cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Efek Penghambatan Ekspresi ER? Bebas oleh Fraksi n-Butanol Daun Semanggi (Marsilea crenata Presl.) pada Sel hFOB 1.19: Inhibitory Effect of Free-ER? Expression by n-Butanol Fraction of Semanggi (Marsilea crenata Presl.) Leaves on hFOB 1.19 Cells Burhan Ma’arif; Agnis Pondineka Ria Aditama; Faisal Akhmal Muslikh; Dewi Perwito Sari; Ira Purbosari; Hening Laswati; Mangestuti Agil
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.635

Abstract

Wanita pascamenopause dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, diantaranya adalah osteoporosis yang diakibatkan karena gangguan produksi hormon estrogen dalam tubuh. Salah satu alternatif yang muncul dan berpotensi untuk menggantikan hormon estrogen adalah fitoestrogen. Daun M. crenata diketahui mengandung senyawa fitoestrogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fraksi n-Butanol daun M. crenata dalam meningkatkan aktivitas osteoblas pada proses pembentukan tulang terhadap sel hFOB 1.19. Penelitian ini menggunakan metode ICC dengan bantuan instrumen CLSM. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian fraksi n-Butanol dengan varian konsentrasi62,5; 125; dan 250 ppm, serta pemberian genistein sebagai kontrol positif pada sel hFOB 1.19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi n-Butanol daun M. crenata memiliki kandungan senyawa estrogenik sebagai agen untuk meningkatkan aktivitas osteoblas melalui penurunan ekspresi ER? bebas sel hFOB 1.19 dan konsentrasi 62,5 ppm sebagai konsentrasi optimal dengan nilai ekspresi 594.108 AU.
Aktivitas Fisik dan Risiko PPOK pada Pengemudi Becak di Surabaya: Physical Activities and COPD Risks in Pedicab Drivers in Surabaya Amelia Lorensia; Rivan Virlando Suryadinata; Noer Lailatul Istiqomah; I Nyoman Yoga Diputra
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.639

Abstract

Pedicab drivers have low economic level and smoking is a social habit that very risk of experiencing lung function disorders, but are also classified as having routine physical activity while pedaling the rickshaw. The purpose was to determine physical activity and risk of COPD from the value of lung function in pedicab drivers in Surabaya. The research design was cross-sectional research in March-December 2018. The location used was in the vicinity of the Surabaya area. The research variables included: pulmonary function disorders by measuring spirometry and physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). The data analysis was descriptive. The total respondents were men, amounting to 188 people. Most of the respondents had moderate lung function disorders at 82.45%. Respondents with impaired lung function had high physical activity profile of 1 person (0.61%); moderate physical activity profile was 155 people (95.09%) and and low physical activity profile was 7 people or 4.29%. Respondents with non-impaired lung function have a moderate physical activity profile of 25 people (100%). Therefore, it was necessary to further research the factors that can affect the decline in lung function of pedicab drivers in addition to physical activity.
Prediksi Aktivitas Fitoestrogenik Senyawa Golongan Flavonoid terhadap Receptor Estrogen ? (ER- ?) dengan pendekatan In Silico: Prediction of Phytoestrogenic Activity of Flavonoid Compounds against Estrogen Receptor ? (ER- ?) with In silico approach Denis Mery Mirza; Burhan Ma’arif; Ira Purbosari; Suko Hardjono; Mangestuti Agil
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.640

Abstract

Tubuh manusia akan mengalami penuaan dan menyebabkan kenaikan resiko penyakit dan pada akhirnya menyebabkan kematian. Fenomena tersebut dapat muncul salah satunya akibat penurunan homeostasis tubuh karena menurunnya hormon estrogen. Salah satu senyawa yang berpotensi mengatasi keadaan tersebut adalah fitoestrogen dari golongan flavonoid. Potensi senyawa flavonoid dengan aktivitas fitoestrogenik, dapat diketahui dengan melakukan pengamatan In silico terhadap Estrogen Receptor ? (ER-?) dengan molecular docking. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme senyawa fitoestrogen melalui jalur ER-dependent lain seperti ER-?. Tahapan molecular docking dilakukan menggunakan plug-in Autodock Vina dalam PyRX 0.8. Hasilnya diketahui senyawa apigenin, quercetin, kaempferol, katekin, genistein dan daidzein memiliki interaksi agonis terhadap ER-?. Interaksi yang diperoleh dapat menggambarkan bahwa senyawa tersebut mampu memberikan aktivitas estrogenik ketika membentuk ikatan ligan reseptor.
Hubungan antara Penyakit Arteri Perifer dan Kadar Hba1c dengan Tindakan Amputasi Ekstremitas pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Relationship between Peripheral Arterial Disease and HbA1c Levels with Amputation of Extremities in Diabetic Foot Ulcer Patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Ayu Wira Oktalia; Yuliana Rahmah Retnaningrum; Siti Khotimah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.641

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah luka kronik pada daerah di bawah pergelangan kaki, yang meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan mengurangi kualitas hidup pasien. Prevalensi penderita diabetes melitus dengan ulkus kaki diabetik di Indonesia sekitar 15% dan angka amputasi penderita ulkus kaki diabetik 30%. Dengan mengontrol kadar HbA1c, perkembangan neuropati diabetik dan penyakit arteri perifer yang merupakan faktor risiko amputasi ektremitas dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara penyakit arteri perifer dan kadar HbA1c dengan tindakan amputasi ekstremitas pada pasien ulkus kaki diabetik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Desain penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional potong lintang dengan pendekatan retrospektif. Sampel dipilih secara acak sederhana sebanyak 49 sampel. Data sampel diperoleh dari data rekam medis di RSUD Abdul Wahab Sjarharnie tahun 2017-2020. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher dan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan amputasi pada pasien ulkus kaki diabetik memilki hubungan yang signifikan secara statistik dengan penyakit arteri perifer (p = 0,022; PR = 2,925; 95%CI = 1,316 – 6,501) dan kadar HbA1c (p = 0,024; PR = 4,138; 95%CI = 1,037 – 16,519).
Hubungan Sosio-Demografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kota Tegal tentang COVID-19: Socio-Demographic Relationship with the Level of Knowledge of the People of the City of Tegal about COVID-19 Agus Susanto; Ratih Sakti Prastiwi; Kristy Natalia Suwito; Ulfatul Latifah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.644

Abstract

COVID-19 has developed into a pandemic and the transmission chart of this new type of disease has ups and downs from day today. The duration of handling COVID-19 is related to the public's level of awareness and knowledge about COVID-19 and its prevention procedures. The level of public awareness and knowledge cannot be separated from socio-demographic factors. This study aims to analyze whether there is a relationship between socio-demography and the level of public knowledge about COVID-19. This study is a cross-sectional study, with a total sample size of 313. The subjects of this study were the people of Tegal City with a minimum age of 18 years. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed that most of the respondents' knowledge level was at a sufficient level (71.25%). This study also shows that there is no relationship between gender and age with the level of knowledge (p-value 0.184 & 0.147), while between education and work and the level of knowledge (p-value 0.000 & 0.009). The level of public knowledge is still at the intermediate level, so health promotion activities are needed to raise awareness about COVID-19.
Efek Pemberian Hydrotherapy untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Sebuah Tinjauan Literatur: Effects of Presenting Hydrotherapy to Lower Blood Pressure in Hypertensive Patients: A Literature Review Rini Angraini; Andi Masyitha Irwan; Rosyidah Arafat
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.647

Abstract

Sebanyak 53% penderita hipertensi tidak dapat mengontrol tekanan darahnya, sehingga berisiko terjadi komplikasi. Saat ini pengobatan hipertensi dengan modifikasi gaya hidup dan farmakologis. Strategi pengobatan farmakologis direkomendasikan, namun adanya efek samping yang dapat menjadi alasan utama tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Salah satu terapi komplementer untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah dengan hydrotherapy. Hydrotherapy mudah untuk semua orang, tidak mahal, tidak memiliki efek samping yang berbahaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk mengidentifikasi efek pemberian hydrotherapy dalam menurunkan tekanan darah pada hipertensi dengan berbagai penelitian yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pencarian literatur menggunakan: PubMed, Sciencedirect, Proquest, EBSCO host, Wiley, dan Garuda. Berfokus pada Hydrotherapy untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi, dipublikasikan pada tahun 2010 sampai 2020, full text, berbahasa Inggris dan Indonesia. Daftar periksa CASP digunakan untuk menganalisis setiap artikel. Sepuluh studi teridentifikasi dan dimasukkan dalam tinjauan literatur yaitu latihan akuatik pada wanita hipertensi pasca menopause dapat menurunkan tekanan darah, latihan air wanita yang lebih tua lebih efektif pada hipertensi yang tidak diobati, latihan berbasis air panas berefek pada penurunan tekanan darah hipertensi resisten, latihan aerobik air dapat mengurangi tekanan darah sistolik pada hipertensi esensial, latihan pemanasan berbasis air mengurangi tekanan darah dalam 24 jam pada hipertensi resisten, latihan berbasis air efektif menurunkan tekanan darah dengan usia lebih tua, pelatihan gabungan berbasis air dapat memperbaiki tekanan darah sistolik, hydrotherapy berefek terhadap penurunan rata - rata tekanan darah sistolik dan diastolik dan perendaman kaki dalam air hangat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hydrotherapy dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada hipertensi. Sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan tambahan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata kunci: Hydrotherapy;Hipertensi; Tekanan darah. As many as 53% of people with hypertension cannot control their blood pressure, so they are at risk of complications. Currently the treatment of hypertension is with lifestyle and pharmacological modifications. Pharmacological treatment strategies are recommended, but side effects can be the main reason for non-adherence to treatment. One of the complementary therapies to control and lower blood pressure with hydrotherapy. Hydrotherapy is easy for everyone, inexpensive, has no harmful side effects and can be done at home. The aim of this literature review is to identify the effect of hydrotherapy in lowering blood pressure in hypertension with various relevant studies. The method used was literature review with literature search using: PubMed, Sciencedirect, Proquest, EBSCO host, Wiley, and Garuda. Focusing on Hydrotherapy to lower blood pressure in hypertension, published in 2010 to 2020, full text, in English and Indonesian. The CASP checklist was used to analyze each article. Ten studies were identified and included in the literature review, namely aquatic exercise in postmenopausal hypertensive women can lower blood pressure, older women water exercise is more effective in untreated hypertension, hot water-based exercise has an effect on lowering blood pressure in resistant hypertension, water aerobic exercise can reduce systolic blood pressure in essential hypertension, water-based warm-up exercises reduce blood pressure within 24 hours in resistant hypertension, water-based exercises can effectively lower blood pressure with older age, combined water-based training can improve systolic blood pressure, hydrotherapy has an effect on lowering the average - average systolic and diastolic blood pressure and soaking the feet in warm water. The results of this study indicate that Hydrotherapy can reduce systolic and diastolic blood pressure in hypertension. So that it can be used as an additional treatment to lower blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Hydrotherapy;Hypertention; blood pressure.
Pengaruh Irama Sirkadian Terhadap Memori Jangka Pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: The Effect of Circadian Rhythm on Short-Term Memory in Medical Study of the Medical Faculty of Mulawarman University Muhammad Fachrian Akbar; Agustina Rahayu Magdaleni; Hary Nugroho; Endang Sawitri; Arie Ibrahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.653

Abstract

ABSTRACT Short-term memory is a form of cognitive function to store information in a short time, which is important to support daily work and learning activities. Circadian rhythm is a physical, mental, and behavioral changes that occurs in 24-hour daily cycle which is believed to be a factor that affecting short term memory , for example sleep-wake cycle. This study was aimed to determine the effect of routinity of aerobic on short-term memory in students at the Faculty of Medicine, University of Mulawarman. This analytic observational study with cross-sectional method used 94 male respondents at the Faculty of Medicine, Mulawarman University, consisting of the Medical Study Program, Dentistry Study Program, and Nursing with stratified random sampling technique. The research results showed the most circadian rhythm type is night chronotype as many as 71 people (76%) (p=0.031). Short-term memory scores were obtained by 41 people (44%) on good category and 53 people (56%) on bad category. It was concluded that there is an effect of circadian rhythm on short-term memory in Medical Study of The Medical Faculty of Mulawarman University. Keyword : Circadian rhythm, Short-term memory, Medical student, Scenery Picture Memory Test (SPMT) ABSTRAK Memori jangka pendek merupakan bentuk fungsi kognitif untuk menyimpan informasi yang tersedia dalam waktu yang singkat dimana hal ini penting untuk menunjang aktivitas pekerjaan maupun pembelajaran sehari-hari. Irama sirkadian adalah suatu perubahan fisik, mental, dan perilaku yang tejadi mengikuti siklus harian 24 jam yang diyakini sebagai faktor yang mempengaruhi memori jangka pendek, contohnya seperti siklus bangun tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobik rutin terhadap memori jangka pendek pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang ini menggunakan 94 responden laki-laki di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang terdiri atas Program Studi Kedokteran, Program Studi Kedokteran Gigi, dan D3 Keperawatan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukan tipe irama sirkadian terbanyak ialah kronotipe malam yaitu 71 orang (76%) dengan nilai p = 0,031. Nilai memori jangka pendek didapatkan 41 orang (44%) dalam kategori baik dan 53 orang (56%) kategori tidak baik. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh irama sirkadian terhadap memori jangka pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Kata Kunci : Irama sirkadian, Memori jangka pendek, Mahasiswa kedokteran, Scenery Picture Memory Test (SPMT)
Hubungan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Selama Terapi Radiasi dengan Respon Tumor pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Association Between Hemoglobin Levels Before and During Radiation Therapy in Cervical Cancer Patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Luthfa Hubbalkhairi Ulfa; Andriansyah Andriansyah; Abdillah Iskandar
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.659

Abstract

Kanker serviks menempati peringkat ke empat jenis kanker pada wanita yang paling umum, dimana kasus baru kanker serviks lebih sering muncul di negara berkembang dibanding negara maju, yaitu sebesar 76% kasus pada semua kelompok usia. Di Indonesia kanker serviks merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi. Pengobatan utama pada pasien kanker serviks adalah operasi atau radiasi. Terapi radiasi sendiri dapat menyebabkan penurunan proses pembentukan sel-sel darah merah sehingga sel darah merah akan menurun. Secara fisiologis, penurunan kadar hemoglobin dapat mendorong pertumbuhan tumor dan merusak respons terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi radiasi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian analitik observasional dengan metode cohort dilakukan pada 102 pasien kanker serviks yang melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum terapi dan selama terapi radiasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah 50-59 tahun (45.1%). Hasil uji statistik menunjukkan variabel yang tidak berhubungan adalah kadar hemoglobin sebelum terapi (p = 0.572) dan kadar hemoglobin selama terapi (p = 0.466). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks.
Hubungan Kepadatan Batu Menurut Hounsfield Unit (HU) dengan Komposisi Batu Saluran Kemih di Poli Urologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Association Between Stone Density According to Hounsfield Unit (HU) with Urinary Tract Stone at Urology Clinic of Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Alief Fikri Rusdi; Boyke Soebhali; Hary Nugroho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.660

Abstract

Batu saluran kemih (BSK) atau urolithiasis adalah suatu kondisi patologis yang ditandai dengan keberadaan batu di traktus urinarius. Di Indonesia, BSK merupakan salah satu dari tiga penyakit yang terbanyak di bidang urologi. Umumnya pasien BSK mengeluhkan nyeri pada pinggang. Untuk menegakkan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan radiologi dengan menggunakan CT-Scan yang dapat memberikan hasil pencitraan yang lebih baik dibandingkan foto konvensional dan ultrasonografi. Selain dapat menentukan ukuran dan letak dari batu, CT-Scan juga dapat mengukur kepadatan dari batu dengan Hounsfield Unit (HU). Hounsfield Unit juga telah digunakan untuk menentukan komposisi dan opasitas dari batu saat dilakukan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kepadatan batu menurut HU dengan komposisi batu saluran kemih di poli urologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian dengan metode cross sectional dilakukan pada 30 pasien BSK. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney atar menemukan kelompok yang memiliki hubungan adalah kalsium oksalat-asam urat (p=0.000) dan asam urat-struvit (p=0.013), sedangkan kelompok kalsium oksalat-struvit tidak memiliki hubungan (p=0.132).
Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Kadar Kreatinin dan Ureum Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin: Effectiveness of Ethanol Extract of Papaya Peel (Carica papaya L.) on Creatinine and Ureum Levels of Male White Rats (Rattus norvegicus) Induced by Streptozotocin Recky Patala; Yunlis Silintowe Kenta; Irnawati Irnawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.661

Abstract

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi penyakit ginjal adalah Diabetes Melitus. Diabetes Melitus yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler yang disebut dengan nefropati diabetik. Gangguan fungsi ginjal tersebut diukur dengan Glomerular Filtration Rate (GFR). Dimana penurunan GFR diikuti dengan kenaikan kadar kreatinin dan ureum darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) serta dosis berapakah ekstrak kulit buah pepaya memberikan pengaruh terhadap kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari 5 ekor hewan uji. Kelompok I kontrol normal (suspensi Na CMC 0,5%). Kelompok II kontrol negatif (streptozotocin 40 mg/kg BB). Kelompok III diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 100 mg/kg BB. Kelompok IV diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 200 mg/kg BB dan kelompok V diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 28 hari dan dilakukan pengukuran kadar kreatinin dan ureum pada hari ke- 14, 21 dan 28. Analisis data yang digunakan yaitu One Way Anova dan uji lanjut LSD menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid dan saponin serta ekstrak etanol kulit buah pepaya menunjukkan adanya efek penurunan kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan pada dosis 400 mg/kg BB.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue