cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN" : 7 Documents clear
PEMBUATAN MESIN PENCUCI BIJI KOPI TYPE BATCH DENGAN DAYA 5,5 HP Dwi Saifullah; Nurdin Nurdin; Indra Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.877

Abstract

Perkembangan area perkebunan kopi rakyat yang cukup pesat di Indonesia, salah satunya Takengon yang terletak di Aceh Tengah  perlu didukung dengan kesiapan sarana dan metode pengolahan biji kopi yang tepat, sehingga mengasilkan biji kopi yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Mesin pencuci kontinyu mempunyai kapasitas yang relatif besar, yaitu 1.000 kg biji kopi/jam. Kebutuhan air pencuci berkisar antara 5 - 6 m3 per ton biji kopi. Mesin pencuci ini terdiri atas silinder berlubang horisontal dan sirip pencuci berputar pada poros silinder. Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah Dapat memproduksi mesin pencuci biji kopi type batch dan Dapat menganalisa Uji untuk kerja mesin dengan memvariasikan putaran dan waktu pencucian. Putaran yang digunakan adalah 20 dan 40 rpm dengan waktu pencucian 1,2 dan 3 menit.dengan menggunakan putaran 20 rpm mendapakan hasil 15% untuk 1 menit , untuk waktu 2 menit mendapatkan hasil 10% sedangkan untuk 3 menit mendapatkan hasil 5%, Sedangkan untuk putaran 40 rpm mendapatkan hasil dari 1  s/d 3 menit medapatkan hasl persentase 10%, 5%, 0%. Untuk putaran 20 rpm dengan waktu 3 menit mendapatkan hasil persentase yang sedikit yaitu 5%  sedangkan untuk putaran 40 rpm dengan waktu 3 menit mendapatkan hasil persentase yaitu 0% dengan hasil pada biji kopi tersebut bersih dari sisa lendir. Kata Kunci : Takengon, Harmonized System, kopi type batch.
ANALISA KERUSAKAN SILINDER HIDROLIK PADA EXCAVATOR HITACHI EX 200 LC DENGAN METODE FISHBONE DI PT. ALHAS JAYA GROUP Ahmad Zarkasyi; Sariyusda Sariyusda; Jufriadi Jufriadi; Hamdani Hamdani
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.882

Abstract

Silinder hidrolik merupakan komponen yang berfungsi sebagai perlengkapan kerja pada unit yang memanfaatkan kerja sistem hidrolik. Analisa ini bertujuan untuk menganalisa kerusakan, faktor penyebab, cara perbaikan dan pencegahan kerusakan pada Sistem hidrolik silinder hidrolik. Prosedur pemeriksaan dilakukan secara visual pada selang, pin, dan seal. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan fisbone diagram untuk menganaisa penyebab kerusakan sistem hidrolik. Hasil analisa terdapat kerusakan pada silinder hidrolik seal pada kepala silinder, pin bucket, selang hidrolik yang disebabkan oleh terkontaminasinya oli hidrolik dengan air dan penyumbatan nya nepel pada pin bucket. Langkah perbaikan yang dilakukan dengan mengganti komponen yang mengalami kerusakan secara keseluruhan (assy). Tindakan pencegahan dilakukan dengan menjalankan daily check dan preventive maintenance sesuai prosedur. Kata kunci: Sistem hidrolik, silinder hidrolik, kerusakan, maintenance.
MODIFIKASI ALAT PENGUPAS KELAPA MUDA MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK ½ HP DENGAN PUTARAN 1400 RPM Edi Pratama; Marzuki Marzuki; Sumardi Sumardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.878

Abstract

Kelapa muda adalah kelapa yang memiliki daging masih berlendir. Daging dari kelapa muda ini memiliki warna yang putih cenderung bening dan bertekstur lunak. Bentuk dari kelapa muda ini sama dengan kelapa pada umumnya yaitu tetap berbentuk bulat. Selain itu kelapa muda memiliki warna hijau dengan baret coklat pada kulitnya. Satu buah kelapa muda memiliki banyak air kelapa di dalamnya karena itu banyak orang yang menyukai kelapa muda. Teknologi yang semakin canggih mendorong manusia membuat alat-alat untuk membantu dalam segala jenis kegiatan. Salah satunya adalah Alat pengupas kelapa muda. Pengupasan kelapa muda dilakukan dengan mata pisau yang efesien untuk pengupasan kulit luar/sabut sampai setengah dari kulit dalamnya, tetapi alat tersebut tidak mempunyai mata pisau untuk pembuka. Melihat kekurangan itu dilakukan modifikasi pada alat tersebut yaitu penambahan mata pisau pembuka untuk pengambilan air dan membuat dudukan kelapa muda. hasil pengujian alat ini dapat mengupas kulit kelapa muda dalam waktu 50 detik/buah dan 72 buah/jam menggunakan motor listrik ½ HP dengan putaran yang telah direduksi menjadi 336 rpm. Kata Kunci : Kelapa muda, mata pisau, teknologi, Motor Penggerak
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN LAS SMAW PADA POROS BALING-BALING PERAHU NELAYAN Alwi Jufri; Samsul Bahri; Turmizi Turmizi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.883

Abstract

Poros baling-baling menjadi salah satu komponen penting, yang mempunyai fungsi sebagai penerus tenaga mekanik dari mesin induk ke baling-baling sehingga menghasilkan tenaga dorong pada perahu. Telah terjadi kegagalan pada pada poros baling-baling perahu nelayan yang berlokasi di Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh patahnya poros baling-baling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis material poros dan pengaruh proses pengelasan terhadap poros dengan metode SMAW dengan menggunakan pengujian-pengujian mekanik yang sesuai. Dari hasil pengujian material tersebut diketahui ASTM 304 (Stainlees Steel) dan dari penelitian yang dilakukan diketahui pengaruh pengelasan berpengaruh terhadap sifat mekanik material yang dapat membuat bahan menjadi lemah terhadap tegangan tarik. Sehingga dapat direkomendasikan untuk proses pengelasan terhadap poros Stainless Steel agar mampu mengurangi arus pengelasan yang tinggi karena dapat menyebabkan berkurangnya nilai regangan terhadap material. Kata kunci: pengelasan, sifat mekanik, Stainless Steell..
ANALISA KEKUATAN IMPACT BAHAN ST- 60 PADA BERBAGAI TEMPERATUR Hery Siswanda; Zuhaimi Zuhaimi; Ilyas Yusuf
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.879

Abstract

Kegagalan pada suatu kontruksi pemesinan kemungkinan bisa terjadi, namun dapat dihindari dengan melakukan kajian-kajian dan penelitian. Material yang diproduksi secara komersial di pasaran secara umum telah melalui proses pengujian kekuatan, tetapi masih ada informasi yang dibutuhkan oleh para perancang untuk memperoleh data tentang kekuatan material akibat menerima beban dinamis. Penelitian ini dilakukan terhadap material baja karbon ST.60 dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan impak (impact strength) pada berbagai temperatur dan dari transisi ulet ke getas, dimana pada kondisi temperatur yang panas kekuatan material akan menurun. Pengujian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) mempersiapkan alat dan bahan pengujian; (2) Melakukan pengkondisian spesimen pada berbagi perlakuan temperatur; (3) Melakukan pengujian impct charpy; (4) Melakukan pengamatan perpatahan; dan (5) Melakukan analisa. Spesimen disiapkan dalam bentuk standar mengikuti ASTM E 23 sejumlah 18 buah sesuai dengan rancangan penelitian untuk 6 variasi temperatur dengan masing-masing 3 kali perulangan. Untuk mengkondisikan temperatur dapat dilakukan dengan menggunakan dapur pemanas (furnace). Pengujian impact dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji impact charpy dan pengujian perpathan (fraktografi) dapat dilakukan dengan menggunakan Stereoscan Microscope. Harga kekuatan impct terendah pada temperatur 0 0C sebesar 0,130 Joule/mm2 dan tertinggi pada temperatur 200 0C sebesar 0,836 Joule/mm2. Temperatur transisi ulet ke getas diperoleh pada temperatur 0 0C sampai temperatur 150 0C. Makin tinggi temperatur, bentuk permukaan patah makin mengarah ke tipe perpatahan ulet.Kata kunci: Baja Karbon ST.60, kekuatan impact (impact strength), temperatur transisi
FABRIKASI DAN UJI KINERJA HEAT EXCHANGER ALIRAN BERLAWANAN MENGGUNAKAN BAFFLE DAN TANPA MENGGUNAKAN BAFFLE Mahfud Arif; Syukran Syukran; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.884

Abstract

Heat Exchangers atau alat penukar/pemindah panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan fluida lain. Pada sebuah penukar panas, kemampuan mempertukarkan panas sangat ditentukan oleh jenis aliran fluida dan fluida yang melewati penukar panas. Secara garis besar penukar panas dibagi berdasarkan arah aliran fluidanya. Umumnya, aliran fluida dalam shell and tube heat exchanger adalah searah atau berlawanan arah. Pada penukar panas jenis aliran berlawanan arah, fluida yang memanaskan dan fluida yang dipanaskan masuk pada sisi yang berlawanan kemudian keluar pada sisi yang berbeda pula. Secara teoritis kinerja heat exchanger menggunakan baffle akan meningkatkan perpindahan panas yang terjadi di antara kedua fuida, namun hambatan yang terjadi pada aliran yang melalui celah antar baffle menjadi besar sehingga penurunan tekanan menjadi besar. Awalnya inlet fresh air dan outlet fresh air temperature dan velocity tanpa menggunakan baffle  33,23oC  menjadi 48,3oC pada kecepatan 3,13 m/s – 3,25 m/s, inlet fresh air dan outlet fresh air temperature dan velocity menggunakan baffle 35,26oC menjadi 50,41oC pada kecepatan 3,15 m/s – 3,55 m/s dan sisi lain inlet fresh air dan outlet fresh air temperature dan velocity menggunakan posisi pembakaran yang berbeda memiliki temperature  34,88oC menjadi 48,3oC pada velocity 3,03 m/s – 3,25 m/s.   Kata Kunci : Heat Exchangers, Shell And Tube Heat Exchanger, Baffle, Aliran Berlawanan
RANCANG BANGUN ALAT PEMBELAH DAN PEMISAH BIJI KAKAO Zahlul Munir; Usman Usman; Adi Saputra Ismy
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.875

Abstract

Proses membelah dan memisah biji kakao memerlukan tenaga relatif besar, waktu yang lebih lama dan kemampuan khusus agar terhindar dari resiko kecelakan kerja. Berdasarkan hal tersebut maka penulis sangat tertarik untuk membuat alat pembelah dan pemisah biji kakao dengan tujuan bisa lebih baik dari segi tenaga,waktu,jumlah produksi hingga faktor keamanan pada saat proses membelah dan memisah biji kakao. Alat pembelah dan pemisah biji kakao ini di rancang khusus dengan daya motor listrik ½ HP dengan kecepatan motor 1400 Rpm dan harus di reduksi hingga 23,33 Rpm. Untuk mereduksi alat pembelah dan pemisah biji kakao ini menggunakan komponen seperti puli, sabuk, dan gear box. Alat pembelah dan pemisah biji kakao ini mampu membelah 15 buah / menit dan mampu memisahkan biji rata-rata 8 buah / menit dan mampu menampung beban pada penyaring 22 sd 30 Kg ketika alat pembelah dan pemisah biji kakao sedang operasi. Kata Kunci : Pembelah Pemisah Biji Kakao, Tenaga, Produksi, Keamanan

Page 1 of 1 | Total Record : 7