cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Analisis Bioautografi Dengan Kromatografi Lapis Tipis Pada Ekstrak Etanol Daun Caesalpinia sumatrana ROXB. Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Nosokomial Yadi Yasir; Yuniati Yuniati; Swandari Paramita; Mona Zubaidah; Abdul Mu’ti; Danial Danial
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i7.57

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, hal ini terutama disebabkan adanya resistensi terhadap antibiotik. Berdasarkan hal tersebut, maka upaya pencarian sumber antimikroba baru berbasis tumbuhan obat perlu dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi ekstrak daun Caesalpinia sumatrana Roxb. yang secara tradisional digunakan etnis Dayak sebagai obat luka dan sakit kulit. Analisis bioautografi ekstrak tumbuhan dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), terhadap Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Hasil penelitian pada ekstrak C. sumatrana ditemukan golongan senyawa mengandung gula memiliki potensi aktivitas antimikroba terhadap keempat bakteri; senyawa golongan alkaloid memiliki potensi aktivitas antimikroba terhadap S. aureus dan MRSA; senyawa golongan terpen-steroid memiliki potensi aktivitas antimikroba terhadap P. mirabilis, S. aureus dan MRSA; dan senyawa golongan flavonoid memiliki potensi aktivitas anti mikroba terhadap S. aureus. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil metabolit sekunder ekstrak daun C. sumatrana dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi nosokomial.
Informasi Perdagangan Akar Kuning di Pasar Tradisional Martapura dan Pasar Tradisional Rantau, Kalimantan Selatan Syamsu Eka Rinaldi; Suryanto Suryanto; Septina Asih Widuri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i8.58

Abstract

Akar kuning merupakan salah satu tumbuhan obat asli Kalimantan yang terdiri dari sedikitnya tiga spesies yaitu Fibraurea tinctoria Lour., Arcangelisia flava Merr. dan Coscinium fenestratum (Gaertn.) Colebr. Bagian batang dan akar dari tumbuhan ini dimanfaatkan secara tradisional oleh etnis asli Kalimantan seperti Dayak dan Banjar serta Kutai untuk mengobati beberapa penyakit seperti malaria, hepatitis/liver dan kencing manis. Khasiat tersebut didukung oleh berbagai penelitian yang menyebutkan akar kuning mengandung senyawa kimia yang berperan sebagai hepatoprotektor, antibakteri, anti malaria dan anti kanker. Jenis Coscinium fenestratum memiliki nilai komersial tinggi di India dan Srilangka sebagai bahan baku industri obat modern. Perdagangannya di negara tersebut telah diatur sangat ketat karena berimbas pada kelangkaan jenis tersebut akibat eksploitasi besar-besaran. Meskipun akar kuning memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri obat modern, namun saat ini informasi perdagangan akar kuning di Indonesia masih sangat terbatas. Kajian ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi perdagangan akar kuning di sejumlah pasar tradisional di Kalimantan Selatan. Informasi dasar ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi pengembangan dan pemanfaatan akar kuning sebagai komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Berdasarkan pengumpulan data di lapangan, kebutuhan akar kuning untuk industri jamu tradisional di Kalimantan Selatan masih relatif sedikit. Ketersediaan akar kuning masih memadai dan belum terjadi eksploitasi besar-besaran di alam untuk pasokan akar kuning di wilayah Kalimantan Selatan. Kata kunci: akar kuning, perdagangan, Kalimantan Selatan
Formulasi Infusan Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Gel Antiseptik Tangan Wisnu Cahyo Prabowo; Wahyu Widayat; Synthia Defriana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i10.59

Abstract

Melimpahnya sumberdaya alam Indonesia khususnya dalam pemanfaatannya sebagai bahan obat maupun kosmetik. formulasi sediaan obat tidak hanya mengandalkan bentuk fisik sediaan yang baik tetapi juga efektivitas/khasiat yang baik. Sasaran penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan gel antiseptik dengan bahan aktif daun sirih merah yang efektif membunuh mikroba ditangan serta daya hambat terhadap beberapa mikroba uji yang patogen. Bahan segar diekstraksi kemudian diformulasi dengan basis gel. Sediaan gel dengan berbagai konsentrasi diuji stabilitas berdasarkan penyimpanannya. Efektifitas sediaan tersebut di uji terhadap mikroba tangan dan beberapa mikroba patogen. Potensi efektifitas sediaan diperoleh dengan membandingkan dengan sediaan kontrol berbahan aktif etanol dan triklosan. Sediaan gel antiseptik ekstrak daun sirih merah baik stabil pada penyimpanan suhu 18-27oC dengan pH 5,5 dan memiliki warna bening kekuningan. Konsentrasi sediaan gel antiseptik efektif pada 25% terhadap mikroba tangan yang setara dengan handsanitizer alkohol, sedangkan pada konsentrasi efektif 15% terhadap Candida albican; konsentrasi 20% terhadap Candida utilis; dan 25% terhadap Vibrio cholera, keseluruhannya setara dengan handsanitizer alkohol.
Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol, Fraksi Non Polar, Semipolar Serta Polar Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis Haryoto Haryoto; Yuliana Dwi Jayanti; Henggar Prasetyo Wikan Saputro; Kosworo Kosworo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i9.60

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan penyakit utama dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah tumbuhan sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol, fraksi nonpolar, semipolar dan polar daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis serta golongan senyawa kimianya yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirsak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode dilusi padat. Untuk mengetahui kandungan senyawa dari ekstrak etanol daun sirsak dilakukan uji Kromatografi Lapis Tipis. Bioautografi dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat dalam ekstrak etanol daun sirsak yang berkhasiat sebagai antibakteri yang ditunjukkan dengan adanya zona jernih pada media yang telah diinokulasi bakteri dan ditempeli plat KLT hasil elusi ekstrak etanol daun sirsak. Uji Kromatografi Lapis Tipis menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak heksan:etil asetat (7:3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak, fraksi nonpolar, semipolar dan polar mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis dengan KHM berturut-turut sebesar 2,5% 3%; 3,5%; 4% dan 4,5% b/v. Hasil KLT menunjukkan bahwa golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun sirsak adalah polifenol, antron, antranol, triterpenoid saponin, dan steroid saponin. Golongan senyawa dari ekstrak tersebut yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumonia adalah senyawa golongan saponin, polifenol, dan antakinon. Sedangkan Golongan senyawa dari ekstrak tersebut yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis adalah senyawa golongan polifenol dan antrakinon.
Alkaloid Kuinolin dari Melicope denhamii dan Uji Aktivitas Antikankernya Ratih Dewi Saputri; Tjitjik Srie Tjahjandarie; Mulyadi Tanjung
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i9.61

Abstract

Dua senyawa alkaloid kuinolin terisoprenilasi yakni N-metilflindersin (1) dan flindersin (2) telah diisolasi dari daun Melicope denhamii. Struktur kedua senyawa ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS dan NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa 1–2 terhadap murin leukemia P-388 memperlihatkan IC50 21,06 ± 0,85 dan 4,86 ± 0,30 µg/ml dan senyawa 2 mempunyai aktivitas moderat
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Streptococcus mutans dari Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Fitri Handayani; Reksi Sundu; Ria Mareta Sari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i8.62

Abstract

Guava leaves have been used as antidiarrhea, antioxidant, aniinflamation, and antimicrobial. The results of its preliminary phytochemical analysis showed the presence of tannins, flavonoids, steroids and saponins. This leaves also contain essential oil such as sineol. Utilization of guava leaves as a mouthwash preparation is an alternative to replace the mouthwash preparations which generally contain antiseptic form of alcohol that can lead to oral cancer. This experiment formulated the extract of guava leaves into mouthwash that fulfill the physical requirements and determine the differences of antimicrobial activity against the growth of Streptococcus mutans with concentration of extract : 2,5 %; 3% and 3,5 %. Antibacterial acivity test was using MHA media with agar diffusion method. Physical requirement test included organoleptic, pH and viscosity test. The result showed that the mouthwash preparation of guava leaves extract has a pH value outside the range of the optimum growth of bacteria (pH=5). The viscosity of the mouthwash was 1,328-1,347 cP. The antibacterial activity of Streptococcus mutans on F1 has inhibition zone of 3,15 mm, F2 (3,83 mm) and F3 (4,32 mm). It was concluded that the extract of guava leaves on concentrations of 2,5%; 3% and 3,5% can be formulated as mouthwashes. The mouthwash fulfilled the physical requirement test such as pH, viscosity and organoleptic test and can inhibit the growth of Streptococcus mutans.
Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Tembelekan (Lantana camara Linn) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Aji Yudha Wijaya; Muhammad Amir Masruhim; Hadi Kuncoro
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i6.63

Abstract

A study of anti-inflammatory activity of tembelekan leaf extract (Lantana Camara Linn) in white rat (Rattus norvegicus) has done. This study aimed to determine the effective doses of Tembelekan leaf extract which giving an anti-inflammatory effect artificial edema in the feet of the rat. The method was artificial edema formatting and measuring the volume of white rat feet an o regular basis by a plethysmometer. The used doses were 750mg/kgBB, 1000mg/kgBB, 1250mg/kgBB dan 1500mg/kgBB. The data were further processed by using analysis of variance (Anova) two away, advance testing HSD test (Honestly Significance Difference Duncan). The result of this research is the effective dose of tembelekan leaf extract is 1500mg/kgBB wich as an anti-inflammatory effect better than 750mg/kgBB, 1000mg/kgBB, 1250mg/kgBB
Identifikasi Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Bioaktivitas Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach.) Ekstrak Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Destri Erawaty; Aditya Fridayanti; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i6.64

Abstract

Secondary metabolites identification and bioactivity of santol leaves extract (S.koetjape Merr.) against Artemia salina Leach has been done. Secondary metabolite identification was done by testing santol leaves extract and fractions against reagent, whereas the bioactivity tests carried out by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Santol leaves extract was extracted using methanol solvent and was fractioned using n-hexane, ethyl acetate and n-butanol solvents. The results showed that the santol leaves extract contain flavanoid, saponin, tannin, karatenoid, fenol, steroid, and triterpenoid. LC50 value of each crude extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and n-butanol fraction was 190.12 ppm, 189.23 ppm, 299.23 ppm, and 301.99 ppm.
Bioaktivitas Ekstrak Daun Keladi Birah (Alocasia indica Schott) Terhadap Larva Udang A. salina LEACH Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Ivan Satria K.P.; Herman Herman; Muhammad Amir Masruhim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i6.66

Abstract

Has done research Bioactivity Of Extract of Keladi Birah’s Leaf (Alocasia indica Schott) Against A. salina Leach Larvae Using Brine Shrimp Lethality Test Method. The purpose of this research to know bioactivity of keladi birah’s leaf against A. salina Leach larvae. Bioactivity of keladi birah’s leaf extract can view from the decease of A. salina Leach larvae ,then that been counted with Reed and Muench table. LC50 value of each crude extract methanol, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and n-butanol fraction was 68,86 ppm, 25,80 ppm, 20,89 ppm and 21,33 ppm. The resulted of brine shrimp lethality test showed that the keladi birah’s leaf is a bioactivity against A. salina Leach larvae.
Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Oktaviany Triana; Fajar Prasetya; Hadi Kuncoro; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i6.67

Abstract

Research of potential antifungal Candle bush’s leaf extract (Cassia alata L.) have been done. The research done by the method of extraction by maceration using methanol solvent and continued by fraksinasi. Extract get a tes to know potential the antifungal with diffusion method and used a paper disc in different consentration. Analysis of the test is done by measuring the diameter of the zones of fungal growth inhibitory extract. The result of antifungal activity test shows that Candle bush’s leaf has antifungal activity against M. furfur

Page 6 of 75 | Total Record : 750


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue