Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Karakteristik Pasien Ketoasidosis Diabetik Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Muhammad Wiryansyah; Yuliana Rahmah Retnaningrum
Unram Medical Journal Vol 10 No 3 (2021): Jurnal Kedokteran volume 10 nomor 3 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v10i3.554

Abstract

Background: The Corona Virus Disease-19 (COVID-19) pandemic has put obstacles in management of diabetes mellitus (DM) thus making patients more susceptible to complications, including diabetic ketoacidosis (DKA). DKA cases during the pandemic have been reported to increase and could be precipitated by COVID-19. This study aims to determine the characteristics of DKA patients before and during pandemic at Regional Public Hospital Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Methods: This study uses a descriptive observasional design with total sampling method. The variables studied were demography, clinical, laboratory examination, and type of infection. Result: 59 patients were met the criteria (17 during pandemic vs 42 before pandemic). Adult age group (58,82% & 71,43%), female (64,7% & 66,67%), and DM type 2 (58,82% & 71,43%) were dominant in both groups. During the pandemic, cases of severe DKA were relatively high (82,35% vs 76,19%). Mortality was relatively decreased (23,52% & 45,23%), but still higher than other studies. Blood glucose levels, HbA1c, HCO3-, pCO2, anion gap, and leukocytes were relatively higher before the pandemic. Even so, we found higher levels of pH, ketonuria, urea, and creatinine during the pandemic. Among both group, almost all patients had history of infection that precipitate DKA (94,11% & 92,85%) with sepsis as the most common type of infection. However, we not found that Severe Acute Respiratory Syndrome-Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) infection triggers DKA in this study. Conclusion: The COVID-19 pandemic has an impact on clinical and outcome of DKA patients
Hubungan Pekerjaan dan Perilaku Terhadap Kejadian Malaria di Puskesmas Sotek Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Ika Sari Oktafiani; Carta Agrawanto Gunawan; Riries Choiru Pramulia Yudia; Vera Madonna Lumban Toruan; Yuliana Rahmah Retnaningrum
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v9i1.8074

Abstract

Malaria masih sebagai ancaman terhadap status kesehatan masyarakat terutama pada masyarakat yang hidup di daerah terpencil. Malaria merupakan penyakit yang diakibatkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pekerjaan dan perilaku terhadap kejadian malaria pada penderita malaria di Puskesmas Kelurahan Sotek Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara tahun 2020 dan 2021. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional. Data sampel penelitian ini didapatkan dari kuisioner dan data rekam medik pasien di Puskesmas Sotek dengan menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 94 sampel, yaitu 41 kasus malaria falciparum, 35 kasus malaria vivaks, dan 18 kasus malaria infeksi campuran. Analisis bivariat dengan menggunakan uji pearson chi-square menyatakan terdapat hubungan antara pekerjaan (p=0,018), perilaku (p=0,009), menggunakan kawat kasa anti nyamuk (p=0,04), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,019), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p=0,026), kebiasaan menggunakan kelambu saat tidur dimalam hari (p=0,046), minum obat malaria (p=0,006), segera berobat ke dokter atau petugas kesehatan bila demam dan menggigil (p=0,013), serta tidak terdapat hubungan antara menggunakan pakaian tertutup (p=0,832), menggunakan obat nyamuk bakar, semprot maupun elektrik (p=0,971), menggunakan repelan (p=0,623), dan berperan dalam kegiatan gotong royong (p=0,775) dengan kejadian malaria. Berdasarkan analisis bivariat bahwa adanya hubungan antara pekerjaan dan kejadian malaria, serta adanya hubungan antara perilaku dan kejadian malaria di Puskesmas Sotek Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara.
Hubungan ESBL dengan Lama Rawat Inap pada Pasien Ulkus Kaki Diabetes Melynda Dyah Pratiwi; Yuniati Yuniati; Yuliana Rahmah Retnaningrum
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v7i2.1053

Abstract

Diabetic Foot Ulcer (DFU) is a condition of foot ulcers caused by neuropathy disorders. The prevalence of DFU in Indonesia is around 15% with an amputation rate of 30% and a mortality rate of 32%. DFU is known as a chronic wound with a long healing time. Infection with Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) is an important predictor in determining the optimal antibiotic regimen. The study aim was to determine the association between ESBL infection with length of stay in DFU patients at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda. This study used analytical observational method with a cross-sectional study approach. The research data were gathered from the medical records of DFU patients at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Samarinda from the period of 2020–2022 with a purposive sampling method. There were 108 patients selected as samples through inclusion and exclusion criteria. The statistical bivariate analysis was performed using Chi-Square test. The results showed that there was no association between ESBL (p=0.676) towards length of stay in DFU patients at Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Samarinda.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN URINALISIS PADA PASIEN NEFROPATI DIABETIK DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Ardaningtyas, Dheajeng Putri; Retnaningrum, Yuliana Rahmah; Hoopmen, Hoopmen
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14108

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit serius, kronis, atau jangka panjang  yang terjadi ketika kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat  menggunakan insulin yang diproduksi tubuh secara efektif. DM termasuk dalam 10 besar penyebab kematian di dunia pada tahun 2021. Nefropati diabetik atau penyakit ginjal akibat diabetik merupakan salah satu komplikasi DM tersering, sebanyak 20-40 % pasien DM tipe 2 akan mengalami progresivitas menderita komplikasi ini. Nefropati diabetik adalah salah satu penyebab utama End Stage Renal Disease (ESRD) dan menyebabkan peningkatan kasus morbiditas dan mortalitas pasien DM tipe 2. Tingginya angka tingkat kesakitan DM yang menyebabkan gangguan ginjal memberikan dasar bagi peneliti untuk meneliti gambaran hasil pemeriksaan urinalisis pada pasien nefropati diabetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran makroskopis, mikroskopis atau sedimen urine, dan kimiawi urine di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode pendekatan Cross-Sectional.  Teknik pengambilan sampel melalui total sampling dan berdasarkan data sekunder berupa rekam medik dan sebanyak 59 sampel memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan makroskopis urine pada pasien nefropati diabetik memiliki urine keruh (83.1%). Pada hasil pemeriksaan mikroskopis atau sedimen urine pada penelitian ini menunjukkan bahwa pasien nefropati diabetik ditemukan sel epitel (100%), eritrosit (62.7%), leukosit (67.8%), dan bakteri (61%). Sementara itu, tidak ditemukan silinder (78%), jamur (94.9%), dan kristal (100%). Pada hasil pemeriksaan kimiawi urine pada penelitian ini menunjukkan bahwa pasien nefropati diabetik ditemukan protein (89.8%), glukosa (61%), darah (69.5%), dan leukosit esterase (66.1%). Sementara itu, pH normal (100%), berat jenis normal (98.3%), tidak ditemukan keton (94.9%), bilirubin (96.6%), urobilinogen  (94.9%), dan nitrit (94.9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran hasil pemeriksaan urinalisis pada pasien nefropati diabetik dapat diidentifikasi dari berbagai faktor dan penting untuk diketahui agar dapat mencegah komplikasi yang lebih lanjut.
Hubungan Saturasi Oksigen dengan Mortalitas Penderita COVID-19 Wiryawan, I Nyoman Bagus Putra; Sawitri, Endang; Rahmah Retnaningrum, Yuliana
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) virus. There are several factors affecting mortality on patients COVID-19 such as oxygen saturation. This study aims to find the association of oxygen saturation with mortality among COVID-19 patients. The analytical observational research applied retrospective cohort study. There were 104 medical records of adult patients with the COVID-19 admitted to Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Regional Public Hospital from 2021 to 2022. The data were analyzed using Mann-Whitney test. There were 47 patients were confirmed deaths from COVID-19. The COVID-19 patients had a median oxygen saturation of 86%. The association between oxygen saturation and mortality was p = 0.001; OR = 1.163. In conclusion, there is an association between oxygen saturation and mortality among the COVID-19 patients
Perbedaan Kadar Ureum dan Kreatinin pada End-Stage Renal Disease Sebelum dan Sesudah Hemodialisis di RS Samarinda Medika Citra Harianja, Gabriella Bioctin; Rahmah Retnaningrum, Yuliana; Bakhtiar, Rahmat
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

End-Stage Renal Disease adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya sama sekali tidak mampu bekerja dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium di dalam darah atau produksi urin. End-Stage Renal Disease terjadi bila ginjal sudah tidak dapat melakukan fungsinya dengan normal dan tidak dapat lagi disembuhkan selain dengan melakukan dialisis atau mengganti dengan ginjal baru yang sehat.Efektifitas hemodialisis dapat dilihat dari penurunan kadar ureum dan kreatinin sesudah hemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien End-Stage Renal Disease. Metode penelitian ini adalah analitik komparatif dengan desain cross sectional,pengambilan data dilakukan dengan melihat hasil laboratorium dari ureum dan kreatinin yang melibatkan 44 pasien End-Stage Renal Disease yang menjalani hemodialisis.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022 di unit hemodialisis dan laboratorium Rumah Sakit Samarinda Medika Citra.Hasil : Adanya penurunan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisis.Dimana kadar ureum sebelum hemodialisis rata-rata 153,6 mg/dl dan sesudah hemodialisis rata-rata 51,2 mg/dl. Adanya penurunan kadar kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis.Dimana kadar kreatinin sebelum hemodialisis rata-rata 11,7 mg/dl dan sesudah hemodialisis rata-rata 4,3 mg/dl. Hasil penelitian dengan uji paired sample t test didapatkan bahwa perbedaan perbandingan kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis nilai p= 0,000. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap perubahan kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis. Kadar ureum sesudah hemodialisis rata-rata 51,2 mg/dl sehingga terjadi penurunan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisis 103,2 mg/dl. Kadar kreatinin sesudah hemodialisis rata-rata 11,7 mg/dl sehingga terjadi penurunan kadar kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis 7,4 mg/dl.
FAKTOR RISIKO SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) DI KALIMANTAN TIMUR DAN UTARA Aswin, Affan; Riastiti, Yudanti; Retnaningrum, Yuliana Rahmah
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v10i3.10499

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis yang ditandai dengan produksi antibodi yang membentuk kompleks imun dan memicu inflamasi organ multisistem. Etiologi SLE hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Variasi genetik, hormon, dan lingkungan diduga berperan penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko SLE di Kalimantan Timur dan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Data merupakan data primer yang diambil dari wawancara pasien SLE di Poliklinik RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dan via online dengan bantuan Komunitas Kula Kupu Borneo. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 52 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data terbanyak adalah kelompok usia 17-25 (32.27%), jenis kelamin perempuan (98.1%), tidak memiliki riwayat keluarga autoimun (80.8%), terpapar dengan paparan asap rokok rendah (42.3%), dan tidak memiliki riwayat konsumsi alkohol (90.4%).
Hubungan Status Gizi dan Kepatuhan Diet dengan Kualitas Hidup pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Rutin di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Silvanus Giovanny Bunga Allo; Meiliati Aminyoto; Yuliana Rahmah Retnaningrum
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.210

Abstract

Penyakit ginjal kronis telah menjadi masalah kesehatan dunia yang salah satu penanganannya adalah hemodialisis. Status gizi pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis adalah hal yang harus diperhatikan, karena pada pasien tersebut sering terjadi malnutrisi dan dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 50 responden. Data status gizi dan kualitas hidup diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan 10 % responden memiliki status gizi normal, 56% responden mengalami malnutrisi ringan-sedang, dan 34% mengalami malnutrisi berat. Responden yang memiliki kualitas hidup baik 66% dan responden yang memilki kualitas hidup buruk 34%. Responden dengan malnutrisi cenderung memiliki kualtias hidup buruk, dan terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan kualitas hidup (p = 0,000).
Pengaruh Konsumsi Pisang Ambon (Musa paradisiaca) terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas Bontang Selatan: Effect of Ambon Banana (Musa paradisiaca) Consumption on Decreasing Blood Pressure of Hypertension Patients in Bontang Selatan Health Center Muhammad Rizky Ramadhan; Yuliana Rahmah Retnaningrum; Yudanti Riastiti; Yadi Yadi; Hadi Irawiraman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.394

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang disebabkan peningkatan curah jantung dan resistensi perifer pembuluh darah. Hipertensi dapat diobati dengan obat-obatan dan konsumsi buah serta sayur terutama buah yang mengandung kalium seperti pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi pisang ambon dalam membantu terapi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan. Metode yang digunakan adalah quasy experimental dengan desain non-equivalent control group. Sampel pada penelitian ini sebanyak 15 penderita hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test, Wilcoxon Signed Ranks Test, Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis. Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata tekanan darah kelompok kontrol sebelum perlakuan 152/92 mmHg dan setelah perlakuan 149,33/92 mmHg dibandingkan rata-rata tekanan darah kelompok perlakuan sebelum perlakuan 152/88,67 mmHg dan setelah perlakuan 137,33/84 mmHg. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat pengaruh variabel kelompok kontrol pada tekanan darah sistolik ataupun diastolik penderita hipertensi di Puskesmas Bontang Selatan serta terdapat pengaruh variabel kelompok perlakuan pada tekanan darah sistolik ataupun diastolik penderita hipertensi di Puskesmas Bontang Selatan. Kata Kunci: Hipertensi, Pisang ambon ABSTRACTHypertension is an increase in blood pressure caused by increased cardiac bulk and peripheral resistance of blood vessels. Hypertension can be treated with medications and consumption of fruits and vegetables, especially potassium-containing fruits such as ambon bananas. This study aims to find out the influence of banana consumption in helping blood pressure reduction therapy in hypertension patients in the working area of Puskesmas Bontang Selatan. The method used is quasy experimental with non-equivalent control group design. Samples in this study as many as 15 hypertension patients who met the inclusion criteria. Data analysis using Paired T-Test, Wilcoxon Signed Ranks Test, Mann-Whitney and Kruskal-Wallis. Univariate analysis results showed the average blood pressure of the control group before treatment was 152/92 mmHg and after treatment 149.33/92 mmHg compared to the average blood pressure of the treatment group before treatment of 152/88.67 mmHg and after treatment of 137.33/84 mmHg. The results of bivariate analysis showed that there was no influence of variable control group on systolic or diastolic blood pressure of hypertension patients in South Bontang Health Center and there was a variable influence of treatment group on systolic or diastolic blood pressure of hypertension patients at the South Bontang Health Center. Keywords: Hypertension, Ambon banana
Hubungan antara Penyakit Arteri Perifer dan Kadar Hba1c dengan Tindakan Amputasi Ekstremitas pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Relationship between Peripheral Arterial Disease and HbA1c Levels with Amputation of Extremities in Diabetic Foot Ulcer Patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Ayu Wira Oktalia; Yuliana Rahmah Retnaningrum; Siti Khotimah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.641

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah luka kronik pada daerah di bawah pergelangan kaki, yang meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan mengurangi kualitas hidup pasien. Prevalensi penderita diabetes melitus dengan ulkus kaki diabetik di Indonesia sekitar 15% dan angka amputasi penderita ulkus kaki diabetik 30%. Dengan mengontrol kadar HbA1c, perkembangan neuropati diabetik dan penyakit arteri perifer yang merupakan faktor risiko amputasi ektremitas dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara penyakit arteri perifer dan kadar HbA1c dengan tindakan amputasi ekstremitas pada pasien ulkus kaki diabetik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Desain penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional potong lintang dengan pendekatan retrospektif. Sampel dipilih secara acak sederhana sebanyak 49 sampel. Data sampel diperoleh dari data rekam medis di RSUD Abdul Wahab Sjarharnie tahun 2017-2020. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher dan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan amputasi pada pasien ulkus kaki diabetik memilki hubungan yang signifikan secara statistik dengan penyakit arteri perifer (p = 0,022; PR = 2,925; 95%CI = 1,316 – 6,501) dan kadar HbA1c (p = 0,024; PR = 4,138; 95%CI = 1,037 – 16,519).