cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Uji Aktivitas Antiketombe dan Penyubur Rambut Kombinasi Ekstrak Daun Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan Ekstrak Biji Kakao (Theobroma Cacao) dalam Sediaan Creambath: Anti Dandruff Activity Test and Hair Nourisher Combination of Kalamansi Orange Leaf Extract (Citrofortunella microcarpa) and Cocoa Bean Extract (Theobroma Cacao) in Creambath Tyssa Mariyana; Agung Eru Wibowo; Yunahara Farida
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.579

Abstract

Ketombe adalah suatu kelainan yang ditandai dengan skuamasi yang berlebihan , rasa gatal pada kulit kepala. Salah satu penyebab masalah ketombe adalah berkembangnya jamur dikulit kepala yaitu jamur Pitysporum Ovale (P. Ovale). Selain rasa gatal ketombe bisa menyebabkan kerontokan rambut meskipun tidak menyebabkan kebotakan permanen. Salah satu faktor yang melatarbelakangi adalah daun jeruk kalamansi yang merupakan bahan alam yang mengandung senyawa antijamur yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini mendapatkan kombinasi ekstrak daun jeruk kalamansi dan ekstrak biji kakao dalam formulasi creambath yang memiliki aktivitas anti ketombe dan aktivitas pertumbuhan rambut. Metode penelitian ini dilakukan ke masing masing ekstrak dan menunjukkan uji antijamur ekstrak daun jeruk kalamansi memberikan nilai KHM pada konsentrasi 3,125 % dengan kontrol positif ketokonazol, untuk ekstrak coklat tidak memberikan daya hambat, uji, pengujian pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengoleskan ekstrak pada punggung kelinci dan diukur panjangnya pada hari ke – 7,14, 21 dan 28, dengan kontrol positif Minoxidil, dan menunjukkan ektrak biji coklat dengan konsentrasi 4% memiliki perbedaan bermakna terhadap kontrol negatif. Penelitian dilanjutkan dalam bentuk sediaan creambath formula 1, formula 2, dan formula 3. Formula 1 dan 3 menunjukkan memiliki aktivitas antijamur dan uji pertumbuhan rambut, dari hasil statistik formula 3 menunjukkan perbedaan signifkan terhadap kontrol negatif.
Pengembangan Sediaan Emulgel dari Nanostructured Lipid Carrier (NLC) Tetrahydrocurcumin Sebagai Pencerah: Development of Emulgel Nanostructured Lipid Carriers (NLCs) Tetrahydrocurcumin as an Enlightener Skin Masneli Masri; Deni Rahmat; Agung Eru Wibowo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.580

Abstract

Kosmetik digunakan untuk berbagai tujuan misalnya untuk membuat penampilan menarik. Dari sekian banyak jenis kosmetik yang digunakan, krim pencerah kulit banyak diminati terutama oleh para wanita di Asia, termasuk Indonesia, agar diperoleh tampilan kulit wajah yang putih dan bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi sediaan emulgel pencerah kulit yang mengandung THC-NLC untuk penggunaan topikal. THC-NLC dibuat dengan menggunakan metode emulsifikasi dengan menggunaan campuran antara PEG-8 beexwax (Apifil) sebagai lemak padat, Grapeseed Oil sebagai lemak cair, plantacare sebagai surfaktan dan tween 80 sebagai kosurfaktan. Karakterisasi THC-NLC dilakukan dengan menentukan ukuran partikel, zeta potensial, morfologi dan mengukur aktivitas hambatan enzim tyrosinase. Selanjutnya THC-NLC diformulasi dalam bentuk Emulgel dan dilakukan analisis parameter sediaan dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi morfologi pada pemeriksaan Transmission Electron Microscope (TEM), THC-NLC memiliki bentuk bola dengan diameter 100 nm. Ukuran partikel THC-NLC rata-rata adalah 78,26 nm. Hasil uji inhibisi enzim tirosinase menunjukkan bahwa THC-NLC memiliki nilai IC50 1,1050 mcg/ml, lebih baik dibandingkan dengan Asam kojic sebagai kontrol positif (IC50 51,6663 mcg/ml). Studi in vivo sediaan emulgel THC-NLC menunjukkan tidak ada efek iritasi pada kulit punggung kelinci. Dapat disimpulkan bahwa sediaan emulgel THC-NLC memiliki aktivitas sebagai pencerah dan aman untuk digunakan secara topikal. Cosmetics are used for various purposes for example to make attractive appearance. Of the many types of cosmetics used, skin lightening creams are in great demand, especially by women in Asia, including Indonesia, in order to obtain the appearance of white skin and clean. The objective of this research is to develop a skin lightening formulation that has THC-NLCs and THC-NLCs based emulgel for topical use. THC-NLCs is made using an emulsification method using a mixture of PEG-8 beexwax (apifil) as solid fat, grapeseed Oil as liquid fat, plantacare as surfactant and tween 80 as cosurfactan. THC-NLCs characterization was carried out by determining particle size, zeta potential, morphology and measuring the inhibitory activity of the tyrosinase enzyme. Furthermore, THC-NLCs is formulated in the form of Emulgel and analysis of the preparation parameters and irritation tests. The results showed that the morphological characterization of the Transmission Electron Microscope (TEM), THC-NLC has a round shape with a diameter of 100 nm. The average THC-NLC particle size is 78.26 nm. The results of tyrosinase inhibition test showed that THC-NLC had an IC50 value of 1.1050 mcg / ml, better than kojic acid as a positive control (IC50 51.66663 mcg / ml). In vivo studies of THC-NLC emulgel preparations showed no irritating effect on the rabbit's back skin. It can be concluded that THC-NLC emulgel preparations have a lightening activity and are safe for topical use.
Efikasi dan Keamanan dari Pancreatic Enzyme Replacement Therapy pada Pasien Cystic Fibrosis : Sebuah Kajian Sistematis: Efficacy and Safety of Pancreatic Replacement Therapy (PERT) for patient with Cystic Fibrosis: A Systematic Review Ni Made Suastini; Fauna Herawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.582

Abstract

ABSTRAK Sekitar 80-90% pasien cystic fibrosis akan mengalami pancreatic insuffiency. Keadaan ini akan menyebabkan terjadinya malabsorpsi lemak dan protein dan akan berpengaruh pada status nutrisi dari pasien. Terapi dari terjadinya pancreatic insufficiency ini adalah dengan pemberian pancreatic enzyme replacement therapy (PERT) untuk meningkatkan absorpsi dari lemak dan juga protein pada pasien cystic fibrosis. Tujuan dari kajian sistematis ini adalah untuk mengetahui efikasi dan keamanan dari pemberian terapi PERT pada pasien yang mengalami pancreatic insufficiency pada pasien cystic fibrosis sehingga dapat dijadikan acuan atau pedoman dalam pemberian terapi PERT. Proses penelusuran pustaka melalui PUBMED dan Cohcrane Library menggunakan kata kunci PERT dan Cystic Fibrosis dengan Boolean operator “AND”. Penelitian yang terpilih sebanyak 14 dengan kriteria berupa RCT, pasien segala usia, pasien cystic fibrosis dengan pancreatic insufficiency, dan membandingkan PERT dengan plasebo atau formulasi lain. Dari empat belas penelitian semua studi memperlihatkan peningkatan % CFA dari pemberian terapi PERT. Peningkatan % CFA dari semua studi mencapai rentang > 60% sampai > 80%. Studi yang membandingkan sediaan PERT dengan plasebo menunjukan hasil bahwa PERT mampu meningkatankan % CFA menjadi > 70% sementara plasebo memiliki % CFA sekitar 40% dan pemberian terapi PERT dinilai relatif aman dan dapat ditoleransi oleh pasien dengan cystic fibrosis. ABSTRACT Approximately 80-90% patients with cystic fibrosis will experience pancreatic insufficiency. This condition will cause the malabsorption of fats and proteins and will affect the nutritional status of the patients. Therapy of pancreatic insufficiency is by administering of pancreatic enzyme replacement therapy (PERT) to increase absorption of fat and protein in patients with cystic fibrosis. This systematic review aimed determine the efficacy and safety of the administration of PERT in patients who experience pancreatic insufficiency with cystic fibrosis, and this systematic review can be used as reference or guideline in the administration of PERT. The search strategy was undertaken using PUBMED and Cochrane Library, and the search term were “PERT” and “Cystic Fibrosis” wich were combines with the use of Boolean operator “AND”. In total, 14 studies were include in the final review with criteria is RCT, patients of any age, patients with cystic fibrosis and pancreatic insufficiency, and compared to placebo or other formulations. All studies showed an increase in the % CFA from administration of PERT. the increase of % CFA from all studies reached a range of > 60% to > 80%. Studies comparing PERT and placebo showed that PERT was able to increase of % CFA to > 70% while placebo had % CFA about 40% and PERT therapy was considered relatively safe and well tolerated by patients with cystic fibrosis.
Epidemiologi Karakteristik Pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara pada Bulan Juli-Desember 2020: Epidemiological Characteristics of COVID-19 Patients in Kutai Kartanegara in July-December 2020 Kevin Sanjaya; Swandari Paramita; Muhammad Rizqan Khalidi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.604

Abstract

Pada awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan ditemukannya COVID-19. Sejak kasus COVID-19 di Indonesia pertama kali diumumkan, kasus tersebut masih mengalami peningkatan hingga sekarang. Kutai Kartanegara merupakan salah satu kabupaten dengan kasus COVID-19 terbanyak di Kalimantan Timur. Hal tersebut merupakan dampak dari banyaknya perusahaan pertambangan di Kutai Kartanegara yang menyebabkan terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui epidemiologi karakteristik pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara selama periode Juli-Desember 2020 dengan total 4787 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil pada penelitian ini didapatkan kelompok usia terbanyak adalah 21-30 tahun yaitu sebanyak 1063 pasien (22,2%) dan rata-rata usia adalah 33.79 ± 16.23 tahun dengan rentang usia pasien yang terinfeksi adalah 0-93 tahun. Sebanyak 54,5% merupakan laki-laki dan 73,3% kasus merupakan asimptomatik. Kasus perjalanan berjumlah 320 kasus (6,7%) dengan riwayat perjalanan terbanyak berasal dari Jawa Tengah (26,3%). Jumlah kasus kematian sebanyak 94 pasien (1,96 %) dengan rata-rata usia adalah 54.99 ± 11.374 tahun dan mayoitas merupakan laki-laki (60,8%) serta memiliki penyakit penyerta (94,7%).
Faktor Penyebab Perbedaan Selisih Klaim Negatif Tarif Ina-Cbgs dengan Tarif Riil di RSUD Dr. Moewardi: Factors Causing Differences in Difference between Ina-Cbgs Rates of Negative Claims and Real Tariffs at RSUD Dr. Moewardi Yeni Tri Utami; Nabilatul Fanny
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.605

Abstract

RSUD Dr. Moewardi sebagai rumah sakit tipe A di wilayah Surakarta pada Tribulan 1 2020 didapatkan hasil selisih klaim negatif dari 2680 berkas tersebut sebesar Rp.-14.813.367.921. Salah satu kasus yang menyebabkan selisih negatif tinggi adalah kasus obgyn dengan tindakan Cesarean Section yaitu sejumlah 73 berkas yang menyebabkan selisih negatif sebesar Rp.-361.971.358. Besarnya biaya selisih negatif ini dapat menyebabkan Rumah sakit mengalami kerugian. Metode dalam penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan cross sectional yaitu meneliti data secara langsung pada saat penelitian. Populasi penelitian adalah berkas klaim BPJS pada Triwulan ke 1 pada bulan Januari-Maret 2020 yang mempunyai selisih Negatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode Purposive sampling dengan kriteria inklusi berkas klaim yang memiliki selisih negatif kasus obgyn dengan tindakan Cesarean Section dengan kode Ina-Cbgs (O-6-11-I, O-6-11-II, O-6-11-III) dan kriteria eksklusi berkas klaim negatif dengan kasus obgyn tidak menggunakan tindakan Cesarean Section dan berkas klaim negatif dengan kasus bukan obgyn. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 73 berkas. Analisis faktor penyebab perbedaan besarnya selisih klaim negatif yang terdiri dari Kelas perawatan, Severity level, LOS (Length Of Stay), dan Jumlah diagnosis komplikasi akan diuji menggunakan One way ANOVA dengan menggunakan program IBM SPSS 22. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kelas perawatan nilai p-value tidak signifikan karena 0,338 >0,05, severity level nilai p-value tidak signifikan karena 0,796 >0,05, Los (Length Of Stay) nilai p-value signifikan karena 0,000 <0,05, jumlah diagnosis komplikasi nilai p-value tidak signifikan karena 0,443 >0,05. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkatan LOS dengan besaran selisih klaim negatif antara biaya riil dengan tarif Ina-Cbgs. Tidak terdapat perbedaan tingkatan kelas, severity level, dan jumlah diagnosis komplikasi dengan besaran selisih klaim negatif antara biaya riil dengan tarif Ina-Cbgs.
Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Kitosan Ekstrak Sari Buah Juwet (Syzygium cumini) menggunakan metode Gelasi Ionik: Formulation and characterization of Chitosan Nanoparticle of Juwet (Syzygium cumini) Fruit Extract Using Ionic Gelation Method Wahida Hajrin; Wayan Cintya Ganes Budastra; Yohanes Juliantoni; Windah Anugrah Subaidah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.614

Abstract

Syzygium cumini (S. cumini) fruits have a high potential to be developed as medicine because of their polyphenol content. Polyphenol is easily degraded so that its stability needs to be increased through the formation of nanoencapsulation. The aim of this study was to determine the formula of SBJ nanoparticles which has good characteristics. The formula was determined using a pseudoternary phase diagram based on the %transmittant and %EE. Nano SBJ was characterized for % transmittant ,% EE, polydispersity index, and zeta potential. The formula of Nano SBJ obtained chitosan, SBJ extract, and Na TPP were 0.347%, 0.627%, and 0.047%, respectively. The characterization of Nano SBJ were % EE was 30.72%, the mean diameter of particles was 138.1 ± 7.9 nm, PdI was 0.839 ± 0.043, and zeta potential was 34.9 ± 1.2 mV. Nano SBJ has nano-sized particles and has good stability, but low in entrapment efficiency.
Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Relationship Between Sleep Quality and Stress Level in Student of Medical Faculty of Mulawarman University Muh. Rijal Muttaqin; Denny Jeffry Rotinsulu; Sulistiawati Sulistiawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.618

Abstract

Sleep is an important biological process for optimal life and health. Good quality of sleep will make the body feel refreshed and fit again when waking from sleep. Sleep quality which is an important factor for health consists of quantitative components, such as sleep duration, as well as qualitative components such as sleep latency, sleep disturbances, and daytime dysfunction. Poor sleep quality can interfere with the neuroendocrine function of the stress response, leading to the occurrence of stress-related disorders such as depression and mood disorders. This study, which uses observational analytical methods with a cross-sectional approach, aims to determine the relationship between sleep quality and stress levels in students of the Faculty of Medicine, Mulawarman University. Sleep quality measured by Pittsburgh’s Sleep Quality Index questionnaire and stress level measured by Perceived Stress Scale questionnaire with the help of google form. The research sample consisted of students of the Faculty of Medicine of Mulawarman University which amounted to 353 students from the class of 2017, 2018, 2019 and 2020 Medical Studies Program. The results showed that more students of Mulawarman University Faculty of Medicine had poor sleep quality (75.9%), and experienced moderate stress levels (75.1%). Moderate stress levels were most experienced by respondents who had poor sleep quality (60.9%) with a value relationship of p= 0.000. It can be concluded that there is a significant relationship between sleep quality and stress levels in students of the Faculty of Medicine, Mulawarman University.
Uji Aktivitas Antibakteri Hasil Fermentasi Bakteri Endofit Umbi Talas (Colocasia esculenta L) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa : Potential of Antibacterial Compound Fermentation of Endophytic Bacteria from Taro Tuber (Colocasia esculenta L.) againts Pseudomonas aeruginosa Desi Purwaningsih; Destik Wulandari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.622

Abstract

Bacterial endophyte is an endosimbiont which lives within host plans without causing apparent disease on its host plans. Some endophytic bacteria found in plants have the capability to produce potential compounds as antibacterial. This study aimed to determine the antibacterial activity of the endophytic bacteria fermentation from the tubers of taro plants and determine the optimum time of fermentation which produce the highest antibacterial activity. This research was initially started by producing the suspension of the endophytic bacteria and test bacteria. The suspension that had been made then was used to characterize and identify the endophytic bacteria and test bacteria. Identification methods include colony identification, Gram staining, Spore staining and biochemical tests planted on MCH, SIM, LIA and Citrate mediums. The fermentation was then carried out to produce secondary metabolite compounds which were utilized to examine the antibacterial activity against Pseudomonas auriginosa. The antibacterial activity test was conducted by the disk diffusion assay. The results of the antibacterial activity assay showed that Bacillus siamenssis and Bacillis subtilis were both able to produce secondary metabolites that have potential as antibacterial against Pseudomonas earuginosa. The highest value was achieved by 72 hours fermentation time with a value of 8.7 by Bacillus siamensis. The endophytic bacteria Bacillus subtilis had the highest activity value at 48 hours fermentation time with an average of diameter of inhibition zone of 8.97.
Hubungan Usia dengan Stadium Saat Diagnosis Penderita Kanker Kolorektal di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Relationship of Age and Stadium when Diagnosed of Cholorectal Cancer at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Sri Jatul Zannah; Ignatia Sinta Murti; Sulistiawati Sulistiawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.629

Abstract

Abstract Background: Colorectal cancer is a malignancy originating from the colon tissue. The incidence of colorectal cancer was recorded at 396,914 new cases with 234,511 deaths and the fourth rank of all types of cancer cases in Indonesia. This study aims to determine the relationship between age and histopathological features and stage when diagnosed with colorectal cancer at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda. Methods: The study design was retrospective analytic with a cross sectional study approach. The research data came from the medical records of colorectal cancer patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda in 2017-2020. Results: A total sample size of 71 samples. Data analysis statistically showed the relationship between age and stage at diagnosis with p = 0.004 (p = 0.05). Conclusion: The relationship between age and stage at diagnosis of colorectal cancer patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda. Keywords: Colorectal Cancer, Age, Stage
Efek Induksi Proliferasi Sel Osteoblas Tulang Trabekular Mencit Jantan oleh Ekstrak Etanol 96% Daun Semanggi (Marsilea crenata Presl.): Induction Effect of Proliferation of Osteoblas Cells Trabecular Bone Male Mice by 96% Ethanol Extract of Semanggi Leaves (Marsilea crenata Presl.) Agnis Pondineka Ria Aditama; Faisal Akhmal Muslikh; Izza Nailia Shirvi; Firsta Roisatul Islamiyah; Kurniawan Hidayat Perdana Putra; Fidia Rizkiah Inayatilah; Weka Sidha Bhagawan; Burhan Ma’arif; Asri Wido Mukti; Asti Rahayu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.634

Abstract

Osteoporosis adalah kondisi penurunan kepadatan mineral tulang dan berisiko patah tulang yang disebabkan oleh defisiensi estrogen. Fitoestrogen adalah senyawa pada tanaman yang memiliki kemampuan berikatan dengan reseptor estrogen untuk menggantikan fungsi estrogen. Daun M. crenata Presl. diketahui mengandung senyawa fitoestrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan ekstrak etanol 96% daun M. crenata Presl. dapat meningkatkan jumlah sel osteoblas tulang trabekular femur dan vertebra pada mencit yang mengalami osteoporosis. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian ekstrak etanol 96% daun M. crenata Presl. dosis 1,2; 2,4; 4,8; dan 9,6/20 g BB mencit/hari. Analisis dilakukan dengan cara pemeriksaan histomorfometri menggunakan pewarnaan HE, dan pengamatan sel osteoblas menggunakan mikroskop cahaya Olympus dengan software optilab. Data dianalisis menggunakan metode one way ANOVA. Hasil yang didapat yaitu kelompok PIV dengan dosis 9,6/20g BB mencit/hari dapat meningkatkan jumlah rerata sel osteoblas dengan nilai tertinggi yaitu 224,60 pada tulang trabekular femur dan 540,11 pada trabekular vertebra. Nilai perhitungan ED50 ekstrak etanol 96% daun M. crenata Presl. yaitu 1,908 mg pada tulang trabekular femur dan 2,878 mg pada tulang trabekular vertebra

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue