cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
KAJIAN PENERAPAN SNI 7368:2007 SYARAT MUTU KOMPOR GAS LPG DAN SNI TERKAIT LAINNYA UNTUK BAHAN BAKAR DIMETHYL ETHER (DME) Sri Kadarwati
JURNAL STANDARDISASI Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v12i2.150

Abstract

Dalam rangka mengurangi biaya subsidi minyak tanah, pemerintah Indonesia meluncurkan program konversi minyak tanah ke LPG. Sebagai akibatnya, pemakaian LPG untuk keperluan rumahtangga meningkat drastis, sehingga terjadi kelangkaan LPG di pasaran. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah bermaksud menggunakan DME sebagai alternatif pengganti LPG, mengingat DME mempunyai sifat yang hampir sama dengan LPG. Di samping itu DME adalah gas yang dapat terbarukan, tidak beracun, ramah lingkungan, dan harganya lebih murah daripada LPG. Permasalahannya adalah apakah kompor dan asesorisnya yang didesain untuk digunakan dengan LPG, juga dapat dan cukup aman digunakan dengan bahan bakar DME. Namun, sampai saat ini belum ada standar uji untuk kompor dan asesorisnya dengan bahan bakar DME. Makalah ini akan membahas hasil kajian penerapan SNI 7368:2007 dan SNI terkait yaitu SNI 7369:2009, SNI 06-7213-2006 dan amandemennya, serta SNI1591:2008 untuk kompor DME. Hasil kajian menunjukkan secara umum SNI 7368:2007 dapat digunakan sebagai standar uji kompor gas DME dengan sedikit revisi pada perhitungan asupan panas dan efisiensi. Sedangkan untuk SNI lainnya perlu studi lebih lanjut mengingat sifat DME yang resisten terhadap karet.
ANALISIS PERKEMBANGAN SNI BIDANG TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL Eddy Herjanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v9i3.685

Abstract

Textiles and textile products is one of the leading sectors in Indonesia export product. The development of the industry should be supported in order to maintain their position and to increase their competitiveness abroad. Indonesian National Standard (SNI) can be one of the useful factors as a reference in product quality as well as in facilitating trade. Therefore, the availability of good national standard is necessary. The aim of this research is to know market development of textiles industry and the availability of the SNI with respect to strengthening SNI on textiles industry supply-chain. The result showed that there was a gap on national standards availability among these industries, i.e. national standards of some of the textile products do not exist. Moreover, it is needed to increase the quality of most of the existing standards.
PERANCANGAN CHAMBER DENGAN SUHU TERKONDISI UNTUK FREKUENSI STANDAR PADA KESTABILAN MENCAPAI 4,6x10-15 Hadi sardjono; Boynawan .; Ratnaningsih .; lukluk .
JURNAL STANDARDISASI Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v13i1.32

Abstract

Cesium beam dan Hydrogen Maser adalah dua tipe pembangkit frekuensi yang ditetapkan sebagai standar nasional oleh laboratorium metrologi Kelistrikan Puslit KIM–LIPI. Ketelitian besaran frekuensi ini terjaga oleh proses pembandingan UTC–UTC (KIM) dibawah koordinasi sebuah lembaga metrologi Internasional BIPM (Bureau International das Poids at Measures). Berdasarkan proses pembandingan selama 9 bulan telah terbentuk sebuah karakteristik kestabilan frekuensi melalui sebuah grafik suhu ruang versus kesalahan frekuensi relatif, sehingga diperoleh rentang suhu ruang optimum pada kesalahan relatif minimal mencapai 4,6x10-15
PENGARUH STANDAR TERHADAP PEMILIHAN MASKER SEBAGAI ALAT PELINDUNG DIRI DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Putty Anggraeni; Ari Wibowo
JURNAL STANDARDISASI Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v25i1.974

Abstract

Untuk menghentikan penyebaran virus COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pentingnya standar kesehatan, salah satunya adalah penggunaan masker. SNI masker dikembangkan pemerintah pada tahun 2021 melalui Badan Standardisasi Nasional. Penggunaan tanda SNI suatu produk dapat membantu meyakinkan konsumen bahwa produk tersebut dapat diandalkan, efektif, dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kriteria yang digunakan masyarakat dalam memilih masker serta mengetahui signifikansi masker standar di mata masyarakat. Pendekatan convenience sampling digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara pengguna, kuesioner Google Forms, dan pakar standardisasi. Berdasarkan hasil temuan, kriteria yang paling diperhatikan masyarakat saat memilih masker adalah kenyamanan (82%), K3L/standar (47%), aspek lain (35%), dan harga (29%). 100% responden setuju bahwa produk masker wajib memenuhi persyaratan SNI.
KESIAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) PRODUK PRIORITAS MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Bendjamin Benny Louhenapessy; A. Rachman Mustar; Reza Lukiawan; Novin Aliyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v17i1.307

Abstract

 Abstrak Negara ASEAN menyepakati Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Januari 2007 saat sidang ASEANSummit, didasarkan atas tiga pilar: politik, ekonomi dan sosial budaya. Tahun 2015 diberlakukan kawasan perdagangan Masyarakat Ekonomi ASEAN, menyepakati 12 sektor prioritas dengan kebijakan yang jelas dan transparan. Kriteria prioritas khusus yang digunakan dalam penelitian adalah sektor yang memiliki Product Working Group dan kesepakatan standar internasional negara ASEAN yaitu ASEAN Agreed Version Standards (AAS), hasilnya 4 sektor khusus penelitian: peralatan elektrik dan elektronik, produk berbahan dasar karet, produk berbahan dasar kayu dan perawatan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kesiapan Standar Nasional Indonesia sektor khusus dan program harmonisasinya dengan standar internasional kesepakatan ASEAN. Kesiapan SNI menggunakan data kuisioner dan wawancara di lapangan, analisis data menggunakan kategori dan pengelompokan. Hasil penelitian kesiapan SNI terhadap harmonisasi AAS, dengan kategori SNI tersedia, sama dengan AAS, diadopsi identik atau modifikasi adalah 39% dari 288 AAS. Kesiapan SNI sektor: peralatan elektrik dan elektronik 42,8%, produk berbahan dasar kayu 62%, produk berbahan dasar karet 38% dan perawatan kesehatan 3%. Ketiga negara pembanding: Singapore, Lao PDR dan Myanmar menunjukkan kesiapan standar nasional negaranya cukup rendah namun memiliki kebijakan mengadopsi AAS. Badan Standardisasi Nasional Indonesia telah melakukan program peningkatan kesiapan SNI terhadap AAS melalui Program Nasional Perumusan Standar menghasilkan Rancangan Standar Nasional Indonesia. Pemerintah mendukung pemberlakuan MEA terkait standar dan penilaian kesesuaian melalui peningkatan jumlah regulasi wajib pemberlakuan SNI dan pengawasannya. Rekomendasi kepada regulator terkait diperlukan peningkatan kesiapan SNI melalui program harmonisasi dengan AAS dan peningkatan pengembangan SNI identik AAS. Kata kunci: ASEAN, ASEAN Agreed Version Standards (AAS), Standar Nasional Indonesia (SNI). AbstractThe ASEAN countries agreed on the ASEAN Economic Community (AEC) in January 2007 when the ASEAN Summit session, based on three pillars; Political, Economic and Social Culture. On 2015 imposed trade area AEC, in particular 12 priority sectors with a clear and transparent policy. Special priority criteria are the Product Working Group has international standards and agreements in the ASEAN members state, it is ASEAN Agreed Version Standards (AAS), the results are 4 specific sectors of electrical and electronic equipment, rubber based products, wood based products and medical devices. The purpose of the reserach is identifying the readiness of the Indonesian National Standard specific sectors and programs harmonization with international standards agreement in ASEAN countries. Readiness SNI using questionnaire data and field interviews, analysis of the data using categories and grouping. The research results of SNI readiness towards harmonization AAS, with SNI categories harmonized with AAS, adopted identical or modification is 39% of the 288 AAS. SNI readiness sectors: electrical and electronic equipment 42.8%, wood-based products 62%, rubber-based products 38% and 3% of medical devices. Third comparator countries: Singapore, Lao PDR and Myanmar demonstrate the readiness of national standards is quite low but the country has adopted a policy of AAS. National Standardization Agency of Indonesia has conducted a program to increase the readiness of SNI to be harmonized with AAS through the National Program Standards Formulation produce Indonesian National Standard Draft. The Government shall support the implementation of AEC related standards and conformity assessment through an increased number of mandatory regulation and supervision SNI. Recommendations to the regulator is necessary to increase the readiness of SNI through harmonization program with AAS and increased development of SNI to harmonized with AAS.Keywords: ASEAN, ASEAN Agreed Version Standards (AAS), Indonesian National Standard (SNI).
DUKUNGAN STANDARDISASI PADA BUDIDAYA TIRAM MUTIARA Ellia Kristiningrum; Bendjamin Benny Louhenapessy
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i2.712

Abstract

Perkembangan usaha budidaya mutiara telah mengarah pada kegiatan industri yang terintegrasi. Terdapat 4 proses utama dalam budidaya tiram mutiara yaitu proses pembenihan, pendederan dan pembesaran tiram mutiara, serta proses operasi (penyisipan nucleus). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tahapan budidaya tiram mutiara dan melakukan analisa perlu tidaknya pengembangan SNI untuk tahapan insersi nukleus ke dalam tubuh tiram mutiara. Metode analisa deskriptif berdasarkan data dari 3 pengusaha tiram mutiara yang berada di wilayah Bali, Labuan Bajo dan Manado digunakan untuk mengungkapkan budidaya tiram mutiara serta menganalisa kebutuhan pengembangan standarnya. Penelitian ini menemukan 4 SNI pendukung budidaya tiram mutiara yaitu SNI pendederan tiram mutiara, SNI tiram mutiara induk, SNI tiram mutiara spat dan SNI mutiara. Hasil analisa menunjukkan bahwa pengembangan standar untuk proses operasi atau teknik insersi tidak perlu dilakukan, hal ini dikarenakan faktor kompetensi pelaku insersi dan faktor eksternal (lingkungan) lebih mendominasi terhadap keberhasilan pembentukan mutiara, sehingga kualitas mutiara yang dihasilkan belum tentu seragam meskipun dilakukan dengan teknik insersi yang sama. Penyusunan tatacara dan persyaratan proses insersi tiram mutiara dijadikan dapat pedoman untuk mendukung standardisasi kegiatan budidaya tiram mutiara.
PENGEMBANGAN SNI KOMPOR/TUNGKU MASAK BERSIH (CLEAN COOKSTOVES) Teguh Pribadi Adinugroho; Ellia Kristiningrum
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i3.85

Abstract

PEMBUATAN MATERIAL ACUAN INTERNAL BERUPA BATUAN PADA ZONA KAOLINISASI DARI KOKAP KULON PROGO MENGGUNAKAN ICP-MS Ronaldo Irzon
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i2.500

Abstract

Setiap pengujian membutuhkan materail acuan standar untuk mengkonfirmasi kebenaran hasilnya. CRM sebagai material acuan standar berlevel internasional memang memiliki tingkat kepercayaan yang baik namun berharga sangat tinggi sehingga diperlukan bahan lain sebagai pendamping. Penelitian ini membahas mengenai proses pembuatan material acuan internal berupa batuan dari zona kaolinisasi yang diambil dari wilayah Kokap, Kulon Progo untuk analisis unsur jarang dan tanah jarang. Calon standar internal dibagi menjadi delapan fraksi dan diukur komposisinya menggunakan ICP-MS milik Pusat Survei Geologi. Tingkat ketelitian metoda uji ditunjukkan oleh statistika pengukuran larutan kalibrasi yang sangat baik. AGV-2 dijadikan sebagai acuan utama dan dilengkapi dengan GBW 7113 untuk menjaga kebenaran pengukuran. Sebagian besar analit memiliki  tingkat akurasi yang baik dengan memperbandingkan nilai acuan pada kedua CRM tersebut terhadap hasil pengukuran. Homogenitas setiap fraksi calon standar dipastikan melalui metoda Anova singel factor. Penelitian ini telah menghasilkan nilai terhadap 23 elemen yang dianggap layak dijadikan acuan berupa rerata pengukuran dan standar deviasinya. Penelitian ini layak dilanjutkan dengan uji antar laboratorium sehingga tingkat kepercayaan dapat ditingkatkan menjadi bahan acuan nasional.
REALIZATION OF TOTAL HARMONIC DISTORTION MEASUREMENT OF ACOUSTIC SOURCE SIGNAL SYSTEM FOR FREQUENCY OF 125 HZ AND 1000 HZ Bondan Dwisetyo; Denny Hermawanto; Dodi Rusjadi; Chery Chaen Putri; Maharani Ratna Palupi; Fajar Budi Utomo
JURNAL STANDARDISASI Vol 21, No 3 (2019)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v21i3.794

Abstract

The measurement of total harmonic distortion (THD) of an acoustic source signal system has carried out in Laboratory Acoustics and Vibration, Sub-directorate of National Measurement Standards for Acoustics and Vibration - BSN. The aim of this research is, therefore, to measure and analize the THD values that produced by the system that consists of a signal generator, a power amplifier, and a passive loudspeaker with fundamental frequencies of 125 Hz and 1000 Hz. This measurement should be implemented because it has never been performed in this laboratory. Moreover, this system always be used for either calibration or measurement of acoustical instruments such as sound level meter and noise dosimeter. The method used to measure THD is a free field method using a full anechoic chamber with narrow band analysis. Measurand to determine THD is sound pressure level (SPL) with output of loudspeaker are 94 dB, 104 dB, and 114 dB. From result of measurement was found THD value of fundamental frequencies of 125 Hz and 1000 Hz. For the former frequency, the maximum THD was found at SPL of 94 dB where its value was 1,86 %. Meanwhile the later, the maximum value of THD was 1,94 % also at SPL 94 of dB. The results of this measurement can be used into uncertainty budget for either calibration or testing of acoustical instruments, and also support for validation of calibration of noise dosimeter based on percentage of noise exposure dose using acoustic comparison coupler that still under research and development in this year.
PENERAPAN STANDAR IEC 60335 PADA PENGUKURAN KENAIKAN TEMPERATUR UNTUK PERALATAN RUMAH TANGGA REFRIGERATOR Bayu Utomo; Dwi Mandaris; Hari Tjahjono
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i2.117

Abstract

Salah satu aspek penting dalam pengujian keamanan untuk menjamin mutu produk peralatan rumah tangga refrigerator adalah pengukuran kenaikan temperatur komponen penyusun sistem refrigerasi. Tujuan makalah ini adalah menampilkan metode pengukuran kenaikan temperatur dan kesesuaiannya pada peralatan rumah tangga refrigerator berdasarkan standar IEC 60335. Pengukuran kenaikan temperatur dilakukan dalam dua metode yaitu metode termokopel dan metode resistansi. Hasil pengukuran menunjukkan adanya pengaruh besarnya tegangan masukan dan nilai resistansi pada nilai kenaikan temperatur terutama untuk komponen-komponen yang terhubung dengan proses refrigerasi. Pada metode resistansi, rentang waktu pengambilan data nilai resistansi adalah faktor yang mempengaruhi akurasi nilai kenaikan temperatur. Kelas refrigerator dan spesifikasi komponen adalah faktor penting dalam menentukan kesesuaian.

Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue