cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
PERSEPSI DAN ADOPSI SNI 3141.1: 2011 KELUARGA PETERNAK SAPI PERAH KAWASAN USAHA PETERNAKAN (KUNAK) KABUPATEN BOGOR wasito wasito wasito
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 3 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i3.602

Abstract

Cibungbulang dan Pamijahan menjadi wilayah program KUNAK sapi perah di Kabupaten Bogor. Lokasi KUNAK di Desa Situ Udik (Cibungbulang) {Gunung Sarengseng pada tiga kelompok peternak (Poknak) : “Tertib, Segar; Bersih}, Desa Pasarean Pamijahan {Gunung Geulis : Poknak Indah, Aman, Mandiri. KUNAK Bogor dilaksanakan berdasarkan Keppres nomor  069/B/1994 tentang bantuan kredit usaha peternakan sapi perah. Tujuan kajian mengetahui persepsi dan adopsi peternak terhadap kualitas susu segar berdasarkan SNI 3141.1 : 2011. Untuk itu,  telah dilakukan kajian data primer, sekunder dan review hasil penelitian/kajian. Kajian data primer diawali dengan mengamati dan melibatkan diri pada komunitas peternak innovator, adopter program KUNAK pada April dan Nopember 2017, dalam konteks yang alami (natural setting),  diskusi kelompok terfokus dan  wawancara mendalam. Analisis deskriptif dan himpunan digunakan untuk menemukan makna yang melandasi kajian. Hasil kajian, sebagian besar peternak yang menetap di wilayah KUNAK adalah peternak buruh, dari Desa Situ Udik dan  Pasarean. Peternak pemilik sebagian besar berasal dari luar KUNAK. Secara umum susu segar kualitas fisiknya baik, tetapi batas maksimun cemaran mikroorganisma di atas   SNI no.3141.1 2011 (1 juta cfu/ml) yang selaras prevalensi mastitis subklinis. Adanya kontaminasi mikroorganisme antara lain erat kaitannya dengan pemerahan susu, kebersihan dan sanitasi kandang/lingkungan. Kata kunci : persepsi dan adopsi, SNI no.3141.1 2011, KUNAK sapi perah.
PENGARUH PEMBERLAKUAN WAJIB SNI BATERAI PRIMER TERHADAP IMPOR PRODUK BATERAI PRIMER INDONESIA Danar Agus Susanto; Ellia Kristiningrum
JURNAL STANDARDISASI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v21i2.731

Abstract

Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) baterai primer secara wajib dimulai pada akhir tahun 2009 dengan ditetapkanya Keputusan Menteri Perindustrian Nomor No.36/M-IND/Per/3/2009. Berdasarkan keputusan ini, semua produsen baterai primer, baik dalam negeri maupun luar negeri yang memasarkan produknya di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib memenuhi parameter SNI baterai primer. Penelitian ini membahas pengaruh pemberlakuan wajib SNI baterai primer terhadap impor produk baterai primer Indonesia dengan analisis ekonometrika menggunakan deret waktu pada periode 2004-2015. Variabel terikat yang digunakan adalah jumlah impor baterai primer, sedangkan variabel bebasnya adalah PDB riil, kurs riil dan dummy pemberlakuan wajib SNI baterai primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberlakuan wajib SNI baterai primer secara simultan dengan varibel nilai tukar rupiah dan PDB berpengaruh secara signifikan terhadap impor baterai primer. Namun Pemberlakuan wajib SNI baterai primer secara parsial tidak berpengaruh terhadap impor baterai primer.
PENETAPAN NILAI KETIDAKPASTIAN BAKU SISTEM PENGUKURAN METODE TIDAK LANGSUNG SATUAN KELISTRIKAN DAYA SATU FASA PADA SKALA LABORATORIUM Hadi Sardjono
JURNAL STANDARDISASI Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v8i3.668

Abstract

As a national laboratory, Puslit KIM-LIPI has been realised it measurement capability for ac power in form of Power Source System which is performed in combination of an ac voltage source, an ac current source and a pahse shifter from 00 up to 3600. Concerning to the accuracy maintenance, it was observed by using an indirect measurement method. This measurement system was involved a several equipment standards such as a DMM (Digital Multimeter) and a wattmeter as the load and the voltage and the current value supply by the power source were measured with it accuracy limmitation up to 0.8%.
KAJIAN EKONOMIS BAJA TULANGAN BETON Biatna Dulbert T; Denny Wahyudi
JURNAL STANDARDISASI Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v10i1.621

Abstract

Steel is one of the strategic products. Its using can influence national economy and national development. Impactof steel using is concern with safety aspect to its users. National Standardization Agency of Indonesia (BSN) haveestablished SNI 07-2052-2002 and then it was adopted as technical regulation, so this SNI became mandatory.Now that of this SNI has been mandatory, producer and infrastructure should have been ready to apply this SNI.Economic benefit of applying this SNI in national can be taken if either sub-standard local or import products arenot circulate in the market anymore, so the total economic benefit in applying this standard is Rp.4.141.905.428.338. This standard Application which is not comprehensive can be burden for producer who applySNI and circulation of the illegal product will more and more luster and can’t be dammed up. So we need toimprove quality related to conformity assessment body, surveillance and standard harmonization.
PARAMETER TEKNIS DALAM USULAN STANDAR PADA SISTEM TRANSPORTASI MASS RAPID TRANSIT (MRT) Ajun Tri Setyoko; Endi Hari Purwanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.742

Abstract

Peran standar dalam sistem persinyalan MRT menjadi sangat penting mengingat banyak terjadinya kecelakaan dari suatu sistem MRT di beberapa negara. Kejadian kecelakaan seperti: tabrakan MRT di Bangkok, Thailand yang mengakibatkan 140 orang terluka yang disebabkan oleh persinyalan kereta api. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif eksploratif dengan melakukan survei terhadap 28 responden untuk mendapatkan 3 sasaran yaitu: 1) Esensi regulasi, 2) Kebutuhan pasar SNI MRT, dan 3) Validasi parameter standar. Hasil survei kebutuhan pasar menunjukkan  bahwa apabila terdapat SNI terkait transportasi MRT yang akan ditetapkan oleh BSN nantinya maka stakeholder sepakat terhadap 4 prinsip yaitu yang pertama adalah regulasi dan SDM menjadi faktor paling berpengaruh terhadap keselamatan artinya basis pedoman nilai keselamatan  transportasi yang berlaku berupa regulasi. Berdasarkan hasil validasi dengan pertanyaan Bagian 5 (kuesioner) hasilnya bahwa standar yang signifikan dibutuhkan di bidang transportasi MRT saat ini adalah standar IEEE 1474.1-1999 yang  bersifat sangat teknis yaitu persinyalan CBTC. Hal ini sesuai dengan hasil survei lapangan pertama yaitu 54% responden menyatakan sistem persinyalan sangat penting sekali untuk distandarkan.Hasil validasi parameter teknis memperlihatkan bahwa Standar IEEE 1474.1-1999 dengan judul Standard for Communication-Based Train Control (CBTC) Performance and Functional Requirement di dalamnya terkandung 3 bagian subbab yaitu: 1) General Requirement, 2) Performance Requirement, 3) Functional Requirement. Dalam standar tersebut keseluruhannya merupakan parameter esensial terkait keselamatan kecuali pada 4 parameter yaitu meliputi: 1) Parameter 4.3, 2) Parameter 5.1, 3) Parameter 5.2, 4) parameter 6.4 dan 5) parameter Annex B.Kemudian berdasarkan hasil pembahasan narasumber diperoleh Tujuh (7) parameter yang memerlukan kesepakatan bersama antara Stakeholder yaitu: Parameter 4.1, parameter 4.3, parameter 5.3, parameter 5.4, parameter 5.5, parameter 6, parameter 6.4 dan Annex B.
KESESUAIAN SNI 12-0179-1987 BAGI PENDERITA DISABILITAS DI INDONESIA Febrian Isharyadi; Desinta Rahayu Ningtyas
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.126

Abstract

Kursi kerja merupakan fasilitas mendasar yang dipergunakan dalam melakukan pekerjaan. Kursi kerja yang baik adalah kursi kerja yang ergonomis dan sesuai dengan antropometri manusia baik itu untuk populasi normal maupun penyandang disabilitas. Di Indonesia telah tersedia Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait kursi kerja yaitu SNI 12-0179-1987 : Kursi Baja Untuk Kantor. Permasalahannya apakah SNI tersebut telah mengakomodasi kebutuhan bagi penderita disabilitas terkait kursi kerja. Penelitian dilakukan dengan membandingkan antara data antropometri penyandang disabilitas dengan spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987. Data diperoleh hasil observasi dan kompilasi hasil dari desk study terkait dengan data-data yang diperlukan dalam pembuatan ukuran kursi kerja yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara data antropometri penyandang disabilitas di Indonesia dengan spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987. Perbedaan rata-rata masing-masing bagian kursi dengan spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987 adalah 19,7 mm hingga 269 mm untuk pria dan 26,7 mm hingga 206,9 mm untuk wanita. Beberapa data antropometri penyandang disabilitas berbeda cukup jauh dengan spesifikasi ukuran bagian kursi dalam SNI 12-0179-1987 yaitu untuk bagian panjang dudukan perbedaan rata-rata sebesar 145,5 mm untuk pria dan 119,5 mm untuk wanita serta untuk bagian tinggi sandaran kursi perbedaan rata-rata sebesar 269 mm untuk pria dan 206,9 mm dari batas minimum yang dipersyaratkan dalam SNI 12-0179-1987. Adapun ada beberapa spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987 yang memiliki nilai spesifikasi minimum di atas dari rata-rata data antropometri penyandang disabilitas di Indonesia yaitu pada pria adalah spesifikasi ukuran lebar dudukan sedangkan pada wanita adalah spesifikasi tinggi dudukan, lebar dudukan dan tinggi lengan. Sedangkan antropometri lebar bahu belum terakomodasi dalam SNI 12-0179-1987. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan SNI 12-0179-1987 dikaji ulang dengan mengakomodasi kebutuhan bagi penyandang disabilitas sehingga kebutuhan penyandang disabilitas dapat terpenuhi
RANCANG BANGUN DAN UJI PROTOTIP GENERATOR MAGNET PERMANEN 1kW/48 V MENGACU PADA STANDAR IEC 60034-4 Muhammad Kasim; Fitriana Fitriana; Pudji Irasari
JURNAL STANDARDISASI Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v11i2.651

Abstract

This paper discusses on the designing, construction and testing of the low-speed generator prototype for batterycharging refer to the international standard documents. The specification of generator is 3 phase, 1 kW, 48 V, 18poles, 300 rpm, using permanent magnet NdFeB with remanence flux density of 1 Tesla. The design is validatedby testing the prototype to find out the power curve generated and the efficiency at loading condition. The otheranalysis is conducting the no-load characteristic to find out the prototype parameter conformity with the design.The test result shows that generator is able to produce voltage of 83,2 volt and output power of 596,9 watt at 300rpm and tested efficiency 43%.
STUDI STANDARDISASI KONSTRUKSI LAMINASI LAMBUNG KAPAL FIBERGLASS Buana Ma'ruf
JURNAL STANDARDISASI Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v13i1.9

Abstract

Kapal berbahan fiberglass memiliki peran penting di dalam menunjang transportasi laut nasional khususnya di wilayah pantai. Kapal jenis ini juga memiliki beberapa keunggulan teknis dan ekonomis, sehingga kebutuhannya terus meningkat. Namun demikian, kekuatan konstruksi laminasi lambung kapal fiberglass sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di laut. Hasil survei pendahuluan di beberapa galangan kapal fiberglass tahun 2009 menunjukkan bahwa, disain konstruksi dan proses laminasi lambung kapal fiberglass umumnya tidak mengacu pada persyaratan kelas, sehingga kekuatan konstruksinya sulit dijamin. Selain itu, galangan kapal tidak memiliki standar enjiniring mengenai penggunaan material/bahan, komposisi dan prosedur laminasi yang dapat memenuhi persyaratan kelas. Makalah ini secara khusus mengkaji aspek kekuatan konstruksi laminasi lambung kapal fiberglass melalui studi pustaka, survei galangan, dan pengujian sampel laminasi dari kapal yang sedang dibangun di tujuh galangan kapal berpengalaman di dalam negeri, sesuai rules BKI 2006. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, sekitar 30 persen sample galangan memiliki nilai kuat tarik dan kuat tekuk yang tidak memenuhi nilai minimum sebagaimana disyaratkan rules BKI. Untuk mengatasi dan menghindari hal yang sama di masa datang, diperlukan sebuah standar konstruksi laminasi lambung kapal fiberglass dengan berbagai variasi struktur dan prosedur laminasi, yang dikembangkan dari hasil uji sampel laminasi fiberglass dimana pembuatan dan pengujiannya terkontrol dan mengacu pada rules BKI.
EMPAT BELAS KONSENTRASI RUJUKAN UTJ DAN Th PADA BAHAN ACUAN STANDAR INTERNAL BERMATRIKS GRANIT TERALTERASI Ronaldo Irzon; Shofi Andriani
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.897

Abstract

Bahan referensi diperlukan sebagai tolok ukur tingkat kebenaran suatu pengukuran. Untuk mengatasi biaya yang mahal dan keterbatasan matriks dari certified reference materials, maka dikembangkan aneka ragam bahan referensi internal. Batuan jenis granitoid sering diteliti karena bermanfaat dalam mempelajari sejarah tektonik suatu wilayah dan memiliki komposisi unsur tanah jarang yang relatif lebih besar dari batuan beku segar lain. Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan proses pembuatan bahan uji internal dengan matriks batuan granit teralterasi yang diambil dari Tambang Pemali di Pulau Bangka pada koordinat 1° 53’ LS dan 106° 03’ BT. Homogenisasi sampel dilakukan secara manual sedangkan preparasi dilaksanakan dengan proses destruksi asam. Kadar analit pada sampel diukur menggunakan Inductively Coupled Plasma – Mass Spectrometry (ICP-MS) di Laboratorium Pusat Survei Geologi. Empat belas konsentrasi analit yang terdiri dari tiga belas UTJ dan Th telah layak untuk dijadikan nilai rujukan setelah melalui proses penentuan limit deteksi, derajat kebenaran, dan tingkat presisi. Bahan standar internal ini dapat segera dimanfaatkan pada analisis sampel dengan matriks yang sesuai maupun sebagai pendamping certified reference materials.
KRITERIA DESAIN SUB-RESERVOIR AIR HUJAN MENUNJANG DRAINASE RAMAH LINGKUNGAN Sarbidi Sarbidi
JURNAL STANDARDISASI Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v16i2.169

Abstract


Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue