cover
Contact Name
Semual Rudy Angkouw
Contact Email
jurnalkhamisyim@gmail.com
Phone
+62895395000168
Journal Mail Official
jurnalkhamisyim@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang Jl. Mundu No. 24-26 Bareng Kec. Klojen, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 30324068     DOI : 10.71415
KHAMISYI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani merupakan wadah bagi setiap penulis, peneliti baik para dosen maupun mahasiswa, yang ingin mempublikasikan naskah penelitian dalam bentuk penelitian literature maupun penelitian lapangan. Adapun Fokus dan Scope ruang lingkup KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Meliputi: 1. Teologi Kristen 2. Pendidikan Agama Kristen baik di Gereja maupun di Sekolah 3. Missiologi 4. Kepemimpinan Kristen 4. Etika Kristen 5. Pastoral
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2025): APRIL" : 6 Documents clear
Gereja sebagai Tempat Pemulihan: Strategi Pastoral dalam Melayani Jemaat yang Terjerat Okultisme Wicaksono, Arif; Pranowo, Rebecca Glorya
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v2i2.41

Abstract

The church plays a crucial role as a place of restoration for individuals trapped in occult practices. This study employs a descriptive qualitative method with a literature study approach to analyze pastoral strategies in addressing this phenomenon. Three main strategies identified are doctrinal education, holistic pastoral care, and deliverance prayer ministry. Doctrinal education aims to strengthen congregants’ understanding of the dangers of occultism and God’s power. Holistic pastoral care provides spiritual, psychological, and social guidance for individuals seeking to break free from spiritual bondage. Meanwhile, deliverance prayer plays a role in freeing individuals from dark influences through the authority of Christ. This study highlights that the church must be proactive in educating, guiding, and restoring affected congregants while avoiding sensationalism in deliverance ministry. With a holistic approach based on God’s word, the church can effectively serve as a place of healing for those seeking to return to a Christ-centered life.Abstrak Gereja memiliki peran penting sebagai tempat pemulihan bagi individu yang terjerat dalam praktik okultisme. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis strategi pastoral dalam menangani fenomena ini. Tiga strategi utama yang diidentifikasi adalah pendidikan doktrinal, pendampingan pastoral yang holistik, dan pelayanan doa pelepasan. Pendidikan doktrinal bertujuan memperkuat pemahaman jemaat mengenai bahaya okultisme dan kuasa Tuhan. Pendampingan pastoral memberikan bimbingan spiritual, psikologis, dan sosial bagi individu yang ingin melepaskan diri dari keterikatan spiritual. Sementara itu, doa pelepasan berperan dalam membebaskan individu dari kuasa gelap melalui otoritas Kristus. Studi ini menekankan bahwa gereja harus aktif dalam mendidik, membimbing, dan memulihkan jemaat yang terdampak, serta menghindari praktik sensasionalisme dalam pelayanan pelepasan. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis pada firman Tuhan, gereja dapat menjadi tempat pemulihan yang efektif bagi mereka yang ingin kembali kepada kehidupan yang berpusat pada Kristus.Kata kunci: Gereja, Okultisme, Pastoral, Pemulihan, Doa Pembebasan
Etis Teologi Kristen dalam Menyikapi Gerakan #MeToo: Membaca Makna Kesetaraan Gender dalam Konteks Teologi dan Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual Arifianto, Yonatan Alex; Rahayu, Yohana Fajar
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v2i2.42

Abstract

The #MeToo movement has brought global attention to issues of sexual harassment and gender inequality, sparking widespread debates about women's rights and safe spaces for victims of crime. In the context of Christian theology, this issue is often faced with the challenge of interpreting teachings that can maintain gender hierarchy. This article aims to examine the ethics of Christian theology in response to the #MeToo movement, with a focus on gender equality and the protection of victims of sexual violence. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is concluded that Christianity needs to reinterpret biblical teachings in the context of gender equality. Which indeed focuses on the theology of feminism and religious perspectives on women and certainly narrates the role of Christian theological ethics in Responding to Sexual Violence. So that Christianity can theologically analyse gender equality in religious teachings in responding to the #metoo movement.  This is very much needed because Christian theology has the capacity to become an agent of change in supporting gender equality and fighting sexual violence, although it requires a more progressive transformation of thought in the interpretation of religious teachings.AbstrakGerakan #MeToo telah membawa perhatian global terhadap isu pelecehan seksual dan ketidaksetaraan gender, memicu perdebatan luas tentang hak perempuan dan ruang aman bagi korban tindak kejahatan. Dalam konteks teologi Kristen, masalah ini sering kali dihadapi dengan tantangan interpretasi ajaran yang dapat mempertahankan hierarki gender. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji terkait etika teologi Kristen dalam merespons gerakan #MeToo, dengan fokus pada kesetaraan gender dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka disimpulkan bahwa perlunya kekristenan dalam reinterpretasi ajaran Alkitab terkait konteks kesetaraan gender. Yang memang berfokus pada teologi feminisme dan perspektif agama terhadap perempuan dan tentu menarasikan peran etika teologis Kristen dalam Menyikapi Kekerasan Seksual. Sehingga kekristenan dapat menganalisis teologis terhadap kesetaraan gender dalam ajaran agama dalam merespons gerakan #metoo.  Hal itu sangat dibutuhkan sebab teologi Kristen memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan dalam mendukung kesetaraan gender dan melawan kekerasan seksual, meskipun memerlukan transformasi pemikiran yang lebih progresif dalam interpretasi ajaran agama. Kata Kunci:  Teologi Kristen, Gerakan #MeToo, Kesetaraan Gender, Kekerasan Seksual.
Taktik Tamar dalam Kejadian 38 Menurut Perspektif Etika Kristen Sitanggang, Murni Hermawaty; Simon, Simon
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v2i2.43

Abstract

The purpose of this article is to answer whether Tamar's actions, which deceived her father-in-law, Judah, in Genesis 38 are justified from the point of view of Christian ethics. Answering this question can help God's people understand what to consider when making ethical decisions. The method used is a qualitative method with a literature study approach. The author collects data from various literature and then compiles systematic arguments related to the topic. The conclusion is that we could not blame Tamar for her actions since she was only trying to fight for her fate which was oppressed by Judah's indifference. This story teaches us that after God's words, the situation faced by the individual is also important to consider in ethical decision-making. AbstrakTujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjawab pertanyaan apakah tindakan Tamar, yang mengelabui mertuanya, Yehuda, dalam Kejadian 38 dapat dibenarkan dari sudut pandang etika Kristen. Menjawab pertanyaan ini dapat menolong umat Tuhan untuk memahami apa saja yang perlu dipertimbangkan saat mengambil keputusan etis. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Penulis mengumpulkan data dari berbagai literatur untuk kemudian menyusun argumentasi yang sistematis terkait topik. Kesimpulannya adalah tindakan Tamar tersebut tidak dapat disalahkan karena ia hanya berupaya memperjuangkan nasibnya yang tertindas oleh ketidakpedulian Yehuda. Pembelajaran yang dapat dipetik dari kisah ini adalah pentingnya untuk memahami firman Tuhan secara komprehensif dan mempertimbangkan situasi sebelum mengambil keputusan etis. Kata Kunci: Tamar, Yehuda, etika Kristen, keputusan etis, Kejadian 38.
Inklusio dan Paralelisme dalam Relasi Ciptaan dan Pencipta Berdasarkan Mazmur 150:1-6 Pattinaja, Aska Aprilano; Kiamani, Andris
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v2i2.35

Abstract

Two poetic literary forms stand out in Psalm 150:1-6: the thirteen times the phrase "praise the Lord" is part of parallelism (synonymy, synthesis, and climax) and the word "hallelujah" as an inclusio at the beginning and end of the text. Many researchers often overlook the richness of meaning and the extraordinary literary features of the poem in this section, because they focus only on examining the context of the structures that correlate and imply praise. This study aims to explore the rich meanings of parallelism and inclusio, which have profound implications for the relationship between creation and creator. Based on the qualitative hermeneutic method of poetic literature, this study found the main reasons for creation to praise its creator, namely: First, recognition of God's sovereignty; Second, gratitude for God's grace and salvation; Third, response to God's faithfulness. This research is an important reference to open insights for every believer to realize that the main task as a creation is to praise and glorify the Creator.AbstrakDalam Mazmur 150:1-6 terdapat dua bentuk sastra puisi yang sangat menonjol yakni, ada tiga belas kali frase “pujilah Tuhan” yang merupakan bagian dari paralelisme (sinonim, sintesis dan klimaks) dan kata “Haleluya” sebagai inklusio di awal dan akhir teks. Penelitian sebelumya sering mengabaikan kekayaan makna dan ciri khas sastra puisi yang luar biasa dalam bagian ini, karena terfokus hanya meneliti konteks struktur yang berkorelasi dan berimplikasi dengan pujian. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kekayaan makna paralelisme dan inklusio yang sangat berdampak bagi relasi ciptaan dan pencipta. Berdasarkan metode kualitatif hermeneutik sastra puisi, maka penelitian ini menemukan alasan utama ciptaan memuji PencipataNya, yakni: Pertama, pengakuan kedaulatan Allah; Kedua, syukur atas kasih karunia dan keselamatan dari Allah; Ketiga, respons terhadap kesetiaan Allah. Penelitian ini sebagai rujukan penting dalam membuka wawasan bagi setiap orang percaya untuk menyadari tugas utama sebagai ciptaan yakni memuji dan meninggikan Sang Pencipta. Kata kunci: Mazmur, Ciptaan, Pencipta, Haleluya, Pujilah Tuhan
Kepribadian Nabi Habakuk dan Relevansinya Terhadap Generasi Zelenial: Sebuah Studi Teologis Terhadap Kitab Habakuk Lawolo, Aprianus
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v2i2.38

Abstract

This article examines the personality of the Prophet Habakkuk with the Zelenial Generation. The purpose of this research is to explore how the personality of the Prophet Habakkuk can be a spiritual principle for the Zelenial Generation in the midst of a changing world. Using the literature study method, the author will identify and analyze the attitude of the Prophet Habakkuk towards the situation of his day. The findings of this study show that the Prophet Habakkuk who lived in an era of justice crisis, crime, and moral crisis still had an attitude that was empathetic to the situation, consistent with actions, and also always relied on God. This character will have a positive impact on the Zelenial Generation if applied in the midst of a world that is also constantly changing. This research contributes especially to the field of education to be able to teach and apply the character of the Prophet Habakkuk to the Zelenial generation. Abstrak Artikel ini mengkaji kepribadian dari Nabi Habakuk dengan Generasi Zelenial. Tujuan penelitian ini adalah menggali bagaimana kepribadian dari Nabi Habakuk dapat menjadi prinsip spiritual bagi Generasi Zelenial di tengah perubahan dunia. Dengan menggunakan metode studi literatur penulis akan mengidentifikasi dan menganalisis sikap Nabi Habakuk terhadap situasi pada zamannya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Nabi Habakuk yang hidup di era krisis keadilan, kejahatan, dan krisis moral tetap memiliki sikap yang empati terhadap situasi yang terjadi, konsisten terhadap tindakan, dan juga selalu mengandalkan Tuhan. Karakter ini akan berdampak positif terhadap Generasi Zelenial jika diterapkan di tengah dunia yang juga terus berubah. Penelitian ini memberikan kontribusi khususnya pada bidang pendidikan untuk dapat mengajarkan dan menerapkan karakter Nabi Habakuk terhadap generasi Zelenial.Kata kunci: Empati, Gen Z, Kepribadian, Konsisten, Nabi Habakuk.
Desain Pengajaran Alkitab dalam Peningkatan Pemahaman Teologi Jemaat di GPdI Philadelphia Sumual, Mona Kadir; Nainggolan, Jisman
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v2i2.46

Abstract

This study aims to explore the influence of Bible teaching on improving theological understanding in the Philadelphia GPdI congregation. In the context of church life, a deep understanding of theology is essential to strengthen the faith and spiritual life of the congregation. This research used a qualitative approach with a case study method involving several congregants in a local church. Data was collected through interviews, observations, and document analysis of the Bible teaching implemented in the church. The results showed that structured Bible teaching that is relevant to the needs of the congregation can significantly improve theological understanding. In addition, the study also found that the congregation's involvement in theological discussions and practical applications of biblical teachings play an important role in deepening their understanding. Therefore, this study suggests that churches should focus more on developing in-depth teaching methods to form a solid understanding of theology among congregants. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pengajaran Alkitab terhadap peningkatan pemahaman teologi di jemaat GPdI Philadelphia. Dalam konteks kehidupan gereja, pemahaman teologi yang mendalam sangat penting untuk memperkuat iman dan kehidupan rohani jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan sejumlah jemaat di sebuah gereja lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pengajaran Alkitab yang diterapkan di gereja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran Alkitab yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan jemaat dapat meningkatkan pemahaman teologi secara signifikan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan jemaat dalam diskusi teologis dan aplikasi praktis dari ajaran Alkitab berperan penting dalam memperdalam pemahaman mereka. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar gereja lebih fokus pada pengembangan metode pengajaran yang mendalam untuk membentuk pemahaman teologi yang kokoh di kalangan jemaat. Kata Kunci: Pengajaran Alkitab, Pemahaman Teologi, Jemaat, Iman, Kehidupan Rohani.

Page 1 of 1 | Total Record : 6