cover
Contact Name
Mukh Nursikin
Contact Email
ayahnursikin@gmail.com
Phone
+62818263748
Journal Mail Official
journalinsani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Salatiga-Bringin Km 05 Pabelan Kab. Semarang Jawa Tengah.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
ISSN : 29886147     EISSN : 29883903     DOI : https://doi.org/10.70424/insani.v1i1.1-17
Core Subject : Religion, Education,
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk menerbitkan karya-karya ilmiah di bidang ilmu agama dan pendidikan. Scope dari jurnal INSANI meliputi kajian-kajian spesifik di bidang ilmu agama, pendidikan, humaniora, sosial keagamaan, dan kepesantrenan. Jurnal INSANI terbit sebanyak 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 29 Documents
KONSEP PENDEKATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN NILAI SOSIAL SISWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Anitasari, Erni; Nursikin, Mukh
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i1.75-88

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui konsep pendekatan dan strategi pendidikan nilai sosial siswa dalam perspektif pendidikan Islam. Adapun penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik yaitu menggunakan teori-teori para ahli tentang pendidikan nilai sosial siswa dalam perspektif pendidikan Islam. Kemudian dianalisa agar diketahui strategi pendidikan nilai sosial siswa dalam perspektif pendidikan Islam yang dianggap perlu di gunakan dalam pendidikan. Hingga penelitian ini dilakukan, diperoleh hasil bahwa pendekatan mampu memberikan penekanan terhadap penanaman nilai-nilai sosial dalam diri siswa dan strategi pendidikan nilai sosial siswa dapat membantu siswa memahami, menghayati keputusan yang tepat dalam berbagai masalah pribadi, keluarga, masyarakat dan negara sehingga diharapkan dapat menghilangkan kesombongan yang sering terjadi. Strategi pendidkan nilai sosial perlu digunakan dalam dunia pendidikan dengan melakukan pembelajaran yang baik, keteladanan dari lingkungan sekitar, merasakan dan mencintai yang baik, tindakan yang baik, nasihat, hukuman agar terbentuk pribadi yang multi kompetensi dan bermoral. Salah satu indikator yang dapat diukur adalah adanya perubahan dan kemajuan dalam perilaku keberagaman siswa, seperti peningkatan komitmen keberagaman siswa, tumbuhnya kepedulian sosial kepada sesama serta ketaatan dalam menjaga etika pergaulan. Karena nilai sosial mengandung nilai saling tolong menolong, kekerabatan, mengasihi antar sesama.
Potret Madrasah Di Indonesia Fauzi, Ahmad Nur; Saputra, Deden Mula
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i2.89-102

Abstract

Abstract Madrasah merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan Islam. Madrasah tidaklah sama dengan masjid ataupun lembaga pendidikan Islam lainnya. Sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia, madrasah yang diprakarsai oleh para kiai dan tokoh agama ini ikut terpanggil untuk ikut berperan di semua aspek kehidupan terutama dalam bidang pendidikan. Sesuai amanat undang- undang yang disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alenia IV dan pasal 31 UUD 1945 yang diturunkan dalam UU Sisdiknas sampai sekarang telah banyak memberi angin segar kepada madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia sehingga madrasah dapat lebih berperan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan ciri atau karakteristik serta tujuan madrasah. Dengan demikian, dalam kajian ini akan dibahas sejauh mana peran madrasah sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Islam dalam proses pendidikan di Indonesia, sehingga akan tampak lebih jelas tentang wajah madrasah di Indonesia sesungguhnya, yang pada kenyataanya tanpa kita sadari madrasah di Indonesia telah ikut banyak berperan serta menjadi rujukan utama dalam proses pendidikan baik dari periode pra kemerdekaan sampai sekarang. Keywords: Madrasah, Lembaga Pendidikan Islam, Pendidikan Islam
MENUNTUT ILMU SEPANJANG HAYAT MENJADI PONDASI KEHIDUPAN MANUSIA nur fadhilah, zahra
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i1.18-39

Abstract

Menuntut ilmu sepanjang hayat ialah belajar dan mempelajari ilmu terus menerus dari lahir hingga tutup hayatnya. Metode pengembangan dan perubahan sistem pendidikan dan kurikulum merupakan faktor utama dalam menentukan kesuksesan penerapan pendidikan sepanjang hayat. Menuntut ilmu sepanjang hayat atau long life education merupakan kewajiban manusia untuk menuntut ilmu mulai dari manusia dilahirkan hingga wafat, agam Islam mewajibkan setiap manusia untuk menuntut ilmu sepanjang hayat. Ada 3 proses dalam pendidikan manusia dalam sepanjang hidupnya yaitu proses pendidikan prantal, postnatal, dan pendidikan sepanjang hayat. Jurnal ini akan mengkaji dan membahas proses menuntut ilmu sepanjang hayat, metode mengatasi kendala dalam menuntut ilmu, dan pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat menggunakan metode penelitian library research dan metode penelitian pengembangan teori pendidikan.
KONSEP PENDEKATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0 Ningrum, Titis Sekar
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i1.40-57

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep pendekatan dan strategi pendidikan nilai dalam perspektif pendidikan Islam di era society 5.0. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif analitik. Belum usai dengan bergulirnya era industri 4.0, Pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan besar sebagaimana kita dikejutkan dengan munculnya Era Society 5.0 yang harus disikapi dan menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan Islam. Adanya masyarakat era 5.0 yang merupakan penyempurnaan dari era 4.0 merupakan masalah besar dan peluang besar bagi dunia pendidikan. Guru yang menjadi penggerak pendidikan di era Society 5.0 harus memiliki kualifikasi yang memadai. Guru harus memiliki strategi dan tahu bagaimana menetapkan topik serta mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran teknologi dalam Revolusi Industri 4.0 harus ditingkatkan guna membangun kehidupan manusia yang lebih sejahtera dan beradab, yang dibuktikan dengan model masyarakat 5.0. Pendidikan perlu mengadaptasi model pembelajaran yang relevan agar siap memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
MENYATUKAN FILSAFAT DAN IPA: MEMBANGUN HUBUNGAN YANG LEBIH DEKAT ANTARA ILMU PENGETAHUAN DAN PERTIMBANGAN FILOSOFIS nugroho, bayu
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i1.58-74

Abstract

Filsafat dan ilmu pengetahuan merupakan dua bidang yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya, hal ini dikarenakan apabila keduanya diintegrasikan akan menghasilkan jawaban dan pemahaman yang lebih baik terkait problematika yang terjadi dalam dunia pendidikan. Pengintegrasian dua ilmu ini dapat dilakukan tidakhanya dalam bidang pendidikan umum saja, akan tetapi dalam bidang ilmu pengetahuan alam juga akan menjadikan sebuah kombinasi yang baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Adapun rumusan masalah yang diangkat pada penelitian kali ini adalah Bagaimana filsafat dapat membantu dalam mengembangkan IPA dan Bagaiamana IPA dapat membantu mengembangkan Filsafat dengan memberikan bukti empiris yang mendukung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terkait fungsi filsafat berkaitan dengan IPA dan untuk mengetahui fungsi IPA yang berkaitan dengan filsafat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis dengan cara melakukan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal. Hasil dari penilitian ini yaitu dengan mengkombinasikan dua ilmu ini akan mendapatkan jawaban dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan holistic dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental terkait alam semesta, manusia, dan realitas kita yang mana ini akan membantu untuk memajukan ilmu pengetahuan dan filsafat.
Islamic Schools Responses Toward Challenges in the Field of Education to Cope With the 4.0 Industrial Revolution; Study at Yogyakarta State Islamic Senior High School and Semarang Regency State Islamic Senior High School Nursikin, Mukh; Triyoko, Hanung
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i1.1-17

Abstract

The progress and development of a nation depends on its education. There is no developed and developing nation without going through a strong and relevant education ladder supported by technological advances. Islamic educational institutions must be able to work together to instill religious moral character, optimal performance, 21st century competences and basic literacy competencies so that students are able to face the era of the Industrial Revolution 4.0. The focus of this research is to emphasize the constructive methodological aspects of the responses of Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta and Madrasah Aliyah Negeri Kab Semarang to the challenges of the industrial revolution 4.0 with a progressivism approach perspective with its liberation paradigm. The purpose of this study is to find out the response and strategy of Islamic educational institutions (Madrasas) in facing the challenges of the 4.0 industrial revolution with an Islamic education philosophy approach that has a liberation paradigm. The theory underlying this study is the theory of modern educational philosophy, namely; (1) Progressivism, (2) Constructivism, and (3) Humanistic schools of thought. Even though these three perspectives of education have different cultural paradigms, there are certain aspects that can contribute cognitively to the development of Islamic education curriculum in schools. This study uses a qualitative-naturalistic approach with data collection from both literature research and field research. Literature research comes from research on dissertations, journals, print media, theses, graduating papers, the internet, and other documents. The field data were collected through (1) observation, (2) in-depth interviews, and (3) documentation. The collected data is then followed by the description, reduction, selection, discussion, analysis and conclusion stages. The results of this study indicate that first, the response of Madrasas to the challenges of the world of education towards the 4.0 industrial revolution is a variety of learning that focuses on the education of characters of the students, then accompanied by the use of technology as an effort to adapt to the advancement of the era, a creation of effective schools, the implementation of the student management, activities which is directed to organize all activities related to students. Second, the Madrasah particular strategy towards the challenges of the world of education in the industrial revolution 4.0. which are the development of Information Technology-Based Madrasah Education and One Stop Integrated Services. This service is to provide fast and coordinated services under the same roof for students, parents, guardians, staff and stakeholders. Students are required to master technology and information at least by mastering 3 software of the Microsoft such as Microsoft Word, Excel, and Power Point. Third, identification of the supporting and inhibiting factors for Madrasas against the challenges of the world of education towards the 4.0 industrial revolution. Supporting factors; The head of Madrasas provides support and assistances, the head of Madrasas and the academic community are united in team work in all fields, the availability of the programmed academic workshops, of IT facilities and infrastructure and adequate practices, the graduation standards already is also established, Networking with the world of works outside schools is also maintained. While the inhibiting factors are that the curriculum is still understood and treated rigidly so that it curbs the creativity of students, the motivation of students to develop themselves is still low, the student's personality is still unstable and tend to love imitating  friends behaviors and disobeying norms, the spirit of student competence is still low and the students are mostly not empowered. There is a high level of struggle, the students have not been able to make a priority scale, the facilities and infrastructure for developing self-actualization are still lacking, the tradition of excellence for each academic community in interacting with every level of society and also in information and technology is still low.
Tedensi Tasamuh Dalam Perilaku Antar Umat Beragama Di Indonesia Rifqi Pratama, Aufar; Setiaji, Noval; Agustin, Dian
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i2.103-119

Abstract

Indonesia adalah negara pluralistik dengan beragam kelompok agama, etnis, dan sosial. Pluralisme merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri dalam bangsa Indonesia. Keberagaman tersebut menjadi modal sosial bagi pembangunan bangsa Indonesia dalam bingkai persatuan dan persaudaraan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dimana data dikumpulkan melalui pencarian sumber dan disusun dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan penelitian yang sudah ada. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa sikap dan nilai Tasamuh berpengaruh terhadap interaksi sosial umat beragama di Indonesia. Nilai dan sikap Tasamuh memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk memilih dan memeluk agamanya  dengan sikap saling menghormati dan menghargai. Tidak ada tekanan, intimidasi atau paksaan antara pemeluk agama yang satu dan pemeluk kepercayaan  lain.
Islam Wasathiyah Dan Modernisme dalam Tantangan Ideologi (Tinjauan Hermeneutik) Nugroho, C Adhi; Kartawinata, Ali
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i2.120-134

Abstract

Peradaban Islam, senantiasa diwarnai dengan pengaruh dari peradaban itu sendiri. Teks keagamaan yang semestinya bisa diaplikasikan dengan konsisten sehingga kemurnia agama Islam senantiasa tetap terjaga. Berbicara tentang Islam Wasathiyah, artinya berbicara tentang moderasi beragama atau Islam moderat. Pemahaman serta pengetahuan terkait Islam moderat sendiri, tidak terlepas dari adanya perubahan periodesasi pemikiran. Di tengah perkembangan Islam, muncul beragam perspektif mengenai makna Islam Wasathiyyah. Pembahasan ini masih relevan, dimana banyak dari berbagai ahli yang masih mengkajinya. Sebagai upaya dalam memahami, merumuskan, dan menguatkan konsep Islam moderat tersebut, digunakan beberapa pendekatan dan strategi, bahkan terkadang sampai merujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah radikalisme-fundamentalisme. Selain itu, implementasi Islam wasathiyah memiliki beberapa tantangan, yang berasal dari proses penafsiran ajaran agama. Maksudnya adalah warisan pengetahuan yang diwariskan oleh para pendahulu, terutama dari kaum spiritualis, memberikan peluang terhadap munculnya pemahaman yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan penelitian library research (kepustakaan). Sumber-sumber yang digunakan diantaranya Wasathiyah, modernism, ideology, dan hermeneutika serta beberapa literature lainya yang relevan dengan pemabahasan dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui bahwa Islam Wasathiyah merupakan suatu ajaran atau konsep modernism dalam beragama yang erat singgunagnnya dengan idelogi suatu bangsa, dalam konteks ini ideology masyarakat Indonesia yang majemuk serta terdapat berbagai macam agama kepercayaan yang anut oleh masyarakat membuat semakin pentingnya pemahaman tentang ajaran atau konsep Islam Wasathiyah ini bagi para kaum muslim supaya tidak terjadi adanya radikalisme Islam.
Kritik Dan Pandangan Islam Wasathiyyah Terhadap Feminisme Islam Ma'arif, Alwi Ilqam; Nursikin, Mukh
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i2.135-147

Abstract

Pemahaman tentang keadilan yang diajukan oleh sebuah organisasi perempuan (Musawah) yang dianggap bertentangan dengan Islam. Pandangan Islam Wasathiyah terhadap gerakan feminisme Islam menekankan pentingnya keseimbangan dan keadilan, berbeda dengan gerakan feminisme Islam yang mencoba untuk menafsir ulang ajaran Islam guna menegaskan kesetaraan gender. Artikel ini membahas perbedaan yang telah menyebabkan ketegangan dan kontroversi dalam perspektif Islam tentang dunia. Di dalam kritik ini, terdapat perbedaan pendapat tentang teologi, reinterpretasi, dan pandangan mengenai peran gender dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis. Data penelitian ini didapat melalui library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara pandangan Islam yang dikenal dan diamalkan oleh umat Islam dengan konsep feminisme. Feminisme Islam juga dikaitkan dengan gagasan bahwa mereka berusaha mendukung sekularisasi pemikiran umat Islam yang bertujuan mempromosikan kesetaraan gender dalam konteks Islam. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai feminisme Islam yang dilakukan organisasi perempuan yang menuntut kesetaraan gender akibat interpretasi berbagai ajarab Islam yang merugikan perempuan.
Konsep Dasar Dan Implementasi Dalam Pendidikan (Etika, Nilai, Karakter Dan Akhlak) Sofiah, Lailia Farhatus; Birohmatin, Salimna; Lestari, Tri
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v1i2.148-163

Abstract

Pada dewasa ini, terdapat banyak sekali pendidikan terkait moralitas, seperti pendidikan etika, pendidikan karakter, pendidikan akhlak dan pendidikan nilai. Istilah etika, karakter, nilai dan akhlak memiliki makna dan konsep dasar yang berbeda. Namun keempat istilah tersebut saling berkaitan. Karena pada dasarnya pendidikan-pendidikan tersebut bertujuan untuk membentuk kepribadian pada diri seseorang sesuai dengan norma Pancasila, norma masyarakat dan norma agama. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep dasar dari etika, nilai, karakter dan akhlak, serta bagaimana implementasi keempat istilah tersebut dalam dunia pendidikan.

Page 1 of 3 | Total Record : 29