cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Senyawa Alkaloid Furokuinolin dari Kulit Batang Zanthoxylum acanthopodium DC Tjitjik Tjahjandarie; Alfiah Nur Irza Gunawan; Ratih Dewi Saputri; Mulyadi Tanjung
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i2.121

Abstract

Dua senyawa alkaloid furokuinolin, diktammin (1) dan skimmianin (2) telah berhasil diisolasi dari kulit batang Zanthoxylum acanthopodium DC. Penentuan struktur kedua senyawa alkaloid ditetapkan berdasarkan analisis spektrum UV, IR, MS, 1D dan 2D NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa 1–2 terhadap sel murine leukemia P-388 memperlihatkan nilai IC50 10,41 dan 4,85 µg/ml.
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Pengguna Antihipertensi dengan European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) Questionnaire dan Visual Analog Scale (VAS): Measurement of Life Quality of Hypertension Patients in that Uses Antihipertension through the Quality of European 5 Dimensions (EQ5D) Questionnaire and Visual Analog Scale (VAS) Muhammad Akib Yuswar; Ressi Susanti; Nadasyifa Shalihah Az-zahra
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i2.123

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya diabetes melitus, stroke, osteoartritis dan gagal jantung. Hipertensi dengan dan tanpa komplikasi dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi agar dapat dilakukan pencegahan dan evaluasi kualitas hidup pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah observasional cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) Questionnaire dan Visual Analog Scale (VAS) pada 102 pasien hipertensi. Analisis data dilakukan dengan mengubah skoring EQ5D menjadi indeks EQ5D, menentukan mean/median nilai VAS serta dilakukan uji t. Diperoleh 26 pasien (25,49%) tidak memiliki masalah pada kelima dimensi dengan indeks EQ5D tertinggi. Dimensi yang paling banyak dimiliki pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi adalah rasa sakit/tidak nyaman sebesar 63,72%. Kualitas hidup diukur menggunakan VAS diperoleh median 75. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi menggunakan VAS dan terdapat perbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan dan tanpa komplikasi menggunakan EQ5D.
Reviuw Beberapa Bioaktivitas dan Senyawa Kimia Organisme Laut untuk Kefarmasian Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i1.124

Abstract

The sea as a habitat for organisms, is very characteristic and extreme compared to the terrestrial environment. This extreme environment allows the metabolic processes of living things within to become characteristic and produce a number of secondary metabolites that are characteristic for defense. Secondary metabolites are certain compounds that are only possessed by certain orgasms, and these class of compounds are very valuable for pharmaceuticals such as raw materials for medicines, nutraceuticals, cosmetics, to medical devices. A number of types of compounds with biological activity very important for pharmaceuticals originating from marine organisms are (a) Cytotoxic activities sourced from Sinularin compounds, Crassin Acetate, Cytarabine, Fludarabine, Aplysistatin, Geranylhydroquinone, Asperidol (b) Cardiovascular activities for (i) Activities for Cardiotonic namely compounds Laminin, Octopamine, Saxitoxin, Autonomium Chlorides (ii) Activities for Hypotensive namely Spongosine, Doridosine, Aaptameine, Hymenin (c) Marine Toxin, namely compounds of the group Polytoxin, such as Palytoxin; Red Tide Toxin compounds such as Tetrodotoxin, Brevetoxin in the form of Pb Tx-1 and Pb Ts-1; and Ciguatera Toxin groups, namely Ciguatoxin (d) Antimicrobial Activity such as Zonarol, Prepacifenol, Polyhalo-3-Butene-2-one; Tetrabromo-2-heptanone; 2-Cyano-4,5-dibromopyrrole, Aeroplysinin (+) and (-); Eunicin (e) Activities for Antibiotics namely Okadaic Acid, Acanthfolicin, Norhalichondrin A; and (f) Active Miscellaneous for Pharmaceuticals, namely Latrunculin A and B; Kainic Acid, Domoic Acid, Vidarabine, Aplysinopsin, Barettin, Nereistotoxin and 28-Deoxyzoanthenamine compounds.
Pasien Laki-Laki Usia 29 Tahun dengan Urolithiasis Di Klinik Saintifikasi Jamu: Studi Kasus Ulfatun Nisa; Peristiwa R. Widhi A; Zuraida Zulkarnain; Ulfa Fitriani; Enggar Wijayanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.125

Abstract

Setiap individu memiliki resiko Sekitar 5-10% terkena batu saluran kemih (BSK) sepanjang hidupnya. Angka kekambuhan penyakit BSK sekitar 50 % setelah 5 tahun dan 80-90% setelah 10 tahun. Selain pengaturan pola makan yang bisa menjadi solusi dalam menurunkan resiko terjadinya batu saluran kemih, herbal atau fitoterapi dapat menjadi alternatif pilihan dalam pengobatan penyakit batu saluran kemih. Tujuan studi kasus ini untuk memberikan informasi pasien dengan batu saluran kemih yang berobat dengan jamu di klinik saintifikasi jamu hortus medicus Tawangmangu. Batu saluran kemih sebesar 7 mm keluar melalui kencing setelah minum rebusan jamu yang terdiri dari daun tempuyung, daun kumis kucing, daun keji beling, alang-alang, temulawak, kunyit dan meniran.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017 Khoirunnisa Wal Hazimah; Mukti Priastomo; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i2.126

Abstract

Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat kesadaran. Pengobatan demam tifoid dapat dilakukan dengan cara pemberian terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik dengan biaya yang relatif tinggi belum tentu bisa menjamin efektivitas kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya antibiotik dari pasien demam tifoid di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra periode 2017. Metode pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarakan catatan rekam medis pasien demam tifoid yang di rawat inap periode Januari hingga Desember 2017. Data efektivitas biaya pengobatan antibiotik dianalisis dengan nilai ACER. Hasil penelitian dari 79 pasien menunjukkan bahwa penderita demam tifoid terbanyak diderita oleh perempuan dengan persentase 53,16 % dan berusia usia 6 hingga 11 tahun dan 26 hingga 35 tahun dengan persentase yang sama sebanyak 17,72 % dengan lama rawat inap 4 hari dan obat antibiotik yang memiliki efektivitas lebih baik adalah ampisilin yang dapat menurunkan suhu demam sebesar 36,70 ºC dengan biaya Rp. 46,695.77 selama 4,3 hari dengan nilai ACER yaitu Rp. 398,543.00.
Persepsi Apoteker terhadap Hambatan dalam Pelayanan Kefarmasian Penyakit Asma Di Apotek: Pharmacist Perception of Barriers in Pharmaceutical Services for Asthma Disease in Pharmacies Amelia Lorensia; Ananda Yudiarso; Nurul Safina
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.127

Abstract

One to improve the services of asthma pharmacy at pharmacies is to know the barrier (pharmacy) pharmacists in the pharmacy services of asthma itself. However, there is still a pharmacist barrier in providing pharmaceutical services of asthma namely Perceived barrier on self-efficacy pharmacist, Perceived barrier on counseling, Perceived barrier on knowledge of the patient, and Perceived barrier on the role of pharmacist. The aim of this research is to know deksriptif and to explore perception of pharmacist to barrier of pharmacy service of pharmacy at pharmacy in Surabaya. This research is a research of mixed methods with sequential explanatory research design. Instruments in this study using questionnaires and interviews. Sampling with non-random sampling method with purposive sampling technique, then the data will be processed descriptively. The sample of research were 53 pharmacists representing 1 pharmacist, 41 pharmacists willing to fill out questionnaires but not willing to interview and 12 pharmacists willing to fill out questionnaires and interviews. Barrier data based on Kritikos et al. (2010), was examined with the most commonly used approach, HBM (Health Believe Model), which is a model of individual health trust in determining the attitude of doing or not doing health behavior. The results of the study show that pharmacists still have barriers in pharmacy services from 4 dimensions, including: self-efficacy, pharmaceutical counseling, perceived knowledge of patients, and the role of pharmacists..
Sitotoksisitas Ekstrak Kayu Beta-Beta (Lunasia amara) pada Sel Kanker Payudara T47D Hasnaeni Hasnaeni; A. Emelda
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.128

Abstract

Penyakit kanker merupakan masalah kesehatan yang utama di dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Kanker menjadi penyebab kematian yang tinggi dan masalah ekonomi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan kanker, namun angka kesakitan dan kematian masih tetap tinggi. Penggunaan obat sintetik dan kemoterapi sering tidak selektif. Bahan anti kanker tidak hanya menyerang sel kanker tetapi juga sel normal sehingga menimbulkan efek samping yang serius (Sausville and Longo, 2005). Hal ini mendorong untuk menemukan obat anti kanker yang lebih selektif dan sensitif. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah dengan eksplorasi terhadap tanaman yang berpotensi sebagai anti kanker. Kayu beta-beta (Lunasia amara) berpotensi sebagai anti kanker karena mengandung senyawa aktif dan efek antioksidan yang tinggi. Oksigen aktif dan radikal bebas berhubungan dengan beberapa kasus secara fisiologi dan patologis seperti kanker, peradangan, kekebalan, penuaan, mutagenik dan karsinogenik. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi dan pengeringan ekstrak dengan rotary eveporator. Pada penelitian akan di lakukan kajian sitotoksisitas dari ekstrak kayu beta-beta dengan menggunakan sel kanker payudara T47D, untuk pengembangan penggunaan tanaman ini sebagai kandidat obat baru untuk kanker. Ekstrak etanol sebagai sampel uji diarahkan untuk pengujian yang berkelanjutan dari tanaman kayu beta-beta
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Fraksi Polar, Semipolar dan Non Polar dari Daun Mangrove Kacangan (Rhizophora apiculata) dengan Metode DPPH dan FRAP Haryoto Haryoto; Alfa Frista
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan mangrove kacangan (Rhizophora apiculata) merupakan salah satu jenis mangrove yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangrove kacangan (R. apiculata) dan mengetahui perbedaan nilai aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP. Ekstraksi daun R. apiculata metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan tiga fraksi diukur dengan metode DPPH dan FRAP dan identifikasi golongan senyawa dengan pereaksi semprot dengan fase diam silika GF254 dan fase gerak nheksan:etil asetat (8:2). Visualisasi dengan reagen dragendroff, FeCl3, anisaldehid, dan sitoborat. Hasil IC50 ekstrak etanol, fraksi polar, fraksi semi polar, fraksi non polar dan vitamin E dengan metode DPPH didapatkan masing- masing 17,60; 119,81; 176,59; 253,03; 9,36 ppm sedangkan untuk metode FRAP didapatkan IC50 masing-masing 18,44; 154,81; 179,40; 259,25; 9,41 ppm. Ekstrak etanol lebih potensial dibandingkan dengan ketiga fraksi. Uji komponen bioaktif ekstrak etanol dan tiga fraksi mengandung golongan flavonoid, tanin, dan terpenoid. Uji statistik dengan paired T-test dihasilkan nilai signifikansi 0,063 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaaan yang signifikan nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangrove kacangan (R. apiculata) dengan metode DPPH dan FRAP.
Uji Aktivitas Analgesik Minyak Ikan Salmon Pada Mencit Putih (Mus Musculus) Jantan Galur Balb/C Dengan Metode Hot Plate Ersanda Praditapuspa; Angelica Kresnamurti; Ana Faizah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.130

Abstract

Nyeri merupakan gejala yang sering terjadi pada manusia, yang bisa dikurangi tanpa kehilangan kesadaran dengan analgesik. Salah satu obat analgesik-antipiretik adalah parasetamol. Jika parasetamol digunakan dalam dosis besar dan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko hepatotoksik. Minyak ikan salmon yang kaya akan omega-3 saat ini telah menjadi salah satu nutrasetikal yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik sentral minyak ikan salmon dengan metode hot plate. Penelitian ini menggunakan mencit putih (Mus musculus) jantan galur BALB/C. Pengamatan waktu latensi ketika mencit diletakkan di atas hot plate dengan suhu 55 ± 0,5°C dilakukan pada saat sebelum pemberian perlakuan, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105 dan 120 menit. Hasil perhitungan %MPE kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok minyak ikan salmon dosis 10 mg/kg BB, 20 mg/kg BB dan 30 mg/kg BB sebesar 2,13%; 72,04%; 34,94%; 46,80% dan 74,59% pada menit ke-60. Ada perbedaan signifikan %MPE pada menit ke-60. Hasil penelitian menunjukkan nilai ED50 minyak ikan salmon sebesar 15,990 mg/kg BB. Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak ikan salmon mempunyai aktivitas analgesik pada mencit putih (Mus musculus) dengan metode hot plate.
Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Metanol Daun Nipah (Nypa fruticans) sebagai Agen Antibakteri Fatimah Az-Zhahra; Nisa Naspiah; Lizma Febrina; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.131

Abstract

Nanopartikel adalah suatu bentuk inovasi penghantaran obat menggunakan metode pereduksi biologi (bioreduktor). Perak merupakan suatu agen antibakteri saat keadaan nano yang memiliki aktivitas lebih baik dibanding bentuk bulknya. Daun nipah (Nypa fruticans) merupakan suatu agen bioreduktor digunakan untuk mereduksi perak menjadi nanopartikel perak (ukuran 60-80 nm). Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli 10,504 mm dan bakteri Staphylococcus aureus 9,393 mm.

Page 11 of 75 | Total Record : 750


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue