimal dan kurangnya jumlah tenaga kesehatan. Kurangnya kompetensi bidan ini adalah tidak berinisiatif untuk duluan melakukan kontak (telepon) pada ibu hamil, bersalin dan nifas sedangkan kerjasama lintas sektor belum optimal dikarenakan kurangnya kerjasama dan kreatifitas antar kader dalam memanfaatkan tempat pelayanan posyandu dan kurangnya jumlah tenaga kesehatan ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk di wilayah puskesmas yang membuat wilayah yang jauh dari puskesmas sulit terpantau kesehatannya. Kesimpulannya Puskesmas telah melaksanakan pelayanan kesehatan. Namun, pelayanannya belum berjalan dengan maksimal karena ada kendala. Abstract Maternal mortality rate is an indicator in determining maternal health that is still far from the 2015 millennium development goals target. Various efforts have been made to reduce the number and one of the efforts set by the government is by empowering community health center. However, determinant factors of maximizing health services in the community is still low. This study aims to identify the inhibiting factors of maternal health services at the Ohoijang Watdek Health Center in Southeast Mollucas Regency. This is a qualitative method with a single case study approach. Data is collected by applying in-depth interviews. Six participants are recruited that consist of one doctor, two midwives, one nurse and two cadres. The results shows one theme was lack of the competent midwife, cooperation across the sectors which have not optimal and lack of the number of health workers could impede maternal health services. A lack of competence of the midwife is not initiative to first make contact (telephone) for pregnant women, conceives and touch while cooperation cross sectors not optimal triggered by the lack of cooperation between the community and creativity in making use of the service locations integrated service post and low number of health workers is not in balance with the total resident community health centers make areas far from health care was difficult. In conclusion community health centers has implemented but health services the service is not yet operating at maximum capacity because there are obstacles.
Efektifitas Pemberian Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Pengobatan Asma dan Inhaler pada Apoteker Komunitas di Surabaya Amelia Lorensia; Ananta Yudiarso; Diana Syarifah; Ni Wayan Deviani Susanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i1.180

Abstract

Pengobatan asma kurang optimal dapat disebabkan kurangnya pengetahuan dari apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berperan memberikan informasi bagi pasien. Peran apoteker dibutuhkan karena apoteker berinteraksi langsung dengan pasien di apotek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan apoteker dengan pengaruh edukasi yang diberikan mengenai asma dan inhaler di wilayah Surabaya. Metode penelitian adalah pra-eksperimen dengan desian studi one group pre-post-test. Penelitian ini menggunakan kuisioner mengenai asma dan alat inhaler yang dinilai sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi dilakukan dalam bentuk educational meeting yang aktivitasnya berupa workshop dalam berbagai format yang berfokus pada pengetahuan apoteker terhadap penyakit asma dan inhaler dengan mengunjungi apoteker satu per satu. Pengambilan sampel dengan metode non random sampling, menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh akan diolah dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan paired t-test. Dari hasil pengumpulan data, 68 apoteker komunitas bersedia mengisi kuisioner pre-test dan hanya 20 apoteker yang bersedia diedukasi serta mengisi kuisioner post-test. Pada penelitian ini diperoleh nilai p(0,000)?0,05 yang menunjukkan ada perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan asma dan inhaler. Meskipun efektif, namun terdapat beberapa materi pengetahuan yang tidak dapat ditingkatkan terutama mengenai penatalaksanaan asma, yang sangat dipengaruhi oleh kurangnya pengalaman dalam penanganan pasien asma di apotek.
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Tingkat Depresi pada Pasien Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Joses Michael Korin; Eka Yuni Nugrahayu; Nirapambudi Devianto
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah psikiatri yang paling sering dihadapi oleh pasien-pasien dengan perjalanan penyakit yang bersifat kronis, seperti pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 62 orang pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis dan dipilih secara non-random dengan metode consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat depresi pada penelitian ini adalah kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden berada di rentang usia 46-52 tahun, berjenis kelamin laki-laki, telah menikah, tamatan SMA, dan sedang tidak memiliki pekerjaan. Sebagian besar responden telah menjalani hemodialisis selama lebih dari 12 bulan (66.1%) dan paling banyak mengalami depresi ringan (48.4%). Hasil uji korelasi Somers’d didapatkan p-value 0.000 (p<0.05) dengan nilai r -0.589. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan kekuatan korelasi/hubungan yang kuat dan arah korelasi yang negatif (semakin lama pasien menjalani hemodialisis, semakin rendah tingkat depresi yang dialaminya).
Analisis Efektivitas Biaya Amitriptilin dan Gabapentin pada Pasien Stroke dengan Nyeri Neuropati di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB Tahun 2017 Febhi Pratiwi; Candra Eka Puspitasari; GAP Sri Erwinayanti; Royani Widiyastuti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.186

Abstract

Neuropathic pain which is suffered by stroke patients is a pain that occurred because of the damage of the somato sensory system. The first-line therapy of neuropathic pain can be done by using amitriptyline and gabapentin. Both amitriptyline and gabapentin have significant cost-effectiveness differences. This research aims to investigate the cost effectiveness of both amitriptyline and gabapentin through stroke patients who suffered neuropathic pain. The techniques of data collection applied to a total sampling which are 17 samples were collected. The data were retrospective by the year of 2017, meanwhile, the research was conducted from April to July 2019. Clinical evaluation of neuropathic pain is conducted by applying the Wong Baker Pain Rating Scale. Amitriptyline and gabapentin cost effectiveness analysis showed Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) are Rp 45.443,08 and Rp 52.241,52 and Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) Rp 72.636,87. Based on the results, Incremental Net Benefit (INB) showed that gabapentin is the most cost-effective than amitrityline with Rp + 59.078,37 score. Keywords: Stroke, neuropathic pain, amitriptyline, gabapentin, cost-effectiveness analysis
Identifikasi Extended Spectrum Beta Laktamase (ESBL) Antibiotika Golongan Sefalosporin pada Bakteri Acinetobacter baumannii Hilmiati Wahid
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.188

Abstract

Extended Spectrum Beta-Lactamases (ESBL) are group of enzymes that break down the antibiotics of penicillin and cephalosporin group,this enzymes made bacteria are resistant to this type of antibiotic. Acinetobacter baumannii is one of the gram-negative bacteria, produce the ESBL enzyme. Globally, Acinetobacter baumannii has become a nosocomial pathogen that continues to increase in frequency. The prevalence of ESBL of Acinetobacter spp in Indonesia is 19-29% which is resistant to the third and fourth generation cephalosporin antibiotics. This study uses an experimental laboratory design with consecutive sampling techniques. Acinetobacter baumannii was isolated from 50 patients. The isolate comes from sputum, pus, blood, urine, endotrackeal (ETT), pleural fluid, bronchial rinses and stool. Samples of isolates were identified using standard bacteriological methods and the Vitek 2 Compact ® system using a GN card. Tests carried out include antimicrobial sensitivity tests performed using the Kirby-Bauer diffusion method and ESBL production test using the Double Disc Synergy Test (DDST) and Phenotypic Confirmatory Test. The results showed that the bacterium Acinetobacter baumannii was successfully isolated from all samples with an accuracy level (91% - 99%). In the antimicrobial sensitivity test it was found that of the 50 clinical samples tested against antibiotics cephalosporin group, which had experienced resistance in the largest sequence were Cefotaxime 22 samples (44%), Ceftazidime 20 samples (40%), Ceftriaxone 20 samples (40%) and Cefepime 19 samples (38%). In the ESBL production test found 9 samples (18%) positive ESBL in ceftazidime + As.Klavulanat antibiotics, 9 samples (18%) positive ESBL in cefotaxime + As.Klavulanat antibiotics (30 ?g / 10 ?g). Keywords: Cephalosporin antibiotics, Acinetobacter baumannii, Resistance, Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL)

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue