cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas Poir.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Alas Setiawati; Victoria Yulita Fitriani; Muhammad Amir Masruhim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i6.68

Abstract

Menurut empiris daun ubi jalar dapat berkhasiat sebagai antiinflamasi, maka dari itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang paling baik dari daun ubi jalar sebagai antiinflamasi. Pengujian dilakukan secara topikal dengan menggunakan hewan uji tikus (Rattus norvegicus). Dimana karagenan digunakan sebagai penginduksi radang dan radang yang terbentuk diukur dengan pletismometer. Hasil penelitian yang didapatkan adalah ekstrak daun ubi jalar memiliki efek antiinflamasi, dimana pada konsentrasi 30%, 60%, dan 90% masing-masing menunjukkan adanya aktivitas antiinflamasi. Hasil pengujian tersebut maka diperoleh hasil bahwa daun ubi jalar memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.
Aktivitas Imunoglobulin M (IgM) Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegiens) Ilham Firdaus Rizky Perkasa; Victoria Yulita Fitriani; Arsyik Ibrahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i6.69

Abstract

Mikroorganisme patogen terdapat di lingkungan yang menyebabkan penyakit. Dimana sistem imun tubuh yang tidak memadai memerlukan adanya asupan untuk meningkatkan sistem imun. Buah mengkudu mengandung senyawa xeronine dan proxeronine yang mampu menormalkan fungsi sel yang rusak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak buah mengkudu dapat meningkatkan aktivitas imunoglobulin M (IgM) dan berapa dosis terbaik ekstrak buah mengkudu yang dapat menigkatkan aktivitas immunoglobulin M pada tikus putih. Penelitian dengan metode eksperimen yaitu dengan menggunakan metode Hemaglutinasi Tes. Dosis yang digunakan untuk ekstrak adalah 100mg/200gBB, 200mg/200gBB, 300mg/200gBB dan stimuno dosis 0,9mg/200gBB sebagai kontrol positif. Data penelitian selanjutnya diolah dengan menggunakan analisis varian (Anava). Hasil statistik anava diperoleh dosis ekstrak buah mengkudu tidak signifikan dan untuk dosis terbaik digunakan uji-t dua sampel yang diperoleh hasil dosis 300mg/200gBB mempunyai aktivitas yang lebih baik daripada dosis 100mg/200gBB, 200mg/200gBB dan kontrol negatif. Hasil peneltian yang dihasilkan adalah bahwa ekstrak buah mengkudu mampu meningkatkan aktifitas imunoglobulin M (IgM), dosis terbaik ekstrak buah mengkudu yang mampu meningkatkan aktivitas imunoglobulin M (IgM) adalah dosis 300mg/200gBB.
Proses Emulsifikasi dan Pengeringan Pasta Campuran Sumber Asam Folat Alami dan Identifikasinya Dalam Perolehan Serbuk Suplemen Untuk Wanita Hamil Agustine Susilowati; Puspa Dewi Lotulung; Yati Maryati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i9.70

Abstract

Serbuk campuran tempe kacang hijau (P. radiatus), brokoli (Brassica oleracea) terfermentasi dan nikstamal jagung putih jenis gigi kuda (Zea mays identata) masing-masing diperoleh melalui fermentasi oleh R. oligosporus strain C1, fermentasi oleh kultur kombucha dan nikstamalisasi menggunakan Ca(OH)2 adalah kekinian suplemen asam folat alami untuk wanita hamil. Perolehan asam folat sebagai suplemen dilakukan melalui emulsifikasi dengan homogenisasi pada kecepatan putar berturut-turut 0, 8000, 9500, 13500 dan 20500 rpm selama 30 menit dengan penambahan gelatin pada konsentrasi berturut-turut 0, 1, 2, 3, 4 dan 5% (b/b) selanjutnya dikeringkan selama 24 jam pada suhu 50°C dan kapsulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan putar homogenizer dan konsentrasi gelatin, akan meningkatkan asam folat , protein terlarut dan total padatan namun menurunkan total gula dan gula reduksi sampai dicapai optimisasi diikuti penurunan komponen serbuk suplemen. Perlakuan optimum berdasarkan asam folat terbaik dicapai pada kombinasi perlakuan konsentrasi 3% gelatin dengan kecepatan putar 9500 rpm selama 30 menit yang menghasilkan suplemen dengan komposisi asam folat 374,29 µg/mL, protein terlarut 6,30 mg/mL, total gula 16.64 µg/mL , gula reduksi 744,70 mg/mL dan total padatan 91,12%. Idensifikasi asam folat pada kondisi optimum diperoleh 2 peak dengan waktu retensi masing-masing T 1,9 dan T 2,2 yang didominasi monomer asam folat berberat molekul (M+1) masing-masing 442,96 dan 442,74 Da. dengan intesitas relatif masing-masing 4,47 dan 3,29%.
Review: Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Tanaman Obat Dalam Hutan Di Indonesia Dengan Teknologi Farmasi: Potensi dan Tantangan Ardiyanto W Nugroho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i7.71

Abstract

Keanekaragaman hayati yang terdapat di hutan Indonesia termasuk yang paling tinggi di dunia. Meskipun demikian, program konservasi di Indonesia dirasakan belum optimal karena berbagai masalah seperti pembalakan liar, alih fungsi lahan dan kebakaran hutan. Salah satu upaya potensial yang bisa ditempuh untuk konservasi sumberdaya hayati adalah melalui aplikasi teknologi farmasi. Hal ini karena teknologi farmasi akan mendorong upaya pemanfaatan sumberdaya hutan, salah satunya tumbuhan obat, sehingga kebermanfaatan sumberdaya tersebut diketahui oleh masyarakat luas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan tantangan penggunaan teknologi farmasi untuk konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data statistik kehutanan dari Kementerian Kehutanan untuk mengetahui potensi sumberdaya hayati dalam hutan Indonesia. Selain itu, analisis literatur secara kritis juga dilakukan untuk mengetahui potensi pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam bidang farmasi. Selain itu, analisis isi juga dilakukan untuk menganalisis beberapa peraturan yang berhubungan dengan upaya pemanfaatan sumberdaya tersebut. Hasil penelitian menyebutkan bahwa luas kawasan hutan konservasi di negara ini adalah 27.4 juta ha, yang terdiri dari 50 taman nasional, 250 cagar alam, 75 suaka margasatwa, 115 taman wisata alam, 23 taman hutan raya dan 13 taman buru serta kawasan perairan laut. Selain itu, berbagai jenis tumbuhan obat tradisional sebenarnya telah lama dimanfaatkan oleh penduduk Indonesia yang tinggal disekitar maupun di pedalaman hutan. Selain itu, beberapa peraturan telah menyatakan komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan untuk kepentingan farmasi, seperti Peraturan Pemerintah No 6 tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan, Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar dan Undang Undang No 11 tahun 2013 tentang Protokol Nagoya. Sedangkan, strategi untuk meningkatkan upaya konservasi melalui teknologi farmasi adalah mensinkronkan penelitian etnobotani kehutanan dengan teknologi farmasi, kerjasama dengan luar negeri, dan melalui pendidikan dan pelatihan.
Formulasi Tabir Surya Zink Oksida Dalam Sediaan Krim Dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinivera L.) Joni Tandi; Kurnia Gatot Novrianto
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i7.72

Abstract

Senyawa tabir surya yang umum digunakan adalah bahan sintesis, akan tetapi kadangkala bahan sintesis ini dapat menjadi berbahaya bila terserap ke dalam aliran darah. Untuk menghindari dampak negatif tersebut dapat digunakan tanaman obat tradisional, salah satunya anggur hitam. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas nilai SPF tabir surya yang diberikan oleh ekstrak anggur hitam sebagai factor pelindung sinar matahari terhadap kulit. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengekstrak anggur hitam dengan metode maserasi bertingkat untuk menarik komponen kimia sebagai senyawa tabir surya. Ekstrak dibuat dalam empat konsentrasi kemudian diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 280 nm sampai 400 nm, selanjutnya dihitung SPF. Hasil penelitian menunjukkan dari semua konsentrasi ekstrak anggur hitam memberikan nilai SPF yaitu pada konsentrasi 0% 2,33, konsentrasi 0,4% 2,38, konsentrasi 0,8% 2,48 dan konsentrasi 1,2% 2,53. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak anggur hitam mempunyai efek tabir surya karena nilai SPF yang diperoleh masuk dalam range syarat tabir surya yaitu 2 sampai 60.
Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson Ex F.A.Zorn) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah, Kolesterol Total Dan Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia-Diabetes Joni Tandi; Moh Rizky; Rio Mariani; Fajar Alan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i8.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek serta dosis efektif ekstrak daun sukun dalam menurunkan kadar glukosa darah, kolesterol total dan gambaran histopatologi pangkreas pada hewan uji tikus putih jantan model hiperkolesterolemia-diabetes yang diinduksi pakan tinggi lemak dan streptozotocin. Penelitian dilakukan menggunakan 35 ekor hewan uji yang dikelompokkan dalam 7 kelompok dengan perlakuan yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif metformin, kelompok positif sinvastatindan 3 kelompok uji dengan variasi dosis ekstrak masing-masing 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, dan 400 mg/KgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dan kadar olesterol dilakukan pada hari ke 0, 35, 42, dan 49 setelah diberi perlakuan. Data kadar glukosa darah dan kolesterol total yang diperoleh dianalisis menggunakan uji one way ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD, dan data hasil skoring tingkat kerusakan pankreas dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol sukun, ekstrak daun sukun dengan dosis efektif 200 mg/kgBB memiliki efek terhadap kadar glukosa darah dan kadar kolesterol total, dosis 400 mg/kgBB regenerasi jaringan pankreas tikus.
Pola Pengobatan Penderita Schistosomiasis (Penyakit Demam Keong) Di Desa Kaduwaa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah Joni Tandi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i9.74

Abstract

Telah dilakukan penelitian Pola Pengobatan Penderita Schistosomiasis (Penyakit Demam Keong) di Desa Kaduwaa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menanggulangi penyakit schistosomiasis ditinjau dari kerasionalan pengobatan untuk menanggulangi penyakit schistosomiasis dan untuk mengetahui perbedaan pola pengobatan penderita schistosomiasis di Kaduwa dan Napu keseluruhan, berdasarkan persentase penggunaan obat. Data diolah dan dideskripsikan terlebih dahulu kemudian dianalisis dengan uji chi kuadrat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pola pengobatan penderita schistosomiasis di Kaduwaa dan Napu keseluruhan. Petunjuk teknis Pengobatan Penderita Schistosomiasis (Penyakit demam Keong), penggunaan obat praziquantel menurut petunjuk teknis yaitu 60mg/Kg BB diminum dua kali setiap 4-6 jam sehari, dan terhadap efek samping telah digunakan paracetamol dan CTM.
Team, Front cover, Editorial information, Table of Content, Back Cover Journal Editor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i1.75

Abstract

Jurnal Sains dan Kesehatan. 2015. Volume 1 Nomor 1. Front cover, Editorial information, Table of Content, Back Cover
Team, Front cover, Editorial information, Table of Content, Back Cover Journal Editor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.76

Abstract

Jurnal Sains dan Kesehatan. 2015. Volume 1 Nomor 2. Front cover, Editorial information, Table of Content, Back Cover
Effect of African Leaves Extract (Vernonia amygdalina DEL.) on Wound Healing Velocity after Tooth Extraction in Rattus norvegicus Andre Kusuma Ruslim; Silvia Anitasari; Sjarif Ismail; Eka Marwansyah Oli’I; Sinar Yani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i8.79

Abstract

Povidone iodine is an antiseptic that is often used for wounds after tooth extraction, but is often debated because it can cause damage to cells and tissues. African leaf (Vernonia amygdalina Del.) from the family Asteraceae has saponins as anti-microbial, anti-inflammatory and antioxidant flavonoids as that all may be able to accelerate wound healing. To investigate the activity of extracts of Vernonia amygdalina folia (VAF) to accelerate the process of wound healing after tooth extraction in rats. VAF extracted by maceration using methanol. Wistar male rats as much as 6 groups (n = 5 mice each group) performed tooth extractions, and then observed the reduction of gingival socket closure for 21 days after being given povidone iodine, distilled water and methanol extract group VAF by 4 concentration. The closure of the wound after tooth extraction in the group of povidone iodine rats occurred on the 8th day, the group aquadest cover the wound occurred on the 12th day, the extract group 1, 3, 5, 7% sequentially occur wound closure on day 6th, 5th, 4th and 4th. VAF methanol extract of the leaves can accelerate wound healing after tooth extraction of mice

Page 7 of 75 | Total Record : 750


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue